Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
Implementasi pewarna alami untuk diversifikasi mie sagu ikan pada pelaku usaha mikro mie sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau
Sago noodles of Selat Panjang have been known by the people of Riau Province and Indonesia, which are produced by microenterprise in the Regency of Kepulauan Meranti. Kepulauan Meranti is one of the largest sago-producing regions in Indonesia and is a marine fish production center. Considering that sago noodle products are rich in carbohydrates but low in protein, it needs innovation to enrich their nutritional value. The purpose of this activity was the application of the microenterprise production of sago noodles with good quality, high nutrition, and to be the superior products. The used method was active participation in learning. The results obtained from this activity that this activity has been carried out well, and the participants had had firsthand experience in processing sago technology enriched with concentrations of fish and natural dyes. This activity has been able to provide insight to partners about products and business development. After the activity, the participants' responses and counseling were very helpful.Mie sagu Selat Panjang sudah dikenal oleh masyarakat Provinsi Riau dan daerah di Indonesia, yang diproduksi oleh usaha mikro di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia dan merupakan pusat produksi ikan laut. Mengingat produk mie sagu kaya akan karbohidrat tapi protein yang rendah, maka perlu inovasi untuk memperkaya nilai gizinya. Tujuan dari kegiatan ini adalah penerapan produksi mie sagu usaha mikro yang memiliki kualitas baik, gizi tinggi, dan dapat menjadi produk unggulan. Metode yang digunakan adalah pembelajaran partisipasi aktif. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah kegiatan ini telah dilakukan dengan baik, dan para mitra telah mendapat pengalaman langsung dalam mengolah teknologi sagu yang diperkaya dengan konsentrasi ikan dan pewarna alami. Kegiatan ini telah mampu memberikan wawasan kepada mitra tentang produk dan pengembangan bisnis. Setelah kegiatan transfer teknologi, tanggapan peserta dan konseling adalah sangat membantu
Pemberdayaan masyarakat Desa Sri Agung untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan introduksi padi hitam di pekarangan
Now rice can be planted in the yard, using polybags and SRI Method (one seed per pot). Liquid organic fertilizer based on local microorganism (LOM) which is obtained by fermentation livestock urine and extract of golden snail. This extract is used as biodecomposer to ferment livestock waste into solid and liquid fertilizer. The fertilizer is used for black rice plant in polybag. This technology was applied in Sri Agung village from Sido Rukun and Sido Mukti area, specially for womens from several RT and for agriculture womens association that are active in the utilization of yard. The target is to increase the yield of the yard, previously no rice crops, now exist, at least each pot produced 500 g of dry black rice, 100 liters of liquid organic fertilizer per month and 50 kg of solid fertilizer per two months. The result showed, the level of PKK participation when mentoring is high because from 50 people, 40 people are present in every activity. Evaluation showed there are high farmer participation in land preparation and demonstration of RINMAS technology and low level farmers participation in implementation SRI method. It is recommended to planting rice on the yard.Padi hitam metode SRI di pot adalah cara menanam padi satu biji per pot. Teknologi ini menggunakan pupuk organik cair dari MOL urin dan Keongmas (MOL RINMAS). MOL yang sudah difermentasi digunakan sebagai dekomposer untuk membuat pupuk padat yang akan digunakan sebagai media untuk menanaman padi hitam secara SRI di pot. Pupuk cair digunakan sebagai pupuk daun padi. Teknologi ini diterapkan di Desa Sri Agung, pada ibu PKK Dusun Sido Rukun dan Dusun Sido Mukti. Evaluasi didasarkan pada keaktifan ibu PKK sejak penyuluhan, demplot, pendampingan dan perawatan tanaman dan apakah tetap membuat POC berbasis MOL Rinmas (urin+keongmas) dan apakah tetap digunakan. Targetnya, peningkatan hasil pekarangan minimal setiap anggota yang menanam dihasilkan 500 g/pot gabah kering, pupuk cair 100 liter per bulan dan padat 50 kg per dua bulan. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi petani dalam penyuluhan tergolong tinggi karena dari 50 orang, 40 orang hadir dalam setiap penyuluhan, pembuatan rinmas tergolong tinggi, penyiapan benih secara SRI tergolong rendah, pengolahan tanah tergolong tinggi, penanaman tergolong sedang, aplikasi pupuk tergolong sedang, terdapat peningkatan hasil pekarangan dibandingkan sebelumnya. Direkomendasikan untuk menerapkan padi hitam berbasis Teknologi RINMAS pada budidaya tanaman di pekarangan
Community training in dishwashing-liquid soap making from waste cooking oil
