Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
    110 research outputs found

    Geotechnical Review of Building Damage and Landslide After Cianjur Earthquake 2022

    Full text link
    On Monday, November 21, 2022, a 5.6 SR earthquake hit Cianjur Regency, West Java Province. The earthquake damaged residential buildings and caused landslides in crucial, densely inhabited areas. The eastern plateau of Sarampad Village had a long land shift fault. In Sarampad Village, faults have caused physical ground shifts that have displaced the cottages in the fields far away. In the horseshoe area of the national road between Cianjur City and Puncak, landslides occurred with a steep slope on the upper slope of the highway and a slope on the side of the highway leading to the river below the road. Having a river means the water at the land's surface that the community and army dormitories use. The soil becomes water-saturated soil, making landslides easy in an earthquake. Stone gabions and terracing have strengthened landslides on the highway ridge. Meanwhile, roadway landslides are unreinforced. Other defects on road sections transversely on the road body near the Horseshoe with curved contours must be taken seriousl

    Memberdayakan Internet of Educational Things (IoET) untuk Mengembangkan Kapabilitas Digital bagi Guru-Guru SMP Wahid Hasyim

    No full text
    The COVID-19 pandemic has led to a digital-based learning shift, creating a significant learning gap in the Merdeka Curriculum era as face-to-face education resumes. SMP Wahid Hasyim Malang, like many others, faces challenges such as limited teacher-student interaction, reliance on traditional lectures, outdated resources, and underutilized internet facilities. To address this, we propose an Internet of Educational Things (IoET) empowerment program. Its goal is to establish a digital-based learning environment post-pandemic using hypercontent-based modules and Learning Management Systems (LMS) with IoET applications. Instructors will provide foundational training, and facilitators will offer ongoing mentoring. This program equips teachers with theoretical knowledge and practical skills, enhancing their ability to implement IoET-based learning models and media, improving their overall performance. Additionally, it will serve as a valuable reference for future educational services and research, becoming an alternative point of reference for various future educational endeavors and research initiatives.Pandemi COVID-19 telah menyebabkan pergeseran pembelajaran berbasis digital, menciptakan kesenjangan pembelajaran yang signifikan di era Kurikulum Merdeka ketika pendidikan tatap muka dilanjutkan. SMP Wahid Hasyim Malang, seperti halnya sekolah-sekolah lain, menghadapi tantangan seperti interaksi guru-siswa yang terbatas, ketergantungan pada ceramah tradisional, sumber daya yang sudah ketinggalan zaman, dan fasilitas internet yang kurang dimanfaatkan. Untuk mengatasi hal ini, kami mengusulkan program pemberdayaan Internet of Educational Things (IoET). Tujuannya adalah untuk membangun lingkungan belajar berbasis digital pasca pandemi menggunakan modul berbasis hypercontent dan Learning Management System (LMS) dengan aplikasi IoET. Instruktur akan memberikan pelatihan dasar, dan fasilitator akan memberikan pendampingan yang berkelanjutan. Program ini membekali para guru dengan pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis, meningkatkan kemampuan mereka untuk menerapkan model dan media pembelajaran berbasis IoET, sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan. Selain itu, program ini akan berfungsi sebagai referensi berharga untuk layanan pendidikan dan penelitian di masa depan, menjadi titik acuan alternatif untuk berbagai upaya pendidikan dan inisiatif penelitian di masa depan

