Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) dengan Metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP)
Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) merupakan tanaman endemik yang tumbuh di wilayah Papua. Berdasarkan penelitian sebelumnya buah merah mengandung beberapa senyawa aktif dengan kadar yang cukup tinggi, diantaranya karotenoid, tokoferol, betakaroten, α tokoferol, serta asam lemak seperti asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan asam dekanoat. Kandungan tokoferol yang cukup tinggi dalam buah merah memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas antioksidan ekstrak etanol buah merah (Pandanus conoideus Lam.) dengan metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). Sebanyak tiga replikasi ekstrak etanol buah merah diukur kapasitas antioksidannya dengan menggunakan larutan standar α-tokoferol pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 757 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sampel ekstrak etanol buah merah (Pandanus conoideus Lam.) memiliki aktivitas total antioksidan dengan aktivitas sebesar 1,392 x 10-3 g ATE/g ekstrak
Uji Nefroterapi Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) dengan Parameter Ureum Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Gentamisin
Kerusakan pada ginjal disebabkan peningkatan stress oksidatif dari zat kimia. Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile.) mengandung flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek nefroterapi ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) dengan parameter ureum pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi gentamisin. 18 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, Kontrol negatif (gentamisin 80 mg/kgBB), kontrol positif (Suplemen asam amino), dan kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) masing-masing dosis 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB. Model hewan nefrotoksik dibuat dengan penginduksian gentamisin 80 mg/kgBB secara intraperitonial selama 8 hari dilanjutkan dengan terapi ekstrak etanol daun afrika selama 14 hari. Selanjutnya, pengukuran kadar ureum tikus dilakukan dengan human analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun afrika dosis 500 mg/kgBB memiliki efek nefroterapi yang paling efektif dalam menurunkan kadar ureum tikus putih janta
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pada Ibu Hamil terhadap Hubungan Seksual di RSIA Siti Khadijah I Makassar: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pada Ibu Hamil terhadap Hubungan Seksual di RSIA Siti Khadijah I Makassar
Hubungan seksual merupakan kebutuhan primer bagi pasangan suami istri. Namun, banyak pasangan yang berbeda pendapat tentang seks selama kehamilandisebabkan rasa cemas dari masing-masing pasangan. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamilterhadap hubungan seksual. Penelitian ini dilakukan di RSIA Siti Khadijah I Kota Makassar sejak bulan september sampai dengan bulan Oktober 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berada di RSIA Sitti Khadijah I Kota Makassar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acidental sampling. Hasil penelitian menunjukkansebagian besar responden memiliki usia dalam kategori berisiko sebanyak 65,7%. Hasil uji statistik diperoleh X2 hitung (7,672) lebih besar X tabel (5,991) dan nilai p value = 0,024 lebih kecil nilai α = 0,05. sebagian besar responden memiliki Umur Kehamilan dalam kategori berisiko sebanyak 53,7%. Hasil uji statistik diperoleh X2 hitung (13,449) lebih besar X tabel (5,991) dan nilai p value = 0,001 lebih kecil nilai α = 0,05. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat memasukkan dalam KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mengenai aktivitas seksual sehingga diharapkan semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya tidak mengalami kecemasan
Analisis Perbedaan Waktu Transportasi Mukosiliar Hidung Pada Perokok dan Non Perokok dengan Uji Sakharin di Universitas Muslim Indonesia
