Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan pembuatan minuman kesehatan dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Health is important to maintain and prevents disease by maintaining health better than treating disease. Depok (West Java), is a fertile area but is quite densely populated, land for planting crops, including TOGA is limited. To motivate people to plant TOGA, training is needed to make health drinks to maintain daily health. Training in making health drinks can further motivate people to plant TOGA in the home yard. This training was preceded by counseling about TOGA and its benefits, especially turmeric (Curcuma domestica) and red ginger (Zingiber officinale L.). This training aims to make people understand more about the importance of planting TOGA, its use in maintaining daily health and being able to make health drinks that can prevent disease more than treat diseases, by consuming health drinks made independently. The results were the increasing knowledge of the community in RW 03 Depok Jaya Depok, about the importance of planting TOGA in the home yard and being able to make health drinks in the form of tamarind turmeric and red ginger powder.Kesehatan penting untuk dijaga dan pencegahan penyakit dengan menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati penyakit. Masyarakat Depok, Jawa Barat termasuk daerah yang subur namun cukup padat penduduknya sehingga lahan untuk menanam tanaman, termasuk TOGA terbatas. Untuk memotivasi masyarakat menanam TOGA, diperlukan pelatihan membuat minuman kesehatan yang dapat dilakukan secara mandiri untuk menjaga kesehatan sehari hari secara sederhana. Pelatihan pembuatan minuman kesehatan dapat lebih memotivasi masyarakat untuk menanam TOGA di pekarangan sekitar rumah. Pelatihan ini sebelumnya didahului dengan penyuluhan tentang TOGA dan manfaatnya terutama kunyit (Curcuma domestica) dan jahe merah (Zingiber officinale L). Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih paham tentang pentingnya menanam TOGA, pemanfaatannya dalam menjaga kesehatan sehari hari dan dapat membuat minuman kesehatan. Dengan pelatihan ini juga diharapkan masyarakat dapat lebih mencegah penyakit daripada mengobati penyakit, dengan mengkonsumsi minuman kesehatan yang dibuat secara mandiri. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat di RW 03 Depok Jaya Pancoran Mas Depok tentang pentingnya menanam TOGA di pekarangan rumah, dan mampu membuat minuman kesehatan berupa kunyit asam dan serbuk jahe merah
Peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengobatan tuberkulosis di Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi
The purpose of community service was to increase community participation in the prevention and treatment of tuberculosis (TB) through training of health cadres and the establishment of village TB posts in the working area of Sentajo Raya health centre. The activity method in the form of TB cadre training, the establishment of a Village TB Post and monitoring evaluation. The results of this activity were 30 people who had received training and were appointed as TB cadres. All TB cadres get TB module books, cadre pocketbooks and certificates. TB cadres must be able to play a role in the prevention and treatment of TB in their respective villages. The establishment of the first village TB post in the working area of Sentajo Raya Health Center was Pulau Kopung Sentajo Village. In the monitoring and evaluation activities of Pulau Kopung village Sentajo, a village TB post was formed in the "Village Population Activity Corner". Discussions with cadres and village heads were conducted to find out the problems faced, and there were activity books for cadres, PMO cards, and Banner TB for village TB posts. This activity can be carried out well and has the full support of the government and the community. They hope that this current activity and collaboration can be continued.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan peningkatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan tuberkulosis (TB) melalui pelatihan kader kesehatan dan pembentukan pos TB desa di wilayah kerja puskesmas Sentajo Raya. Metode kegiatan ini berupa kegiatan pelatihan kader, pembentukan Pos TB Desa dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah kader kesehatan yang sudah mendapat pelatihan dan dilantik sebagai kader TB sebanyak 30 orang. Semua kader TB mendapatkan buku modul TB, buku saku kader dan sertfikat. Kader TB harus mampu berperan dalam pencegahan dan pengobatan TB di desanya masing-masing. Pembentukan pos TB desa pertama di wilayah kerja Puskesmas Sentajo Raya adalah Desa Pulau Kopung Sentajo. Pada monev di desa Pulau Kopung Sentajo telah terbentuk pos TB desa di “Pojok Kegiatan Kependudukan Desa”. Monev dilaksanakan berupa diskusi dengan kader dan kepala desa mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan dan masalah yang dihadapi oleh kader. Pada monev diberikan buku kegiatan kader, kartu PMO dan Bannner TB untuk pos TB desa. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat. Mereka berharap kegiatan dan kerjasama yang sudah terjalin ini dapat dilanjutkan
