Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Isolasi Bakteri Rhizosfer Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) Yang Berpotensi Sebagai Penghasil Senyawa Antibakteri Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pencernaan
Penelitian tentang isolasi bakteri rhizosfer pada tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri rhizosfer tanaman nilam yang berpotensi sebagai penghasil senyawa antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan. Tahap pertama, dilakukan isolasi bakteri yang berasal dari rhizosfer tanaman nilam. Uji skrining antibakteri dengan metode tanding, diperoleh isolat IBRN-3 dan IBRN-5 menghambat pertumbuhan semua bakteri uji. Isolat IBRN-3 dan IBRN-5 difermentasi. Hasil fermentasi diesktraksi dengan pelarut etil asetat menghasilkan ekstrak etil asetat fermentat kering. Dilakukan identifikasi Kromatografi Lapis Tipis terhadap ekstrak etil asetat IBRN-3 dan IBRN-5 menggunakan eluen kloroform: metanol (8:1) dan diilanjutkan dengan uji KLT-Bioautografi. Diperoleh hasil bercak pada IBRN-3 dengan nilai Rf 0.93 menghambat bakteri E. coli, S. aureus, nilai Rf 0.82 menghambat B. subtillis, S. dysenteriae, nilai Rf 0.64 menghambat S. aureus dan S. thypii, nilai Rf 0.89, 0.36, 0.24 menghambat S. dysenteriae, nilai Rf 0.84 dan 0.74 menghambat S. aureus. Sedangkan untuk IBRN-5, diperoleh bercak dengan nilai Rf 0.91 menghambat B. subtillis, E. coli S. thypii, nilai Rf 0.95 menghambat S. aureus, S. dysenteriae, nilai Rf 0.84 menghambat B. subtillis, S. thypii, nilai Rf 0.83 menghambat S. dysenteriae, dan nilai Rf 0,74 menghambat S. thypii. Disarankan menggunakan dosis isolat bakteri rhizosfer tanaman nilam yang sesuai untuk mencegah infeksi saluran pencernaan
Uji Efektivitas Ekstrak Jintan Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Pada Medium MHA (Mueller Hinton Agar)
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang menghadapi penyakit infeksi. Staphylococcus aureus merupakan patogen utama pada manusia dan hampir setiap orang pernah mengalami infeksi Staphylococcus aureus yang bervariasi dalam beratnya, mulai dari keracunan makanan hingga infeksi kulit ringan sampai berat yang mengancam jiwa. Namun mengingat tingginya angka resistensi antibiotik maka penggunaan tanaman obat sebagai alternatif terapi merupakan pilihan yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengetahui khasiat ekstrak jintan hitam dalam menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini adalah penelitian experimental post test dengan menggunakan metode disc diffusion untuk melihat bagaimana efektivitas Ekstrak Jintan Hitam (nigella sativa) sebagai antimikroba terhadap staphylococcus aureus secara in vitro. Pada ekstrak jintan hitam didapatkan zona hambat yang paling tinggi pada konsentrasi 100% dengan rerata zona hambat sebesar 24 mm, sedangkan zona hambat yang paling rendah yaitu pada konsentrasi 25% dengan rerata zona hambat sebesar 10 mm. Pada kontrol positif menggunakan antibiotik kloramfenikol didapatkan rerata zona hambat sebesar 30 mm yakni sensitif menghambat pertumbuhan bakteri, sedangkan pada kontrol negatif menggunakan akuades tidak terbentuk zona hambat. Terbentuk daya hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan pemberian ekstrak jintan hitam pada semua konsentrasi. Perlu dilakukan uji aktivitas biji jintan hitam (nigella sativa) terhadap bakteri gram negatif lainnya. Sebaiknya dalam proses pembuatan ekstrak jintan hitam, digunakan bantuan alat spektromtri dengan metode cromatografy untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan ekstrak
Hubungan Penggunaan Obat Antihipertensi sebagai Faktor Risiko Terjadinya Artritis Gout di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Tahun 2013 – 2015
Artritis Gout adalah penyakit yang ditandai dengan adanya pengendapan kristal yang muncul akibat supersaturasi asam urat dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan pembentukan kristal monosodium urat di dalam dan sekitar sendi. Penggunaan obat diuretik pada pasien hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan artritis gout. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh penggunaan obat antihipertensi (diuretik tiazid & diuretik kuat) terhadap terjadinya artritis gout pada pasien di RS Islam Jakarta tahun 20132015. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel sebanyak 75 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi artritis gout di Rumah Sakit Islam Jakarta tahun 2013 – 2015 adalah sebanyak 57 orang (76.%), dan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan obat antihipertensi (diuretik tiazid & diuretik kuat) dengan munculnya artritis gout (p 0.013). Dapat disimpulkan, Diuretik tiazid dan diuretik loop / diuretik kuat berhubungan dengan peningkatan terjadinya artritis gout pada pasien usia 40 – 75 di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013–2015
Hubungan Umur dan Paritas dengan Anemia pada Ibu Hamil di Rumah Bersalin Hj. Dermawati Nasution Tembung
