E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
SPK SAW Penentuan Jurusan Siswa SMA
Pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan keputusan penting bagi siswa yang akan menentukan arah karir mereka. Proses pengambilan keputusan ini seringkali sulit karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemampuan akademik, minat, dan aspirasi orang tua. Penulisan ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis logika fuzzy yang dapat membantu siswa SMA dalam memilih jurusan yang sesuai dengan profil diri mereka. Metode penulisan yang digunakan adalah SAW (Simple Additive Weighting) yang dikombinasikan dengan logika fuzzy. Kriteria pemilihan jurusan diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, kemudian diubah menjadi bilangan fuzzy menggunakan rumus variabel ke-n/n-1. Skor akhir untuk masing-masing alternatif jurusan dihitung menggunakan pendekatan fuzzy SAW. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa SMA, guru BK, dan orang tua.Hasil penulisan menunjukkan bahwa SPK berbasis fuzzy SAW dapat memberikan rekomendasi jurusan yang lebih akurat dan sesuai dengan karakteristik siswa. Sistem ini dapat membantu siswa membuat keputusan yang lebih terinformed dan sesuai dengan potensi diri mereka. Implementasi SPK ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan siswa dalam memilih jurusan serta mengurangi kemungkinan ketidaksesuaian antara jurusan dengan minat dan kemampuan siswa
Perbandingan Algoritma Machine Learning Untuk Sentimen Analisis Game Bus Simulator Indonesia
This study aims to perform sentiment analysis on user reviews of the Bus Simulator Indonesia (BUSSID) application, developed by Maleo from Surabaya and released in 2017. A total of 10,000 reviews were collected from the Google Play Store using web scraping techniques and labeled based on ratings; reviews with ratings above 3 were considered positive, while those with ratings of 3 or below were considered negative. The reviews were then processed through case folding, cleaning, tokenizing, stopword removal, and stemming, and their features were extracted using the TF-IDF method. The data was split into 70% for training and 30% for testing. Three machine learning algorithms were applied: Naive Bayes Classifier (NBC), Stochastic Gradient Descent (SGD), and Support Vector Machine (SVM). The results showed that SVM had the highest accuracy at 79%, followed by SGD at 77%, and NBC at 76%. Evaluation using metrics such as accuracy, precision, recall, and f1-score indicated that this analysis provides valuable insights for BUSSID developers to improve the application’s quality. sentiment analysis,Â
KLASIFIKASI ABJAD DALAM BAHASA ISYARAT MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST
Pengenalan bahasa isyarat merupakan tantangan signifikan dalam pengembangan teknologi informasi, terutama dalam menciptakan komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem klasifikasi alfabet bahasa isyarat, khususnya pada Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), menggunakan algoritma Random Forest. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi komunikasi yang inklusif antara penyandang disabilitas pendengaran dan masyarakat umum. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data gerakan tangan yang diperoleh melalui perekaman menggunakan webcam dan kemudian dikelompokkan berdasarkan label alfabet,Tahap preprocessing data bertujuan untuk normalisasi dan augmentasi guna meningkatkan variasi input kemudian di lakukan proses untuk mengekstrak landmark tangan melalui framework Mediapipe, yaitu titik-titik referensi posisi jari dan tangan, Tahap pelatihan model menggunakan algoritma Random Forest dengan pembagian data latih dan uji, serta Tahap pengujian sistem secara real-time untuk mengevaluasi akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu mengenali alfabet SIBI dengan akurasi 100%, membuktikan efektivitas metode Random Forest dalam menangani klasifikasi pola yang kompleks. Esensi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam mendukung komunikasi inklusif melalui teknologi kecerdasan buatan. Sistem ini menawarkan solusi praktis untuk mengatasi hambatan komunikasi antara penyandang disabilitas pendengaran dan masyarakat umum, sekaligus mendorong pengembangan teknologi inklusif. Dengan hasil yang sangat akurat, penelitian ini memberikan