Literasi fungsional bermuatan anti Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di Kampung Bogor Kabupaten Manokwari Papua Barat
Integrate gender base violence awareness into functional literacy learning program is aimed to develop modul about functional literacy contained gender base violence, conduct field study and applied modul of function literacy for Papuan women and men. This program is targeted community in Bogor sub district that consist og two neigboorhood groups, Bogor and Irmajaya. Most of the participant are farmers who lack of education. They commonly originated from Arfak and Biak. Learning method that used in this program is group-based approach, stakeholders’ incorporation in the program, role plays and colored picture and participatory approach. The result that will achieved from this program are integrated gender base violence in functional literacy modul that cultural appropriate. Four agents of change as pioner gender base violence awareness.Pembelajaran literasi bermuatan anti kekerasan berbasis gender (KBG) dilakukan dengan tujuan mengembangkan modul literasi fungsional bermuatan anti kekerasan yang sesuai dengan kebutuhan sosial budaya masyarakat Papua, dan melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan modul literasi fungsional bagi kelompok mama dan bapak Papua. Sasaran pembelajaran literasi ditujukan bagi masyarakat di Kampung Bogor yang terbagi atas Dusun Bogor dan Dusun Irman Jaya. Peserta didik memiliki latar belakang pendidikan rendah, bermata pencaharian sebagai petani, dan sebagian besar berasal dari suku Hatam dan Biak. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kelompok, pembelajaran melalui pendekatan tokoh gereja dan kepala suku, pembelajaran lewat gambar berwarna dan permainan, serta pembelajaran partisipatif peserta. Hasil yang diperoleh tersedia modul literasi fungsional bermuatan anti kekerasan yang sesuai dengan kebutuhan sosial budaya masyarakat Papua. Proses belajar dapat menghasilkan 2 orang bapak dan 2 orang mama sebagai agen penggerak masyarakat yang dapat menggerakkan dan mendifusikan materi literasi KBG kepada masyarakat
Pemberdayaan wanita Kelompok Serba Usaha Srikandi melalui diversifikasi produk kopi bubuk herbal
The community service was aimed to improve the quality and enhance the marketing of ground coffee owned by Business Group of Srikandi (KSU Srikandi), a group of women coffee farmers located in Sidorejo, Pekon Ngarip, Ulu Belu Subdistrict, Tanggamus Regency of Lampung. KSU Srikandi has produced ground coffee since 2015. However, the group has problems on limited market and low quality of coffee beans. The community services have been done to overcome the issues. The actions are counselling, demonstrations on constructing production house to enhance the sanitizing program, labelling system, and achieving household industrial food production certificate (P-IRT). The result indicated that the production increase 19.1% in a month due to the labelling system, achievement of P-IRT, and construction of production house, which enhanced sanitizing, staff coordination, and direct product selling. Also, product development of ground coffee with cinnamon aroma helped to expand the market. In the future, KSU Srikandi hopes to make the coffee plantation area and its ground coffee products become a tourism coffee spot.