E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBANTUAN APLIKASI CANVA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangam media pembelajaran audio visual berbantuan aplikasi canva ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang diambil ialah pengembangan dengan model 4D. Populasi yang dalam penenilian ini ialah siswa kelas VIII-4 UPTD SMPN 5 Kisaran yang berjumlah 31 orang. Hasil dari analisis kevalidan media pembelajran memiliki persentase 90,83% dengan kategori sangat valid. Hasil dari analisis kepraktisan media pembelajaran yang diperoleh dari angket guru memiliki persentase 100% dengan kategori sangat praktis, dan angket peserta didik 83,43% dengan kategori sangat praktis. Hasil dari analisis keefektifan media yang diperoleh dari tes kemampuan berpikir kreatif matematis memiliki persentase 87,10% dengan kategori sangat praktis. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangan media pembelajaran audio visual berbantuan aplikasi canva ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis terbukti valid, praktis, dan efektif. Kata kunci: Canva, Media Pembelajaran, Audio Visua
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
AbstrakPenelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa berbantuan aplikasi GeoGebra dalam materi lingkaran. Jenis riset kuantitatif dengan cara quasi penelitian dengan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design. Sampel yang diambil adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol, srtiap kelas berjumlah 30 peserta didik dengan memakai metode purposive sampling. Instrument yang diambil merupakan posttest kemampuan berpikir kritis siswa dengan memakai uji . Hasil uji homogenitas diperoleh dan  karena  maka  diterima. Hasil penelitian dengan menggunakan uji diperoleh nilai sig  adalah  dan , maka  sehingga  ditolak dan  diterima yang artinya Terdapat pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa berbantuan aplikasi Geogebra kelas VIII UPTD SMPN 2 Silau Laut. Kata Kunci :Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis Siswa, Geogebra AbstrakThis research aims to determine the effect of the discovery learning discovery larning model to improving students’ critical thinking skills with the help of the geogebra application in circle material. This type of quantitative research uses quasi research with a pretes-posttest control group design research one. The samples taken are VIIIth-1 Class as the experimental Class and VIIIth-2 Class as the control class.Each class consists of 30 students using the purposive sampling method. The instrument taken was a posttest of students’ critical thinking abilities using the t test. The homogeneity test results obtained _count = 1,120 and f_tabel = 1,1861,because f_count < f_tabel then H_0 is accepted. The results of research using the t test obtained a sig value of , namely t_count = 17,365 and t_tabel 1,671, then t_count>t_tabel so thet H_I is rejected and H_0 is accepted, which means that there is an influence of the Discovery Learning Learning model on students’ critical thinking skills with the help of the classroom geogebra application at VIIIth Class students of UPTD SMPN 2 SilauLaut.                                                                                                                     Keywords : Discovery learning, Students’ Critical Thinking Ability, Geogebr
PENGARUH PEMBELAJARAN MICROLEARNING PADA MATERI BANGUN RUANG TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL BERBANTUAN GEOGEBRA
Pendidikan modern ditandai dengan laju perubahan yang sangat cepat. Informasi baru terus bermunculan, teknologi berkembang pesat, dan tuntutan pasar kerja semakin dinamis. Metode pembelajaran tradisional, yang seringkali berpusat pada guru dan bergantung pada ceramah panjang, memiliki beberapa kelemahan yang signifikan, terutama dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern yang semakin kompleks dan dinamis. Pembelajaran dengan menggunakan metode microlearning sering melibatkan proyek-proyek kolaboratif di mana siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas atau menyelesaikan tantangan. Kolaborasi ini dapat memperkuat pemahaman spasial matematika karena siswa perlu berkomunikasi, merancang, dan mengimplementasikan solusi bersama. Bahan ajar digital berbasis microlearning ini fleksibel dan digital karena tersedia dalam berbagai format media visual, audio, dan visual, sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Ini sesuai dengan era Society 5.0 yang menekankan penggunaan teknologi digital
TRANSFORMASI LKPD DIGITAL: PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LIVEWORKSHEETS DI SMP
This study is driven by the necessity to create modern and relevant educational materials tailored to the demands of contemporary learning in the digital age. The objective of this research is to develop a Problem-Based Learning (PBL)-oriented E-Worksheet (E-LKPD) focused on two-dimensional shapes for seventh-grade students at SMP Negeri 7 Kisaran, ensuring it is valid, practical, and effective. A Research and Development (R&D) method is utilized for this study. The Thiagarajan model, often referred to as the 4-D Model, serves as the guiding framework, comprising four phases: define, design, develop, and disseminate. The tools used in this research consist of validation forms, questionnaires for both teachers and students, and tests to assess conceptual understanding. According to the evaluations from the validators, the E-LKPD achieved a final validity score of 92%, which is considered highly valid. The practicality, determined by the feedback from teachers and students, scored 93%, indicating it is very practical. The effectiveness of the E-LKPD, assessed through the conceptual understanding test results, reached 88%, categorizing it as highly effective. From these results, it can be inferred that the PBL-based E-LKPD supported by Liveworksheets on two-dimensional shapes for seventh graders is indeed valid, practical, and effective
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN BANTUAN APLIKASI WORDWALL