dampak sosial yang signifikan, membuka peluang bagi pengembangan sistem komunikasi berbasis AI yang lebih adaptif, seperti integrasi dengan aplikasi mobile dan fitur text-to-speech, sehingga memperluas aksesibilitas dan mendukung interaksi sosial yang lebih inklusif.Pengenalan bahasa isyarat merupakan tantangan signifikan dalam pengembangan teknologi informasi, terutama dalam menciptakan komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem real-time yang dapat mengklasifikasikan simbol bahasa isyarat, khususnya pada Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Data gerakan tangan diperoleh melalui webcam dan diproses menggunakan framework Mediapipe untuk mengekstrak landmark tangan, yang memberikan gambaran struktural posisi jari dan tangan guna meningkatkan akurasi klasifikasi. Tahap pelatihan model melibatkan langkah-langkah seperti normalisasi dan augmentasi data untuk meningkatkan kemampuan model dalam menangani variasi input. Dengan memanfaatkan Random Forest Classifier, sistem ini berhasil mencapai akurasi 100% dalam pengenalan simbol bahasa isyarat secara real-time, membuktikan efektivitas metode ini dalam menyelesaikan tugas pengenalan pola kompleks. Inovasi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup penyandang disabilitas, sekaligus mendorong perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang mendukung komunikasi inklusif. Meskipun demikian, tantangan seperti keberagaman gerakan tangan dan kebutuhan akan data representatif masih menjadi perhatian untuk implementasi yang lebih luas. Penelitian ini tidak hanya menawarkan solusi praktis, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sistem komunikasi yang lebih inklusif, sehingga mempermudah interaksi antara penyandang disabilitas dan masyarakat umum
PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN GEDUNG OLAH RAGA (GOR) TANJUNGBALAI DI PENGADILAN NEGERI TANJUNGBALAI
Abstrak Tanah memiliki kepentingan yang sangat besar untuk kepentingan semua individu, yang mencakup individu pribadi dengan hak milik dan entitas publik. Kedua entitas ini diakui sebagai subjek hukum, dengan tanah sebagai objek hak hukum mereka. Fokus kajian ini membahas mengenai tentang proses penyelesaian sengketa tanah Gedung Olahraga (GOR) Tanjungbalai di Pengadilan Negeri Tanjungbalai. Selain itu, bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam mengambil keputusan atas perkara sengketa tanah di lingkungan pengadilan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dan melakukan studi kasus di Pengadilan Negeri Tanjungbalai. Penelitian ini mengandalkan bahan-bahan hukum seperti peraturan perundang-undangan, dilengkapi dengan sumber-sumber sekunder seperti buku-buku hukum dan sumber-sumber tersier seperti buku-buku non-hukum. Untuk mencapai resolusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak yang terlibat, perlu untuk terlibat dalam metode penyelesaian sengketa non-litigasi. Hal ini berlaku untuk semua perkara yang diajukan ke Pengadilan Negeri. Tujuan mediasi atau penyelesaian sengketa non-litigasi adalah untuk memungkinkan para pihak mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan bantuan pihak ketiga yang netral. Namun, pada akhirnya para pihak sendirilah yang membuat keputusan akhir. Proses settlement dilakukan melalui dua mekanisme yaitu pembayaran biaya kompensasi. Dalam kasus ini, pemohon menuntut ganti rugi sebesar 17M, sedangkan tergugat meminta 6M. Anehnya, Pemko Tanjungbalai tiba-tiba menarik diri dan menolak membayar ganti rugi yang telah disepakati, padahal ada laporan bahwa anggaran sebesar 9,6M sudah tersedia. “Dalam memutus perkara ini, hakim harus mempertimbangkan dan mengutamakan asas keadilan, kepastian hukum, dan kepraktisan. Tujuannya untuk mengeluarkan keputusan yang ideal, dan tidak membebani salah satu pihak dan dapat diterima dengan baik. Kata Kunci : Penyelesaian Sengketa, Pertanahan, Pengadilan NegeriAbstrack Land is of immense importance to the benefit of all individuals, including private individuals with property rights and public entities. Both of these entities are recognized as legal subjects, with land as the object of their legal rights. The focus of this study is on the Tanjungbalai Sports Building (GOR) land dispute resolution process at the Tanjungbalai District Court. In addition, it aims to explore the factors that are considered by the panel of