Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
    110 research outputs found

    Efektifitas Pemberdayaan dalam Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan Pokdarwis Desa Ardy Mulyo Kalimantan Utara

    Full text link
    This study aims to analyze community empowerment and measure the effectiveness of Pokdarwis in developing sustainable tourism. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The results of this study indicate that the stages of community empowerment have not been carried out optimally, as seen from the level of community involvement in tourism development. However, from an organizational aspect, Pokdarwis Ardy Mulyo has been able to initiate and create innovations in tourism management. The level of community empowerment shows that the economic and political aspects have not been fully developed, while the psychological and social aspects are still a challenge. The effectiveness of Pokdarwis in empowering communities in sustainable tourism development is quite good, but there are still obstacles in increasing community involvement in tourism development. The Tourism and Culture Office of Bulungan Regency must empower the community through training and mentoring, in accordance with the potential of natural and cultural resources in Ardy Mulyo Village. The Ardy Mulyo Village Government can utilize websites and online services for the promotion of tourism villages. Pokdarwis Ardy Mulyo must be willing to work with various stakeholders, and Ardy Mulyo residents must create an environment that reflects their village as a tourist destination.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dan mengukur efektivitas komunitas pemberdayaan pokdarwis dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan fase pemberdayaan masyarakat belum dilakukan secara optimal jika dilihat dari keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Namun, dalam aspek organisasi Pokdarwis Ardy Mulyo telah mampu membentuk inisiatif dan menciptakan inovasi dalam pengelolaan pariwisata. Tingkat pemberdayaan masyarakat menunjukkan aspek ekonomi dan politik belum mapan secara keseluruhan, sedangkan aspek pisikologis dan sosial masih menjadi kendala. Efektivitas pokdarwis memberdayakan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sudah cukup baik, tetapi masih ada kendala dalam meningkatkan ketelibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Bulungan harus melakukan pemberdayaan melalui pembinaan dan pelatihan sesuai dengan potensi sumber daya alam atau budaya yang dimiliki Desa Ardy Mulyo. Pemerintah Desa Ardy Mulyo dapat memanfaatkan situs web dan untuk promosi pariwisata desa layanan, Pokdarwis Ardy Mulyo harus berani menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, dan warga Ardy Mulyo harus menciptakan lingkungan yang mencerminkan sebagai desa Wisata

    Teknologi Ramah Lingkungan Untuk Pengendalian Hama Jeruk Siam di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar

    Full text link
    Siamese orange is a staple horticultural item in Kuok Village, Kuok District, Kampar Regency, although it is under threat from pests and illnesses. Integrated pest management emphasizes ecologically friendly pest control through the use of biological agents. The goal of this service activity is to assist Siamese citrus producers who are hampered by insect invasions and to improve farmers' skills in applying environmentally friendly control technology. Consolidation, surveys, counseling, demonstrations, and mentoring were the methods of implementation. The counseling method consists of forum presentations, questions and responses. Making PDA media, isolating, growing Metharizium sp. and Trichoderma sp., composting were all practices. The service outcomes reveal that the service activities benefit citrus producers in Kuok Village significantly. Farmers understand how to control citrus pests properly. Making PDA media , isolating, cultivating Metharizium sp. and Trichoderma spp. were examples of environmentally friendly management approaches. Farmers responded enthusiastically to the production of methankos.Jeruk siam komoditas hortikultura andalan di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar yang sedang terkendala serangan hama dan penyakit. Pengendalian hama terpadu mengutamakan pengendalian ramah lingkungan menggunakan agens hayati. Tujuan kegiatan pengabdian adalah membantu menyelesaikan permasalahan petani jeruk siam yang terkendala serangan hama dan peningkatan keterampilan petani dalam  menggunakan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaannya berupa konsolidasi, survei, penyuluhan, demonstrasi,  dan pendampingan. Metoda penyuluhan berupa penyajian di forum, tanya jawab. Praktek meliputi pembuatan media PDA, isolasi dan perbanyakan jamur Metharizium sp. dan Trichoderma sp., dan pembuatan kompos. Hasil menunjukkan kegiatan pengabdian memberi manfaat besar terhadap petani jeruk di Desa Kuok. Petani  mengetahui cara pengendalian yang efektif  hama tanamana jeruk. Praktek pengendalian ramah lingkungan meliputi pembuatan media PDA, isolasi, perbanyakan  jamur Metharizium sp. dan Trichoderma spp, pembuatan metankos sangat direspon positif oleh petani

    Optimalisasi Pencegahan Balita Stunting Melalui Penyuluhan Dan Pelatihan Pada Kader Di Desa HangTuah, Kec. Perhentian Raja, Kab. Kampar