    Improving Service Quality Workshop: A Practical Guide for Government Servants

    No full text
    Indonesian citizens face scepticism toward government servants in various service departments. This paper aims to synergize the actual needs of society and the transformation of government service. In doing so, the community outreach program conducted several stages, from planning to evaluation with government servants in the district and sub-district of Gading Serpong, Tangerang, Indonesia. A total of 52 participants were involved in this program in an onsite class with fully functional learning tools. As a result, content related to the service is excellent in fundamental knowledge, and quizzes to discover their abilities in handling different customer traits have been successfully delivered effectively. However, this program has time limitations, suggesting that future workshops have complete material prepared to emphasize participants understanding. This theoretical and practical contribution is discussed.  Warga negara Indonesia menghadapi keraguan terhadap para pegawai pemerintah di berbagai departemen layanan. Makalah ini bertujuan untuk menyinergikan kebutuhan nyata masyarakat dengan transformasi pelayanan pemerintah. Dalam melakukannya, program sosialisasi masyarakat dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi dengan pegawai pemerintah di kecamatan dan kelurahan Gading Serpong, Tangerang, Indonesia. Sebanyak 52 peserta terlibat dalam program ini dalam kelas langsung dengan alat pembelajaran yang sepenuhnya fungsional. Hasilnya, konten terkait layanan memiliki pengetahuan dasar yang sangat baik, dan kuis untuk mengungkap kemampuan mereka dalam menangani berbagai sifat pelanggan telah berhasil disampaikan dengan efektif. Namun, program ini memiliki keterbatasan waktu, sehingga disarankan agar workshop masa depan memiliki materi lengkap yang disiapkan untuk menekankan pemahaman peserta. Kontribusi teoritis dan praktis ini dibahas

    Pemberdayaan; Analisis Bibliometrik Artikel "Pemberdayaan" Pada Bidang "Ilmu Sosial"

    Full text link
    Artikel ini bertujuan menganalisis tentang pemberdayaan berbasis bibliometrik dengan kata kunci “pemberdayaan” sebagai inputpencarian. Web Scopus.com sebagai link yang digunakan dalam pencarian database dokumen dengan dengan jenis "artikel"tentang kajian pemberdayaan di seluruh dunia. Data bibliometrik dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak VOSviewer tipe 1.6.18 untuk memvisualisasikan jaringan penulis, tahun, negara, kata kunci dan kedalaman studi terkait dengan isu pemberdayaan. Analisis yang dilakukan pada 25 November 2022 menemukan total 1.038 dokumen dalam kurun waktu 1987 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, dalam 6 tahun terakhir (2017-2022) jumlah publikasi tentang pemberdayaan tumbuh cukup signifikan. Kedua, Amerika Serikat merupakan negara penyumbang jumlah publikasi terbesar dan produktif di dunia terkait dengan kajian pemberdayaan. Ketiga, kata kunci utama dalam artikel pemberdayaan yang sering digunakan ialah empowerment, human, sustainability, women status, dan gender. Dan keempat, sementara kata kunci terbaru yang digunakan seperti sustainability, stakeholder, student, biodiversity, cultural heritage, dan livelihood

    Edukasi Sadar Sampah dan Lingkungan dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lokasi Wisata Ulee Lheue

    Full text link
    Ulee Lheue Beach is one of the marine tourism sites in Banda Aceh. Its appearance, apart from attracting visitors to enjoy the beauty of the shore, also has consequences for piles of garbage thrown carelessly by the visitors to the shoreline which has an impact on environmental damage. In addition, the visitors tend to heed the government’s appeal to strictly commit to health protocols such as social distancing, gathering prohibition, and wearing masks while they visit the tourism spots. Therefore, this community outreach sought to map the knowledge of the tourists about waste and its impact on tourism sites and its relation to the dangers of Covid-19. This service employed mixed methods (quantitative and qualitative). The survey results showed that the visitors have fairly good knowledge regarding the dangers of waste and Covid-19 yet still uninternalized in their daily attitudes. Thus, the service team provides education through leaflets and videos on Youtube channels, hoping that the visitors would have higher commitment towards the environmental hygiene and health protocols at tourist sites.Pantai Ulee Lheue adalah salah satu lokasi wisata bahari di Banda Aceh. Keindahannya selain menarik para pengunjung untuk menikmati keindahan pantai juga memiliki konsekuensi tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh para pengunjung langsung ke bibir pantai yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Selain masalah sampah, terdapat permasalahan lainnya yaitu  dimana para pengunjung saat berwisata tidak mengindahkan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, menggunakan masker dan larangan berkumpul. Oleh karena itu, pengabdian ini berusaha untuk memetakan pengetahuan pengunjung wisata mengenai sampah dan dampaknya terhadap lokasi wisata dan kaitannya dengan bahaya Covid-19. Pengabdian ini menggunakan mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Hasil survei menunjukkan bahwa pengunjung lokasi wisata memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait dengan bahaya sampah dan Covid-19 namun belum terinternalisasi dalam tindakan sehari-hari. Sehingga, tim pengabdi memberikan edukasi melalui leaflet dan video di kanal Youtube, sehingga pengunjung dapat memiliki komitmen terhadap kebersihan lingkungan dan pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi wisata