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemasaran kopi bubuk Kelompok Serba Usaha (KSU) Srikandi di Dusun Sidorejo Pekon Ngarip Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus, Lampung. Srikandi adalah kelompok wanita petani kopi yang mempunyai usaha kecil membuat kopi bubuk murni sejak tahun 2015. Namun, hingga kini mutu kopi masih rendah begitu juga dengan pemasarannya. Penyuluhan dan demonstrasi tentang pelabelan, sanitasi proses produksi, pentingnya izin produksi sebagai solusi dari Tim pelaksana. Anggota kelompok Srikandi mengikuti pelaksanaan program dengan baik untuk peningkatan usaha mereka. Saat ini produksinya meningkat 19,1% dalam sebulan dengan adanya label kemasan, dan perolehan izin produksi P-IRT. Rumah produksi telah dimiliki untuk meningkatkan sanitasi proses produksi sekaligus tempat penjualan kopi bubuk dankoordinasi anggota semakin intensif. Dalam upaya menciptakan pasar baru KSU Srikandi membuat kopi bubuk herbal dengan aroma kayumanis. Kopi herbal mempunyai khasiat menyehatkan dengan adanya kayumanis disamping sebagai penyegar. Kedepan KSU Srikandi berharap dapat menjadikan area kebun kopi dan produk kopi bubuknya menjadi wisata kopi karena rumah produksi dapat berfungsi sebagai singgah bagi pengunjung di Ulu Belu
Muaragembong: Potensi alam dan olahan Dodol Pidada dalam video dokumenter
Not many people know the potential of Muaragembong Sub-District, Bekasi, West Java. The skills to process pidada mangroves, in particular, should be introduced to the people who also live in areas with the same mangrove forest wealth as Muaragembong. The purpose of this activity is to design a documentary video about the activities of a coastal woman who produces dodol pidada. The video, which titled "Cara Praktis Produksi Dodol Pidada, Olahan Top Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Bekasi, Jawa Barat / Practical Ways of Pidada Dodol Production, Processed Top Kampung Beting, Pantai Bahagia Village, Muaragembong District, Bekasi, West Java" design through the three stages: pre-production, production, and postproduction. This 09.40 video has been tested on thirty respondents via a google form. The results are that this video was considered adequate in terms of sound quality (43.3%), images (43.3%), transitions between images (50%), choice of music (43.3%), and duration (46.7%). This video contains excellent inspirational impressions (33.3%) and good in terms of content (40%), visual (48.3%), and font size (30%). The presence of this video can use a learning media to give skills how to process pidada fruits become dodol pidada easily and safely. In addition, this video is a promotion of the marine tourism potential of Muaragembong, which has been less exposed. No less important, this video is expected to inspire Indonesian women to become strong entrepreneurs
Penguatan usaha kelompok peternak pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah di Kecamatan Mestong
This strengthening waste-based palm oil-cattle integration groups business program is a continuation of the development program in the 2013. It is intended to accelerate and increase production capacity through process technology improvements. The results of the activity show that the group's integrated waste processing business has developed well according to the installed capacity of Biourine A Plus and In-site Trychocompose (ITC) production. The implementation of activities is broadly in line with the target. The achievement of ITC production has been 56% of installed capacity but seen from the production trend has shown the direction towards actual capacity use. The income of group business has a significant increase that almost double. The constraints faced are mainly caused by fluctuations in the supply of the main raw materials (liquid waste and solid cages) as the cattle population changes. Follow-up efforts are to encourage changes in business orientation into a dual purpose: to maintain the balance of composition between male and female livestock, and expansion of partnerships of raw material input with the aim of non-group cattle farmers.Program penguatan usaha kelompok pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah merupakan lanjutan program pengembangan pada tahun 2013 ditujukan untuk akselerasi dan peningkatan kapasitas produksi melalui perbaikan teknologi proses. Hasil kegiatan berdasarkan kondisi terakhir menunjukkan usaha pengolahan limbah terpadu kelompok sudah berkembang baik sesuai kapasitas terpasang produksi Biourine A Plus dan Trychokompos Insitu. Pelaksanaan kegiatan secara garis besar sesuai target sasaran dimana pasca perbaikan teknologi proses produksi dan peningkatan kapasitas produksi terpasang. Capaian produksi TCI sudah 56% dari kapasitas terpasang tetapi dilihat dari trend produksi sudah menunjukkan arah menuju penggunaan kapasitas sebenarnya. Penerimaan usaha kelompok mengalami peningkatan signifikan hampir 2 kali lipat. Kendala yang dihadapi terutama terkait fluktuasi supply bahan baku utama (limbah cair dan padat kandang) seiring perubahan populasi ternak sapi. Upaya tindak lanjut pasca kegiatan adalah mendorong perubahan orientasi usaha menjadi usaha tujuan ganda guna menjaga kesimbangan komposisi antara ternak jantan dan betina, dan perluasan kemitraan input bahan baku dengan sasaran peternak sapi non-anggota kelompok
