Berkala Arkeologi (E-Journal)
Not a member yet
819 research outputs found
Sort by
AKUMULASI SISA FAUNA DARI SATUAN RUANG MIKRO SITUS MEDOWO
Situs Medowo adalah sebuah sisa pusat hunian kuna yang bercorak Indonesia klasik. Temuan keramik import menandai periodesasi situs yang kurang lebih sejaman dengan fase Majapahit. Pada survei sistematik di permukaan Situs Medowo yang dilakukan baik pada tahun 1987 maupun 1990, tulang (hewan) merupakan temuan yang minor sifatnya (Kusumohartono, 1990). Namun penyingkapan lahan secra vertikal menunjukkan bahwa akumulasi tulang di bawah permukaan tanah cukup tinggi frekuensinya
FORMASI TINGGALAN BUDAYA PERMUKAAN SITUS MEDOWO
Potensi situs Medowo dikenali berdasarkan peninjauan arkeologik oleh Balai Arkeologi Yogyakarta pada bulan Agustus 1986. Di permukaan situs dijumpai berbagai tinggalan arkeologik, di antaranya tembikar, bata, terakota, keramik asing, lumpang batu, dan batu calon prasasti andesitik, yang sepintas memperlihatkan corak budaya Indonesia kuna (klasik). Berbagai tinggalan tersebut tersebar di area yang relatif luas dan merupakan petunjuk bahwa situs Medowo pernah berfungsi sebagai lokasi suatu pusat kegiatan pada periode Indonesia kuna
PENGANALISAAN WILAYAH DAN PERTUMBUHAN KEBUDAYAAN TINGGI DI SUMATRA SELATAN
Walaupun seorang ahli arkeologi t-erkenal pernah mengemukakan suatu hipotesa bahwa pusat kerajaan Sriwijaya mungkin tidak terletak di sekitar kota Palembang, Sumatra Selatan,1! namun kebanyakan data arkeologi masih mendukung kesimpulan banwa daerah sekitar Bukit Seguntang dan pertemuan antara Sungai Musi, Ogan, dan Komering, tidak terlalu jauh dari suatu kraton di antara tahun 682 sampai 1082 Mt. Di dalam karangan ini akan dipegang suatu asumsi bahwa daerah sekitar Palembang pernah merupakan suatu pusat kekuasaan politik pada awal masa Klas1k, yang dikenal dengan nama Sriwijaya.
 
Identification of potential cave occupation sites on the western part of the karstic Rembang Zone: Identifikasi potensi situs hunian gua di karst Zona Rembang bagian barat
Kawasan karst Zona Rembang bagian barat di Pati dan Grobogan adalah segmen karst Jawa utara yang belum banyak diteliti secara arkeologis. Artikel ini membahas potensi situs gua hunian di karst Pati dan Grobogan. Data untuk artikel ini diperoleh melalui survei lapangan, sedangkan analisisnya menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan sebagai filter data sebelum analisis kuantitatif. Metode kuantitatif menggunakan variabel aksesibilitas, morfologi, dan kandungan data arkeologis yang menghasilkan penilaian potensi arkeologi di tiap situs yang diteliti. Melalui analisis tersebut dapat diketahui bahwa segmen karst di Pati, terutama daerah Kecamatan Sukolilo, memiliki potensi yang lebih tinggi daripada karst di Kabupaten Rembang dan Grobogan. Terdapat lima situs gua yang memiliki potensi hunian prasejarah dari 29 gua yang ditemukan selama survei. Lokasi lima situs tersebut tersebar di kawasan perbukitan karst sisi utara, yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pati