Hidung secara fisiologis memiliki fungsi misalnya sebagai penyaring yang berguna membersihkan udara inspirasi dari debu, bakteri, dan virus melalui suatu mekanisme yang disebut Transport Mucociliary System (TMS). Mekanisme TMS ini berfungsi untuk pertahanan sistem respirasi bagian atas maupun bagian bawah dengan cara membentuk gelombang sapuan pada benda-benda asing seperti debu dan bahkan mikroorganisme yang terperangkap di palut lendir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan waktu transportasi mukosiliar hidung pada perokok dan non-perokok. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sakharin yang memiliki tingkat kemanisan 700 kali lebih manis dari pada gula biasa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional. Teknik \pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah jenis non-probability, yaitu consecutive sampling. Penelitian ini melibatkan 50 orang subjek penelitian yang dibagi rata menjadi 2 kelompok, 25 orang subjek perokok dan 25 subjek nonperokok. Semua subjek akan dilakukan wawancara berupa kuesioner lalu menguji waktu transportasi mukosiliar hidungnya dengan menggunakan uji sakharin. Hasil dari penelitian ini didapatkan rerata waktu transportasi mukosiliar hidung pada nonperokok, yaitu 24.67 ± 5.36 menit dan rerata waktu transportasi mukosiliar hidung pada perokok, yaitu 9.42 ± 5.04 menit. Didapatkan juga hasil rerata waktu transportasi mukosiliar hidung pada perokok ringan, yaitu 24.2 ± 5.4 menit dan rerata waktu transportasi mukosiliar hidung pada perokok sedang, yaitu 27.9 ± 3.94 menit. Dapat disimpulkan bahwa didapatkan perbedaan waktu transportasi mukosiliar hidung pada perokok dan non-perokok dimana waktu transportasi mukosiliar pada perokok lebih memanjang
Sumber Koping Pada Ibu yang Mengalami Baby Blues Syndrome di RS. Elim Rantepao
Baby blues syndrome tergolong gangguan psikologis ringan yang kadang dialami oleh ibu postpartum. Untuk mengatasi baby blues syndrome, ibu dapat mengadopsi mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pada ibu yang mengalami baby blues syndrome di Rumah Sakit Elim Rantepao. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan terdiri dari 5 informan utama yaitu ibu yang mengalami baby blues syndrome, 3 partisipan pendukung (keluarga), dan 1 partisipan kunci (bidan yang merawat). Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa cara ibu menanggulangi stress amat bergantung pada sumber yang tersedia, seperti dukungan keluarga yang dijadikan ibu sebagai sumber koping yang terbesar, selain itu keyakinan spiritual, dukungan sosial, keseimbangan energy dan materi, juga dijadikan Ibu sebagai sumber kopingnya. Namun ada hal yang berbeda yang didapatkan, yaitu adanya belief atau kepercayaan dimana ibu melakukan ritual atau mempercayai mitos untuk mendapatkan ketenangan. Seperti mempercayai bahwa meminum air yang didoakan akan memberikan ketenangan pada Ibu, ada juga yang dimandikan sambil didoakan yang dipercaya dapat membuang aura-aura buruk serta memberikan ketenangan pada Ibu, kemudian ada juga kepercayaan yang dilakukan dengan cara meletakkan tumbuhan putri malu di bawah bantal anak agar anak tidak merepotkan ibu, dan ibu bisa lebih tenang beristirahat. Untuk itu dalam menghadapi baby blues syndrome, sangat diperlukan dukungan dari sumber koping agar kondisi ibu tidak berlanjut pada gangguan yang lebih berat
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil
Kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi diukur dari ketepatan jumlah tablet zat besi yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet zat besi, frekuensi konsumsi tablet zat besi perhari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simeulue Timur Tahun 2018. Desain penelitian dilakukan secara survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu hamil trimester II dan III yang mendapatkan tablet Fe sebanyak 255 orang dan Sampel yang digunakan sebanyak 72 orang yang mendapatkan tablet Fe dengan menggunakan sampel acak sistematis dan teknik sampel acak sederhana. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, analisis multivariat dengan uji regresi berganda binary. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi-square, Ada pengaruh faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil α = 0.05 diperoleh hasil yaitu nilai p pengetahuan = 0.036 nilai p sikap = 0.003, nilai p dukungan keluarga = 0.013, dan nilai p dukungan tenaga kesehatan = 0.012. Berdasarkan analisis multivariat diketahui variabel sikap paling dominan memengaruhi kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil dengan nilai p = 0.001 dan Exp (B) = 10.579. Oleh karena itu, ibu hamil trimester II dan trimester III perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe dan diharapkan peran aktif keluarga serta tenaga kesehatan untuk tindakan pencegahan terjadinya anemia pada ibu hamil
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal di Klinik Niar Medan Tahun 2018
