Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TAHSIN WA TAHFIDZ AL-QUR’AN BERBASIS CYBER MEDIA PADA SEKOLAH-MADRASAH DI KAPANEWON NGAMPILAN YOGYAKARTA
Meningkatnya virus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah pusat maupun daerah mengeluarkan berbagai himbauan, peraturan, dan kebijakan yang diberikan kepada masyarakat seluruh Indonesia termasuk juga di Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta. Sangat disesali jika himbauan tersebut masih diabaikan oleh sejumlah orang dengan berbagai alasan. Problem yang terjadi dalam hal ini setelah adanya pandemi Covid-19 banyak sekolah-sekolah yang mengikuti perintah dari Kementerian Pendidikan di Indonesia yaitu dengan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan Media dalam jaringan (Daring). Namun kenyataannya sekolah-sekolah yang ada tidak semuanya siap dengan pembelajaran model seperti itu, pun tidak semua mata pelajaran bisa dengan mudah dilakukan pembelajaran daring, khususnya pembelajaran tahsin wa tahfidz al-Qur’an. Dengan menganalisis permasalahan yang ada maka kami melakukan program Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Tahsin wa Tahfidz Al-Qur’a Berbasis Cyber Media Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19. Program pendampingan ini sangat penting dalam hal kegiatan belajar mengajar di karenakan sebagai bentuk upaya solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana juga diharapkan mampu mencegah penularan covid -19. Program Pendampingan ini mengajak siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka dengan mempercepat mereka dalam menguasai teknologi pembelajaran secara digital adalah suatu kebutuhan bagi mereka
Kue Kopi (Ku-Kopi) Sebagai Produk Alternatif Olahan Kopi Berbasis Potensi Geoekonomi
The commodity of coffee in Indonesia was first recognized and brought by the Dutch to be cultivated on the island of Java. Coffee production in Indonesia is a superior product in several regions, including in Jember Regency, East Java. However, the abundant coffee production, unfortunately, is only sold for coffee or its raw materials. In addition, the main problems of coffee farmers include coffee quality, capital, and marketing. Even though the potential for coffee in Silo District is the largest supplier in Jember Regency, breaking the 40% mark. The research method uses Aset Based Community Development (ABCD) by utilizing geographical assets of regional natural resources and economic assets in the area of Pace Village, Silo District, Jember Regency. The goals in this community engagement are (1) knowing the potential of Pace Village, and (2) being able to make alternative products for processed coffee cakes. The results of community engagement, namely processed coffee products in the form of coffee cakes, are an alternative to increasing the economic value and potential branding of coffee in Pace Village.Komoditas kopi di Indonesia pertama kali dikenalkan dan dibawa oleh Belanda untuk dibudidayakan di Pulau Jawa. Produksi kopi di Indonesia menjadi produk unggulan di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun produksi kopi yang melimpah itu, sayangnya hanya dijual kopinya saja atau bahan mentahnya. Selain itu, permasalahan utama petani kopi meliputi masalah kualitas kopi, permodalan, dan pemasaran. Padahal potensi kopi di Kecamtan Silo menjadi penyuplai terbesar di Kabupaten Jember, menembus angka 40%. Maka perlu inovasi untuk membuat produk olahan yang dapat mengangkat nilai ekonomi dari kopi itu sendiri. Metode penelitian menggunakan Aset Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan aset geografis sumberdaya alam wilayah dan aset ekonomi di wilayah Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dalam pengabdian ini yaitu (1) mengetahui pemetaan potensi Desa Pace, dan (2) mampu membuat produk alternatif olahan kue kopi. Hasil pengabdian yaitu pengembangan potensi Desa Pace diarahkan sesuai dengan aset sumber daya alam dan aset ekonomi, yaitu peningkatan dan pengelolaan kopi. Produk olahan kopi berupa kue kopi menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai ekonomi dan branding potensi kopi di Desa Pace
Pelatihan Vokasional Bagi Penyandang Disabilitas Mental: Evaluasi Reaksi dan Pembelajaran
People with mental disorders have difficulty finding work, even though they have gone through rehabilitation. Providing vocational training is an effort to help them gain skills to be independent. The evaluation process is very important to carry out in order to see the challenges and successes of the training. The aim of this research is to evaluate vocational training, especially stamp batik skills, through reactions and learning with participants with mental disorders. The research method uses qualitative with a case study approach in batik training with stamping techniques for people with mental disorders at the Jiwa Layang Foundation in the category of residual schizophrenia. The results of the training showed that in the evaluation of the participants' reactions in following the entire training were in the very good category, even though the participants were less focused in paying attention. Meanwhile, at the learning evaluation stage, participants got results in the good category. However, participants were less skilled in making stamping tools. The use of the learning by doing method is a success factor, such as the teaching method used, the work process is carried out in groups and mentoring by instructors. Instructors and assistants must be able to maintain participants' enthusiasm which tends to decrease due to fatigue due to long periods of time. Participants still have to work in groups because making batik requires working in groupsPenyandang gangguan mental mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan, meskipun telah melalui rehabilitasi. Memberikan pelatihan vokasional menjadi sebuah upaya dalam membantu mereka mendapatkan keterampilan untuk bisa mandiri. Proses evaluasi menjadi sangat penting untuk dilakukan agar dapat melihat tantangan dan keberhasilan pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelatihan vokasional khususnya keterampilan membatik cap melalui reaksi dan pembelajaran dengan peserta penyandang gangguan mental. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pelatihan membatik dengan teknik cap bagi Penyandang Gangguan Mental di Yayasan Jiwa Layang dengan kategori skizofrenia residual. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada evaluasi reaksi peserta dalam mengikuti seluruh pelatihan dalam kategori sangat baik, meskipun peserta kurang fokus dalam memperhatikan. Sedangkan pada tahap evaluasi pembelajaran peserta mendapatkan hasil dengan kategori baik. Namun, peserta kurang terampil dalam membuat alat cap. Pengguaan metode learning by doing menjadi faktor keberhasilan seperti pada metode ajar yang digunakan menggunakan metode, proses kerja dilakukan secara berkelompok dan pendampingan oleh instruktur. Instruktur dan Pendamping harus mampu mempertahankan semangat peserta yang cenderung menurun akibat kelelahan karena waktu yang cukup lama, Peserta masih harus bekerja secara kelompok karena membatik dibutuhkan bekerja secara kelompok
Pemetaan Potensi Desa Aur Sati Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Mapping village potential is an important aspect of sustainable rural development. It allows village governments and communities to optimize resource management and improve community welfare. In general, community service activities are designed into three stages, namely preparation, activity implementation, and evaluation and aim to conduct comprehensive village potential mapping. The community service activities involve active participation of the community and village officials in Focus Group Discussions (FGDs) to identify, document, and map all aspects of village potential. This method aims to empower village communities in regional development by producing comprehensive data on existing village potential. The resulting village potential map becomes an invaluable tool for village governments in sustainable development planning and village asset management. Through this village potential mapping, Aur Sati Village is expected to optimize its opportunities to improve community welfare and develop its regional characteristics, including tourism, agriculture, and fisheries potential.
Pemetaan potensi desa merupakan aspek yang penting dalam pengembangan pedesaan yang berkelanjutan. Hal ini memungkinkan pemerintah desa dan masyarakat dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dirancang menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi dan bertujuan untuk melakukan pemetaan potensi desa secara komprehensif. Kegiatan pengabdian melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan perangkat desa dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memetakan semua aspek potensi desa. Metode ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam pengembangan wilayah dengan mengasilkan data yang komprehensif tentang potensi potensi desa yang ada. Peta potensi desa yang dihasilkan menjadi alat yang sangat berharga bagi pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengelolaan aset desa. Melalui pemetaan potensi desa ini, Desa Aur Sati diharapkan dapat mengoptimalkan peluangnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan ciri khas wilayahnya, termasuk potensi pariwisata, pertanian, dan perikanan
Meningkatkan Literasi Digital Peserta didik: Strategi Edukasi Anti-Hoaks di Media Sosial
The rapid development of communication technology goes hand in hand with the increase in hoax information that reaches the community, including in the environment of students. Therefore, critical thinking is needed to analyze information, namely by increasing digital literacy among students. In simple terms, digital literacy is the ability to understand and evaluate, so that the information accessed is correct and safe using digital technology. This community service aims to improve the digital literacy of students through anti-hoax strategies on social media. The community service was carried out at Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Manar on December 5, 2022, by using lecture and open discussion methods involving 40 students who were given a pre-test before the activity was carried out and a post-test after the activity. The results showed that 90% of students had received hoax news whereas during the pre-test 77.5% of students involved in this socialization activity had not been able to distinguish between hoax news and real news. However, after the digital literacy socialization activities, the post-test results showed 97.5% of students were able to distinguish hoax news on social media and were familiar with the term digital literacy.Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat memiliki korelasi dengan meningkatnya informasi hoaks yang sampai kepada masyarakat, termasuk di lingkungan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pemikiran kritis untuk menganalisis informasi yaitu dengan upaya peningkatan literasi digital dikalangan peserta didik. Secara sederhana literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi, sehingga informasi yang diakses benar dan aman dengan menggunakan teknologi digital. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kepada peserta didik dalam strategi anti hoaks di media sosial. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Manar pada tanggal 5 Desember 2022 dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi secara terbuka dengan melibatkan peserta sebanyak 40 peserta didik yang diberikan pre-test sebelum kegiatan dilakukan dan post-test setelah kegiatan. Hasil menunjukkan 90% peserta didik pernah mendapatkan berita hoaks dimana saat pre-test 77,5% peserta didik yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi ini belum mampu membedakan antara berita hoaks dengan berita asli. Namun setelah kegiatan sosialisasi literasi digital, hasil post-test menunjukkan 97,5% peserta didik sudah mampu membedakan berita hoaks di media sosial dan sudah mengenal istilah literasi digital
Mitigasi Bencana Banjir di Desa Buluhcina Melalui Edukasi Sampah dan Pencemaran Lingkungan Kepada Siswa SDN 001 Buluhcina
Flooding is a natural disaster that often occurs in Buluhcina Village. This disaster resulted in many multi-sectoral damages, ranging from health, economic and infrastructure problems. Therefore, it is necessary to carry out educational activities to increase knowledge, stimulate changes in attitudes, and direct people's behavior towards waste, pollution and environmental conservation. The educational activities carried out are focused on elementary school students who are often not involved in flood disaster mitigation efforts in Buluhcina Village.Banjir adalah bencana alam yang sering terjadi di Desa Buluhcina. Bencana ini mengakibatkan banyak dampak multisektoral, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, serta infrastruktural. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, menstimulasi perubahan sikap, dan mengarahkan perilaku masyarakat terhadap sampah, pencemaran, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan edukasi yang dilakukan difokuskan kepada siswa-siswi SD yang kerap luput dilibatkan dalam upaya mitigasi bencana banjir di Desa Buluhcina
Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terhadap Peningkatan Kapasitas Aparat Desa Dalam Hal Menyusun Peraturan Desa
Community Service Activities to Build a Law Aware Village is an Independent Learning Independent Campus activity owned by the Law Study Program. The problem that partners have is the inability to compile village regulations and academic texts and determine the priority scale of what village regulations will be prepared by the village. So with the initial problem, the Community Service Team made a proposal by conducting counseling and mentoring through 6 (six) students involved in the Merdeka Belajar Kampus Merdeka Integrated Work Lecture. In addition to counseling carried out by competent teams and resource persons, students are given knowledge and skills to be able to assist the village in the preparation of academic manuscripts and draft village regulations. Through this mentoring activity, two draft village regulations related to Customary Villages and Tourism Villages were obtained.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Desa Sadar Hukum merupakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unggulan yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu Hukum. Permasalahan yang dimiliki oleh mitra adalah kekurang mampuan dalam menyusun peraturan desa dan Naskah Akademik serta menentukan skala prioritas peraturan desa apa yang akan disusun oleh desa. Maka dengan adanya permasalahan awal tersebut Tim Pengabdian Kepada Masyarakat melakukan usulan dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan melalui mahasiswa sebanyak 6 (enam) orang yang terlibat didalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kuliah Kerja Nyara Terpadu. Selain penyuluhan yang dilakukan Tim dan narasumber yang berkompeten, mahasiswa diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat mendampingi desa dalam hal penyusunan naskah akademik dan draf peraturan desa. Melalui kegiatan pendampingan ini didapatkan dua draf naskah peraturan desa terkait dengan Desa Adat dan Desa Wisata
Business Identification Number (NIB) Registration Assistance through PAR Approach for MSME Development
