Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Efeketivitas Mat Kulit Limau Kuit (Citrus amblycarpa) sebagai Anti Nyamuk Elektrik terhadap Nyamuk Aedes aegypti
Salah satu alternatif pengendalian nyamuk yang dapat dilakukan untuk mengendalikan vektor penyakit DBD adalah dengan menggunakan insektisida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas mat kulit limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai anti nyamuk elektrik terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan desain true experiment yang dilakukan di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga. Objek penelitian adalah serbuk kulit limau kuit (Citrus amblycarpa) sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes aegypti. Pengambilan sampel nyamuk Aedes aegypti dilakukan secara simple random sampling sejumlah 240 ekor nyamuk Aedes aegypti dengan 20 ekor nyamuk pada setiap kelompok perlakukan. Uji kerentanan selama 20 menit pemaparan dan holding selama 24 jam. Efektifitas ekstrak serbuk kulit limau kuit dalam mematikan nyamuk Aedes Aegypti setelah pemaparan 20 menit masing-masing 25% (1 gram), 10.0% (1.5 gram), 0% (2 gram), 100% (kontrol +) dan setelah di holding selama 24 jam didapatkan kematian 35% pada konsentrasi 1 gram, 11.67 pada konsentrasi 1.5 gram, 0% pada konsentrasi 2 gram, 100% pada kontrol (+). Hasil analisis probit didapatkan nilai LT50 68.03 detik pada konsentrasi 1 gram, 216.39 detik pada konsentrasi 1.5 gram, dan 2.09 detik pada kelompok kontrol (+). Analisis post-hoct LSD dengan uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ekstrak serbuk kulit limau kuit (1 gram dan 1,5 gram) dengan kontrol (+). Perlu dilakukan penelitian lanjutan menggunakan pelarut etanol untuk membuat MAT anti nyamuk
Intake Zat Gizi Dan Jarak Kehamilan Terhadap Anemia Pada Ibu Hamil Di wilayah kerja Puskesmas Di Kabupaten Pangkep
Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Jenis penelitian yang digunakan Kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional yaitu untuk mengetahui variabel-variabel yang diduga berpengaruh pada waktu yang bersamaan, yaitu pengaruh antara intake zat gizi dan jarak kehamilan terhadap anemia pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian adalah Ibu hamil sebanyak 280 dan sampelnya sebanyak 112 dengan berdasarkan tabel penarikan sampel Nomogram Harry King dengan taraf kesalahan 5% dengan teknik penarikan sampel yaitu accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, analisis multivariat dengan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Ada pengaruh yang bermakna antara intake zat besi terhadap anemia, intake asam folat dan jarak kehamilan terhadap anemia pada Ibu Hamil di bKabupaten Pangkep. Berdasarkan analisis multivariat diketahui variabel intake asam folat paling dominan memengaruhi anemia pada ibu hamil dengan nilai p = 0.000. Oleh karena itu, ibu hamil perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya intake zat gizi dan jarak kehamilan dan diharapkan peran aktif keluarga serta tenaga kesehatan untuk tindakan pencegahan terhadap kejadian anemia pada ibu hami
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Mahasiswa Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Penularan Covid 19
Penerapan protokol kesehatan merupakan suatu hal yang penting dalam pencegahan penularan Covid 19 secara meluas. Banyak faktor yang dalam mempengaruhi intensi mahasiswa dalam mematuhi protokol kesehatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi (niat) mahasiswa dalam mengikuti protokol kesehatan dalam kehidupan, sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19. Penelitian ini didesain sebagai penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2020. Populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang tinggal di Kabupaten Bogor. Dalam menjawab tujuan penelitian, analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa secara umum intensi (niat) mahasiswa untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan relatif terkategori tinggi dan sedang. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi mahasiswa dalam menerapkan perilaku sesuai protokol kesehatan adalah sikap mahasiswa tentang pentingnya perilaku tersebut, serta persepsi terhadap kontrol pribadi. Sikap atau keyakinan mahasiswa terhadap keberadaan Covid dan dampak yang diakibatkan memiliki pengaruh yang kuat terhadap intensi mahasiswa dalam berperilaku penerapan protocol kesehatan
Pengaruh Pendekatan Denver Development Screening Test dalam Pendidikan Stimulasi Perkembangan Baduta