judges in making decisions on land dispute cases within the court environment. This study uses empirical legal research methods and conducts case studies at the Tanjungbalai District Court. This research relies on legal materials such as laws and regulations, supplemented by secondary sources such as law books and tertiary sources such as non-law books. In order to achieve a resolution that is beneficial to both parties involved, it is necessary to engage in non-litigation dispute resolution methods. This applies to all cases submitted to the District Court. The purpose of mediation or non-litigation dispute resolution is to enable the parties to reach a mutually beneficial agreement with the help of a neutral third party. However, in the end it is the parties themselves who make the final decision. The settlement process is carried out through two mechanisms, namely the payment of compensation fees. In this case, the plaintiff demanded compensation of 17M, while the defendant asked for 6M. Surprisingly, the Pemko Tanjungbalai suddenly withdrew and refused to pay the agreed compensation, even though there were reports that a budget of 9.6 billion was already available. "In deciding this case, the judge must consider and prioritize the principles of justice, legal certainty and practicality. The goal is to issue an ideal decision, which does not burden either party and is well received. Keywords : Dispute Resolution, Land, District Cour
PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI SEBAGAI BAGIAN PERIZINAN INVESTASI APARTEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dalam perizinan investasi pembangunan Apartemen atau rumah susun komersial. PBG dan SLF merupakan dua komponen krusial dalam memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, kualitas, dan regulasi yang berlaku dalam sektor properti. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi bagaimana peran persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (slf) sebagai bagian dari perizinan investasi dalam pembangunan rumah susun komersial atau apartemen dan bagaimana pertanggungjawaban pengembang rumah susun komersial atau apartemen dalam perjanjian pengikatan jual beli tanpa sertifikat laik fungsi (SLF). Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Secara keseluruhan, PBG dan SLF memainkan peran penting dalam perizinan investasi pembangunan rumah susun komersial atau apartemen dengan memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku, serta bangunan yang dihasilkan aman untuk digunakan. Sebelum UU Cipta Kerja, proses yang panjang dan kompleks dapat menghambat investasi, sedangkan setelah UU Cipta Kerja, proses yang lebih sederhana dan cepat memberikan kepastian hukum yang lebih baik dan mengurangi hambatan birokrasi, sehingga mendorong investasi dan menciptakan iklim investasi yang lebih efisien di Indonesia. 2) Pertanggung jawaban pengembang rumah susun komersial atau apartemen dalam PPJB tanpa SLF melibatkan pemenuhan standar keselamatan, transparansi informasi, komitmen tertulis, kompensasi dan ganti rugi, tanggung jawab hukum, serta pemeliharaan dan perbaikan. Hal ini penting untuk melindungi hak-hak pembeli dan memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meskipun ada perbaikan signifikan dalam proses perizinan, pengawasan yang ketat dan transparansi informasi tetap diperlukan untuk memastikan pembangunan yang aman dan sesuai dengan regulasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan iklim investasi di sektor properti komersial di Indonesia
IMPLEMENTATION OF ABSENTEE LAND MANAGEMENT IN THE COMMUNITY ENVIRONMENT
This research is based on the background Absentee land is land owned by individuals or legal entities that do not physically live on or are near the land. The focus of absentee land management implementation is to identify the challenges and impacts associated with land ownership by owners who are not in the area concerned. This study aims to analyze how absentee land management affects the environment and local communities
MAPPING OF INTEGRATED LOCAL WISDOM IN ASAHAN REGENCY TO DEVELOP INSTRUCTIONAL MATERIAL OF NARRATIVE TEXT