Anemia menjadi masalah kesehatan utama pada negara berkembang dan berhubungan dengan meningkatnya angka kematian ibu dan bayi, persalinan prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah dan efek merugikan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu hamil dengan anemia di Rumah Bersalin Hj. Dermawati Nasution. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di Rumah Bersalin Hj. Dermawati Nasution Tembung. Waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2018 sampai Februari 2019. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel secara accidental. Data umur dan paritas diambil menggunakan kuesioner yang berjumlah lima soal, dan anemia dengan pemeriksaan Hb sahli pada setiap responden. Teknik analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0.05 diperoleh nilai p = 0.000, yang artinya ada hubungan umur ibu hamil dengan anemia di Rumah Bersalin Hj. Dermawati Nasution Tembung, sedangkan untuk hubungan paritas dengan anemia diperoleh nilai chi-square p = 0.007, yang artinya ada hubungan paritas dengan anemia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa ada hubungan umur dan paritas dengan anemia
Pengaruh Pemberian KurmaAjwa (Phoenix dactylifera) terhadap Perubahan Tekanan Darah Ibu Hamil Hipertensi
Hipertensi merupakan penyumbang kematian kedua ibu hamil di Indonesia setelah perdarahan. Kejadiannya masih meningkat setiap tahun.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kurma Ajwa terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil yang hipertensi. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pre-post test control design. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil di RSIA Masyita dan Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Sebanyak 40 orang ibu hamil dibagi menjadi dua kelompok intervensi, masingmasing 20 orang kelompok perlakuan dan 20 orang kelompok intervensi. Kelompok intervensi diberikan kurma Ajwa selama 30 hari dengan dosis 7 butir/hari (100 gr/hari), sedangkan kelompok kontrol diberikan penyuluhan nutrisi ibu hamil. Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples Test dan uji Independent Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah pemberian kurma Ajwa pada kelompok intervensi, baik pada tekanan darah sistol maupun diastol. Sementara pada kelompok perlakuan, diperoleh hasil tidak ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diedukasi tentang nutrisi kehamilan. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kurma Ajwa terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil yang hipertensi, sehingga disarankan pada ibu hamil rutin mengkonsumsi kurma Ajwa agar terhindar dari hipertensi kehamilan, dimulai saat trimester kedua kehamilan
Efektivitas Program Germas Dinkes Kota Makassar Dalam Peningkatan Status Kesehatan Jamaah Haji Tahun 2018
Penelitian ini ingin menilai efektifitas program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Dinas Kesehatan Kota Makassar Dalam Peningkatan Status Kesehatan Jamaah Haji Tahun 2018. Penelitian ini mengunakan pendekatan campuran (Mix Design) bersifat dominant-less dominant, yang dominant dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, sedangkan yang less dominant yakni pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan rumus slovin. Informan kunci dalam penelitian ini adalah jamaah haji Kota Makassar sebanyak 42 orang. Informan biasa adalah petugas kesehatan yang terlibat dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada jamaah haji sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan, pada tahap input, proses dan output telah berjalan dengan baik. Hasil analisis statistik menujukkan terjadi perubahan status kesehatan jamaah haji setelah implimentasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) yakni perubahan tekanan darah secara signifikan (p=0,001) dan kadar gula darah sewaktu (p=0,000), terjadi perubahan secara tidak signifikan pada status kegemukan (p=0,310) dan asam urat (p=0,145). Kesimpulan penelitian adalah mulai dari input, proses dan output telah sesuai dengan harapan program. Disarankan perlunya disosialisasikan secara terus menerus program gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) ke masyarakat umum dan dilaksanakan juga oleh seluruh instansi pemerintah dan swasta
Analisis Kadar Vitamin C Pada Buah Delima (Punica granatum L.) Merah Dan Putih Secara Spektrofotometri UV-VIS
Kandungan dalam buah delima sangat beragam, salah satu diantaranya adalah vitamin C. Vitamin C adalah nutrisi yang penting untuk memelihara kesehatan seperti pada tulang, pembuluh darah, proses peremajaan sel, hingga antioksidan. Vitamin C banyak berasal dari buah-buahan salah satunya buah delima (Punica granatum L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam buah delima (Punica granatum L.) merah dan putih dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan pereaksi spesifik, yaitu ammonium molybdate, Fehling A dan B yang menunjukkan sampel positif yang mengandung vitamin C, dan vitamin C dianalisis secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C dalam daging buah delima merah 0.24475 mg/g dan daging delima 0.11577 mg /g
Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Petugas Kebersihan Di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Kota Makassar
International Labour Organization (ILO) bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Kelelahan adalah berkurangnya kemampuan fisik dan mental sebagai akibat dari penggunaan berlebih pada fisik, mental atau emosional yang dapat mengurangi hampir seluruh kemampuan fisik termasuk kekuatan, kecepatan, kecepatan reaksi, koordinasi, dan pengambilan keputusan atau keseimbangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja petugas kebersihan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilengkapi pendekatan metode kuantitatif, responden penelitian ini sebanyak 57 orang, metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, dengan analisis Uji statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan Program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian pada petugas kebersihan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar yaitu: tidak ada pengaruh umur terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan, tidak ada pengaruh jenis kelamin terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan, tidak ada pengaruh status gizi terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan, tidak ada pengaruh kadar Hb terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan, tidak ada pengaruh lama kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan, ada pengaruh beban kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas kebersihan. Kesimpulan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja bagi petugas kebersihan di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, disarankan petugas kebersihan agar mengoptimalkan waktu istrahat yang diberikan sehingga dapat mengurangi kelelahan pada saat bekerja
Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Bagian Rawat Inap
Motivasi adalah sebuah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang yang akan mengarahkan tindakan seseorang dengan tujuan mencapai suatu hasil yang diinginkan. Keluhan perawat akan kondisi pekerjaan dan tidak adanya penghargaan atas hasil kerja kadang sebagai pemicu rendahnya motivasi kerja dari sekian banyak penyebab yang mengakibatkan rendahnya tingkat motivasi kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat, khususnya di bagian rawat inap Rumah Sakit Khusus Daerah Kota Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, menggunakan uji Chi Square yang bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Sampel dalam penelitian ini sebesar 64 perawat bagian rawat inap dengan menggunakan teknik total sampling. Tidak ada hubungan antara upah, kesempatan untuk maju, lingkungan kerja dan pengakuan atas prestasi terhadap motivasi perawat. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai p, masing-masing p=0.763, p=1.00, p=0.615, dan p=0.774. Tingkat motivasi perawat kurang sebesar 57.8%, dan perawat dengan motivasi cukup sebesar 42.2%. Tidak adanya hubungan antara upah, kesempatan untuk maju, lingkungan kerja, dan pengakuan atas prestasi dengan motivasi perawat bagian rawat inap. Diharapkan kepada pimpinan rumah sakit agar supaya memberikan perhatian terhadap keluhan-keluhan perawat yang ada di rumah sakit agar motivasi kerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien lebih baik kedepannya, dan bagi pihak rumah sakit agar supaya memberikan penghargaan yang lebih kepada perawat
Sistem Pengelolaan Rekam Medis
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, dan pengobatan. Permasalahan rekam medis di Puskesmas Tamalate yaitu adanya kesulitan dalam pengolahan data seperti berkas rekam medis yang tercecer karena semakin menumpuk berkas rekam medis dan terkadang salah penempatan berkas rekam medis pada tempatnya, sehingga menyebabkan petugas kesulitan untuk mencari berkas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam tentang Sistem Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas Tamalate Makassar Tahun 2019, yang terdiri dari sistem penamaan, sistem penomoran, sistem penyimpanan, dan sistem pengangkutan rekam medis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Puskesmas Tamalate Makassar pada bulan Mei tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengelolaan rekam medis di Puskesmas Tamalate Makassar, sistem penamaannya menggunakan dua suku kata dan ditulis sesuai dengan identitas pasien. Sistem penomorannya dilakukan secara unit (Unit Numbering System) yang dimana pasien hanya diberikan satu nomor untuk kunjungan seterusnya. Sistem penyimpanan rekam medis menggunakan sistem sentralisasi yaitu adanya penggabungan antara rekam medis rawat jalan dan gawat darurat. Sistem pengangkutan rekam medis dilakukan oleh petugas rekam medis dengan menggunakan tangan, troli, dan kardus. Perlunya penambahan ruangan untuk tempat penyimpanan rekam medis serta rak penyimpanan perlu ditambahkan agar petugas rekam medis tidak mengalami kesulitan dengan ruangan yang terlalu sempit dan memberikan fasilitas yang baik kepada petugas rekam medis untuk melakukan pengangkutan berkas rekam medis agar tidak menggunakan tangan