    Sosialisasi Aplikasi Pupuk Nanomagnetik Pasir Besi Pada Tanaman Jagung di Desa Pulau Semambu Ogan Ilir Sumatera Selatan Sebagai Integrasi Penelitian dan Perkuliahan

    Full text link
    Socialization activities have been carried out regarding the application of iron sand nanomagnetic fertilizer (Fe3O4) on corn plants to the villagers of Pulau Semambu Ogan Ilir, South Sumatra. This community service activity is part of the integration of the research results that have been carried out. From the results of the study, it was found that at the same growing age, corn added with nano-magnetic iron sand, both simaxx + nanomagnetic iron sand and silica + nanomagnetic iron sand, had a faster growth of about 100 cm compared to corn that was only given simaxx fertilizer. which is about 45-50 cm. Research results and observational data were then collected and analyzed to evaluate the effectiveness of using Fe3O4 nanomagnetic fertilizer on corn plants. Apart from being disseminated to corn farmers, research results are also used as teaching material to be conveyed to students in material physics courses. Integrating research results with community service activities and material physics lectures has increased the practical use of research results and provided wider benefits for society and students.Telah dilakukan kegiatan sosialisasi tentang aplikasi pupuk nanomagnetik pasir besi (Fe3O4) pada tanaman jagung kepada masyarakat desa Pulau Semambu Ogan Ilir Sumatera Selatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bagian dari integrasi hasil penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian diperoleh, pada usia tumbuh yang sama, jagung yang ditambahkan dengan nano magnetik pasir besi baik simaxx + nanomagnetik pasir besi maupun silika + nanomagnetik pasir besi, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat yaitu sekitar 100 cm dibandingkan dengan jagung yang hanya diberi pupuk simaxx saja yaitu sekitar 45-50 cm. Data hasil penelitian dan pengamatan kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan pupuk nanomagnetik Fe3O4 pada tanaman jagung. Selain disosialisakan kepada petani jagung, hasil penelitian juga dijadikan sebagai materi ajar untuk disampaikan kepada mahasiswa pada perkuliahan mata kuliah fisika material. Dengan melakukan integrasi antara hasil penelitian dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan perkuliahan fisika material, telah meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian secara praktis dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mahasiswa

    Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Riau

    No full text
    Prevention of drug abuse is part of the implementation of P4GN by BNNP Riau. This program increases public awareness of the threats and dangers of drugs and supports national security which is correlated with improving people's welfare. P4GN is manifested through various sub-programs and empowerment with a directive approach. The realization of “desa bersinar”, the implementation of alternative empowerment and improvement of life skills, and the use of media by the local government with the assistance of the BNNP Riau directly have an impact on reducing the number of drug use. This study uses a qualitative approach located in Riau Province. Data collection uses interviews and documentation which are then analyzed to draw conclusions and have been verified. Test the validity of the data using source triangulation. The results of the study indicate that P4GN which is implemented through the role of the regional government, especially BNNP Riau, is collaboratively carried out with several real activities that are directed and systematized. Various anti-drug activities and campaigns using the media are BNNP's instruments in changing people's mindsets to stay away from drugs. The program carried out runs with intervention, especially the community empowerment as the center of IBM cadres. The implementation of P4GN can increase productivity which leads to prosperity and a conducive state condition so as to assist the government in maintaining national security.Pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan bagian dari implementasi P4GN oleh BNNP Riau. Program ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman dan bahaya narkoba serta mendukung keamanan nasional yang memiliki korelasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. P4GN termanifestasi melalui berbagai sub program dan pemberdayaan dengan pendekatan direktif. Realisasi desa bersinar, pelaksanaan pemberdayaan alternatif dan peningkatan lifeskill, dan pemanfaatan media oleh pemerintah daerah dengan asistensi BNNP Riau secara langsung memberikan dampak pada penurunan angka penggunaan narkoba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Provinsi Riau. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis hingga ditarik kesimpulan dan sudah diverifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4GN yang diimplementasikan melalui peran pemda khususnya BNNP Riau secara kolaboratif dilaksanakan dengan beberapa aktivitas nyata yang terarah dan tersistemasisasi. Berbagai kegiatan serta kampanye anti narkoba dengan pemanfaatan media adalah instrumen BNNP dalam mengubah mindset masyarakat untuk menjauhi narkoba. Program yang dilakukan berjalan dengan intervensi, khususnya pemberdayaan bagi masyarakat sebagi center dari kader IBM. Implementasi P4GN dapat meningkatkan produktivitas yang mengarah pada kesejahteraan dan keadaan negara yang kondusif sehingga membantu pemerintah dalam mempertahankan keamanan nasional