    Full text link
    Stunting is a chronic nutritional disorder that causes children's height growth to be inappropriate for their age. This linear growth disorder is caused by a chronic lack of nutritional intake, especially during the First 1000 Days of Life (HPK) which starts from the time of conception until the child is 2 years old and/or due to repeated chronic infections. The factor of poor nutritional intake during pregnancy is related to the baby's low birth weight so that the baby can experience malnutrition from the womb until birth. The aim of the activity is to optimize the prevention of stunting in toddlers through counseling and training for cadres in Desa Hangtuah, Kec. Perhentian Raja, Kab. Kampar. The methods used are discussion, compression and simulation starting from the preparation stage, creating educational media such as posters and banners, counseling and simulating the use of anthropometric kits. The results obtained from activities can increase participants' knowledge and skills. It is hoped that with this activity participants can pass on the information obtained to other Hangtuah Village communities so that they can prevent stunting as early as possible.Stunting merupakan kelainan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Gangguan pertumbuhan linier ini disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi secara kronis, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa pembuahan hingga anak berusia 2 tahun dan atau akibat infeksi kronis yang berulang. Faktor asupan gizi yang buruk pada masa kehamilan berhubungan dengan berat badan bayi lahir rendah sehingga bayi dapat mengalami kekurangan gizi sejak dalam kandungan hingga lahir. Tujuan kegiatan adalah optimalisasi pencegahan balita stunting melalui penyuluhan dan pelatihan pada kader di Desa Hangtuah, Kec. Perhentian Raja, Kab. Kampar. Metode yang digunakan adalah diskusi, demonstrasi, dan simulasi yang dimulai dari tahap persiapan, membuat media edukasi seperti poster dan banner, penyuluhan dan simulasi penggunaan alat antropometri kit. Hasil yang diperoleh dari kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Diharapkan dengan kegiatan ini peserta dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat Desa Hangtuah yang lainnya supaya dapat melakukan pencegahan stunting sedini mungkin

    Sosialisasi Pendaftaran Merek Bagi Pelaku Usaha Di Desa Semunai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan sosialisasi pendaftaran merek bagi pelaku usaha di Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Pendaftaran merek merupakan langkah krusial dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan menciptakan keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha, terutama di tingkat lokal seperti desa. Namun, kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pendaftaran merek seringkali masih kurang di kalangan pelaku usaha skala kecil di daerah pedesaan. Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan praktek (learning by doing) dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha di Desa Semunai pada awal kegiatan belum memiliki pemahaman yang baik tentang pendaftaran merek dan manfaatnya, sehingga dengan dilaksanakannya kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta terkait regulasi, urgensi, dan tatacara  pendaftaran merek.  Upaya sosialisasi yang lebih intensif dan berkelanjutan akan membantu melindungi hak kekayaan intelektual pelaku usaha, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, khususnya di Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis

    Konsep Desain Kopi Combre Untuk Industri Skala Mikro

    Full text link
    One of the challenges faced by micro-businesses like Kopi Combre in the village of Sumberdem, Wonosari District, when they want to use packaging for their products is selecting packaging that is unique and appealing to consumers. The primary goal of this community engagement project is to provide guidance in designing packaging structures and labels suitable for the micro-scale industry, particularly for Kopi Combre. The method involves community engagement and incorporates literature studies and information analysis. This study covers aspects such as coffee product attributes, packaging structure design, and labels. The findings indicate that the most suitable packaging type for the micro-scale industry is the Pouch packaging, while the packaging and label design will feature dark colors and include information about the coffee product and a unique brand.Salah satu tantangan dihadapi usaha mikro seperti Kopi Combre di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, ketika ingin menggunakan kemasan untuk produk mereka adalah memilih kemasan istimewa dan menarik bagi konsumen. Misi utama dari proyek pemberdayaan masyarakat ini adalah memberikan pedoman dalam merancang struktur dan label kemasan sesuai bagi industri skala mikro, terutama untuk Kopi Combre. Pendekatan digunakan melibatkan partisipasi masyarakat dan menerapkan penelitian literatur serta analisis data. Analisis ini mencakup berbagai aspek, seperti karakteristik produk kopi, desain struktur kemasan, dan label produk. Hasilnya mengungkapkan bahwa kemasan jenis Pouch merupakan pilihan terbaik untuk industri skala mikro, desain kemasan dan label menggunakan warna gelap dan mencantumkan informasi mengenai produk kopi serta merek unik

