Berkala Arkeologi (E-Journal)
Not a member yet
    819 research outputs found

    KEBIJAKAN PENYELAMATAN SITUS WONOBOYO

    No full text
    Pada tanggal 17 Oktober 1990 di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, telah ditemukan dengan tidak sengaja, benda-benda purbakala yang terbuat dari emas, perak dan keramik. Benda-benda purbakala tersebut dlperkirakan berasal dari awal abad IX, hal ini didasarkan bentuk huruf tulisan singkat (Jawa Kuna) pada mangkuk, dan gambaran yang sama bila dibandingkan dengan relief Ramayana di Candi Prambanan (penggambaran tokoh-tokoh secara naturalis dan frontal). Disamping guci yang digunakan sebagai wadah benda-benda emas, yang dlklasifikasikan sebagat guci dinasti Tang. Temuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) jenis yaitu, kelompok wadah, perhiasan, mata uang, dan guci

    FRONTMATTER BERKALA ARKEOLOGI VOL. 10 NO. 1 MARET 1989

    No full text

    IN SEARCH OF POLYNESIAN ORIGINS: WITH SPECIAL REFERENCE TO LAPITA CULTURE

    No full text
    The islands of Polynesia make up the largest group among the islands in the Pacific ocean. This group, in fact, consist of many islands forming a triangle. The main groups in the west are the Tongan, and Samoan and Ellice groups. The Cook, Society and Tuamotus lie in the east, with Easter Island as a far-off isolate, while the Hawaiian Islands and New Zealand are separated to the north and south respectively of the main west-east belt. The location of these islands between Asia in the west, Australia in the south and South America continent in the east is of considerable significance to the peopling and cultural development of the region. Many scholars have therefore been led to postulate the route of human movement into these scattered islands. Archaeological and anthropological researches have been carried out within the area to determine where the Polynesians originally come from. Various hypotheses have been proposed thereafter

    MENUJU PERUMUSAN PERAN SERTA ARKEOLOGI DALAM PELAKSANAAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN

    No full text
    Selama ini dampak negatif terhadap segala bentuk tinggalan arkeologis masih sepenuhnya merupakan biaya (cost) eksternal dari kegiatan pembangunan yang mengakibatkannya, serta menjadi beban sepenuhnya bagi pihak pengelola benda cagar budaya. Artinya, manfaat dan dampak negatif suatu kegiatan pembangunan, masing-masing dirasakan oleh sebagian anggota masyarakat yang berlainan. Dalam skala makro kepentingan nasional, biaya yang diperhitungkan atas resiko tersebut seringkali cukup besar, atau bahkan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. Hal ini dapat terjadi karena tinggalan arkeologi sebagai benda cagar budaya memiliki nilai yang tinggi dan kerapkali tidak dapat dihitung dengan jumlah nilai tukar tertentu

    LUKISAN DINDING GOA SEBAGAI SALAH SATU UNSUR UPACARA KEMATIAN

    No full text
    Lukisan dinding gua merupakan salah satu hasil budaya Prasejarah yang menarik. Basil budaya ini terdapat di berbagai tempat di dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, lukisan dinding gua pada umumnya ditemukan di daerah Indonesia bagian timur, yaitu di Sulawesi, Maluku, Timor dan Irian Jaya. Bentuk-bentuk yang dilukiskan sangat beragam baik, yang digambar secara naturalistis, dengan garis-garis sederhana, maupun abstrak

    CATATAN SINGKAT MENGENAI UNSUR PERKOTAAN DI BLEGA

    No full text
    Suatu obyek menarik dalam penulisan sejarah Indonesia kuna berkaitan dengan masalah pemukiman. Pemukiman merupakan lingkungan tempat manusia hidup serta melakukan berbagai macam aktifitas. Atau lebih lengkap lagi, pemukiman dapat berarti sebagai tempat, ruang atau daerah tempat manusia berkumpul dan hidup bersama dengan memanfaatkan lingkungannya dalam mempertahankan, melangsungkan, dan mengembangkan hidupnya (Geertz, 1981: 53). Peninjauan arkeologi di Blega, Madura telah dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 1982 berdasarkan informasi yang diberikan oleh Naroedji Achmad dan Basori, Staf Unit Pemugaran Makam Aermata

    BACK COVER

    No full text

    PREFACE VOL. 1 NO. 1 1980

    No full text

    DOLMEN'S DECORATION PATTERNS IN SUMBA, INDONESIA

    No full text
    In this article, An Introduction to a Unique Culture of Sumba, HB. Mude assumed that the first settlers of Sumba came by boat from Malaka, Singapore, Riau, Java, Bali, Sima, Rote and Sabu, under the leadership of Umbu Mandoku and his wife, Rambu Humba. To honour his wife, the island was named Humba or Sumba. Sumba consists of West and East Regency. The climate is relatively hot with short rainy season and prolonged dry period. Sumba is a typical karst region, and bordered by the alluvial plain of Melolo areas, from where the river Melolo now flows eastward

    LUKISAN MANUSIA DI PULAU LOMBLEN, FLORES TIMUR (TAMBAHAN DATA HASIL SENI BERCORAK PRASEJARAH)

    No full text
    Dalam masa prasejarah Indonesia, hasrat manusia untuk mengekspresikan keindahan, muncul ketika manusia mulai hidup semi menetap di dalam gua-gua. Ekspresi keindahan tersebut, dituangkan dalam bentuk seni lukis, yang diterapkan pada dinding-dinding gua atau dinding-dinding batu. Hasil seni di atas selain sebagai usaha untuk mengekspresikan keindahan dimungkinkan pula sebagai ekspresi yang menggambarkan pengalaman, perjuangan, dan harapan hidupnya. Lukisan itu pada umumnya dibuat dengan warna merah, kemudian warna hitam, dan warna putih. Obyek yang dilukis 'antara lain berupa; cap-cap tangan, babi rusa, binatang melata, perahu dan lain sebagainya

    0

    full texts

    819

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Arkeologi (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