Asahan Regency is regency consisting of various local wisdom.Local wisdom has wise values that can be integrated in learning activities, one of them in thecourse of writing, especially writing narrative text. However, based on empirical studies obtained the integration of localwisdom, especially in the subject of writing has not been done by the lecturers. To perform such integration, it is necessary to do the mapping of local wisdom which is expected to become the basis of the development of narrative text. The research used descriptive method. The data collection was administered by interview to the cultural practitioners in Asahan Regency and library research as well. The research found some local wisdom that can be formed in the form of narrative text are  The values of local wisdom is very important to be maintained, so values of local wisdom in Asahan Regency can be mapped and preserved so that the results can be used as the basis of the development of narrative text so that the integration of the local wisdom values in the learning process can be achieved. Keywords: Writing, Narrative Text, Local Wisdo
IMPLEMENTASI MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA
Mediasi merupakan salah satu bentuk proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui proses perundingan para pihak dengan dibantu oleh mediator. Mediasi di pengadilan diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016 tentang prosedur mediasi di pengadilan (litigasi). Perma tersebut mewajibkan para pihak yang berperkara untuk menghadiri secara langsung pertemuan Mediasi dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung atau observasi ke lapangan. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi di lapangan untuk mencari dan menemukan informasi terkait pelaksanaan mediasi. Selanjutnya berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan narasumber diketahui bahwa prosedur pelaksanaan Mediasi di Pengadilan dilalui dalam beberapa tahapan yaitu tahap pramediasi, tahap pelaksanaan mediasi dan implementasi mediasi. Pengadilan Agama Tanjungbalai sebagai salah satu pengadilan yang berwenang dalam menerima dan memeriksa perkara perdata bagi yang beragama islam,telah mengimplementasikan mediasi dengan baik yang terlihat dari jumlah perkara yang dimediasi dalam tiga tahun terakhir yaitu tahun 2020 sebanyak 72 perkara, tahun 2021 jumlah perkara yang dimediasi 95 pada Tahun 2022 sebanyak 180 perkara. Kata kunci: Mediasi, Pengadina Agama, Sengket
ETNOMATEMATIKA PEMBELAJARAN HIDROPONIK DI SMKN SPP ASAHAN
Pertanian adalah bagian penting dari budaya Indonesia. Budaya pertanian cenderung ditinggalkan oleh generasi sekarang dengan pesatnya perkembangan jaman. Etnomatematika berfungsi sebagai sarana pertukaran pengetahuan antara budaya dan pendidikan. Metode pembelajaran yang menunjang banyak menggunakan media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana materi hidropinik diajarkan di SMK Negeri SPP Asahan. Kegiatan pertanian membantu siswa belajar matematika dan mengenal dan melestarikan budaya mereka. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriftif kualitatif yang menggunakan observasi dan tes. Penelitian ini menyelidiki pengetahuan siswa tentang hidroponik. Informasi tentang sejarah dan pengembangan hidroponik untuk membantu siswa memahami prosesnya.. Kata kunci: Etnomatematika, Hidropnik, Pembelajaran Matematik
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNGAN JALAN TOL INDRAPURA-KISARAN TERHADAP PENGEMBANGAN PELAKU UMKM DI KABUPATEN ASAHAN
Tulisan ini mengkaji dampak pembangunan jalan tol Indrapura-Kisaran terhadap pengembangan pelaku UMKM di Kabupaten Asahan dengan menggunakan data sekunder dan data primer, dengan pengambilan reseponden menggunakan wawancara dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan smart-pls yang terdiri dari penggujian model luar, pengujian model dalam dan penelitian model. Kami menemukan bahwa variabel dampak pembangunan jalan tol terhadap pengembangan pelaku UMKM di Kabupaten Asahan, masih ditemukan pelaku UMKM yang mempertahankan usahanya secara konvensional sehingga salah satu pengembangan UMKM menggunakan pemasaran digital masih belum efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu memfokuskan pengembangan kemampuan pelaku usaha dalam melakukan digitalisasi usaha khususnya pada kegiatan pemasaran digital. Untuk mendukung akses ke pasar digital, pemerintah perlu mengembangkan e-marketplace guna mendukung pemasaran secara digital dari produk-produk unggulan di Kabupaten Asahan. Kata kunci: Dampak Pembangunan, Jalan Tol, Pelaku UMK