    Peran Pemerintah Provinsi Riau dalam Penanganan Konflik Tenurial sebagai Upaya Penyelesaian Kebakaran Hutan dan Lahan di Masa Pandemi

    Full text link
    Riau is one province of Indonesia known for its forest and land fires. One of the causes of these tragic land fires is tenure conflicts between corporations and indigenous or local peoples. Tenure conflicts became the main reason forest and land fire cases in Riau Province are convoluted. Thus, the resolution takes a long term to resolve. The local government, as a policymaker, has played a pivotal role in resolving tenurial conflicts. This research analyzes local governments' role in handling tenure conflicts in Riau Province by using the structural root causes of conflict, accelerator, trigger (SAT) factor analysis approach and Human Needs Theory. To analyze the role of the Riau Province government in handling tenurial conflict as an effort to resolve forest and land fires during the pandemic, the researcher uses a qualitative approach with a descriptive design presented through data collection from primary and secondary data sources, such as interviews and literature review. This research finds that in handling tenure conflicts, the government of Riau has been facing some challenges in its effort to resolve forest and land fires conflict resolution process.Provinsi Riau merupakan wilayah di Indonesia yang kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu faktor yang mendorong terjadinya karhutla adalah karena adanya konflik tenurial antara korporasi dan masyarakat adat atau lokal. Konflik tenurial di Provinsi Riau sangat kompleks sehingga dalam penyelesaiannya membutuhkan waktu jangka panjang. Pemerintah Daerah sebagai pembentuk kebijakan memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik tenurial di Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pemerintah Daerah dalam penanganan konflik tenurial di Provinsi Riau dengan menggunakan pendekatan analisis faktor structural root causes of conflict, accelerator, trigger (SAT) dan teori kebutuhan dasar manusia. Untuk menganalisis peran pemerintah Provinsi Riau dalam penanganan konflik tenurial sebagai upaya penyelesaian kebakaran hutan dan lahan di masa pandemi, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dipaparkan melalui kumpulan sumber-sumber data primer dan sekunder, yakni melalui wawancara dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa peran pemerintah Provinsi Riau dalam penanganan konflik tenurial sebagai upaya penyelesaian kebakaran hutan dan lahan terdapat faktor-faktor yang menghambat proses penyelesaian konflik tersebut

