Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    332 research outputs found

    Perilaku Petani Padi dalam Penggunaan Pestisida di Desa Mandalahurip Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya

    Get PDF
    Pestisida merupakan senyawa kimia, organisme renik, virus, dan zat lain-lain yang digunakan untuk melindungi bagian tanaman. Petani mengharapkan hasil dari produk pertanian meningkat sehingga petani menggunakan pestisida untuk menghilangkan hama dan gulma. Akan tetapi, penggunaan pestisida memiliki efek samping yang negatif yaitu berkurangnya keanekaragaman hayati dan dapat membunuh makhluk yang bukan sasarannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, umur, tingkat pendidikan, dan masa kerja dengan perilaku penggunaan pestisida. Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah petani Desa Mandalahurip yang berjumlah 96 petani. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariar dengan uji Fisher’s. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan pestisida (p-value=0.019), ada hubungan antara sikap dengan perilaku penggunaan pestisida (p-value=0.000), tidak ada hubungan antara umur dengan perilaku penggunaan pestisida (p-value=0.531), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku penggunaan pestisida (p-value=0.353), ada hubungan antara masa kerja dengan perilaku penggunaan pestisida (p-value=0.015). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan masa kerja dengan perilaku penggunaan pestisida pada petani padi dan tidak ada hubungan antara umur dan tingkat pendidikan dengan perilaku penggunaan pestisida pada petani padi. Disarankan tidak selalu menggunakan pestisida kimia, dan selalu menggunakan APD secara lengkap pada saat melakukan kegiatan pengaplikasian pestisida

    Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Secara Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Pengetahuan Keluarga

    Get PDF
    Makanan pendamping air susu ibu merupakan makanan yang diberikan pada bayi mulai usia 6 - 24 bulan untukmemenuhi kebutuhan energi dan nutrisi lain yang tidak dapat dicukupi oleh Air Susu Ibu (ASI). Namun, banyakorang tua yang memberikan makanan pendamping air susu ibu pada bayinya sebelum usia 6 bulan. Hal inidisebabkan karena kurangnya pengetahuan keluarga atau orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan antara pengetahuan keluarga tentang makanan pendamping air susu ibu dengan pemberian Makananpendamping air susu ibu secara dini di Puskesmas Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain analitik jenisrancangan cross sectional. Populasi yaitu seluruh keluarga dari ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sebanyak30 responden. Sampel 28 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwasebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan kurang bayinya mendapat makanan pendamping air susuibu secara dini yaitu 10 (71.4%) dan sebagian kecil responden yang mempunyai pengetahuan baik bayinya tidakmendapat makanan pendamping air susu ibu secara dini yaitu 1 (16.7%) responden. Hasil analisis data didapatkanp=0.044 (p < 0.05). Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang makananpendamping air susu ibu dengan pemberian makanan pendamping air susu ibu secara dini. Disarankan bahwakeluarga harus senantiasa dilibatkan dalam memberikan asuhan kepada ibu menyusui agar ibu memahami tentangpentingnya ASI eksklusif dan dampak buruk yang diakibatkan oleh pemberian makanan pendamping air susu ibuyang terlalu dini

    Pengontrolan Diet Pasien Yang Didiagnosis Dengan Diabetes Mellitus Sebagai Dasar Program Konseling