Ruptur perineum disebabkan paritas, jarak kehamilan, umur ibu, berat badan bayi, ekstraksi vakum, trauma alat dan episiotomi. Berdasarkan data World Health Organization(WHO) terjadi 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin. Angka ini diperkirakan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. Penelitian ini untuk mengetahui Fotor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Klinik Pratama Niar Medan Tahun2018. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan CrossSectional, pengambilan sampel menggunakan total population dengan teknik pengumpulan data dari rekam medik dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Penelitian ini di uji dengan Chi Square, data yang diperoleh dengan data skunder dari hasil uji statistc menunjukkan ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum dengan p=value 0,037(p=0,04), hubungan berat badan bayi dengan ruptur perineum dengan p=value 0,041(p=0,041) dan hubungan Paritas dengan ruptur perineum dengan p=value0,003(p=0,003). di Klinik Pratama Niar Medan Tahun 2018.Berdasarkan uji regresilogistikvariabel BBL memiliki hubungan erat terhadap ruptur perineum dengan nilai sig 0,61, nilai Exp(B)/OR terbesar 2,510 yang artinya BBL sangat berpengaruh atau berpeluang 2,510 kali dapat menyebabkan terjadinya ruptur perineum. Hasil analisis data dan pembahasan bahwa ada hubungan Umur Ibu, Berat Badan Bayi dan Paritas dengan Ruptur Perineum pada persalinan normal
Isolasi Dan Uji Aktivitas Anti Bakteri Fungi Endofit Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Dalam Menghambat Bakteri Penyebab Karies Gigi
Cengkeh merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Cengkeh, selain dikenal sebagai penyedap makanan, juga memiliki khasiat sebagai analgesik, bakteriostatik, dan mengobati kejang perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memperoleh profil kromatogram dari bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap bakteri penyebab infeksi karies gigi. Pencarian senyawa bioaktif dalam penelitian ini adalah mengisolasi fungi endofit pada bunga cengkeh lalu dimurnikan dan diuji secara makroskopik. Kemudian dilakukan uji skrining lalu dilanjutkan fermentasi selama 21 hari menggunakan medium Potato Dextrose Broth untuk dipisahkan supernatan dan miselia, kemudian diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat untuk mendapatkan ekstrak etil asetat. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode KLT-Bioutografi menggunakan eluen etil asetat : n-heksan (4 : 1). Hasil dari penelitian ini diperoleh lima isolat fungi endofit yang aktif terhadap bakteri Streprococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Isolat yang memiliki aktivitas terbesar, yaitu isolat dengan kode IFBC-01. Hasil dari KLT-Bioautografi diperoleh satu bercak dengan nilai rf : 0.67 yang berarti memiliki aktivitas antibakteri
Budaya Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Majene
Budaya keselamatan pasien merupakan suatu hal yang penting karena membangun budaya keselamatan pasien merupakan suatu cara untuk membangun program keselamatan pasien secara keseluruhan. Temuan awal diketahui angka infeksi nosokomial telah mencapai rerata 3.74%, sedangkan standar acuan Depkes RI 2008 adalah kurang dari 1.5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya keselamatan pasien dengan menganalisis hubungan pola komunikasi, sistem pelaporan insiden (organisasi pembelajar), kerjasama tim, pendidikan dan pelatihan, iklim kerja, komitmen pimpinan, dan no blaming culture dengan budaya keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene, dengan jumlah sampel sebanyak 226 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan komitmen pimpinan, kerjasama tim, komunikasi, iklim kerja, no blaming culture, pelaporan insiden, pendidikan dan pelatihan dengan budaya keselamatan pasien. Jajaran Pimpinan dan staf rumah sakit harus membangun keselamatan pasien, membangun sistem, serta mengimplementasikan seluruh prosedur operasional terkait keselamatan pasien
Keikutsertaan Wanita Pasangan Usia Subur (Pus) Dalam Penggunaan Kb IUD
Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dikarenakan rendahnya cakupan peserta KB. Salah satunya adalah rendahnya penggunaan KB IUD yang hanya 4.7%, yang dapat disebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat jangka panjang dari KB IUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan wanita pasangan usia subur dalam penggunaan KB IUD. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan. Sampel penelitian ini adalah peserta KB aktif dengan pengambilan sampel secara accidental sampling dengan jumlah 87 sampel. Penelitian ini memperlihatkan hasil bahwa pengetahuan dengan nilai p (0.000), paritas dengan nilai p (0.031), pendidikan dengan nilai p (0.022), pendapatan dengan nilai p (0.021), dan dukungan suami dengan nilai p (0.000) berhubungan dengan keikutsertaan wanita pasangan usia subur dalam penggunaan KB IUD. Pengetahuan dan dukungan suami memiliki hubungan kuat dengan keikutsertaan wanita pasangan usia subur dalam penggunaan KB IUD