Cooking oil that has been used more than once is not good for health due to exposure to carcinogens. Waste cooking oil causes pollution to the environment. Waste cooking oil can be used as a raw material for making liquid soap. The objective of this activity was to introduce the knowledge and train Batu Basurat community in making dishwashing-liquid soap from waste cooking oil. The method consists of location survey, training preparation, interactive training, monitoring, and evaluation. Dishwashing-liquid soap was made by mixing preheated waste cooking oil and potassium hydroxide (KOH) at 60-70 °C for one hour until trace was formed. Then, the mixture was kept agitated every 15 minutes for 2-3 hours until it becomes more solidified and transparent. Liquid soap was made by dissolving in warm water and addition of lemon essence as a deodorizer. Batu Basurat villagers showed a great interest in the activity, showing by enthusiasm and involvement in the training. Evaluation results showed that 100% community understood on making homemade dishwashing-liquid soap and 90% community agreed that liquid soap from waste cooking oil has a commercial potential, which could increase entrepreneurship ability and economic growth of Batu Bersurat villagers.Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan lebih dari satu kali penggorengan. Konsumsi minyak jelantah berdampak tidak baik bagi kesehatan karena mengandung zat karsinogen. Limbah minyak jelantah adalah polutan bagi lingkungan. Minyak jelantah dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan sabun cair. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan melatih keterampilan pembuatan sabun cair dari minyak jelantah pada desa Batu Bersurat, Kabupaten Kampar Riau. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, persiapan pelatihan, pelatihan interaktif, serta monitoring dan evaluasi. Pembuatan sabun cair dilakukan dengan mencampur minyak jelantah dengan larutan potassium hidroksida (KOH) pada suhu 60-70 °C dan diaduk selama satu jam sampai larutan mengental (trace). Setelah pendiaman selama 15 menit, campuran terus diaduk setiap 15 menit selama 2-3 jam sampai lebih mengental dan berwarna transparan. Terakhir, campuran siap ditambahkan dengan lemon essence sebagai pewangi. Terlihat antusias masyarakat yang cukup besar pada pelatihan pembuatan sabun cair, yang ditunjukkan oleh keterlibatan masyarakat pada saat demontrasi. Hasil evaluasi menunjukkan 100% masyarakat paham mengenai cara pembuatan sabun cair dari minyak jelantah dan 90% setuju bahwa pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi sabun cair mempunyai potensi komersil yang dapat mendorong kemampuan wirausaha dan pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan
Increasing the awareness of palm oil plantation replanting through farmers training
oai:ojs2.raje.unri.ac.id:article/1Palm oil plantation in the Province of Riau has reached the unproductive age and need replanting. Private and government-owned plantation has started the replanting, but plantation community owned. The slow replanting process in smallholders’ palm oil plantation caused by poor knowledge of replanting. This community service objective was to increase the awareness of replanting of palm oil plantation run by smallholders, so it can accelerate the replanting process. We used interactive training method to deliver knowledge related to palm oil plantation replanting. The activity combined indoor and field class to give a better understanding of replanting. The community service activity involved academicians, palm oil practitioners, government institution, and palm oil farmers association. The success of this activity measured by the participant's assessment results through the written test. This training successfully delivered the needed knowledge and experience about palm oil plantation replanting. The knowledge and awareness were expected to accelerate the successful replanting process of palm oil plantation in the Province of Riau
Penerapan teknik pembenihan dan budidaya ikan baung di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Riau
The purpose of this community service program (PKM) is to provide knowledge and technology on the techniques of hatchery and fish cultivation in Batu Belah Village, Kampar District especially in the Lele Sejahtera Hatchery Group and Mina Karya Fish Farming Group (Pokdakan). The method used in this PKM activity is the method of lectures, discussions and direct demonstrations in the field. The results of the evaluation show that there were changes in knowledge from 10 participants, members of the Prosperous People's Hatchery Group (KPR) known as seven people (70.00%) had been able to absorb the material given with a very good predicate, the other participants were in good and sufficient categories. Furthermore, of the 11 participants in the Mina Karya Fish Cultivation Group (Pokdakan) it