E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
PENGARUH MANAJEMEN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III DI SD SWASTA ETISLANDIA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi dan mengamati hasil pembelajaran yang terjadi di kelas serta Kemampuan manajemen kelas belajar siswa dengan beberapa perlakuan yaitu dengan pretes dan posttest yang diberikan dan mencari rata rata kemampuan manajemen kelas siswa yaitu sebesar nilai pretes 32,5 dan nilai posttest sebesar 73,2 artinya ada pengaruh signifikan manajemen kelas terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas III SD Swasta Estilandia Medan. Kata Kunci : Pengaruh, Manajemen Kelas, Hasil Belaja
PENGAWASAN INSPEKTORAT KABUPATEN ASAHAN DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA SEI KAMAH II KABUPATEN ASAHAN
Inspektorat Kabupaten Asahan memiliki peran penting dalam mengawasi pengelolaan dana desa, yang bersumber dari APBN dan dialokasikan melalui APBD. Mekanisme keuangan desa saat ini mirip dengan pengelolaan APBD tingkat kabupaten/kota, namun pengawasan di desa menjadi lebih rentan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Pengawasan yang lemah dapat meningkatkan risiko penyelewengan dana desa, yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode empiris didukung wawancara, dengan analisis berdasarkan Permendagri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa. Hasil pengawasan di Desa Sei Kamah II, Kecamatan Sei Dadap, menunjukkan adanya pelanggaran yang memunculkan beberapa akibat hukum, tergantung pada tindak lanjut Inspektorat. Inspektorat dapat melakukan tindakan korektif agar pengelolaan dana desa berjalan efektif dan sesuai aturan
Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks berita siswa SMP Negeri 1 Siberut Utara
The low proficiency in writing news texts among junior high school students is often attributed to the lack of engaging and contextual learning media. This study aims to describe the news writing skills of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Siberut Utara after being taught using audiovisual media. Employing a quantitative approach with a descriptive method, the study involved 50 students selected through random sampling. The research instrument was a news writing test administered after the learning intervention. Data analysis involved reading and reviewing students’ texts, scoring, calculating percentage scores, classifying writing abilities based on a scale of 10, and drawing conclusions. The findings show that the students\u27 average score in writing news texts was 78, indicating a "good" level of proficiency. Specifically, the average score for structuring news texts was 74, for organizing content 86, and for editing 73.33. These results demonstrate that audiovisual media effectively support the development of students’ news writing skills by presenting concrete, engaging, and easily comprehensible content. Thus, audiovisual media can serve as an innovative instructional strategy to enhance students\u27 literacy, particularly in writing factual and structured news texts.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan menulis teks berita menggunakan media audiovisual oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tes unjuk kerja, yaitu menulis teks berita sesuai dengan topik berita yang telah disediakan peneliti. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks berita dengan nilai rata-rata 78, kemampuan siswa dalam menyusun berita dengan nilai rata-rata 74, merangkai teks berita dengan nilai rata-rata 786 dan kemampuan siswa dalam menyunting teks berita adalah dengan nilai rata-rata 73,33. Dengan demikina, siswa termotivasi belajar menulis teks berita dan berusaha untuk menyusun, merangkai, dan menyunting teks berita secara baik
Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia
This study discusses the influence of slang on the existence of the Indonesian language amid the rapid development of digital technology and the widespread use of social media. The phenomenon of slang, which is commonly used by young generations on platforms such as TikTok, WhatsApp, and Instagram, reflects linguistic creativity while also posing challenges to the preservation of the Indonesian language. This research was conducted using a qualitative method through literature review, analyzing relevant sources related to the forms, functions, as well as the positive and negative impacts of slang usage on the ability to speak proper and correct Indonesian. The findings show that slang can enrich vocabulary and serve as a means of self-expression, yet excessive use may disrupt formal communication and accelerate language shift. Therefore, active roles from parents, educators, the government, and the media are necessary to instill a love for the Indonesian language and encourage its proper usage in order to maintain its existence in the era of globalization.Penelitian ini membahas pengaruh bahasa gaul terhadap eksistensi bahasa Indonesia di tengah perkembangan teknologi digital dan maraknya media sosial. Fenomena bahasa gaul, yang umumnya digunakan oleh generasi muda melalui platform seperti TikTok, WhatsApp, dan Instagram, menunjukkan kreativitas berbahasa sekaligus memunculkan tantangan bagi kelestarian bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi pustaka, menganalisis literatur terkait bentuk, fungsi, serta dampak positif dan negatif penggunaan bahasa gaul terhadap kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa gaul dapat memperkaya kosakata dan menjadi sarana ekspresi diri, namun penggunaannya yang berlebihan berpotensi mengganggu komunikasi formal dan mempercepat pergeseran bahasa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua, pendidik, pemerintah, dan media dalam menanamkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia serta membiasakan penggunaannya sesuai kaidah, agar eksistensinya tetap terjaga di era globalisasi.