This study aims to determine whether the Guided Teaching learning model has an effect on students\u27 mathematical communication skills assisted by the Wordwall application in grade VII students at SMP Negeri 1 Sei Kepayang Barat. This study uses the Quasi Experiment technique which is included in the quantitative research method. In addition, this study found that the samples used were normally distributed and homogeneous. The results of data analysis show that the instruments used are valid and reliable. The population in this study were grade VII students of SMP Negeri 1 Sei Kepayang Barat, with a research sample consisting of two classes, namely the experimental class and the control class. The instrument used was a test. The results showed that the mathematical communication skills of students who applied the Guided Teaching learning model assisted by the Wordwall application were better than students who used the direct learning model, with an average of the experimental class of 15,730, higher than the average of the control class of 9,269
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PERENDAMAN GA3 TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari skarifikasi dan lama perendaman GA3 terhadap tanaman asam jawa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Unvrersitas Asahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah skarifiksi dan faktor kedua adalah lama perendaman giberelin GA3 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan lama perendaman Giberelin (GA3) efektif terhadap parameter jumlah perkecambahan benih dengan hasil terbaik pada P2 (2 jam) yaitu 2,83% . Tetapi, tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi kecambah, presentase benih yang hidup, indeks vigor. Perlakuan skarifikasi tidak efektif terhadap semua parameter amatan.                                                                                                   Kata Kunci : Asam Jawa, Skarifikasi, Lama Perendaman Giberelin (GA3)ABSTRACTThis research aims to determine the effect of scarification and the length of soaking GA3 on tamarind plants. This research was carried out at the Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, Asahan University. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors. The first factor is scarification and the second factor is the soaking time for gibberellin GA3. The results of the research show that the long soaking gibberellin (GA3) treatment is effective on the parameters of the number of seed germination with the best results at P2 (2 hours), namely 2.83%. However, it did not show a real influence on the parameters of sprout height, percentage of viable seeds, vigor index. Scarification treatment was not effective for all observed parameters. Keywords: Tamarind, Scarification, Gibberellin Soaking Time (GA3
PENGARUH INTERVENSI SUPPORTIVE EDUCATIVE BERBASIS CARING TERHADAP SELFCARE MANAGEMENT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA DELITUA BARAT
ABSTRACTHypertension is a major risk factor for cardiovascular disease-related deaths, caused by genetic, environmental, andsocialfactors. Intervention strategies are urgently needed to increase awareness and self-care. This study aims to analyze the effect of caring-based supportive educative intervention on self-care management in hypertensive patients in Deli Tua Barat village in 2024. The study design is quasi-experimental. The population consists of all hypertensive patients, totaling 76 individuals, with a sample size of 32 individuals selected using simple random sampling. The sample was divided into two groups: the intervention group, consisting of 16 individuals who received caring-based supportive educative intervention, and the control group, consisting of 16 individuals who received a leaflet about hypertension. The results of the independent t-test showed that the self-care management scores of the intervention and control groups after the intervention were p=0.069. The delta score difference in self-care management between the intervention and control groups after the intervention was p=0.075. This study demonstrates that caring-based supportive educative intervention is effective in improving self-care management in hypertensive patients. This intervention can be a promotive effort to increase self-care independence in hypertensive patients. KeyWord: Hypertension, caring, selfcare, supportive educativ
The Relationship Between Website-Based Interactive Indonesian Language Learning Media and Students’ Cultural Literacy
This study aims to examine the relationship between the use of interactive website-based Indonesian language learning media and students’ cultural literacy. The research is grounded in the need for Indonesian language learning to strengthen not only linguistic competence but also cultural understanding in the digital era. A quantitative approach with a correlational design was employed. The population consisted of 150 students at Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, and a sample of 100 students was selected using proportional random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire containing 20 items for interactive media use and 20 items for cultural literacy, supported by observations of students’ learning activities. Data analysis was conducted using Pearson correlation to determine the relationship between variables and simple linear regression to assess the magnitude of influence. The results indicate that the use of interactive website-based learning media is in the high category, while students’ cultural literacy is in the medium–high category. Pearson’s analysis shows a positive and significant relationship between the two variables (r = 0.635; p < 0.05). Regression analysis further reveals that interactive media contributes 40.3% to the variance in cultural literacy. These findings demonstrate that website-based interactive learning media are effective in supporting the enhancement of students’ cultural literacy in higher education.This study aims to determine the relationship between the use of interactive website-based Indonesian language learning media and students’ cultural literacy. The research method used is a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 150 students, with a sample of 100 students. Data were collected using questionnaires and observations and analyzed using Pearson correlation. The results showed a positive and significant relationship (r = 0.72; p < 0.05) between the use of interactive website-based learning media and students’ cultural literacy.
