Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    332 research outputs found

    Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Karyawan dalam Menjalankan Protokol Covid-19

    Get PDF
    Akhir tahun 2019 tepatnya pada bulan desember, dunia dihebohkan dengan sebuah kejadian yang membuat banyak masyarakat resah yaitu dikenal dengan virus corona (covid-19). Kejadian tersebut bermula di Tiongkok, Wuhan. Pada awalnya virus ini diduga akibat paparan pasar grosir makanan laut huanan yang banyak menjual banyak spesies hewan hidup. Penyakit ini dengan cepat menyebar di dalam negeri ke bagian lain China. Tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019, terdapat lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya sebanyak 44 kasus.adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepribadian karyawan terhadap kepatuhan dalam menjalankan protokol covid-19.Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan menara UMI dan dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara offline pada bulan februari tahun 2021nalisis data yang digunakan di dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat faktor yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan karyawan dalam menjalankan protokol covid-19 yaitu Kepercayaan (p 0,000) dan Lingkungan (p 0,453) sehingga diketahui bahwa variabel tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap kepatuhan karyawan terhadap protokol covid-19

    Peran Kolaboratif Bidan Dalam Pencegahan Stunting Di Era Adaptasi Baru

    Get PDF
    Peran kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan intervensi dan pencegahan stunting. Bidan mempunyai kontribusi cukup besar dalam intervensi dan pencegahan stunting. Peran bidan dalam penanggulangan stunting pada masa AKB focus pada intervensi spesifik dengan mengikuti protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa faktor yang berhubungan dengan peran kolaboratif bidan dalam pencegahan stunting di era adaptasi baru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non experimental, dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling yakni 95 bidan yang mewakili dari 27 puskesmas di Kabupateb Pekalongan. Pengambilan dat.a menggunakan kuesioner dengan uji hasil menggunakan regresi logistic. Hasil dalam penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara cakupan intervensi, standarisasi bidan delima dan pengetahuan dengan peran kolaboratif bidan dalam pencegahan stunting. Diharapkan bidan untuk dapat meningkatkan kinerja dengan selalu up to date dengan ilmu-ilmu yang baru dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, agar kinerja semakin baik dalam pelayanan kebidanan pada umumnya dan pelayanan pencegahan stunting pada khususnya

    Perilaku Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Melalui Terapi 3F (Foot Assessment, Foot Care, Follow Up)

    Get PDF
    Penyakit kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi pada pasien dengan diabetes mellitus yang meliputi infeksi ekstremitas bawah, pembentukan ulkus dan atau kerusakan jaringan dalam, yang disebabkan oleh kombinasi neuropati dan berbagai derajat penyakit vaskular. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui program perawatan kaki untuk pasien diabetes melitus yang terdiri dari Foot assessment, Foot care, Follow up (3F) terhadap perilaku perawatan kaki diabetisi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan bentuk pretest-postest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 34 responden (17 kelompok intervensi, 17 kelompok kontrol).Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. Pemilihan responden berdasarkan kriteria inklusi yang ditentukan, yaitu: usia ≥ 30 tahun, menderita penyakit DM. Instrumen pada penelitian ini meliputi: (1) lembar pemeriksaan neuropati yang telah tervalidasi oleh peneliti sebelumnya; (2) kuesioner Nottingham Assesment of Functional Foot Care; (3) alat cek glukosa darah dan lembar observasi pemeriksaan kadar glukosa darah. Hasil analisis McNemar test pada tabel 2 yaitu kelompok intervensi menunjukkan adanya perbedaan perilaku perawatan kaki sebelum dan sesudah dilakukan perawatan kaki 3F dengan p-value 0,031. Selanjutnya hasil analisis McNemar test pada tabel 3 yaitu kelompok kontrol menunjukkan tidak adanya perbedaan perilaku perawatan kaki sebelum dan sesudah dilakukan perawatan kaki 3F dengan p-value 0,250

    Efektivitas Suplementasi Semanggi Merah Dan Minyak Ikan Terhadap Kualitas Hidup Wanita Pascamenopause

