Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sebelum Melaut pada Nelayan Penangkap Ikan di Kelurahan Lappa Kecematan Sinjai Utara
Nelayan penangkap ikan adalah sebuah pekerjaan di atas permukaan perairan, dimana nelayan penangkap ikan berisiko tinggi untuk mengalami kecelakaan akibat kerja ataupun penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan keselamatan kerja pada nelayan penangkap ikan di Kelurahan Lappa dan mengkaji penerapan kesehatan kerja pada nelayan penangkap ikan di Kelurahan Lappa. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini sebanyak 6 orang dengan kriteria nelayan penangkap ikan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, telaah dokumen dan obsevasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan kerja sebelum melaut (memiliki pengalaman dan pengetahuan cuaca, berdoa, memeriksa kondisi perahu dan mesin, peralatan keselamatan). Sedangkan kesehatan kerja pada nelayan penangkap ikan sebelum melaut (memiliki kartu nelayan, mengetahui fungsi dan manfaat kartu nelayan, melakukan pemeriksaan kesehatan). Kesimpulan (1) Nelayan penangkap ikan penting mempersiapkan keselamatan sebelum melaut. (2) Nelayan penangkap ikan perlu menyiapkan alat kesehatan seperti kotak P3K, kartu nelayan, program penyuluhan kesehatan dan unit-unit kesehatan untuk nelayan penangkap ikan di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Cara Perawatan Luka Perineum Dengan Infeksi Perineum
Menurut WHO infeksi merupakan salah satu penyebab kematian ibu dengan proporsi 20-30% dan sebesar 2555% kasus infeksi disebabkan karena infeksi jalan lahir atau episiotomi. Kasus rupture perineum pada ibu bersalin di dunia pada tahun 2015 terdapat 2.7 juta dan di perkirakan mencapai 6.3 juta pada 2050. Di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2010 seperti yang dilaporkan Asroel Biryn dan kawan-kawan, terdapat 270 rupture perineum dari 385 persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang perawatan luka jahitan perineum dengan infeksi luka perineum di Klinik Kholijah Medan tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang partus di Klinik Siti Kholijah dan mengalami luka perineum sebanyak 46 responden dan seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang digunakan adalah data primer. Uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dengan infeksi luka perineum pvalue 0,000 < α 0,050, dengan yang terbanyak mengalami infeksi luka perineum adalah ibu yang berpengetahuan kurang yaitu 47.8% dan yang berpengetahuan cukup yaitu 4.3%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum dengan infeksi luka perineum di Klinik Siti Kholijah Medan tahun 2018
Infertilitas Pada Pasangan Suami Istri Di Kota Makassar
Masalah infertilitas sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi sepenuhnya dikarenakan berbagai macam faktor yang menjadi penyebab infertilitas tersebut. Infertilitas juga mempengaruhi psikologis pasangan suami istri dimana mereka belum memiliki keturunan yang menjadi salah satu tujuan dari pernikahan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis infertilitas pada pasangan suami istri infertil di kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di kota Makassar dan waktu penelitian akan dilaksanakan bulan Februari sampai April 2018, selama waktu tersebut akan dilakukan pengambilan data primer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini sebanyak empat pasang informan biasa dan atau pendukung serta satu orang informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan indepth interview, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis komponensial (content). Hasil penelitian menunjukan bahwa aktifitas seksual, gairah seksual, maupun ketertarikan untuk melakukan hubungan seksual yang dilakukan pasangan suami istri selama periode infertilitas ini tidak mengalami gangguan serta kecemasan pada pasangan infertil tampak pada awal mengetahui diri mereka mengalami infertilitas. Kesimpulan penelitian ini dampak infertilitas terhadap seksualitas yang dialami tidak dirasakan, hubungan seksual pasangan suami istri tidak mengalami masalah. Serta dampak infertilitas terhadap kecemasan pada pasangan suami istri infertil nampak pada awal-awal mengetahui bahwa diri mereka infertil, perasaan itu timbul karena keinginan mempunyai keturunan
Hubungan Umur, Paritas dan Pemeriksaan Kehamilan dengan Bayi Berat Lahir Rendah
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. World Health Organization pada tahun 2012 melaporkan kejadian BBLR di dunia pada rentang waktu 2012 melaporkan kejadian BBLR adalah sebesar 15% dan yang tertinggi ada pada negara india dengan presentase28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan pemeriksaan kehamilan dengan BBLR di RSU Martha Friska periode 2015-2017. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang menggalamiBBLR di RSU Martha Friska Periode 2015-2017 sebanyak 34 orang dengan pengambilan sampel menggunakan Total Population dengan teknik pengumpulan data dari rekam medik. Hasil penelitian ini di uji dengan chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dimana α =0.05, didapatkan variabel umur dengan nilai p=0.011<0.05, variabel paritas dengan nilai p=0.049<0,005 dan variabel ANC dengan nilai p=0.001<0.005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur, paritas dan pemeriksaan kehamilan dengan BBLR di RSU. MarthaFriska Periode 2015-2017