As a form of granting licenses for the implementation of business activities, the legality issued by the authorities to business actors has an important role. The majority of business actors who do not have business legality are caused by limited knowledge and understanding of the level of importance of legality. This also happens to business actors and/or MSMEs in RW 005 Selapajang Jaya Village, Neglasari District, Tangerang City. This service aims to answer problems related to problems that arise, especially to be able to provide understanding in terms of the importance of having business legality and provide assistance regarding business legality. This method of service is carried out with Participatory Action Research (PAR). The implementation of this activity was carried out by the 2023 Syekh-Yusuf Islamic University Tangerang Community Work Lecture team (KKK Ramadhan UNIS 2023) consisting of 10 people. The result obtained from this activity is an increase in understanding from business actors in RW 005 Selapajang Jaya Village, Tangerang City in terms of the importance of having business legality. Assistance in terms of Business Identification Number (NIB) management for business actors who do not have an NIB has also been carried out
Hidroponik Wick System Sebagai Alternatif Budidaya Sayur-Sayuran di Wilayah Pesisir Desa Laikang Kabupaten Takalar
Laikang village is the villages on the coast with a sandy and marginal soil environment, so it is not suitable for vegetable cultivation. The hydroponic wick system technology allows people in Laikang Village to be able to cultivate vegetables in their own yard. This community service aims to provide training on vegetable cultivation and how to make a hydroponic wick system by utilizing plastic bottle waste. This activity is carried out in 3 stages, namely the survey and socialization stage, the training stage, and the monitoring and evaluation stage. From the evaluation, there is an increase in the knowledge and skills of the participants regarding the theme of the activity. The evaluation results also showed that the implementation of this activity was in accordance with community expectations, with the level of satisfaction of training participants at 87%, participants' interest in the training theme at 89%, and the level of conformity with community expectations at 82%. The results of monitoring activities also show the continuity of cultivation activities that are still occupied by the people of Laikang Village to this day.Desa Laikang merupakan salah satu desa di pesisir pantai dengan lingkungan tanah berpasir dan marginal, sehingga tidak cocok untuk budidaya sayuran. Teknologi hidroponik wick system memungkinkan masyarakat di Desa Laikang untuk dapat membudidayakan sayuran di pekarangannya sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan budidaya sayur-sayuran dan cara membuat hidroponik wick system dengan memanfaatkan limbah botol plastik. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu tahap survei dan sosialisasi, tahap pelatihan, serta tahap monitoring dan evaluasi. Dari evaluasi kegiatan, terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait tema kegiatan. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sudah sesuai dengan harapan masyarakat, dengan tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap kegiatan yang dilaksanakan sebesar 87%, ketertarikan peserta terhadap tema pelatihan sebesar 89%, dan tingkat kesesuaian harapan masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan sebesar 82%. Hasil kegiatan monitoring juga menunjukkan keberlangsungan kegiatan budidaya yang masih ditekuni masyarakat Desa Laikang hingga saat ini
Pelatihan Pidato Bahasa Jawa untuk Memperkuat Literasi Bahasa Daerah di Desa Sriwedari Kabupaten Magelang
Javanese is a language that is widely spoken in addition to other regional languages, including in Sriwedari Village Salaman District Magelang Regency Central Java. The use of Javanese among the people of Sriwedari Village, especially the younger generation, has a problem, namely the low level of Javanese literacy. This is based on observations in each hamlet in Sriwedari Village stating that young people in Sriwedari Village do not understand more deeply about Javanese and Javanese speech, while in community activities using Javanese. Therefore, there is a need for Javanese speech training in Sriwedari Village. The purpose of this service is to improve Javanese literacy skills, especially in terms of speaking so that it is expected to foster a sense of love for the nation's culture. The method used in this training begins with lectures, demonstrations, questions and answers, and evaluation. The result of the service program is to produce the next generation of the nation who can preserve the Javanese language through Javanese speech.Bahasa Jawa merupakan bahasa yang banyak dituturkan selain bahasa daerah lainnya, termasuk di Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Penggunaan Bahasa Jawa di kalangan masyarakat Desa Sriwedari khususnya generasi muda ternyata mengalami masalah yaitu rendahnya tingkat literasi Bahasa Jawa. Hal ini didasarkan pada observasi di setiap dusun di Desa Sriwedari menyatakan bahwa anak muda yang ada di Desa Sriwedari belum memahami lebih mendalam mengenai Bahasa Jawa dan pidato Bahasa Jawa, sedangkan dalam kegiatan kemasyarakatan menggunakan Bahasa Jawa. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya pelatihan pidato Bahasa Jawa di Desa Sriwedari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Jawa khususnya dalam hal berbicara sehingga diharapkan semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini diawali dengan ceramah, peragaan, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian yaitu mencetak generasi penerus bangsa yang dapat melestarikan Bahasa Jawa dengan melalui pidato Bahasa Jawa