    Get PDF
    Menopause causes major changes in reproductive and non-reproductive tissues. Estimating that 75% of postmenopausal women experience severe complaints. Changes during the menopausal transition risk-reducing women's quality of life. Supplementation of red clover and fish oil are some supplements that are used to overcome various menopause complaints. There are still few studies that compare the effectiveness of the two to improve quality of life. This study was to compare red clover with fish oil supplementation to improve the QOL in postmenopausal women. The quasi-experimental study with a nonequivalent control group design of 60 postmenopausal women was conducted. Participants were selected by consecutive sampling and equally divided into two groups. Each group was given red clover 400 mg once a day and fish oil supplementation 1000 mg (contains omega-3 marine triglycerides 300 mg as Eicosapentaenoic Acid (EPA) 180 mg and Docosahexaenoic Acid (DHA) 120 mg) once a day for twelve weeks. Quality of life was assessed using WHOQOL-BREF and postmenopausal complaints using a menopause rating scale questionnaire. The data were analyzed by Mann-Whitney U test, Wilcoxon Signed Rank test, and paired sample t-test. The mean (standard deviation) scores of the menopause rating scale (MRS) in the fish oil group were lower (2.10 [3.30]) than in the red clover group (3.97 [5.15]); p = 0.100. There were differences in QOL scores in the domain of psychical health (p=0.006), psychological (0.005), social relationships (0.010), and environment (0.010) in the fish oil group. In contrast, in the red clover group, differences were found in the domain of psychological (p=0.020), social relationships (0.022), and environment (0.002). There was no difference between the two groups.Fish oil supplementation was as effective as red clover to improve quality of life. Fish oil and red clover supplementation should be given to postmenopausal women with menopause complaints

    Terapi Psikoedukasi Keluarga Meningkatkan Kemandirian Klien Gangguan Jiwa

    Get PDF
    Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam perawatan klien gangguan jiwa di rumah. Keluarga perlu mengetahui dan memahami cara merawat sehingga mereka dapat membantu anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa mengelola penyakitnya. Psikoedukasi keluarga adalah salah satu bentuk terapi keperawatan kesehatan jiwa dengan cara memberikan edukasi pada keluarga sehingga meningkatkan dukungan sosial pada anggota keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemandirian klien gangguan jiwa. Penelitian pra eksperimen dengan desain pre - post test without control group design. Populasi adalah caregiver yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang. Sampel diperoleh dengan purposive sampling sejumlah 23 keluarga. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan kemandirian klien sebelum dan sesudah terapi psikoedukasi keluarga. Hasilnya menunjukkan setelah pemberian terapi psikoedukasi keluarga terdapat peningkatan kemandirian klien nilai p=0,000. Kesimpulannya terapi psikoedukasi keluarga meningkatkan kemandirian klien gangguan jiwa yang dirawat di rumah

    Studi Prediktor Lama Tinggal Pada Pasien Demam Tifoid di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat memprediksi lama tinggal pasien tifoid di rumah sakit (length of stay/LOS). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari 2021 sampai juni 2021 di RS Universitas Hasanuddin menggunakan rancangan studi cross-sectional, dimana data yang diambil berasal dari data rekam medis pasien tifoid di RS Unhas tahun 2019-2020. Informasi yang dikumpulkan berupa data demografi, data klinis, data non-klinis, serta LOS. Dari 153 orang pasien tifoid yang teridentifikasi, sebanyak 21,57% pasien memilkii LOS lebih dari 7 hari di rumah sakit. Hasil analisis univariat menunjukkan ada beberapa kandidat prediktor LOS pasien tifoid (p lebih kecil 0,25) yaitu: umur (OR: 0,97, 95% CI: 0,94-0,99), berat badan (OR: 0,96, 95% CI: 0,93-0,98), rute antibiotik (OR: 2,17, 95% CI: 0,89-5,34), jenis antibiotik (OR: 2,84, 95% CI: 1,10-7,32), jenis pemeriksaan laboratorium (OR: 2,41, 95% CI: 1,04-5,59) dan jumlah obat non-antibiotik yang digunakan (OR: 1,24, 95% CI: 0,89-1,74). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya jenis antibiotik yang dapat digunakan untuk memprediksi LOS pasien tifoid. Sebagai kesimpulan, variabel yang dapat dijadikan prediktor LOS pasien tifoid adalah regimen terapi antibiotik yang diterima oleh pasien. Pasien yang diberikan kombinasi antibiotik adalah pasien yang memiliki waktu perawatan di RS lebih lama dibandingkan pasien dengan antibiotik tunggal

    Analisis Faktor Determinan Kualitas Konsumsi Makanan Pada Ibu Hamil Di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember

    Get PDF
    Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Angka kejadian KEK pada tahun 2020 di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember telah melebihi prevalensi secara nasional yaitu mencapai 12,26%. Kondisi kurang gizi selama kehamilan ini dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan kualitas konsumsi makanan selama kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 82 ibu hamil trimester II dan III di Kecamatan Sukowono. Sampel dipilih dari populasi dengan menggunakan teknik stratified random sampling.Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist observasi food recall 24 jam, kemudian dianalisis dengananalisis data deskriptif, uji regresi logistik sederhana dan dilanjutkan dengan regresi logistik berganda. Pengetahuan (p=0,002) dan tabu makanan (p=0,000) diidentifikasi sebagai faktor determinan kualitas konsumsi makanan sedangkan sikap (p=0,469) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,269) tidak termasuk faktor yang mempengaruhi kualitas konsumsi makanan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang baik dan tidak ada pantangan makan berdampak positif pada pemilihan jenis makanan, sehingga kebutuhan gizi dapat tercukupi selama kehamilan serta dapat meningkatkan kesehatan baik ibu maupun anak. Perlu adanya peningkatan dan penguatan informasi dan edukasi kepada ibu hamil beserta keluarga terkait pentingnya keragaman konsumsi makanan serta cara menyikapi tabu makanan