EFEKTIVITAS HUKUM TERHADAP PEMEKARAN KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN ASAHAN (STUDI DI KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN ASAHAN)
Dalam Pengaturan hukum ini mengatur tentang suatu daerah yang ingin memekarkan daerahnya sehingga pemekaran suatu daerah. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 prosedur pemekaran tersebut antara lain usulan pemekaran itu harus melewati pemerintah pusat, setelah mendapat usulan pemerintah melakukan kajian menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, Dan Penggabungan Daerah. Penelitian ini meneliti tentang Pemekaran di Kabupaten Asahan Pada penelitian hukum ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dan melakukan studi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan. Pada penelitian hukum ini menggunakan bahan hukum primer, yaitu : Peraturan Perundang-Undangan. Bahan hukum sekunder, yaitu : buku-buku hukum. Bahan hukum tersier, yaitu : buku-buku non hukum. Proses untuk melakukan pemekaran Kecamatan tersebut, harus berladaskan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak mengesempingkan ketentuan tersebut. Dalam pembentukan suatu Kecamatan harus memenuhi proses persyaratan administratif, teknis dan fisik kewilayahanPada penelitian ini, bahwasannya pemekaran suatu daerah dapat menjadi dua Kecamatan atau bisa lebih. Untuk hal ini, ditentukan persyaratan bahwa pemekaran itu dapat dilakukan apabila mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan dalam ketentuan ini ialah untuk provinsi 10 tahun, kabupaten/kota 7 tahun, dan kecamatan 5 tahun. Kata Kunci :  Pemekaran, Kecamatan, Efektivita
PERANAN LEMBAGA PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN ASAHAN DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN PEMBUNUHAN
Anak yang lahir diharapkan bukan menjadi preman, pencuri atau pencopet ataupun gepeng (gelandangan dan pengemis), tetapi berguna bagi keluarga dimasa datang, bahkan menjadi harapan Nusa dan Bangsa. Anak wajib dilindungi agar mereka tidak menjadi korban tindakan siapa saja (individu atau kelompok, organisasi swasta ataupun pemerintah) baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Anak yang menjadi korban kejahatan adalah mereka yang menderita kerugian (mental, fisik, dan sosial), karena tindakan fasif, atau tindakan aktif orang lain atau kelompok (swasta atau pemerintah), baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian hukum ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris. Penelitian hukum ini menggunakan bahan hukum primer, yaitu : Peraturan Perundang-Undangan. Bahan hukum sekunder, yaitu : buku-buku hukum. Bahan hukum tersier, yaitu : buku-buku non hukum. Lembaga Perlindungan Anak di Kabupaten Asahan berdiri sejak Tahun 2019, dan baru satu tahun Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan beroperasi. Mengenai penanganan atas suatu permasalahan yang terjadi selama dua tahun terakhir terhadap kasus anak yang ditangani oleh Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan yaitu sebanyak 35 kasus, yang dimana yang dimana kasus yang sering ditangani oleh Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan yaitu kekerasan terhadap anak dan juga pembunuhan. Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan dalam menangani permasalahan yang terjadi mengenai pembunuhan terhadap anak di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan terdapat hambatan-hambatan yang yang dihadapi, salah satunya hampir sering mengalami hambatan dari segi pendanaan. Kata Kunci :  Korban Pembunuhan, Lembaga Perlindungan Ana
PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM KOTA TANJUNGBALAI
Narkotika berasal dari bahasa yunani, yaitu “narcois†yang berarti “narkose†atau menidurkan, yaitu suatu zat atau obat-obatan yang membiuskan sehingga tidak merasakan apa-apa Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintesis, yang dapat menyebabkan penurunan ataupun perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.†Pengaruh era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan komunikasi,liberalisasi,perdagangan serta pesatnya dan kemajuan pariwisata menjadikan Indonesia semakin rawan terhadap peredaran gelap narkotika. Bahkan dewasa peredaran gelap narkotika di Indonesia semakin meningkat dengan dibuktikannya banyak kasus narkotika yang terjadi di Indonesia.Pemberitaan media massa, media elektronik, dan media cetak banyak di jumpai pemberitaan mengenai narkotika. Pemerintah Indonesia terus berupaya dalam menanggulangi kejahatan yang mencakup pada permasalahan narkotika dengan membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN).Badan Narkotika Nasional telah berupaya melakukan berbagai tugas pokok dan fungsinya dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Strategi yang dilakukan dari pihak Badan Narkotika Nasional dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba selama ini yaitu dengan melakukan pencegahan primer, yang dimana tugas dalam pencegahan primer ini adalah berbagai media dan pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya. Kemudian strategi pencegahan skunder yaitu dengan mendeteksi dini anak yang menyalahgunaan narkoba Konseling, dan bimbingan sosial.Adapun rumusan masalah diangkat dalam penulisan ini adalah: 1)Bagaimana Upaya BNN Kota Tanjungbalai dalam pencegahan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.2)Bagaimana kendala yang dihadapi BNN Kota Tanjungbalai dalam pencegahan tindak pidana narkotika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Empiris yakni penelitian yang dilakukan dilapangan jenis data yang digunakan ialah data primer, data primer dengan melakukan wawancara dilapangan.Â
Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai Terhadap Masuknya Tenaga Kerja Asing di Wilayah Kota Tanjungbalai
Setiap orang yang tidak lahir di Indonesia yang bukan warga negara Indonesia dianggap sebagai tenaga kerja asing menurut definisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang  Ketenagakerjaan. Definisi tersebut juga mencakup setiap orang asing dengan visa yang bermaksud bekerja di Indonesia. Ini diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021, yang menyatakan bahwa hanya pekerjaan terkait pekerjaan yang termasuk dalam definisi  pekerja asing. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai Terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) Yang Masuk ke Wilayah Kota Tanjungbalai serta Hambatan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai dalam Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk secara Illegal. Tenaga kerja asing dapat dilindungi dengan mewajibkan perusahaan atau perusahaan yang mempekerjakan mereka untuk membuat RPTKA rencana penggunaan tenaga kerja asing. Hal ini dilakukan melalui Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Akibat Hukum Bagi Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan
Kejahatan merupakan suatu konsep abstrak yang memiliki menifestasi konkrit. Kejahatan memiliki makna intrinsik yang berbeda dengan keadaan sehari-hari itu harus diberi definisi ilmiah dan di definisikan dengan jelas sehingga dapat dibedakan dari kata lain yang digunakan oleh masyarakat, sebelum sesuatu dinyatakan pidana harus ditentukan melalui peraturan perundang-undangan dan dianggap sebagai hukum negara. Suatu tindak pidana merupakan kejahatan yang sudah umum dikalangan masyarakat penulis ingin mengetahui apa yang menyebabkan tindak pidana tersebut terjadi dan bagaimana pandangan hukum terutama hakim pengadilan yang menjadi objek penelitian penulis, penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan cara observasi lapangan dan melakukan wawancara langsung di kantor pengadilan negeri kota tanjungbalai. Tindak pidana terhadap tubuh pada kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) disebut “Penganiayaanâ€. Dibentuknya pengaturan tentang kejahatan terhadap tubuh manusia ini di tujukan bagi perlindungan kepentingan hukum atas tubuh dari perbuatan-perbuatan berupa penyerangan atas tubuh atau bagian dari tubuh yang mengakibatkan rasa sakit atau luka, bahkan karena luka yang sedemikian rupa pada tubuh dapat menimbulkan kematian, menurut W.J.S Poerwadarminta Penganiayaan adalah perlakuan sewenang-wenang dalam rangka menyiksa atau menindas orang lain. Penganiayaan ini jelas melakukan suatu perbuatan dengan tujuan menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain, unsur dengan sengaja di sini harus meliputi tujuan menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain atau dengan sengaja mengurangi atau merusak kesehatan orang lai
Studi Yuridis Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik sebagai Tindak Pidana Pers dalam Putusan PN Kisaran No. 637/Pid.B/2021
Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik tidak hanya merusak reputasi wartawan, tetapi juga dapat berujung pada sanksi pidana. Kebebasan pers di Indonesia harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika. Penelitian ini membahas tindak pidana pers akibat pelanggaran kode etik, dengan studi Putusan PN Kisaran No. 637/Pid.B/2021/PN.Kis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif untuk mengkaji peraturan pers, Kode Etik Jurnalistik, dan putusan pengadilan. Tujuan penelitian ini untuk  memahami bagaimana pelanggaran kode etik dapat menjadi tindak pidana dan proses hukum wartawan, serta pertimbangan hakim dalam menyeimbangkan penegakan hukum dan kebebasan pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran Kode Etik Jurnalistik oleh wartawan dapat berujung pada sanksi pidana jika memenuhi unsur delik dalam undang-undang. Hakim mempertimbangkan motivasi, dampak sosial, dan perlindungan hak publik. Putusan ini menjadi preseden penting terkait batas kebebasan pers dalam pelanggaran etika jurnalistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik penting untuk menjaga integritas wartawan. Pelanggaran kode etik dapat menurunkan kredibilitas media dan berpotensi memicu sanksi pidana. Diperlukan peningkatan pemahaman dan penegakan hukum yang seimbang antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial