Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    332 research outputs found

    Faktor Prediktor Yang Berpengaruh Terhadap Kunjungan Balita Di Posyandu Puskesmas Batua

    Get PDF
    Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan untuk memudahkan masyarakat, untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu dan anak balita. Kurangnya pengetahuan orang tua balita mengenai posyandu mengakibatkan balita tidak naik berat badan, mengalami kekurangan gizi dan mengalami penyakit yang berbahaya karena tidak di imunisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang Tua Balita yang berkunjung ke Posyandu wilayah kerja Puskesmas Batua kota Makassar yang bersedia untuk mengisi kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Data dianalisis dengan uji regresi sederhana dan regresi logistik. Hasil menujukkan bahwa promosi kesehatan (p=0,026), persepsi orang tua (p=0,019) ada pengaruh terhadap kunjugan balita di posyandu Puskesmas Batua kota Makassar sedangkan kualitas pelayanan (p=0,949) tidak ada pengaruh terhadap kunjugan balita di posyanduPuskesmas Batua kota Makassar. Nilai regresi logistik menunjukkan variabel persepsi orang tua lebih dominan berpengaruh terhadap kunjugan balita dengan nilai sebesar (p=0,019) dan nilai exp (B) 4,211). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara promosi kesehatan, persepsi orang tua terhadap kunjugan balita di posyanduPuskesmas Batua Kota Makassar dan tidak ada pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kunjugan balita di posyandu Puskesmas Batua Kota Makassar. Sehingga puskesmas harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan diposyandu agar orang tua balita lebih aktif membawa balitanya ke posyandu

    Hubungan Kualitas Sistem, Informasi, Dan Pelayanan Dengan Kepuasan Pengguna Surveilans Penyakit Tidak Menular Di Kota Palembang

    Get PDF
    Aplikasi Sistem Surveilans Penyakit Tidak Menular telah diperkenalkan sejak tahun 2014 dan selama lima tahun aplikasi berupa pelaporan Penyakit Tidak Menular melalui website ini belum berjalan optimal di Kota Palembang. Untuk menganalisa penyebabnya, peneliti menggunakan teori kesuksesan sistem informasi DeLone dan Mc Lean. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pengguna pada Penggunaan Aplikasi Sistem Surveilans Penyakit Tidak Menular di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini melibatkan seluruh pengelola program Penyakit Tidak Menular di 41 puskesmas di Kota Palembang yang berjumlah 65 orang. Dengan menggunakan kuesioner yang telah ada, data hasil penelitian diolah dengan uji chi square menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas sistem dengan kepuasan pengguna (p-value=0,001), adanya hubungan antara kualitas informasi dan kepuasan pengguna (p-value=0,000), dan adanya hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pengguna (p-value=0,000). Penelitian ini membuktikan adanya hubungan kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pengguna pada Aplikasi sistem Surveilans Penyakit Tidak Menular di Kota Palemban

    Hubungan Praktik Menyusui dengan Status Gizi dan Skor Kuisoner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) pada Anak usia 1 – 3 Tahun

    Get PDF
    ASI merupakan nutrisi yang sangat berperan dala pertumbuhan dan perkembangan. Praktik menyusui dengan teknik yang benar dan tepat dapat mempengaruhi keberhasilan dalam menyusui sehingga berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik menyusui terhadap status gizi dan skor kuisoner pra skrining perkembangan (KPSP) anak usia 1-3 tahun. metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan total sampel sebanyak 200 anak usia 1-3 tahun dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianaisis menggunakan rumus statistik uji chi-square dengan derajat kemaknaan (p<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan praktik menyusui dengan status gizi (p>0.61). Namun pada skor KPSP yang sesuai ditemukan proporsi yang lebih besar pada anak dengan praktik menyusui yang benar (p<0.009). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara praktik menyusui dengan skor KPSP namun tidak pada status gizi anak. Temuan pada ini memerlukan penelitian prospektif untuk melihat hubungan antara praktik menyusui dengan pertumbuhan dan perkembangan anak

    Analisis Kemampuan dan Kemauan Pasien PBPU Membayar Iuran Jaminan Kesehatan Nasional

    Get PDF
    Terjadi kenaikan iuran BPJS pada tahun 2020 sebesar 100% sementara itu Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) memiliki penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)memiliki masalah keuangan atas kenaikan iuran BPJS ini sehingga akan meningkatkan risiko Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk berhenti menggunakan BPJS sebagai asuransi kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan kemauan membayar iuran pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan design cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan pada bulan Agustus-Desember 2020. Sampel penelitian ini sebanyak 96 orang pasien Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden ATP I kategori mampu sebanyak 54.2%, ATP II non makanan kategori mampu sebanyak 74.0% dan non essensial kategori tidak mampu sebanyak 65.6%. Kemauan membayar bedasarkan nilai WTP ketika iuran JKN naik dalam kategori tidak mau sebanyak 71.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kemampuan ATP II dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan (p=0.041). Tidak ada hubungan antara kemampuan ATP I (p=0.776) dan ATP III (0.0076) dengan kemauan membayar JKN di Rumah Sakit Umum Sufina Aziz Kota Medan

