Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    332 research outputs found

    Pengaruh Murattal Al-Qur’an Mereduksi Marah Akibat Stress, Cemas Dan Depresi Pada Siswa SMK Baznas Propinsi Sulawesi Selatan Di Kota Makassar

    No full text
    Marah pada dasarnya merupakan hal yang normal, namun jika marah dilampiaskan dengan tidak benar akan berdampak buruk. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh murattal Al-Qur’an mereduksi marah akibat stress, cemas, dan depresi pada siswa. Metode penelitian adalah kuantitatif berupa quasi-eksperimental dengan desain before-after menggunakan the one group pretest-postest. Lokasi penelitian di Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) Baznas Propinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar tahun 2020. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX dan X sebanyak 47 orang dan sampel yang diambil sebanyak 23 siswa, dan hanya 15 siswa yang diperdengarkan murattal Al-Qur’ n surat ar-Rahman. Instrument penelitian adalah kusioner berupa skala Novaco Anger Scale untuk melihat tingkat marah dan skala Depresi Anxietas Stress Scale (DASS) dengan melihat depresi, cemas, dan stress. Siswa yang mengalami depresi rerata perubahannya mengalami defisit dari 8,27 ± 5,89 (pre-test) meningkat menjadi 9,07 ± 7,12 (post-test). Didapatkan tidak ada perbedaan rerata SD - 0,80 ± 6,30 (p -Value = 0,63). Adapun kelompok yang mengalami stress rerata 13,60 ± 8,17 (pre-test) menjadi 13,40 ± 9,53 (post-test) dengan perbedaan rerata SD 0,20 ±5,66 (p-Value = 0,13). Sampel mengalami kecemasan rerata 14,20 ± 7,52 (pre-test) menjadi 9,07 ± 7,72 (post-test) dengan rerata SD adalah 5,17 ± 6,64 (p -Value = 0,89). Tidak ada perbedaan signifikan dalam menurunkan marah yang menyebabkan depresi, stres dan cemas setelah diperdengarkan murattal al-Qur’an. Namun pada stress dan cemas terjadi perbaikan setelah mendengar murattal al-Qur’an. Disarankan agar para pendidik memberi perhatian khusus pada siswa yang mudah marah karena dapat menganggu proses pembelajaran di sekolah

    Efektivitas Senam Siginjai Terhadap Penurunan Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Jambi

    Get PDF
    Penyakit diabetes melitus tipe 2 termasuk 10 penyakit terbesar di Kota Jambi. Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya kasus baru dan mencegah terjadinya komplikasi adalah dengan peningkatan aktifitas fisik, diantaranya senam. Senam Siginjai merupakan salah satu variasi aktifitas fisik khas Jambi yang dianjurkan dan mulai disosialisasikan pada bulan September 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas Senam Siginjai terhadap penurunan kadar gula darah. Jenis penelitian adalah quasi-experiment dengan rancangan pretest and posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 60 orang responden sebagai kelompok intervensi (Senam Siginjai) dan 60 orang sebagai kelompok kontrol (Senam Diabetes) bersedia berpartisipasi dalam kegiatan penelitian ini. Alat pengumpulan data berupa kuesioner, timbangan berat badan, microtois, media audiovisual dan glucometer. Analisa data dengan menggunakan uji t-paired untuk menguji perbedaan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah senam, dan uji Mann-Whitney untuk menguji perbedaan penurunan kadar gula darah pada kelompok yang berbeda. Sebagian besar responden adalah perempuan dengan usia diatas 55 tahun, tidak memiliki kebiasaan merokok dan mempunyai kategori IMT normal. Penurunan kadar gula darah antara sebelum dan setelah mengikuti senam rata-rata 16,783 pada kelompok Senam Siginjai, sedangkan pada kelompok Senam Diabetes rata-rata 18,083. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari Senam Diabetes dan Senam Siginjai (p-value 0.00) terhadap penurunan kadar gula darah. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok Senam Siginjai dan kelompok Senam Diabetes (p-value 0,128) dalam hal kemampuan menurunkan kadar gula darah. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Senam Siginjai efektif untuk menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2