Keywords: interactive learning media, website, Indonesian language, cultural literacy, students
PERANAN HUKUM INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL
Investasi dapat berupa penanaman modal, baik yang datang dari luar negeri maupun asing. seperti yang Legislasi Nomor 25 Tahun 2007 tentang permodalan, tujuan utama dari investasi domestik dan internasional, adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi negara, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat menggunakan istilah "pembangunan ekonomi" secara berkelanjutan.Kegiatan penanaman modal ini, baik yang datang dari luar negeri maupun negara asing, berfungsi sebagai referensi atau parameter dalam hal pendapatan yang dapat diperoleh, khususnya bagi bagian dari negara yang sedang mengalami perkembangan dan berpotensi untuk memberikan dampak yang signifikan pada proses Pembangunan. Studi hukum normatif ini menggunakan metode penelitian hukum konseptual. Investasi memiliki peran yang signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, terutama bagi negara maju. Suatu negara harus membangun karena itu dapat mencapai kesejahteraan rakyatnya. Pembangunan biasanya berfokus pada pertumbuhan perekonomian karena pembangunan keuangan meningkatkan kekayaan atau output masyarakat dan memungkinkan lebih banyak pilihan. Spesifik, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi secara signifikan oleh investasi asing. sementara Investasi dalam negeri dapat berdampak yang lebih terbatas. Hukum investasi yang dianalisis melalui teori ekonomi neoklasik, terdapat sejumlah konsep dan aspek penting yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara dan perkembanga
ANALISIS FRASA MEREK TERKENAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA MEREK (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 880 K/Pdt.Sus-HKI/2019)
Perlindungan hukum terhadap merek terkenal merupakan isu strategis dalam hukum kekayaan intelektual di Indonesia, khususnya setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Meskipun undang-undang tersebut memuat ketentuan mengenai merek terkenal, tidak terdapat definisi yang tegas sehingga menimbulkan multitafsir dalam praktik peradilan. Kondisi ini berimplikasi pada ketidakpastian hukum bagi pemilik merek yang menjadikan reputasi dan pengakuan publik sebagai aset utama dalam persaingan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 880 K/Pdt.Sus-HKI/2019 serta menganalisis dampak multitafsir frasa “merek terkenal” terhadap kepastian hukum hak pemilik merek. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai posisi frasa “merek terkenal” dalam praktik hukum, serta kontribusinya terhadap perkembangan doktrin hukum merek di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum primer berupa undang-undang dan putusan pengadilan, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari literatur, doktrin, dan kajian akademik terkait perlindungan merek terkenal. Analisis dilakukan secara kualitatif preskriptif melalui interpretasi dan konstruksi hukum terhadap norma serta fakta kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir frasa “merek terkenal” menimbulkan ketidakpastian hukum, baik bagi pemilik merek maupun konsumen, karena parameter penentuannya tidak jelas dan bergantung pada interpretasi hakim. Putusan Mahkamah Agung Nomor 880 K/Pdt.Sus-HKI/2019 memperlihatkan upaya peradilan mengadopsi parameter internasional seperti reputasi, pengakuan publik, dan intensitas penggunaan sebagai dasar perlindungan substantif. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis frasa “merek terkenal” sebagai titik lemah normatif dalam perlindungan hukum merek, yang berimplikasi langsung pada kepastian hukum dan kebutuhan reformasi regulasi.Perlindungan hukum terhadap merek terkenal merupakan isu strategis dalam hukum kekayaan intelektual di Indonesia, khususnya setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Meskipun undang-undang tersebut memuat ketentuan mengenai merek terkenal, tidak terdapat definisi yang tegas sehingga menimbulkan multitafsir dalam praktik peradilan. Kondisi ini berimplikasi pada ketidakpastian hukum bagi pemilik merek yang menjadikan reputasi dan pengakuan publik sebagai aset utama dalam persaingan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 880 K/Pdt.Sus-HKI/2019 serta menganalisis dampak multitafsir frasa “merek terkenal” terhadap kepastian hukum hak pemilik merek. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai posisi frasa “merek terkenal” dalam praktik hukum, serta kontribusinya terhadap perkembangan doktrin hukum merek di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum primer berupa undang-undang dan putusan pengadilan, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari literatur, doktrin, dan kajian akademik terkait perlindungan merek terkenal. Analisis dilakukan secara kualitatif preskriptif melalui interpretasi dan konstruksi hukum terhadap norma serta fakta kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir frasa “merek terkenal” menimbulkan ketidakpastian hukum, baik bagi pemilik merek maupun konsumen, karena parameter penentuannya tidak jelas dan bergantung pada interpretasi hakim. Putusan Mahkamah Agung Nomor 880 K/Pdt.Sus-HKI/2019 memperlihatkan upaya peradilan mengadopsi parameter internasional seperti reputasi, pengakuan publik, dan intensitas penggunaan sebagai dasar perlindungan substantif. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis frasa “merek terkenal” sebagai titik lemah normatif dalam perlindungan hukum merek, yang berimplikasi langsung pada kepastian hukum dan kebutuhan reformasi regulasi.
Kata Kunci: Merek Terkenal; Multitafsir; Kepastian Hukum; Perlindungan Merek; Putusan Mahkamah Agung