    Uji Aktivitas Ekstrak Kombinasi Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Kurma (Phoenix dactylifera L) sebagai Antiinflamasi Secara In Vitro

    Get PDF
    Inflamasi adalah respon perlindungan normal terhadap cedera jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya, atau agen mikrobiologi. Lisosom dapat mensekresi enzim yang dapat menginduksi terjadinya inflamasi. Membran lisosom analog dengan membran sel darah merah manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi antiinflamasi dari ekstrak kombinasi rimpang kunyit (curcuma domestica val) dan kurma (Phoenix dactylifera L) ditinjau dari kemampuannya menstabilkan membran sel darah merah. Dengan metode stabilitas membran eritrosit. Penelitian dimulai dengan pengambilan darah dan dibuat suspensi sel darah merah. Suspensi sel darah merah dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Natrium diklofenak), dan larutan uji dengan konsentrasi 50, 75, dan 100 ppm, kemudian di diamkan selama 30 menit dan disentrifuge. Supernatan diukur serapan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 413 nm. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi 100 ppm memberikan persen inhibisi paling besar yaitu 65,64%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak, maka daya inflamasinya semakin baik

    Perilaku Mahasiswa Kesehatan dalam Memberikan Edukasi Pencegahan COVID-19 kepada Masyarakat

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020 telah menyebabkan perubahan berbagai aspek kehidupan, terutama dalam aspek kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Salah satu kolaborasinya adalah melibatkan institusi pendidikan untuk turut serta mencegah penularan COVID-19. Peran penting perguruan tinggi adalah peran civitas akademika khususnya mahasiswa untuk memberikan edukasi tentang COVID-19 kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat. Studi ini adalah studi kuantitatif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilakukan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan Malang, Jawa Timur. Waktu penelitian pada Juli-Agustus 2020 dengan sampel sebanyak 133 subjek dan dipilih dengan teknik random sampling sederhana. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku siswa kesehatan. Variabel independen adalah pengetahuan dan sikap siswa kesehatan tentang COVID-19. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Perilaku siswa kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat dipengaruhi oleh pengetahuan (b = 0.57, 95% CI = 0.02 hingga 1.13, p = 0.043), dan sikap tentang COVID-19 (b = 2.86, 95% CI = 0.95 hingga 4.77, p = 0.004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku mereka dalam memberikan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat

    Mitigasi Bencana Gempa Bumi dengan Metode Learning by Doing

    Get PDF
    Gempa Bumi adalah vibrasi kerak bumi yang memberikan getaran mulai yang tidak terasa sampai yang mengguncangkan bumi. Terjadinya gempa bumi berkaitan dengan terlepasnya tegangan pada kerak bumi yang menimbulkan gelombang elastis yang merambat melintasi lapisan-lapisan bumi. Data dari BPBD Kabupaten Wajo mencatat pada tahun 2018 telah terjadi 3 titik pusat gempa bumi yang mengguncang beberapa kecamatan di Kabupaten Wajo. Tujuan penelitian adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan siswa terhadap gempa bumi melalui metode learning by doing pada siswa SMA 3 Wajo Kab. Wajo. Metode penelitian adalah penelitian quasi experiment, pada penelitian ini, kelompok eksperimen mendapatkan edukasi dengan media video dan simulasi secara langsung dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan edukasi. Penarikan sampel dengan teknik proportional stratified random sampling namun sebelumnya dilakukan perhitungan jumlah sampel dengan menggunakan rumus lemenshow, di peroleh 158 siswa. Hasil Penelitian ini dilakukan pre dan post test, pengetahuan menunjukkan peningkatan sebesar 41%, Sikap terjadi peningkatan sebesar 13%, dan tindakan meningkat sebesar 25%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan siswa mengalami peningkatan hal ini di sebabkan metode yang dilakukan adalah metode learning by doing yaitu setelah diberikan pelatihan maka siswa langsung memperagakan dengan dilakukan simulasi yang mana di sekolah benar-benar terjadi gempa, dan disini peneliti melihat sikap dan tindakannya masih belum maksimal. Oleh Karena itu pembelajaran kebencanaan disarankan untuk diasukkan dalam kurikulum pendidikan dimana negara Indonesia sangat rawan akan bencana alam

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