    Get PDF
    Kondisi kesehatan seseorang yang mengalami diabetes mellitus akan dialami seumur hidup oleh pasien yang menderita diabetes mellitus yang serius dimana terjadi ketika jumlah glukosa dalam darah terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis faktor yang mempengaruhi penilaian kontrol diet pasien dengan diabetes mellitus untuk mengusulkan program konseling. Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. 72 responden diambil sebagai subjek dalam penelitian ini. Frekuensi, persentase, nilai rata-rata, dan uji chi-square digunakan untuk mengolah data kuantitatif pada penelitian ini. Peringkat penilaian untuk pengontrolan diet dalam penelitian ini berkisar dari derajat sangat tinggi, derajat tinggi, derajat sedang, hingga derajat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pengontrolan diet menurut usia, jenis kelamin, dan riwayat merokok. Namun, ada perbedaan yang signifikan pada pengontrolan diet responden ketika dikelompokkan sesuai dengan kadar gula darah dan indeks massa tubuh. Penilaian kontrol makanan ini melalui Diabetes Mellitus Self-Management Questionnaire (DSMQ) dengan melihat pengontrolan dietnya, maka dianggap sebagai pendekatan yang efektif untuk mengatasi berbagai kondisi pasien diabetes mellitus melalui program konseling. Kesimpulan penelitian bahwa perilaku pengontrolan diet dari responden memiliki pengaruh pada kadar gula darah. Disarankan agar pasien diabetes mellitus mengontrol makanan karena dapat membantu pasien untuk mengontrol gula darah dalam batas normal

    Pelaksanaan Fungsi Manajemen Dan Kondisi Kerja Berhubungan Dengan Kepuasan Kerja Perawat

    Get PDF
    Kepuasan kerja merupakan bagian dari pengintegrasian sumber daya manusia, menjadi salah satu respon emosional atas pekerjaan yang telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan antara pelaksanaan fungsi manajemen, kondisi kerja dan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit daerah kota Baubau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel sdalam penelitian ini adalah 153 perawat yang bekerja diruang rawat inap, yang di peroleh dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisa data univariat melalui tabel frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara fungsi manajemen dan kepuasan kerja (p=0,001) dan ada hubungan antara kondisi kerja dan kepuasan kerja (p=0,036). Pelaksanaan fungsi manajemen yang baik oleh kepala ruangan dan kondisi kerja yang mendukung perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab bagi pelayanan keperawatan, akan mempengaruhi kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi rumah sakit terutama pihak manajemen rumah sakit untuk memperhatikan kondisi kerja perawat dan pelaksanaan manajemen diruangan sehingga dapat mempertahankan kepuasan kerja perawat

    Bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan Kompor Gas Dua Tungku Pada Industri Berskala Kecil Menggunakan Metode FMEA (Failure Modes and Effects Analysis)

    No full text
    Penggunaan bahan kompor gas bermanfaat dari sisi ekonomi dan efisiensi, namun di sisi yang lain meninggalkan permasalahan terutama pada aspek Ksehatan dan Keselamatan Kerja. Kasus kegagalan pada pemanfaatan kompor gas yang menyebabkan ledakan dan kebakaran disebabkan oleh berbagai faktor. Usaha telaah kritis terkait risiko dalam pemanfaatan dapat dilakukan dengan menggunakan penilaian risiko yang sistematis terkait kegagalan sistem pemanfaatan suatu alat yaitu FMEA (Failure Modes and Effects Analysis). Tujuan penelitian ini adalah untuk lakukan analisis risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja penggunaan kompor gas dua tungku sehingga mendapatkan prioritas masalah yang perlu diwaspadai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Industri berskala kecil di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur di bulan Maret-Mei 2020. Analisis dan pengolahan data serta penentuan prioritas risiko dilakukan dengan pedoman FMEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor gas dua tungku terdiri dari empat sistem yaitu sistem rangka kompor, sistem penyalaan burner dan pengaturan api. Sistem bahan bakar dan sistem pengaturan udara, dengan 12 subsistem dalam empat sistem tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat tiga risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada penggunaan kompor gas dua tungku pada industri berskala kecil yaitu pertama bahaya pada sistem bahan bakar tepatnya subsistem regulator kompor, kedua bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada sistem bahan bakar tepatnya subsistem katup tabung gas dan ketiga bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada sistem kerangka kompor tepatnya pada sub sistem pan support. Saran yang diberikan kepada industri berskala kecil dan masyarakat pengguna kompor gas dua tungku adalah berperilaku aman dan selalu menjaga kondisi kompor agar tetap aman dengan memperhatikan hasil analisis bahaya yang telah dilakuka