Masyarakat buruh bangunan di Kelurahan Paccerakkang memiliki populasi baduta sangat tinggi, namun tumbuh kembang anak berjalan secara alami tanpa pemberian stimulasi yang dapat mendukung capaian pertumbuhan anak secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan dengan pendekatan Denver Development Screening Test (DDST) terhadap keterampilan ibu dalam stimulasi perkembangan baduta pada masyarakat buruh bangunan Kelurahan Pacerakkang Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian eskperimen yang bersifat kuantitatif dengan jenis Quasy Eksperimental dengan pendekatan “Non-Equivalent Control Group Design”. Hasil penelitian menemukan perbedaan keterampilan ibu pada kelompok intervensi, sebelum pemberian pendidikan dengan pendekatan DDST melalui metode ceramah, pemutaran video, role play dengan nilai mean 13,06 dan sebelum intervensi 27,59. Sedangkan, hasil uji berpasangan didapatkan nilai p=0,000. Terdapat perbedaan keterampilan ibu pada kelompok kontrol sebelum dan sebelum pemberian pendidikan dengan pendekatan DDST dengan nilai mean sebelum intervensi 11,41, sebelum intervensi 16,06, dengan menggunakan uji berpasangan didapatkan nilai p=0,010. Pemberian pendidikan dengan pendekatan DDST pada kelompok intervensi melalui ceramah, pemutaran video dan role play lebih efektif dibandingkan kelompok kontrol yang hanya diberikan pendidikan dengan pendekatan DDST melalui ceramah dengan nilai = 0,000. Penelitian ini ditujukan kepada petugas kesehatan untuk melibatkan orang tua khususnya ibu yang memiliki baduta dalam meningkatkan keterampilan dalam merangsang perkembangan anak
Perbandingan Nilai NLR dan TLC Wanita Hamil Dan Tidak Hamil Terkonfirmasi Positif Covid-19
Wanita hamil rentan terhadap penyakit infeksi salah satunya adalah Covid-19. Covid-19 memicu terjadinya hiperinflamasi yang menyebabkan kerusakan jaringan paru dan disfungsi organ. Total Leukocyte Counnt (TLC) dan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan indikator untuk memprediksi tahap awal dan potensi perkembangan penyakit yang cukup mudah dilakukan utamanya di fasilitas kesehatan yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai TLC dan NLR pada pasien Covid-19 wanita hamil dan tidak hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Covid-19 kelompok hamil dan tidak hamil sama-sama berada pada standar normal walaupun memiliki kecenderungan jumlah neutrofil yang tinggi dan jumlah limfosit yang rendah yang umum terjadi pada pasien Covid-19. Nilai TLC dan NLR pada pasien Covid Wanita hamil dan tidak hamil tidak berbeda signifikan (p lebih besar 0,05). Persentase jumlah pasien dengan nilai NLR pasien Covid-19 hamil dan tidak hamil lebih kecil 5.8 yaitu 70% dan 67%, sedangkan di atas lebih besar 5.8 yaitu 30% dan 33%. Hal ini selaras dengan hasil bahwa persentase pasien bergejala ringan lebih banyak dibandingkan dengan pasien bergejala sedang dan berat. Kondisi kehamilan yang rentan terhadap penyakit infeksi dengan sistem imunitas yang unik membuktikan kondisi ini mampu menurunkan potensi perkembangan Covid-19 yang lebih serius
Pengaruh Penerapan 5R (Housekeeping) terhadap Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Perawat di Ruangan Perawatan
Budaya K3 rumah sakit merupakan terciptanya budaya lingkungan 5R sehat, aman, dan bebas terhadap hazard dan risk yang dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktif. International Labour Organization tahun 2013, 1 pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Penerapan 5R akan membuat pelayanan kesehatan lebih nyaman dan aman dan meningkatkan kualitas rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan 5R (housekeeping) terhadap perilaku keselamatan di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, dan Untuk mengetahui pengaruh penerapan 5R (housekeeping) terhadap perilaku kesehatan di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan metode penelitian eksperimen semu dengan rancangan one group pre test dan post test observasi, sampel adalah 71 perawat. Hasil pre dan post dengan uji statistik wilcoxon test diperoleh nilai p = 0.002 jika dibandingkan dengan nilai ὰ = 0.05, maka p lebih kecil ὰ. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan 5R dalam prilaku K3terhadap perawat di ruang perawatan RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Kesimpulan ada pengaruh penerapan 5R terhadap K3 pada perawat di ruang perawatan RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, dan penerapan budaya 5R akan menjadikan RS lebih maju dan berkembang sehingga mempunyai daya saing yang lebih tinggi. Saran diharapkan perawat di ruangan perawatan menerapkan perilaku 5R dalam K3 untuk meningkat proses perawatan, keamanan, dan kenyamanan pasien, dan diharapkan dapat dikembangkan peneliti selanjutnya
Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan dan Minat Kembali di RSUD Haji Makassar
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tangible, reliability responsiveness, assurance dan empathy terhadap minat kembali, untuk mengetahui pengaruh Tangible Reliability Responsiveness Assurancedan Empathy terhadap minat kembali setelah dipengaruhi kepuasan, untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap minat kembali dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap minat kembali setelah dipengaruhi oleh kepuasan pasien peserta BPJS di ruang rawat inap RSUD Haji Makassar.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 82 responden dengan jumlah populasi sebanyak 573 pasien. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap minat kembali pasien rawat inap adalah assurance. Faktor yang paling berpengaruh terhadap minat kembali pasien rawat inap setelah dipengaruhi kepuasan adalah empathy. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap minat kembali pasien, ada pengaruh positif dan signifikan tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy melalui kepuasan terhadap minat kembali pasien. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap minat kembali pasien adalah assurance. Dan faktor yang paling berpengaruh terhadap minat kembali setelah dipengaruhi oleh kepuasan adalah empathy. Disarankan bagi pihak RSUD Haji Makassar, hendaknya senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga dengan kualitas pelayanan yang lebih baik maka pasien di rumah sakit akan selalu setia dalam menggunakan jasa rumah sakit tersebut