Pengembangan ekonomi desa penghasil kopi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kabupaten Belu
The research aimed to develop coffee-producing villages economic in Belu District through the use of science and technology in community. Various parties (R & D institutions, central and regional governments and villages) participated synergycally in increasing institutional capacity of farmer groups and BUMDes, introducting science and technology utilization, guiding as well as providing production and marketing facilities, equipment for processing coffee commodities (upstream and downstream), providing facilities and infrastructure to access and support agricultural production. Those interventions are expected could transforme coffee-producing village condition from lag behind to become developing villages.Penelitian bertujuan mengembangkan ekonomi desa penghasil kopi di Kabupaten Belu melalui pemanfaatan iptek ke masyarakat. Berbagai pihak (lembaga litbang, pemerintah pusat dan daerah serta desa) bersinergi menjalankan program intervensi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani dan BUMDes, pengenalan pemanfaatan iptek di masyarakat, pembinaan serta pemberian fasilitas produksi dan pemasaran, penyediaan peralatan pengolahan komoditas kopi (hulu dan hilir), penyediaan sarana dan prasarana untuk kemudahan akses dan penunjang produki pertanian. Intervensi tersebut diharapkan dapat mengubah kondisi desa penghasil kopi dari tertinggal menjadi desa berkembang atau maju
Pendugaan laju sedimentasi pada kolam tanah budidaya ikan patin intensif di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar
The potential of fisheries in Koto Mesjid village XIII Koto Kampar districts has had a tremendous impact on people's income. The total area of the Patin pond in Koto Mesjid village has reached 62 hectares. The production reaches six tons per day. Training in prediction the rate of sedimentation in intensive catfish aquaculture ponds in the village of Koto Mesjid has resulted in a way to monitor the quality of pond water through the measurement of suspended solids using a solid trap device. The average suspended solids at all pond ages are 19.5 ml / L per day and 129.25 ml / L per week. Based on this data, the management of the pond bottom must be carried out every harvest, mainly when drying the pond needs to drain mud. Patin fish farmers have very high enthusiasm to practice the tools in their respective ponds. The existence of this counseling is very useful in providing knowledge so that people who work as Patin fish farmers can manage the time to replace pond water easily.Potensi perikanan di Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pendapatan masyarakat. Total luas kolam Patin di Koto Mesjid telah mencapai 62 hektar. Hasil produksi mencapai enam ton perhari. Pelatihan pendugaan laju sedimentasi pada kolam tanah budidaya ikan patin intensif di desa Koto Mesjid telah menghasilkan cara pemantauan kualitas air kolam melalui pengukuran padatan tersuspensi menggunakan alat perangkap padatan. Rata-rata padatan tersuspensi pada semua umur kolam adalah 19,5 ml/L perhari dan 129,25 ml/L per minggu. Berdasarkan data ini maka pengelolaan dasar kolam harus dilakukan setiap panen terutama saat pengeringan kolam perlu pengurasan lumpur. Petani ikan Patin memiliki antusias sangat tinggi untuk mempraktekkan alat pada kolam masing-masing. Adanya penyuluhan ini sangat bermanfaat dalam memberikan bekal ilmu pengetahuan sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai petani ikan Patin dapat mengatur waktu penggantian air kolam dengan mudah
Pemberdayaan masyarakat hidup sehat bebas vektor nyamuk melalui konsep ecohealth village berbasis education for sustainable development