    Formulasi dan Uji Hedonik Serbuk Effervescent Ekstrak Kunyit dengan Variasi Asam Sitrat dan Asam Tarta

    Get PDF
    Munculnya coronavirus yang terus menerus secara berkala menimbulkan ancaman signifikan bagi kesehatan dan ekonomi manusia. Sebuah penelitian menyarankan tanaman obat tradisional sebagai pendekatan terapi baru yangmemungkinkan. Senyawa aktif dari tanaman obat alami diketahui dapat menonaktifan virus. Kunyit (Curcuma longa) yang banyak tumbuh di wilayah Asia tropis diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan kunyit sudah banyak dikenal antara lain adalah sebagai jamu, sedangkan sebagai bahan pembuatan tablet effervescent belum pernah dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula terbaik dalam pembuatan serbuk effervescent kunyit yang disukai masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Kunyit diekstrak kemudian dibuat serbuk effervescent dengan tiga variasi formula pada asam sitrat dan asam tartat yaitu formula 1 (3:1), 2 (2:2), dan 3 (1:3). Serbuk effervescent yang telah dibuat selanjutnya dievaluasi sifat fisika-kimianya serta dilakukan uji Hedonik terhadap 20 panelis untuk menguji kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan uji statistik SPSS 22, dengan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bau yang khas, berwarna krem dan rasa agak manis, ke tiga formula telah memenuhi kriteria sifat fisika kimia minuman serbuk effervescent sesuai dengan standar baku, dimana hasil uji Hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur memiliki signifikansi lebih kecil 0.05 yang artinya pada formula yang diuji memiliki perbedaan aroma yang signifikan. Hasil uji lanjutan Post Hoc Duncan menunjukkan bahwa formula 3 adalah formula yang paling disukai oleh panelis. Sediaan serbuk effervescent ekstrak kunyit dapat dijadikan sebagai alternatif untuk konsumsi jamu dengan cara moder

    Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pencemaran Nitrit (NO2) Pada Air Sumur Gali Di Kawasan Pertanian Kabupaten Cilacap: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pencemaran Nitrit (NO2) Pada Air Sumur Gali Di Kawasan Pertanian Kabupaten Cilacap

    Get PDF
    Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kawasan pertanian terluas di Jawa Tengah. Luas lahan pertanian terdiri dari lahan sawah seluas 64.744 Ha dan lahan bukan sawah seluas 60.084 Ha. Luas lahan pertanian Kabupaten Cilacap dapat menjadi sumber risiko pajanan nitrit yang merupakan polusi pertanian. Mata pencaharian utama masyarakat Kabupaten Cilacap adalah petani dengan jumlah petani sebanyak 556.348 jiwa. Hal tersebut dapatmenjadi potensi risiko timbulnya gangguan kesehatan akibat pajanan nitrit dari aktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan lingkungan akibat pencemaran nitrit (NO2) pada air sumur gali di kawasan pertanian Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan sumur gali yang berjarak ≤150 meter dari sawah sebanyak 103 jiwa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta melakukan pengukuran dengan alat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata rata konsentrasi nitrit 0,03 (mg/L), nilai maksimum konsentrasi nitrit 0,22 (mg/L) dan nilai minimum konsentrasi nitrit 0,005 (mg/L). Hasil analisis estimasi risiko kesehatan nonkarsinogenik pajanan nitrit menunjukkan karakteristik risiko (RQ) dari keseluruhan sampel uji adalah lebih kecil 1, artinya belum ada risiko yang menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat. Disimpulkan bahwa terdapat pajanan nitrit pada air sumur gali petani yang tinggal dekat persawahan, namun pajanan tersebut belum menimbulkan risiko gangguan kesehatan masyarakat. Saran dari hasil penelitian yaitu perlu dilakukan pemantauan secara berkala pemeriksaan kualitas air sumur gali yang berada di kawasan pertanian Kabupaten Cilacap

    Evaluasi Kualitas Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Jakarta Barat