    Gangguan Kepribadian Akibat Kecanduan Bermain Game Pada Gamers

    Get PDF
    Permainan elektronik atau yang sering disebut dengan game online, telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini terlihat sampai ke berbagai kota kecil di segala penjuru Indonesia, telah banyak tempat permainan game (Game center) bermunculan. Bahkan belakangan ini, jenis dan tema permainan yang berkembang mengarah ke tema kekerasan yang memicu perilaku agresif pada remaja. Selain itu, seiring dengan meningkatnya jumlah pecandu game, maka angka tindakan kriminal yang dipicu oleh game meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan bermain game terhadap gangguan kepribadian pada pemain game.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah pemain game di Game Center Kota Makassar yang diambil secara total sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Game Addiction Scale (GAS), Mini International Neurophysciatric Interview(MINI), dan lembar data pemain game. Uji hipotesis korelasi antara kecanduan bermain game dengan gangguan kepribadian dianalisis dengan Uji T dua sampel bebas. Dari 50 orang pemain game di Game center yang dijadikan sampel, terdapat 48 orang yang mengalami gangguan kepribadian. Analisis bivariat kecanduan bermain gameberhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.000, jenis game tidak berhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.745, dan durasi bermain game berhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.001. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara kecanduan dan durasi bermain game dengan gangguan kepribadian. Disarankan tidak selalu menggunakan game agar tidak mengalami gangguan kepribadian

    Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Tanah Burkholderia Pseudomalllei Penyebab Melioidosis Di Kota Makassar

    Get PDF
    Burkholderia pseudomallei adalah jenis bakteri saprofit, bersifat patogen oportunistik, dan sebagai agen penyebab penyakit melioidosis. Bakteri ini banyak ditemukan hidup di tanah, air, maupun pada sawah pertanian. Kasus kejadian penyakit melioidosis telah banyak dilaporkan di wilayah negara Asia, namun belum banyak informasi spesifik mengenai kejadian penyakit tersebut di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri tanah Burkholderia pseudomalllei di Kota Makassar. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di 11 kecamatan di Kota Makassar, yaitu Mamajang, Tamalate, Rappocini, Mariso, Bontoala, Wajo, Biringkanaya, Manggala, Tamalanrea, Tallo, dan Makassar. Analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam bentuk gambar dan tabel. Kulturisasi isolat menggunakan medium selektif Ashdown Agar. Identifikasi bakteri menggunakan pengecatan gram, dan beberapa uji biokimiawi. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 100 isolat sampel, masingmasing 28 isolat sampel positif Burkholderia pseudomalllei dan 72 isolat bakteri jenis lain. Penelitian disimpulkan bahwa terdapat persebaran bakteri Burkholderia pseudomallei di Kota Makassar, sehingga disarankan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan tentang penyakit melioidosis

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Pada Bayi 0-6 Bulan Di BPM Romauli Silalahi

    Get PDF
    Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang diberikan secara beragam pada bayi selain ASI. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu memberikan makanan pendamping pada bayi 0-6 bulan adalah karena pengetahuan, sikap, pekerjaan dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan di BPM Romauli Silalahi. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin. Pengambilan sampel dengan menggunakan total populasi atau total seluruh populasi dijadikan sampel yaitu didapatkan sebanyak 34 orang. Pengambilan data dengan menggunakan data primer dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan dengan pengetahuan memperoleh ρ-value =0.033 <0.05, sikap diperoleh ρ-value =0.002<0.05, dukungan keluarga diperoleh ρ-value =0.011 (<0.05), dan pekerjaan diperolehan ρ-value=0.024 (<0.05). Dalam penelitian ini menunjukkkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan, ada hubungan sikap dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan, ada hubungan pekerjaan dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 0-6 bulan. Saran penelitian perlu memberikan pengalaman dan menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat, dan dampak buruk dari pemberian MP-ASI dini

    Hubungan Riwayat Pola Menyusui, Usia Penyapihan dan Emotional bonding terhadap Status Gizi pada Balita