    Adaptasi Alat Ukur Literasi Gizi untuk Mahasiswa Tahun Pertama

    Get PDF
    Literasi gizi mengacu pada kapasitas seseorang untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar dan layanan gizi guna membuat keputusan gizi yang tepat. The Newest Vital Sign (NVS) adalah instrumen berisikan label gizi dengan 6 pertanyaan, disii dalam waktu singkat dan dikembangkan untuk menilai literasi gizi yang relevan dengan keterampilan membaca, memahami, dan berhitung. Tujuan penelitian untuk mengadaptasi alat ukur The Newest Vital Sign (NVS) dan menilai reliabilitas dan validitasnya pada dewasa muda berpendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Populasi penelitian adalah mahasiswa program sarjana tingkat pertama tahun 2018 di Universitas Halu Oleo Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode adaptasi dilakukan sesuai pedoman yang ditetapkan. Pertama, wawancara kognitif pada 10 partisipan untuk mengevaluasi kemudahan pemahanan dan penerimaan NVS. Setelah itu, pengumpulan data kuantitatif melalui survey daring (n=379) untuk melihat nilai reliabilitas antar-item, validitas konstruk NVS terhadap domain fungsional HLS-EU-Q16, serta statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adaptasi alat ukur yang baik dengan nilai reliabilitas antar-item pertanyaan NVS yang cukup (Cronbach’s Alpha=0.60), dan memiliki asosiasi positif dengan domain fungsional dari Health Literacy Scale (HLS-EU-Q16) seperti yang diharapkan (r=0.167, p lebih kecil 0.01). Skor rata-rata dari 6 butir pertanyaan NVS adalah 2.48 (SD=1.40) yang menunjukkan literasi gizi mahasiswa terbatas. Simpulannya, NVS versi adaptasi ini baik dan layak digunakan untuk menilai literasi gizi dan dianggap sebagai alternatif dalam mengidentifikasi fungsional literasi kesehatan. Penilaian literasi gizi menggunakan NVS dapat dijadikan sebagai fasilitator untuk pengembangan program intervensi terkait pemahaman seseorang dan keputusan makanan sehat sehari-hari

    Identifikasi Senyawa Aktif dari Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Perbandingan Beberapa Pelarut pada Metode Maserasi

    Get PDF
    Sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman buah asli tropis yang secara tradisional digunakan untuk mengobati sakit kepala, hipertensi, batuk, asma, dan obat penenang. Dari sekian banyak tanaman obat, daun sirsak dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak daun sirsak dengan beberapa pelarut pada proses maserasi. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan dengan menggunakan rotavapor hingga mengental, kemudian dikeringkan dengan bantuan penangas air. Ekstrak kental yang dihasilkan dimasukkan ke dalam cawan porselen dan ditimbang bobot ektrak. Uji fitokimia yang dilakukan adalah uji saponin, flavonoid, alkaloid, tannin, dan steroid. Dari uji yang dilakukan diketahui sampel ekstrak daun sirsak dengan pelarut metanol positif mengandung beberapa senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, alkaloid tannin, dan steroid. Implikasi dari penelitian ini adalah ekstrak daun sirsak memiliki senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, dan tannin yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, dan menghambat pertumbuhan bakteri atau bahkan mati, serta mampu mencegah terjadinya kanker. Hasil penelitian bahwa ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, tanin, saponin, steroid, flavonoid. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak daun sirsak mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer anti inflamasi, dan antibakteri

    Kehadiran Apoteker dan Implementasi Good Pharmacy Practice (GPP) Di Apotek Kota Denpasar

    Get PDF
    Good pharmacy practice (GPP) merupakan standar kefarmasian yang dilaksanakan oleh apoteker dalam melakukan pelayanan kesehatan. Apoteker sebagai pelaksana GPP masih belum dilakukan dengan tepat karena lama kehadiran di apotek tidak sesuai dengan aturan. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kehadiran apoteker dengan implementasi GPP. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Data dikumpulkan pada bulan Februari-April 2019 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran apoteker memberikan pengaruh yang signifikan terhadap implementasi GPP (P<0.05). Kehadiran apoteker di apotek meningkatkan keamanan sistem pengadaan obat melalui jalur resmi dan interaksi dengan pasien tanpa melihat status sosial. Perlu perhatian khusus untuk meningkatkan pelaporan efek samping obat dan pencatatan medis pasien melalui jadwal praktik yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasia

    Penggunaan Dressing Alternatif Pada Luka Kaki Diabetik Meningkatkan Residu Klorin

    Get PDF
    Penggunaan dressing modern yang lama membutuhkan biaya yang besar, sehingga praktisi luka menggunakan dressing alternatif (pembalut wanita). Mengidentifikasi penggunaan dressing alternatif terhadap residu klorin dan proses penyembuhan Luka Kaki Diabetik (LKD). Desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan one grup pre dan post, 10 sampel diintervensi dengan pembalut alternatif berupa pembalut wanita yang digunakan setelah perawatan luka. Pembalut digunakan pada satu luka untuk satu jenis pembalut yang berdasarkan luas luka. Intervensi selama 12 hari dengan penggantian balutan per 2 hari. Pemeriksaan residu klorin (SpectrophotometryUV-Vis) didasar luka dengan teknik swab dihari 1, 6 dan 12, sedangkan proses penyembuhan dengan instrument baku yaitu Diabetis Foot Ulcer Assesment Scale (DFUAS). Residu klorin hari 1, 6 dan 12 yaitu 0.6837, 2.4477 dan 2.7927 ppm dengan nilai p=0.001. Skor rata-rata DFUAS hari 1, 6 dan 12 adalah 29.6, 27.7 dan 24.6 dengan nilai p=0.005. Dengan demikian peningkatan signifikan residu klorin pada dasar luka namun skor DFUAS tetap menurun. Terjadi peningkatan residu klorin pada hari 6 dan 12 perawatan dengan menggunakan dressing alternatif jenis pembalut wanita dan skor DFUAS menurun. Disaranakan bagi praktisi luka untuk mengevaluasi Luka Kaki Diabetik pada saat penggunaan dressing alternatif (pembalut wanita)

    Pengaruh Pemberian Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) Terhadap Hasil Luaran Perinatal Pada Wanita Risiko Preeklampsia

    Get PDF
    Preeklampsia (PE) dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dan kematian janin dalam kandungan.Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan bayinya. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisa pengaruh pemberian kurma ajwa (Phoenix Dactylifera L) terhadap hasil luaran perinatal padawanita resiko Preeklamsia. Penelitian ini dilaksanakan di RSIA Sitti Khadijah 1 Kota Makassar Provinsi SulawesiSelatan. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Subyek penelitian terdiri dari 20 ibu yang diberikankurma ajwa dan 10 ibu hamil yang tidak diberikan kurma ajwa, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Datakarakteristik diukur menggunakan kuesioner. Untuk menilai hasil luaran menggunakan lembar obsevasi dan alatukur timbangan yang telah dikaliberasi diukur 1 kali. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitianmenujukan, mayoritas sampel memiliki risiko tinggi hipertensi (90%). Hasil luaran memiliki nilai normalmayoritas pada kelompok yang diberikan kurma ajwa. BBL 76.6 % berar badan normal, APGAR score mayoritas≥ 7 minggu 86.6%, dan usia gestasi mayoritas ≥ 37 minggu 90%. Pemberian kurma ajwa memberikan pengaruhterhadap berat badan lahir perinatal dan nilai APGAR Score. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenaipengaruh kurma ajwa terhadap luaran perinatal dan risiko preeklamsia pada pemeriksaan marker sepertisoluble fms like tyrosine kinase 1 (sFlt-1)

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Fraksinya Dari Kulit Batang Rambutan (Nephelium Lappaceum Linn) Menggunakan Metode DPPH

    Get PDF
    Kulit batang dari tanaman rambutan (Nephelium Lappaceum Linn) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak etanol beserta fraksi n-heksana, etil asetat dan n-butanol dari kulit batang rambutan. Ekstrak etanol diperoleh dengan cara metoda maserasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian dengan pelarut etanol 96%. Proses fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan melihat nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol diperoleh IC50 sebesar 24.21 ppm, fraksi n-heksan sebesar 3149.84 ppm, fraksi etil asetat sebesar 9.05 ppm, fraksi n-butanol sebesar 19.74 ppm dan asam galat sebagai pembanding sebesar 2.27 ppm. Semakin besar nilai IC50 maka aktivitas antioksidan akan semakin lemah. Berdasarkan nilai tersebut, ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat yaitu <50 ppm. Sedangkan pada fraksi n-heksan memiliki aktivitas antioksida yang lemah (>150 ppm). Kesimpulan bahwa aktivitas antioksidan dari kulit batang rambutan tergolong pada kategori sangat kuat pada ekstrak etanol, fraksi etil dan fraksi n-butanol yang bervariasi. Namun pada fraksi n-heksan didapatkan nilai yang termasuk dalam kategori lemah. Disarankan hasil penelitian ini untuk dapat dilanjutkan pada pembuatan sediaan farmasi seperti dibidang kosmetik