    Get PDF
    Diabetes melitus merupakan suatu penyakit memerlukan penanganan medis berupa pengaturan diet, pola hidup yang teratur serta terapi pengobatan. Penanganan medis terutama kualitas diet yang buruk pada penderita diabetes dapat mengakibatkan komplikasi seperti arteri koroner dan penyakit pembuluh darah perifer, stroke, nefropati diabetes, amputasi, gagal ginjal dan kebutaan. Mengingat besarnya dampak negatif yang disebabkan oleh progresivitas penyakit diabetes tersebut perlu dilakukan evaluasi kualitas diet penderita DM agar dapat dijadikan ajuan dalam penentuan rekomendasi perbaikan diet. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas diet penderita diabetes melitus tipe II di Jakarta Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan cara accidental sampling yang memenuhi kriteria sampel dan didapatkan saampel sebanyak 102 orang. Pengumpulan data konsumsi menggunakan metode food recall 2x24 jam kemudian kualitas diet dianalisis menggunakan metode Diet Quality Index-International (DQI-I). Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor keberagaman pangan sebesar 17.3±1.74 (mean±SD). Rata-rata skor kecukupan 20.2±3.45 (mean±SD). Rata-rata skor moderasi sebesar 15.4±3.93 (mean±SD). Rata-rata skor keseimbangan zat gizi 1.3±1.35(mean±SD). Rata-rata skor DQI-I (kualitas diet) secara menyeluruh 54.2±7.03(mean±SD). Keberagaman pangan responden cukup baik namun kecukupan, keseimbangan asupan lemak, keseimbangan zat gizi responden masih perlu perbaikan. Oleh karena itu perlu dilakukannya sosialisasi mengenai penatalaksanaan diet DM tipe II yang tidak hanya fokus ke pembatasan konsumsi karbohidrat dan gula saja tetapi secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kualitas diet responden

    Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru: Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru

    No full text
    Penyakit tuberkulosis hingga saat ini masih harus diatasi di masyarakat, dimana program pengobatan dan pedoman penanggulanggan penyakit tuberkulosis juga sudah dijadikan oleh pemerintah untuk menangani kasus ini sesuai dengan standar nasional. Hal ini dikarenakan masih tinggi angka ketidakpatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Kasus tuberkulosis di Manokwari Papua Barat tercatat sebanyak 4.645 kasus pada tahun 2017 dan setelah dievaluasi kesembuhannya sebesar 352 kasus ini artinya angka kesembuhan tuberkulosis masih berada di bawah target sesuai RENSTRA yang ingin dicapai tahun 2017 yakni sebesar 90% sedangkan pada tahun 2017 ini angka kesembuhan menjadi 37.73 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2020 di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari, dengan jumlah sempel dalam penelitian adalah 45 responden. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien minum obat tuberkulosis dengan nilai p value=0.000. Kesimpulan yaitu terhadapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien minum obat tuberkulosis di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya peninggkatan pemantauan kepatuhan pengobatan TB dengan seringnya melakukan edukasi dan skrining kepatuhan pengobatan TB kepada keluarga dan pasien

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Mencuci Tangan pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Covid-19 diperkirakan menyebar di antara orang-orang melalui percikan pernapasan yang dihasilkan pada saat batuk dan percikan dari seseorang yang sedang bersin serta didapat dari permukaan benda yang sudah terkontaminasi yang kemudian secara tidak sengaja menyentuh wajah seseorang. Kementerian Kesehatan melaporkan 56.385 kasus konfirmasi Covid-19 dengan 2.875 kasus meninggal (CFR 5.1%) yang tersebar di 34provinsi. Kasus paling banyak terjadi pada usia 45-54 tahun. Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19 adalah orang lanjut usia. Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar merupakan tempat para lansia hidup tanpa menggantungkan diri pada anak atau keluarganya, sehingga perlu bagi mereka untuk bisa memahami bagaimana cara pencegahan Covid-19. Salah satu cara pencegahan Covid-19 adalah dengan mencuci tangan. Tujuan penelitian ini, menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar. Rancangan penelitian ini adalah suatu studi One-Group Pretest-Posttest Design. Ini merupakan salah satu bentuk Pre-Experimental Design. Untuk melihat ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pada kelompok lansia menggunakan Uji T. Sampel penelitian ini adalah 30 orang lansia. Hasil pre-test mendapatkan nilai rata-rata 2.37 dengan standart deviasi 2.37 sedangkan hasil post-test mendapatkan nilai rata-rata 9.67 dengan standart deviasi 1.83. Berdasarkan uji SPSS yang telah dilakukan (P=0.000; α = 0.05) Ha (hipotesis alternative) diterima karena nilai p-value ≤ 0.005 sehingga Ho ditolak dengan α = 5% sehingga hipotesis alternative diterima. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan pada masa pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Lansia Pematangsiantar

    Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stres Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan

    Get PDF
    Persepsi masyarakat yang berlebihan pada narapidana memberi efek buruk terhadap kesehatan mental yang mengakibatkan seorang narapidana mengalami stres. Strategi pencegahan stress seorang narapida salah satunya yaitu dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat stres narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Sumatera Utara dan sampel penelitian berjumlah 72 narapida diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner DASS 42 dengan skala tingkat stres dan dukungan keluarga menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari teori Friedman dengan 14 pernyataan. Data dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil penelitian ini didapatkan dukungan keluarga mayoritas tinggi sebanyak 63.9%, tingkat stres responden mayoritas ringan yaitu sebanyak 48,6% dan nilai p-value = 0.000 lebih kecil α 0,05. Kesimpulannya ada hubungan siginifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan responden di salah satu Lembaga Pemasyarakatan Sumatera Utar

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