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Sidrap Tahun 2020
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Empagae Kabupaten Sidrap. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik denganpendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 45 responden yang memenuhi kriteria sampel. Hasil uji analisis menggunakan uji chi-square dengan hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran petugas dengan kejadian stunting (p-value=0.002), terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting (p-value=0.000), dan ada hubungan yang signifikan antara kunjungan posyandu dengan kejadian stunting pada balita (p-value=0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan peran petugas, pola asuh, dan kunjugan posyandu dengan kejadian stunting. Sehingga orang tua harus memperhatikan pola asuh kepada anak supaya asupan gizi pada anak bisa terpenuhi untuk k pencegahan stunting dan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu untuk memantau status gizi ana
Perbedaan Kadar Interleukin 6 Serum dan Kadar HsCrp Pada Ibu Hamil Preeklampsia
Kadar Interleukin 6 (IL-6) dan kadar hsCRP( High sensitive C Reaktif Protein) meningkat pada ibu hamil preeklampsia. Peningkatan kadar hsCRP diinduksi oleh IL-6. Peningkatan kadar keduanya berhubungan dengan preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar IL6 serum dan kadar hsCRP pada ibu hamil preeklampsia dan ibu hamil normal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study yang melibatkan 84 orang ibu hamil (42 kehamilan preeklampsia dan 42 kehamilan normal). Data umur, IMT dan darah vena diambil dari responden dan kadar hsCRP, kadar IL6 diukur dengan metode ELLISA. Kehamilan preeklampsia ditentukan oleh dokter spesialis kandungan yang bertugas di rumah sakit dengan kriteria preeklampsia bila tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dengan proteinuria ≥300 mg/l pada pengambilan urine 24 jam. Layer analisis test digunakan untuk membandingkan karakterisitik subyek pada kelompok kehamilan preeklampsia dan kelompok kehamilan normal. Sementara uji one way anova digunakan untuk melihat perbedaan kadar IL6, kadar hsCRP pada ibu hamil preeklampsia dan ibu hamil normal. Hasil penelitian menunjukan kadar IL6 lebih tinggi pada ibu hamil preeklampsia dibanding kelompok kehamilan normal (beda rata-rata= 308.8 dengan nilai p=0.000 lebih kecil 0.005 dan perbedaan rata-rata kadar IL6 serum antara kelompok ibu hamil preeklampsia berat dengan ibu hamil normal beda rata-rata = 295.5 dengan nilai p=0.000 lebih kecil 0.005) dan kadar hsCRP juga lebih tinggi pada ibu hamil preeklampsia dibanding pada kelompok ibu hamil normal (beda rata-rata = 0.85 dengan nilai p=0.001lebih kecil 0.005)
Kondisi Lingkungan dan Kejadian Filariasis Di Kabupaten Kuningan
Filariasis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyebaran kasus filariasis dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Kuningan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi daerah endemis filariasis di Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan faktor lingkungan dengan kejadian filariasis. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain studi case control. Perbandingan kasus dan kontrol dalam penelitian ini adalah adalah 1 : 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus filariasis di Kabupaten Kuningan yang berjumlah 16 kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga besar sampel penelitian sebanyak 16 orang untuk kelompok kasus. Teknik pengambilan sampel untuk kelompok kontrol menggunakan purposive sampling. Besar sampel untuk kelompok kontrol sebanyak 32 orang. Data mengenai variabel kondisi lingkungan dan kejadian filariasis diperoleh melalui wawancara dan observasi. Setelah data dikumpulkan, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat mengunakan regresi logistik ganda. Analisis bivariat menunjukkan dari 12 variabel lingkungan, terdapat 3 variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian filariasis. Variabel SPAL, keberadaan kawat kassa dan konstruksi plafon memiliki hubungan signifikan dengan kejadian filariasis (p1 = 0,041 OR = 3,667 ; p2 = 0,03 OR = 5,44 and p3 = 0,033 OR = 3,857). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi SPAL menjadi faktor dominan yang mempengaruhi filariasis. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dan institusi pendidikan meningkatkan upaya promotif mengenai sanitasi lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan serta berupaya untuk membangun program pemberdayaan pembuatan SPAL sederhana berbasis masyarakat