was found that eight people (72.23%) had been able to absorb the material given in very good categories, the other participants were in the right and sufficient categories. The results of the evaluation of this skill show that the participants of the activity have been able to practice the material on hatchery through artificial spawning and Baung fish cultivation technology. Furthermore, the results of the impact evaluation are known to show that the impact of this PKM activity has been felt by the members of the two existing farming groups so that it can increase the income of the members of the two farmer groups, and at the same time improve their welfare.Tujuan dari kegiatan program ini adalah untuk memberikan ilmu dan teknologi tentang teknik pembenihan dan budidaya ikan baung di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar khususnya pada Kelompok Pembenihan Rakyat (KPR) Lele Sejahtera dan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Karya. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode ceramah, diskusi dan demonstrasi langsung ke lapangan. Hasil evaluasi perubahan pengetahuan dari 10 orang peserta anggota Kelompok Pembenihan Rakyat (KPR) Lele Sejahtera diperoleh 7 orang (70,00%) telah dapat menyerap materi yang diberikan dengan predikat sangat baik selebihnya predikat baik dan cukup. Selanjutnya dari 11 orang peserta anggota Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Karya diperoleh 8 orang (72,23%) telah dapat menyerap materi yang diberikan dengan predikat sangat baik, selebihnya predikat baik dan cukup. Hasil evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa peserta kegiatan telah dapat mempraktekkan materi tentang pembenihan ikan baung melalui pemijahan buatan dan teknologi budidaya budidaya ikan baung. Selanjutnya dari hasil evaluasi dampak menunjukkan dampak kegiatan ini telah dirasakan menfaatnya oleh anggota kedua kelompok tani yang ada, sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan anggota kedua kelompok tani tersebut, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraannya
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan melalui pelatihan bantuan hidup dasar
Depok City has status as RW Siaga which has been upgraded to RW Siaga Aktif. So that the community, especially health cadres involved in it, are more active in preventing and managing diseases within the community. The government's efforts to reduce mortality are one of forming health cadres in each region. Health cadres have the role in assisting health workers in day-to-day health emergency response. Therefore, basic community-based life assistance training needs to be developed. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of the Limo City Depok health cadre about providing basic life support in emergency conditions within the community so that first aid can be given before the patient taken to the hospital. The method of carrying out activities is training health cadres on basic life support and preparing the modules of basic life support which can later be the guide for health cadres. The result of this activity is that the increasing independence of the community in the health sector with the results of basic life support knowledge increased to 53%, and 80% of health cadres were able to carry out basic life support skills.Kota Depok memiliki status wilayah sebagai status RW Siaga yang telah ditingkatkan menjadi RW Siaga Aktif, hal ini agar masyarakat terutama kader kesehatan yang terlibat didalamnya lebih aktif pada pencegahan dan penanganan penyakit di masyarakat. Upaya pemerintah dalam menekan angka kematian salah satunya membentuk kader kesehatan di setiap wilayah atau RT. Kader kesehatan memiliki peran membantu petugas kesehatan dalam penanggulangan kegawatdaruratan kesehatan sehari-hari. Oleh sebab itu, pelatihan pemberian pertolongan bantuan hidup dasar berbasis masyarakat perlu dikembangkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan Kelurahan Limo Kota Depok tentang pemberian bantuan hidup dasar pada kondisi kegawatdaruratan sehingga pertolongan pertama dapat diberikan sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melatih kader kesehatan tentang pemberian bantuan hidup dasar, dan penyusunan modul bantuan hidup dasar yang nantinya dapat menjadi panduan bagi kader kesehatan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dengan hasil pengetahuan bantuan hidup dasar menjadi 53%, dan 80% kader kesehatan mampu melakukan keterampilan bantuan hidup dasar
Prioritas konservasi lahan dan arahan programnya di Kelurahan Minas Jaya Provinsi Riau