Faktor Prediktor Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar
Pemberian ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif dikenal sebagai salah satu faktor yang paling kuat mendukung kelangsungan hidup anak, termasuk pertumbuhan serta perkembangannya. Capaian pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Mangasa berkisar 60-70% tiap tahun. Capaian tersebut belum mencapai target pemerintah, yaitu 80%. Belum tercapainya target pemberian ASI eksklusif disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa faktor, antara lain kelainan anatomi payudara, dukungan suami, pemberian KIE laktasi, pengetahuan, riwayat kesehatan anak, dan pekerjaan orang tua terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi umur 6-12 bulan. Instrumen yang digunakan adalah angket/kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 66.7%, kelainan anatomi payudara (p< 0.028 Exp B 3.666), dukungan suami (p> 0.844), pengetahuan (p< 0.022 Exp B 3.361), KIE Laktasi (p< 0.007 Exp B 0.075), riwayat kesehatan/ kelahiran anak (p> 0.195), dan pekerjaan (p< 0.002 Exp B 6.783). Terdapat hubungan signifikan antara kelainan anatomi payudara, pekerjaan, pemberian KIE laktasi, dan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif. Tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dan riwayat kesehatan/kelahiran anak dengan pemberian ASI eksklusif. Pekerjaan orang tua merupakan faktor paling dominan berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pasien Dengan Kepuasan Pasien Sebagai Mediasi Pasien Rawat Inap Di RSU Dewi Sartika Kendari
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit secara umum termasuk pelayanan jasa, dimana jasa menitikberatkan pada kinerja pemberi pelayanan. Juga semakin meningkatnya jumlah rumah sakit di Indonesia baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta menuntut rumah sakit untuk memberikan tingkat kepedulian, profesionalisme dan kompetensi maksimal yang mencerminkan kualitas pelayanan terbaik meningkatkan kepuasan dan menciptakan loyalitas pasien. Pasien akan menilai kualitas layanan mulai dari pertama kali datang, proses pelayanan, biaya yang dikeluarkan, sampai pasien tersebut pulang. Jika layanan yang dirasakan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka pasien tidak puas dan akhirnya tidak akan loyal kepada rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pasien sebagai mediasi pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif yang dianalisa dengan analisis jalur (path analisys). Sampel yang digunakan sebagai responden sebanyak 83 responden diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pasien sebagai variable intervening
Faktor Prediktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Pruritus vulva Mahasiswi Pada Akper Anging Mammiri Makassar
Pruritus vulvae adalah gangguan yang ditandai dengan sensasi gatal parah dari alat kelamin eksternal perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh (Bohl, 2005) di Amerika menunjukkan bahwa dari 160 repondennya 100% pernah mengalami Pruritus vulvae. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor prediktor yang berpengaruh terhadap kejadian pruritus vulva pada mahasiswi Akper Anging Mammiri Makassar saat menstruasi. Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 91 orang. Metode analisis data menggunakan analisis statistik dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian ini didapatkan ada pengaruh pengetahuan (p=0,035), sikap (p=0,035), tindakan (p=0,035), ketersediaan air bersih (p=0,009), jenis celana dalam (p=0,047), frekuensi ganti pembalut (p=0,030), dan penggunaan pembersih (p=0,033) terhadap kejadian pruritus vulva pada mahasiswi Akper Anging Mammiri Makassar saat menstruasi dan tidak ada pengaruh kebiasaan cuci tangan dengan kejadian pruritus vulva pada remaja saat menstruasi (p=1,000). Adapun variabel yang paling berpengaruh adalah ketersediaan air bersih. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengetahuan, sikap, tindakan, ketersediaan air bersih, jenis celana dalam, frekuensi ganti pembalut, dan penggunaan pembersih berpengaruh terhadap kejadian pruritus vulva. Sehingga disarankan kepada mahasiswi untuk meningkatkan perilakunya terkait dengan vulva higiene terutama saat menstruasi untuk mencegah terjadinya pruritus vulv
Faktor Risiko Kanker Payudara Dan Kanker Serviks Pada Perempuan Focus Group Discussion PKK Salatiga