    EDUKASI PAGUYUBAN JARAN KEPANG LANGEN TURONGGO JATI GUNA MENDUKUNG DESA WISATA BUDAYA “NGIDAM MUNCAR” KABUPATEN SEMARANG

    Full text link
    "Ngidam Muncar" is a culture-based tourism village located in Muncar Village, Susukan District, Semarang Regency. Muncar has the Jaran Kepang Langen Turonggo Jati (LTJ) community which has so far contributed to strengthening tourism potential in Muncar, however based on the findings there are problems including: 1) lack of regeneration of Jaran Kepang dancer cadres; 2) lack of human resources in terms of understanding and skills in Jaran Kepang dance because they are self-taught; 3) have not been able to wear fashion make-up independently. This problem is urgent to be resolved immediately because currently tourism in Muncar Village has started to revive after yesterday's hiatus due to the Covid 19 pandemic. The program implementation method starts with FGD, training for 5 meetings and evaluation. The results of the activities that have been carried out include 1) forming a cadre of 20 young people and youngsters; 2) participants have basic dance knowledge and movement skills; 3) participants have the knowledge and skills to wear fashion make-up independently. The conclusion of this activity program is that there is an increase in the understanding and skills of the participants. These skills will get better if honed continuously.“Ngidam Muncar” merupakan desa wisata berbasis budaya yang terletak di Desa Muncar Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Muncar memiliki paguyuban seni Jaran Kepang Langen Turonggo Jati (LTJ) yang selama ini berkontribusi dalam memperkuat potensi wisata di Muncar, akan tetapi berdasarkan temuan terdapat permasalahan diantaranya : 1) kurangnya regenerasi kader penari Jaran Kepang; 2) kurangnya SDM dalam hal pemahaman dan keterampilan menari Jaran Kepang karena mereka belajar secara otodidak; 3) belum mampu mengenakan tata rias busana secara mandiri. Permasalahan tersebut urgen untuk segera diselesaikan karena saat ini geliat pariwisata di Desa Muncar sudah mulai bangkit kembali setelah kemarin sempat vakum akibat pandemi Covid 19. Metode pelaksanaan program diawali dari FGD, pelatihan selama 5 pertemuan dan evaluasi. Hasil kegiatan yang telah dilakukan antara lain 1) terbentuk kader penari jaran kepang usia remaja dan anak-anak sejumlah 20 orang; 2) peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan gerak dasar tari; 3) peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenakan tata rias busana secara mandiri. Simpulan dari program kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para peserta. Keterampilan tersebut akan semakin baik jika diasah secara terus menerus

    Strategi Pemberdayaan dan Penguatan Modal Sosial Masyarakat di Era Pandemi Covid-19

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has caused various social and economic problems, the impact of which is felt by the      community to be extreme. The Covid-19 pandemic has caused various social and economic problems, the impact of which is felt by the community to be extreme. People who are economically weak, have acces and education in a pandemic situation are faced with groups of people we have dominat power, and have implications for unbalanced competition in socio economis life. Empowerment is one of the strategies so thet weak communities can have empowerment and are to solve problems caused by the Covid-19 pandemic voluntarily and independently.Exsploration of previous studies and literature review are strategies and techniques in constructing empowerment strategies. The results of this study indicate that empowerment must be based on the potential strength of culture, values, and local wisdom of the community. Social capital becomes energy in increasing community empowerment and capacity. The stages in the empowerment strategy that must be carried out are site selection, socialization and empowerment. The right form of empowerment in the Covid-19 pandemic era is Community Based Empowerment, while social capital can be designed to strengthen community social capital in the Covid-19 pandemic era, namely (1) Social bounding (2) Social bridging (3) Social linking. The construction of community empowerment strategies lies in the positioning of local wisdom, local potentials, individual characteristics and regional characteristics as energy in the empowerment process. The recommendations produced in this study are the need for the concept of empowerment and strengthening of social capital capacity that is implementable, measurable and leads to increased creativity and innovation of the community.Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai persoalan sosial, ekonomi yang dampaknya dirasakan ekstrem oleh masyarakat. Pemberdayaan merupakan salah satu strategi agar masyarakat lemah dapat memiliki keberdayaan dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial ekonomi dan politik yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 secara mandiri. Eksplorasi terhadap penelitian-penelitian terdahulu dan kajian pustaka merupakan startegi dan teknik dalam mengkonstruksi strategi pemberdayaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan harus berbasis pada kekuatan potensi budaya, nilai-nilai, dan kearifan lokal masyarakat. Modal sosial menjadi energi dalam meningkatkan keberdayaan dan kapasitas masyarakat. Adapun tahapan dalam strategi pemberdayaan yang harus dilakukan adalah seleksi lokasi, sosialisasi dan kegiatan pemberdayaan. Bentuk pemberdayaan yang tepat di era pandemi Covid-19 adalah Community Based Empowerment, sedangkan modal sosial dapat dirancang dalam penguatan modal sosial masyarakat di era pandemi Covid-19 yakni (1) Social bounding (2) Social bridging (3) Social linking. Konstruksi startegi pemberdayaan masyarakat terletak pada diposisikannya kearifan lokal, potensi-potensi lokal, karakteristik individu dan karakeristik wilayah sebagai energi dalam proses pemberdayaan. Adapun rekomendasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah diperlukannya konsep pemberdayaan dan penguatan kapasitas modal sosial yang implementatif, terukur dan mengarah pada peningkatan kreatifitas dan inovasi masyarakat

    99

    full texts

    110

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Riau Journal of Empowerment
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