Minas Jaya is one of the villages adjacent to Sultan Syarif Hasyim Forest Park (Tahura SSH). Tahura SSH is one of the conservation areas in Riau Province which is currently in critical condition due to forest encroachment, illegal logging, forest fires and illegal land conversion. In order to restore it requires an approach that combines conservation and community empowerment. One is the concept of Conservation Village. The initial stage in Conservation Village development needs to be a priority class map of conservation. The problems faced by partners to produce such maps require special expertise in spatial planning, mapping, and understanding of conservation village concepts. Based on the mapping identification showing that data of the conservation priority area 1, were identified it consisted of 243.92 hectares, then the conservation priority area 2 consisted of 257.87 hectares. Further, the conservation priority area 3 also identified and consisted of 504.28 hectares, moreover the conservation level 4 conservation area around 1,868.57 hectares, and conservation priorities 5 identified around 1,082.79 hectares. Conservation program directives were linked to each priority of conservation classes. It generally includes a good forest covers protection activities, enrich the land with tree crops. Furthermore, critical land rehabilitation with agroforestry patterns has the choice of species and proportion of annual crops and trees adapted to the degree of land criticality and gradient.Minas Jaya merupakan salah satu kelurahan yang berbatasan dengan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH). Tahura SSH merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau yang saat ini dalam kondisi kritis akibat perambahan hutan, penebangan liar, kebakaran hutan, dan alih fungsi lahan secara ilegal. Guna memulihkannya diperlukan pendekatan yang memadukan antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah konsep Desa Konservasi. Tahap awal dalam pembangunan Desa Konservasi perlu adanya peta kelas prioritas konservasi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra untuk menghasilkan peta tersebut diperlukan keahlian khusus di bidang perencanaan tata ruang, perpetaan, dan pemahaman terhadap konsep desa konservasi. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh data luas areal prioritas konservasi 1 seluas 1.243,92 hektar, areal prioritas konservasi 2 adalah 257,87 hektar, areal prioritas konservasi 3 seluas 504,28 hektar, areal tingkat prioritas konservasi 4 seluas 1.868,57 hektar, dan areal tingkat prioritas konservasi 5 seluas 1.082,79 hektar. Arahan program konservasi disesuaikan dengan masing-masing kelas prioritas. Secara umum mencakup kegiatan perlindungan tutupan hutan yang masih baik, pengayaan lahan dengan tanaman pohon-pohonan, rehabilitasi lahan kritis dengan pola agroforestry dengan pilihan jenis dan proporsi jenis tanaman tahunan dan tanaman semusim yang disesuaikan dengan tingkat kekritisan lahan dan kelas kelerengan
Pengembangan mata pencaharian alternatif bagi nelayan melalui kegiatan budidaya ikan dengan teknologi bioflok di Kampung Sungai Kayu Ara
To increase the income of fishermen in Sungai Kayu Ara Village, Sungai Apit Sub-District, Siak Regency, alternative livelihoods are needed in the form of fish aquaculture using biofloc technology. For biofloc technology to be applied, the target community needs to be given knowledge and skills through counseling activities. Extension activities are carried out to improve the knowledge and skills of target communities so that they can apply fish cultivation with biofloc technology. The implementation of counseling uses the lecture method, discussion and demonstration of various materials presented. From the results of the activity, it was known that the target community seemed enthusiastic about the activities carried out, the participants began to understand and understand the material presented, and there was an increase in participants' knowledge about catfish farming with biofloc technology between 60-80%.Untuk meningkatkan pendapatan nelayan di Kampung Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak perlu diberikan mata pencaharian alternatif berupa budidaya ikan dengan menggunakan teknologi bioflok. Agar teknologi bioflok dapat diaplikasikan, maka masyarakat sasaran perlu diberi pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasaran sehingga mereka dapat mengaplikasikan budidaya ikan dengan teknologi bioflok. Pelaksanaan penyuluhan menggunakan metoda ceramah, diskusi dan demontrasi terhadap berbagai materi yang disajikan. Dari hasil kegiatan diketahui bahwa masyarakat sasaran terlihat antusias terhadap kegiatan yang dilaksanakan, peserta mulai mengerti dan paham terhadap materi yang disajikan dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok antara 60-80%
Diversifikasi produk melalui pemanfaatan tepung umbi-umbian lokal sebagai pengganti terigu pada UKM bakery di Kota Binjai