Kanker payudara dan kanker serviks adalah penyebab kematian perempuan Indonesia. Angka kesakitan kanker di kota Salatiga sebesar 1% sesuai Profil Kesehatan Kota Salatiga tahun 2015. Setiap perempuan memiliki faktor risiko kedua kanker yang mempengaruhi hidupnya. Tujuan, mengetahui faktor risiko kedua kanker pada Focus Group Discussion (FGD) PKK di Salatiga. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif,dengan metoda kuesioner tertutup yang berisi 19 pertanyaan faktor risiko kanker payudara dan 11 pertanyaan kanker serviks. Penelitian dilaksanakan di tujuh kelurahan selama Agustus 2016-Januari 2017, pada 95 orang. Hasil yang didapatkan antara lain: faktor risiko kanker serviks non-modifikasi: usia menikah di atas 12 tahun, berusia di atas 30 tahun, jumlah anak lebih dari 2 orang. Faktor risiko modifikasi yang didapatkan antara lain: belum imunisasi HPV, belum Pap Smear, dan KB IUD. Peserta dengan kategori risiko sedang sebanyak 42 orang (44.21%). Faktor risiko kanker payudara non-modifikasi, antara lain: usia menarche di atas 12 tahun, usia menopause di atas 55 tahun, memiliki riwayat tumor, serta usia melahirkan di atas 30 tahun. Faktor risiko modifikasi antara lain: konsumsi lemak tinggi, jarang konsumsi sayuran/buah, jarang berolahraga, kegemukan,dan paparan radiasi. Peserta FGD masuk kategori risiko sedang sebanyak 46 orang (48.42%). Uji T tidak berpasangan menunjukan ada perbedaan skor kanker seviks (p=0.041) dan tidak ada perbedaan skor kanker payudara (p=0.464) pada anggota perkotaan dan pinggiran. Peserta FGD PKK memiliki faktor risiko kanker serviks dan kanker payudara kategori sedang. Diperlukan komitmen anggota yang kuat untuk merubah faktor risiko dengan gaya hidup sehat
Penggunaan Rebusan Batang Sereh Dalam Mencegah PMS pada Wanita Pekerja Seksual di Kelurahan Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka
Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi, baik di negara maju maupun di negara berkembang karena peningkatan penderita setiap tahunnya oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan sedini mungkin untuk mengurangi tingkat penderita, salah satunya adalah dengan menggunakan pengobat tradisional seperti rebusan batang sereh. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis fenomena penggunaan rebusan batang sereh dalam mencegahan penyakit menular seksual pada wanita pekerja seksual. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi, dengan pengumpulan data primer melalui indepth interview sebanyak 11 informan, 7 informan utama, 1 informan pendukung dan 3 informan kunci. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemahaman para wanita pekerja seksual dalam penggunaan rebusan batang sereh didapatkan dari pengalaman secara turun temurun, bahwa obat tradisional tersebut dapat dipakai apabila terkena suatu penyakit dari daerah genetalia seperti gatal-gatal dan keputihan. Alasan mereka tertarik dengan penggunaan obat tradisional ini karena merupakan pengobatan alami, bahan dan cara pembuatannya mudah, dapat digunakan untuk pengganti antibiotik, proses penggunaannya dikonsumsi satu kali dalam sehari, untuk mendapatkan efek pencegahan hendaknya dikonsumsi setiap hari, serta efek penggunaan obat herbal ini dilihat dengan hasil pemeriksaan PH vagina yang menunjukkan hasil pemeriksaan yang normal. Diharapkan adanya pengembangan rebusan batang sereh di buat menjadi bentuk sediaan yang bervariasi seperti kapsul, tablet ataupun jamu sehingga lebih mudah di konsumsi oleh masyarakat luas
Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Breast Care Pada Ibu Bersalin Terhadap Pengeluaran ASI Di Puskesmas Kamonji
Menyusui menjadi salah satu isu kesehatan global pada abad 21 ini, mengingat menyusui memiliki efek signifikan pada angka kematian bayi. Tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI eksklusif. Terhambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya sekresi oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin dapat dilakukan melalui breast care dan pijat oksitosin. Puskesmas Kamonji merupakan Puskesmas dengan cakupan ASI eksklusif terendah di Kota Palu yaitu 57,3%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan waktu pengeluaran air susu ibu yang diberikan pijat oksitosin dan breast care dalam 2 jam postpartum di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain the posttest only control group. Jumlah sampel sebanyak 30 orang, diambil dengan teknik consecutive sampling dan dibagi masing-masing 15 responden pada kelompok pijat oksitosin dan breast care. Pemberian intervensi dilakukan dalam 2 jam postpartum kemudian diobservasi waktu pengeluaran ASI pertama setelah kala III berakhir. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk, analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai significancy sebesar 0,044, dengan rata-rata waktu pengeluaran ASI ibu yang diberikan pijat oksitosin adalah 14,19 jam dan breast care 5,57 jam. Kesimpulan penelitian yaitu ada perbedaan waktu pengeluaran air susu ibu yang diberikan pijat oksitosin dan breast care dalam kala IV persalinan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk melakukan breast care untuk membantu mempercepat pengeluaran ASI