    Pernikahan Usia Muda pada Pasangan Suami Istri

    Get PDF
    Pernikahan usia muda, pernikahan yang dilakukan oleh pria dibawah umur 19 tahun dan wanita dibawah umur 16 tahun. Menurut WHO tahun 2014 menunjukkan sebanyak 16 juta wanita melahirkan berusia 15-19 tahun atau 11% dari seluruh kelahiran di dunia. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda pada pasangan suami istri di Desa Tanjung Mompang Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mix methods. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri berstatus PUS yang melakukan pernikahan usia muda sebanyak 79 pasangan. Sampel pendekatan kuantitatif sebanyak 79 pasangan suami istri yang dilakukan secara total sampel, pendekatan kualitatif yaitu informan kunci (3 pasangan suami istri, 1 bidan desa), dan informan biasa (1 kepala desa, 1 tokoh adat). Analisis kuantitatif dilakukan dengan analisis univariat, bivariat, multivariat. Analisis kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan mayoritas kurang nilai p value 0.038, pendidikan mayoritas rendah nilai p value 0.013, pola asuh mayoritas kurang nilai p value 0.011, budaya mayoritas mendukung nilai p value 0.025. Kesimpulan ada pengaruh pengetahuan, pendidikan, pola asuh, dan budaya. Variabel paling dominan yang mempengaruhi pernikahan usia muda adalah budaya. Diharapkan bagi tokoh adat dapat memberikan cara pandang hidup bagi remaja untuk tidak melakukan pernikahan usia muda, menyarankan remaja untuk menuntut ilmu sampai ke perguruan tinggi agar menjadi remaja yang bermanfaat, sehingga remaja tersebut mengetahui dampak negatif dari pernikahan usia muda yang rentan dengan masalah kesehatan reproduksi

    Hubungan Faktor Pendukung Customer Relationship Management Dengan Loyalitas Pasien Poli Interna

    Get PDF
    Klinik bertanggung jawab menjalankan program customer relationship management untuk proses adaptasi klinik dengan pelanggannya. Setiap devisi, klinik dan petugas pelayanan harus mengetahui tentang program tersebut, tujuan-tujuannya, dan yang paling penting apa peranan dan bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi menjalankan program itu. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan faktor pendukung customer relationship management dengan loyalitas pasien di poli interna klinik Ratulangi Medical Centre Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian adalah pasien yang berkunjung di poli interna tahun 2017, yaitu 1296 pasien dengan jumlah sampel 117 pasien yang dipilih dengan cara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik diperoleh nilai petugas pelayanan p=0.559, proses pelayanan p=0.740, dan teknologi pelayanan p=0.760. Semua variabel faktor customer relationship management tidak berhubungan dengan loyalitas pasien. Hal ini dilihat dengan keputusan tingkat loyalitas pasien, sebagian besar melihat aspek petugas pelayanan yang dimiliki klinik Ratulangi Medical Centre. Petugas pelayanan, sebagian besar pasien setuju bahwa petugas mampu memberikan kemampuan, keterampilan, dan keramahan kepada pasien. Proses pelayanan, sebagian besar pasien setuju bahwa proses pelayanan mudah dilakukan, membantu petugas mengenali dan menjalin hubungan dekat dengan pasien. Dimensi proses terbentuk karena identifikasi profil, komunikasi dengan pelanggan, dan penanganan keluhan pasien. Teknologi pelayanan, beberapa pasien setuju bahwa teknologi pelayanan mempermudah informasi, mempercepat dan mengoptimalkan faktor manusia dan proses bisnis dalam aktivitas pengelolaan hubungan dengan pasien. Sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan faktor pendukung customer relationship management dengan loyalitas pasien. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar lebih meningkatkan strategi pemasaran

    291

    full texts

    332

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