    Get PDF
    Kualitas manusia merupakan paduan yang serasi selaras dan seimbang antara fisik, mental (rohani) dan sosial. Salah satu determinan kualitas manusia adalah terpenuhinya kebutuhan gizi yang diperoleh melalui konsumsi pangan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan manusia. Zat gizi mempunyai dimensi penting dalam pembangunan terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan emotional bonding terhadap status gizi pada anak balita di Kelurahan Bontorannu Kecamatan Mariso Kota Makassar. Jenis peneltian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study, dilaksanakan di Kelurahan Bontorannu Kecamatan Mariso Kota Makassar. Pemilihan tempat dan sampel dilakukan secara non random sampling: purposive sampling yakni keluarga Kelurahan Bontorannu yang memiliki anak balita sebanyak 150 sampel. Hasil penelitian menujukkan status gizi kurang balita sebanyak 90 balita (60%), sedangkan status gizi balita yang cukup 60 balita (40%), ada hubungan riwayat pola menyusui terhadap status gizi dimana p=0,000 < α=0,05 dengan jumlah balita dengan riwayat pola menyusui kurang 66.7% dan cukup sebanyak 33.3%. Usia penyapihan balita dengan keadaan kurang sebanyak 75 (83.3%), sedangkan yang cukup sebanyak 15 (16.7%). Hasil uji statistik ada hubungan usia penyapihan dengan status gizi balita. Untuk emotional bonding tidak aman sebanyak 36 anak balita (17.3%) dan yang aman sebanyak 114 anak balita (82.7%). Dari hasil uji statistik di peroleh ada hubungan emotional bonding terhadap status gizi balita dimana p=0,000 < α=0.05. Kehangatan yang muncul dari pemberian ASI dalam pola menyusui membantu mendorong dan memperkuat ikatan batin antara seorang ibu dan bayinya. Inilah cara alamiah untuk memberi makanan kepada bayi sehingga meningkatkan status gizi anak dan memberikan kedekatan emotional yang sangat kuat

    Sistem Perencanaan Logistik Obat Di Puskesmas

    Get PDF
    Perencanaan merupakan tahap terpenting dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan di pelayanan kesehatan. Dipuskesmas Cikulur ditemukan kekosongan dan kelebihan obat untuk beberapa item obat tertentu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik di puskesmas terdiri dari proses pemilihan obat, kompilasi pemakaian obat, perhitungankebutuhan obat, dan proyeksi kebutuhan obat. Perencanaan obat yang kurang baik menyebabkan terjadinya kelebihan dan kekurangan obat. Tujuan penelitian adalah mengetahui sistem perencanaan logistik obat di puskesmas Cikulur Tahun 2019. Jenis penelitian adalah deskriptif evaluation study dengan metode kualitatif yang dilaksanakan di puskesmas Cikulur. Subjek penelitian yaitu kepala puskesmas, penanggung jawab gudang obat,petugas farmasi, dan dokter. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, penelusuran dokumen dan observasi. Analisis data dengan proses analisis isi dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan obat di puskesmas Cikulur kabupaten Lebak berdasarkan data dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO), rekapan resep obat, obat paling banyak dipakai, dan pola penyakit. Kompilasi pemakaian obat dapat dilihat dari data LPLPO, laporan obat, stok obat, kertas resep harian dari data ini dapatdiketahui berapa jumlah sisa stok, jumlah pemakaian, dan jumlah pengeluaran. Metode perhitungan kebutuhan obatyang digunakan adalah metode konsumsi. Proyeksi kebutuhan obat belum tepat karena masih terdapat obat yang kosong dan berlebih. Diharapkan agar dapat meningkatkan proses perencanaan kebutuhan obat sehingga dapat mengevaluasi masalah pembagian kerja dalam pemilihan obat, meningkatkan kerja team, seminimal mungkinmelengkapi data yang diperlukan untuk kegiatan proyeksi dan membuat laporan obat yang kurang, denganmenetapkan suatukebijakanatauStandar Operasional Prosedur kerja,sehinggamudahdalammenentukanobatyangtepatjenis dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan

    291

    full texts

    332

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