    Model Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar

    Full text link
    Stunting adalah suatu kondisi yang menyerang anak di bawah usia lima tahun. Hal ini sering terjadi akibat kekurangan gizi kronis dan terserang infeksi berulang trauma selama 1.000 tahun pertama kehidupan ( HPK ) , yaitu pada saat masih dalam bentuk janin hingga anak usia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila Panjang atau tinggi badannya berada di minus 2 standar deviasi tinggi anak. Stunting dapat menyebabkan anak tersebut lebih rentan terjangkit penyakit dan mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik. Stunting ini juga disebabkan karena minimnya pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting, keterbatasan perekonomian, dan juga minimnya fasilitas Kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan memberikan kuisioner terkait stunting kepada masyarakat Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar khusunya kelompok Tani Pulai Tarandam dan Kelompok Pengajian Ar- Raudhoh Sasapan dan observasi terhadap anak-anak balita . Temuan dilapangan menunjukkan bahwa masih terdapat anak-anak yang mengalami stunting, karna kondisi tersebutlah diadakan model pemberdayaan masyarakat terintegrasi dalam Upaya pencegahan stunting yang diharapkan akan menurunkan angka stunting pada anak usia dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar menuju 0 stuntin

    Implementasi Gerakan Keuangan Hijau Keluarga Melalui Optimasi Lahan Perumahan, Pengelolaan Limbah Terintegrasi, dan Konservasi Energi

    Full text link
    This programme focuses on the urgency of green finance education at the household level through a Participatory Action Research (PAR) approach. The programme focused on household waste management, limited land use for agriculture, and energy-saving engineering in Akana 4 Housing Estate, Pematang Gajah Village, Muaro Jambi Regency. The results of the programme showed an increase in housewives' participation in waste management activities, farming skills on limited land, and adoption of energy-saving technologies. The programme successfully encouraged behavioural changes, such as waste segregation and energy saving, which had a positive impact on household financial management as well as economic and environmental well-being.Program ini berfokus pada urgensi pendidikan keuangan hijau di tingkat rumah tangga melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program ini fokus pada pengelolaan limbah rumah tangga, pemanfaatan lahan terbatas untuk pertanian, dan rekayasa hemat energi di Perumahan Akana 4, Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi. Hasil program menunjukkan peningkatan partisipasi ibu rumah tangga dalam kegiatan pengelolaan limbah, keterampilan bercocok tanam di lahan sempit, dan adopsi teknologi hemat energi. Program ini berhasil mendorong perubahan perilaku, seperti pemilahan sampah dan penghematan energi, yang berdampak positif pada pengelolaan keuangan rumah tangga serta kesejahteraan ekonomi dan lingkungan

    Penguatan Moderasi Beragama: Revitalisasi Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dimadrasah

    Full text link
    Mistakes in religious education can lead to a misguided understanding in religious practices. Religious teachers, as the primary guides, should master universal values, religious teaching materials, and teaching strategies. On the other hand, teachers also face environmental conditions, facilities, and student environments. Strengthening Religious Moderation is a process of understanding and practicing religious teachings fairly and balancedly to avoid extreme or excessive behavior in its implementation. Therefore, there is a need for research and mentoring for Madrasah teachers through mastering the Strengthening Religious Education Moderation. This service is of great importance for the development of Islamic Higher Education institutions in Indonesia and for institutions or schools under the Ministry. Using the Community-Based Research (CBR) method and carried out over a three-month period, namely October, November, and December 2022 results show that Madrasahs in implementing Religious Moderation Strengthening has significantly improved. The implementation of the Religious Moderation Strengthening program has a positive impact on the school's capacity improvement and its implementation in both curricular and extracurricular activities.Kesalahan dalam pendidikan agama dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam praktik keagamaan. Guru agama sebagai pembimbing utama harus menguasai nilai-nilai universal, bahan ajar agama, dan strategi pengajaran. Di sisi lain, guru juga menghadapi kondisi lingkungan, fasilitas, dan lingkungan siswa. Penguatan Moderasi Beragama merupakan proses pemahaman dan pengamalan ajaran agama secara adil dan seimbang untuk menghindari perilaku ekstrim atau berlebihan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian dan pendampingan terhadap guru Madrasah melalui penguasaan Moderasi Penguatan Pendidikan Keagamaan. Pelayanan ini sangat penting bagi perkembangan lembaga Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia dan bagi lembaga atau sekolah yang berada di bawah Kementerian. Dengan menggunakan metode Penelitian Berbasis Komunitas (CBR) dan dilakukan selama kurun waktu tiga bulan yaitu bulan Oktober, November, dan Desember 2022 hasilnya menunjukkan bahwa Madrasah dalam melaksanakan Penguatan Moderasi Beragama mengalami kemajuan yang signifikan. Penerapan program Penguatan Moderasi Beragama memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas sekolah dan pelaksanaannya baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler

    Gerakan Komunitas Sambatan Jogja (SONJO): Penyelenggaraan Perlindungan Sosial Informal Pada Masa Pandemi COVID-19

    No full text
    The COVID-19 pandemic has changed various sectors, such as the economy, health and education, which has resulted in problems stemming from the hindrances in the activities of the three sectors. Even though it was over, the problems formed during that period remain and require an integrative solution. The government is primarily responsible for overcoming it, but during the pandemic, many grassroots collective works have emerged which have significantly overcome societal problems. One of the forms of this grassroots work is the Sbatan Jogja (SONJO) community. SONJO is a multi-actor movement that, during the pandemic, moved massively to organise informal social protection to reduce social risks due to economic, health and education problems. This research will focus on this issue using a qualitative case study method. Data was obtained based on interviews with SONJO initiators. The results obtained were that SONJO was an intermediary actor in the distribution of informal social protection during the COVID-19 pandemic in DI Yogyakarta.Pandemi COVID-19 membuat perubahan pada berbagai sektor seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang berakibat timbulnya masalah yang berasal dari terhambatnya aktivitas ketiga sektor tersebut . Meskipun telah usai namun masalah yang terbentuk pada masa tersebut masih tersisa dan membutuhkan penyelesaian secara integratif. Pemerintah menjadi penanggungjawab utama dalam mengatasinya, namun selama pandemi banyak bermunculan kerja kolektif yang berasal dari akar rumput yang kemudian secara signifikan mengatasi problem di masyarakat. Salahsatu bentuk kerja akar rumput ini adalah yang komunitas Sambatan Jogja (SONJO). SONJO adalah gerakan multiaktor yang selama pandemi bergerak secara masif untuk ikut serta menyelenggarakan perlindungan sosial informal sebagai upaya pengurangan resiko sosial akibat masalah ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Penelitian ini akan berfokus pada isu tersebut dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus. Data diperoleh berdasarkan wawancara dengan inisiator SONJO. Hasil yang diperoleh adalah bahwa SONJO adalah intermediatory actor dalam distribusi perlindungan sosial informal masa pandemi COVID-19 di DI Yogyakarta

    Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Revitalisasi Bank Sampah Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

    Full text link
    The inadequate management of waste in a region has adverse effects on environmental pollution in that area. The resulting impacts include a decline in health due to disease outbreaks carried by waste, disruptions to aesthetics and comfort, disturbance of ecosystems, and economic losses. Current waste management practices often lack the principles of reduction, reuse, and recycling, leading to negative effects on public health and the environment. Comprehensive and integrated waste management is needed to achieve economic benefits, health for the community, and environmental safety. This study focuses on the revitalization of a Sharia-based Waste Bank (BSS) at Sunan Ampel State Islamic University (UINSA) in Surabaya, Indonesia. The aim is to support the university's commitment to environmental sustainability and implement quality waste management. The research employs a combination of qualitative and quantitative methods, including surveys, focus group discussions, and interviews, to assess the current waste management situation, stakeholders' perceptions, and potential strategies for waste bank revitalization. The study proposes a community-based waste management model through the revitalization of BSS to empower both internal and external stakeholders. This model integrates educational programs, financial incentives, and technological solutions to promote waste reduction, sorting, and recycling. The research contributes to enhancing waste management practices in the university and its surrounding communities while aligning with global sustainability goals.Pengelolaan sampah yang kurang baik dalam suatu wilayah dapat berdampak pada peningkatan pencemaran lingkungan. Dampak yang muncul meliputi penurunan kesehatan akibat penyakit, gangguan estetika, terganggunya ekosistem, dan kerugian ekonomi. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Model pengelolaan akhir (end of pipe) yang umumnya diterapkan belum mengoptimalkan pola 3R, sehingga perlu ditinjau ulang. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya melalui bank sampah, menjadi solusi yang relevan. Artikel ini menganalisis paradigma baru dalam pengelolaan sampah dan fokus pada revitalisasi bank sampah di UIN Sunan Ampel Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif, melibatkan kuesioner, FGD, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sampah di kampus dan sekitarnya belum optimal, terkait pemilahan dan penggunaan bank sampah. Harapan keberlanjutan pengelolaan bank sampah meliputi perbaikan fasilitas dan kegiatan, serta pemberdayaan masyarakat. Model pemberdayaan masyarakat melalui program Green-UKT dan lainnya diusulkan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan efisiensi pengelolaan sampah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan sampah di UIN Sunan Ampel Surabaya dan mendukung implementasi program green campus. Revitalisasi bank sampah diharapkan dapat mendukung komitmen keberlanjutan lingkungan dan mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah sesuai regulasi yang berlaku

    99

    full texts

    110

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Riau Journal of Empowerment
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