The bakery industry is one of the food industries that continues to increase along with the increase in income and changes in people's lifestyles. Increasing the number of bakery industries has an impact on the increasing demand for wheat flour, which in turn can threaten national food security. Faidah Catering Service and Baraqah Q Snack, Cake and Cookies are SME partners engaged in bakery industry in Binjai City. Based on the situation analysis, the problems of both SMEs are low production capacity and competition in the marketing. The use of wheat flour as the raw material makes their products become same as the products produced by other SMEs. The simple processing equipment causes a low production capacity. The proposed problem-solving method for SME partners is product diversification through the use of local tubers in the form of cassava flour and sweet potato flour as raw material. Increased production capacity is carried out by giving and training the use of production equipment in the form of dough mixers and oven grills with large capacity. The results of the activity indicate that the diversification of cake products and cookies using non-flour flour raw materials can be accepted by consumers and increase marketing.Industri bakery merupakan salah satu industri pangan yang terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pendapatan serta terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat. Peningkatan jumlah usaha bakery berdampak pada semakin tingginya kebutuhan akan terigu sehingga dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Faidah Catering Service serta Baraqah Q Snack, Cake dan Cookies merupakan Mitra UKM yang bergerak di bidang pengolahan produk bakery di Kota Binjai. Berdasarkan analisis situasi yang menjadi permasalahan kedua UKM ini adalah rendahnya kapasitas produksi dan persaingan dalam pemasaran produk. Penggunaan bahan baku terigu dalam pengolahan produk menjadikan produk yang dihasilkan sama dengan produk bakery oleh UKM lain. Penggunaan fasilitas produksi yang sederhana menyebabkan kapasitas produksi rendah. Metode penyelesaian masalah yang diusulkan kepada Mitra UKM adalah diversifikasi produk penggunaan bahan baku tepung umbi-umbian local, berupa tepung ubi kayu dan ubi jalar. Peningkatan kapasitas produksi dilakukan dengan pelatihan penggunaan peralatan produksi berupa mixer adonan dan oven pemanggang kapasitas besar. Hasilnya diversifikasi produk cake dan cookies menggunakan bahan baku tepung non terigu bisa diterima oleh konsumen dan meningkatkan pemasaran
PPM Kelurahan Teratai Kecamatan Muara Bulian dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk peningkatan produksi dan kualitas tanaman jahe merah
One of the efforts to make efficient use of yard is by planting with plants that are used to meet the needs of themselves and the needs of others. In addition, to make efficient use of land and yard will be well maintained, beautiful and also increase household income. In Teratai village, Muara Bulian sub-district, there is agroindustry based on farmer group which has the healthy drink with the red ginger raw material. They produce these healthy drinks by using raw materials ordered from other regions. This makes agroindustry highly dependent on the supply of others to meet the needs of these raw materials. In this devotional activity carried out demonstration area on the farmyard yard where the Team Dedication as a companion. Through demonstration the farmers' area gets direct guidance from the Community Services Team, seeing and practicing every material given in accordance with the stages of plant development. In this way, it is expected to transfer knowledge and technology effectively from universities to the community. Thus, it is expected to increase the knowledge and skills of farmers in the cultivation of red ginger plants as yard plants, especially ginger farmers in the village of Teratai and generally red ginger farmers in Muara Jambi Regency.Salah satu upaya untuk mengefisienkan penggunaan lahan pekarangan adalah dengan menanaminya dengan tanaman yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan orang lain. Selain itu, untuk mengefisienkan pemanfaatan lahan dan lahan pekarangan akan terawat, indah dan juga menambah pendapatan rumah tangga. Di desa Teratai kecamatan Muara Bulian terdapat agroindustri berbasis kelompok tani yang mengusahakan minuman kesehatan dengan bahan baku jahe merah. Mereka memproduksi minuman kesehatan ini dengan menggunakan bahan baku yang dipesan dari daerah lain. Hal ini membuat agroindustri sangat tergantung dari pasokan orang lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini dilaksanakan demonstrasi area pada lahan pekarangan petani dimana Tim Pengabdian sebagai pendamping. Melalui demontrasi area petani mendapatkan bimbingan langsung oleh Tim Pengabdian, melihat dan mempraktekkan setiap materi yang diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan tanaman. Dengan cara seperti ini diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang efektif dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pengusahaan tanaman jahe merah sebagai tanaman pekarangan, khususnya petani jahe di desa Teratai dan umumnya petani jahe merah di Kabupaten Muara Jambi