On 2018, the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) occurred in Sukoharjo District, which reached 42 villages with the highest in Sukoharjo District, one of which was in Kelurahan Kenep. More understanding is needed about the education of the dangers of mosquitoes, the characteristics of breeding and the formation of movements, namely through active, creative, innovative and solutive community empowerment. The establishment of the program carried out was the empowerment of mosquito-free healthy communities through the Ecohealth Village concept based on Education for Sustainable Development, which is tied to social, environmental and economic. This program is also carried out with the prevention of various perspectives, such as the use of used materials as mosquito traps, the spread of anti-mosquito plants, and movement of posters to encourage people to live mosquito-free healthy lives and the establishment of one Jumantik Monitoring Household. The results of this program influence the understanding of creative, innovative education and solutions to mosquitoes. During and post-implementation, there have been no cases of dengue. The program provides a significant influence in realising a mosquito-free healthy village.Tahun 2018 insiden Penyakit DBD terjadi di Kabupaten Sukoharjo yang mencapai 42 Desa dengan tertinggi di Kecamatan Sukoharjo salah satunya di Kelurahan Kenep. Diperlukan pemahaman tentang edukasi bahaya nyamuk, karakteristik perindukan dan pembentukan gerakan yaitu melalui pemberdayaan masyarakat yang aktif, kreatif, inovatif dan solutif. Pembentukan program yang dilakukan yaitu pemberdayaan masyarakat sehat bebas nyamuk melalui konsep Ecohealth Village berbasis Education for Sustainable Development yang terikat pada sosial, lingkungan dan ekonomi. Program ini juga melakukan pencegahan berbagai perspektif seperti pemanfaatan bahan bekas sebagai ovitrap (perangkap nyamuk), penyebaran tanaman antinyamuk dan pergerakan poster untuk menghimbau masyarakat hidup sehat bebas nyamuk serta pembentukan satu Rumah Tangga (RT) satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Hasil dari program ini memberikan pemahaman secara edukasi kreatif, inovatif dan solutif terhadap nyamuk. Selama pelaksaan maupun pasca-pelaksaan belum ada kasus DBD. Dengan hal tersebut, program ini memberikan pengaruh dalam mewujudkan Desa sehat bebas vektor nyamuk
Penerapan teknologi hidroponik sistem deep flow technique sebagai usaha peningkatan pendapatan petani di Desa Sungai Bawang
The target becomes a self-reliant village must be accompanied by strengthening village ability in supplying the basic needs independently. Vegetables are one of the crucial basic needs to achieve a healthy and prosperous society. The demand for vegetables in Sungai Bawang Village, Kuantan Singingi Regency, is constrained by the available land for vegetable farming. Hydroponic planting system offers the technique without soil that can be implemented anywhere. It has added value in providing clean and hygienic vegetables. Hydroponics technology system of Deep Flow Technique able to provide water and oxygen for plants and suitable for leafy vegetables. Hydroponic is appropriate to be implemented in Sungai Bawang village and did not require huge land in applying this technology. The mentoring strategy is carried out by counseling and demonstration of direct planting stages and the practice by the community. This activity gave a positive influence on the community as well as many people who want to apply this technology. This was the first step in increasing the income of the community, especially farmers. And for the community in general, this technology facilitates the people to get vegetables easily at an affordable price.Target menjadi desa mandiri harus dibarengi dengan penguatan kemampuan desa dalam memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri seperti pangan. Sayuran merupakan kebutuhan pangan penting untuk mencapai masyarakat sehat sejahtera. Kebutuhan sayuran di Desa Sungai Bawang, Kabupaten Kuantan Singingi, terkendala lahan pertanian yang tidak mendukung untuk bercocok tanam sayur-sayuran. Sistem penamanan secara hidroponik menawarkan teknik tanam tanpa tanah yang dapat diterapkan dimanapun. Hidroponik mempunyai nilai tambah berupa hasil produksi yang lebih bersih dan higienis. Teknologi hidroponik sistem Deep Flow Technique mampu menyediakan air dan oksigen bagi tanaman dan cocok untuk menanam sayuran. Hidroponik ini sesuai diterapkan di Desa Sungai Bawang dan tidak memerlukan lahan luas dalam bercocok tanam untuk mengaplikasikan teknologi ini. Strategi pendampingan dilakukan dengan penyuluhan dan demonstrasi tahap-tahap penanaman secara langsung dan praktek langsung oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengaruh positif bagi masyarakat serta banyak warga masyarakat yang ingin menerapkan teknologi hidroponik. Ini merupakan langkah awal dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat desa khususnya petani. Untuk masyarakat umum, teknologi ini memudahkan masyarakat memperoleh sayur untuk dikonsumsi dengan harga terjangkau