Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
Pengasuhan anak adalah tanggung jawab ayah dan ibu, namun 10.71% ayah mengatakan tugas mengasuh anakadalah tugas ibu. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak berpengaruh pada perkembangan anak. Anak dariayah yang terlibat dalam pengasuhan secara emosi memiliki pengurangan 21% dan 19% peluang mengalamigangguan perkembangan. Anak dari ayah yang merasa aman menjalankan peran sebagai orang tua dan pasanganmemiliki pengurangan 28% peluang mengalami gangguan perkembangan. Tujuan penelitian untuk membuktikanfaktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Penelitian ini merupakanpenelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasistudi adalah semua ayah yang memiliki anakbungsuusia 1 bulan sampai dengan 6 tahun di wilayah Kota Yogyakarta. Pemilihan kelompok usia ini disebabkan olehketerlibatan ayah dalam pengasuhan sejak awal kehidupan anak mempengaruhi perkembangan anak pada usiaselanjutnya. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur. Data dianalisis dengan uji chi-square dan regresilogistik ganda (multiple regressions logistic). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pertama menjadi ayah(OR = 2.953, 95% CI = 1.039-8.392), kemauan ayah untuk terlibat dalam mengasuh anak (OR = 15.395, OR =1.446-163.874), dan tempat tinggal (OR = 3.152, OR = 1.101-9.002) merupakan faktor yang mempengaruhiketerlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini dengan nilai probabilitas 21.9%. Disarankan untukmeningkatkan keterlibatan ayah dalampengasuhan anak dengan meningkatkan usia pertama menjadiseorang ayahpada usia lebih dari 27 tahun, meningkatkan kemauan ayah terlibat dalam pengasuhan anak dan memilih tempattinggal terpisah dari orang tua/mertua
Antesenden Kepercayaan Pasien Dengan Mediasi Kepuasan Pasien: Rekfleksi Dari Good Governance
Semakin hari kebutuhan masyarakat akan jasa pelayanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik terus mengalamikenaikan. Hal ini dikarenakan faktor kedewasaan pemikiran masyarakat yang saat inisudah berpikir kritis tentangpelayanan kesehatan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengembangkan variabel yangmelandasi kepercayaan pasien yang bersumber dari kualitas pelayanan serta perilaku caring tenaga medis denganmediasi kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Dimanalokasi ini dipilih karena Kabupaten Klungkung memiliki program unit pelayanan yang lebih inovatif bernama PSCKris yang bertugas dalam menjemput pasiennya untuk di rujuk ke pusat p elayanan kesehatan pemerintah sepertirumah sakit ataupun puskesmas. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif denganmenggunakan empat variabel utama yaitu Perilaku Caring; Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien dan KepercayaanPasien. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner terbuka dengan skala interval 1-10. Sample yang digunakandalampenelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah total148 responden. Analisisdata dalam penelitian ini menggunakan metode SEM dibantu dengan program Smart PLS 3.2. Hasil Penelitianmenunjukan bahwa kualitas pelayanan memberikan pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadapkepercayaan pasien, serta memiliki pengaruh positif dan signifikan secara tidak langsung melalui variabelkepuasan pasien. Sedangkan hasillainnya yaitu ditolaknya pengaruh perilaku caring baik secara pasial maupun dimediasi oleh kepuasan pasien. Hal ini disebabkan oleh tenaga medis yang masih kurang care dalam memberikanlayanan kesehatan. Hasil penelitian dapat digunakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung untuk dapatmengevaluasi dan meningkatkan perilaku caring tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadapmasyarakat
Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang ditandai dengan obstruksi aliran udara yang menetap, bertahap dan berhubungan dengan peningkatan respons peradangan saluran napas akibat gas atau partikel iritan tertentu. Dikatakan PPOK apabila memiliki riwayat sesak napas yang diperparah dengan aktivitas dan bertambahnya usia yang disertai batuk berlendir atau memiliki riwayat sesak napas disertai batuk berlendir dengan nilai Indeks Brinkman ≥ 200. Dari beberapa faktor risiko, merokok adalah risiko utama terjadinya PPOK. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan prevalensi PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel penelitian ini 38 responden yang merupakan pasien PPOK yang diperoleh dengan menggunakan teknik Purpossive sampling. Proses pengolahan data dengan menggunakan statistic deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tendensi sentral dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menujukkan bahwa menunjukkan bahwa berdasarkan Indeks Brinkmannya pasien dengan derajat PPOK ringan-sedang mempunyai derajat merokok ringan 75%, sedangkan pasien dengan PPOK derajat berat-sangat berat mempunyai derajat merokok sedang-berat 66.7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan (p value 0.034) antara derajat merokok berdasarkan Indeks Brinkman dengan prevalensi PPOK. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus memberikan edukasi terkait kebiasaan merokok yang dapat memberikan dampak terjadinya PPOK, dimana edukasi ini merupakan salah satu Intervensi Keperawatan
Efektivitas Modul Edukasi Suami Siaga (Ess) terhadap Pencegahan Stunting
Stunting atau tubuh pendek merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif pada balita. Suami memiliki peran utama dan pengambil keputusan dalam keluarga. Edukasi suami siaga (ESS) merupakan salah satu solusi edukasi yang ditawarkan guna mencegah terjadinya stunting pada bayi yang dikandung ibu selama masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas modul edukasi suami siaga (ESS) pada pengetehuan dan sikap suami ibu hamil primigravida akan pencegahan stunting yang terjadi pada wilayah kerja Puskesmas Singkawang Selatan. Quasy-experiment pre-test and post-test with control group digunakan pada penelitian ini. Dimana terdapat sampel sebanyak 32 responden yang telah dibagi menjadi kelompok intervensi dengan total ada 16 responden dan kelompok kontrol sebanyak 16 responden. Saat sampel diampil dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan oleh Modul ESS dapat meningkatkan pengetahuan suami ibu hamil dengan hasil p value=0,001. Terlihat ada perbedaan pada pengetahuan yang signifikan terjadi antar kelompok Intervensi dan control (p lebih kecil 0,05). Modul ESS juga meningkatkan sikap suami ibu hamil dengan p value p=0,000. Terdapat perbedaan sikap responden yang relevan diantara kelompok Intervensi dan kontrol (p lebih kecil 0,05). Adanya peningkatan pengetahuan dan sikap suami ibu hamil Primigravida dengan pemberian modul Edukasi Suami Siaga (ESS)
Keyakinan dan Sikap Remaja Putri Berhubungan dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi
Perilaku remaja putri yang kurang baik dalam personal hygiene saat menstruasi dapat berdampak pada kerentanan terkena infeksi organ reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan keyakinan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri MTs. Darul Ulum Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 55 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu teknik sampling jenuh. Maka besar sampel penelitian adalah 55 orang remaja putri. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah keyakinan dan sikap remaja putri, sedangkan variabel terikat adalah perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara serta dianalisis statistik menggunakan chi square dengan = 0.05. Hasil uji statistik hubungan keyakinan remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi diperoleh nilai p = 0.000 lebih kecil = 0.05, yang artinya ada hubungan antara keyakinan remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Sedangkan hubungan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi diperoleh nilai p = 0.000 lebih kecil = 0.05 yang artinya ada hubungan antara sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara keyakinan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Saran kepada remaja putri untuk lebih memperhatikan personal hygiene saat menstruasi agar terbebas dari infeksi organ reproduksi
Pengambilan Keputusan Dokter dan Pasien terhadap Tindakan Sectio Caesarea Atas Permintaan Sendiri Berdasarkan Kaidah Autonomi
Tindakan sectio caesarea saat ini semakin meningkat, baik atas indikasi medis maupun tanpa indikasi medis yang lebih dikenal dengan istilah sectio caesarea atas permintaan. Sectio caesarea atas permintaan sendiri banyak menimulkan dilema baik dari sisi dokter terkait beneficence dan non-maleficence secara profesional, dan menghargai hak pasien (autonomy). Kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri (autonomy) yang kemudian pada sisi dokter menjadi sangat dilematis. Menganalisis pengambilan keputusan pasien dan dokter terhadap tindakan sectio caesarea atas permintaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara etik berdasarkan kaidah autonomy. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (multi methods) dengan pendekatan explanatory sequential design. Pengambilan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 orang informan dokter dan pasien. Tindakan operasi sectio caesarea atas permintaan dari aspek persepsi pasien dianggap sebagai otonomi mendasar sebagai hak sehinga kecenderungan dan keinginan untuk meminta tindakan operasi sectio caesarea dari sisi pasien dapat dibenarkan. Pengambilan keputusan dokter tentang tindakan operasi sectio caesarea atas permintaan berada pada sisi dilematis dimana pada satu sisi secara professional dokter tetap pada prinsip bahwa sectio caesarea dilakukan atas indikasi medis yang jelas dan disisi lain dokter juga dituntut untuk secara etis menghargai hak autonomi atau patient preference saat seksio atas permintaan pasien dilakukan. Kemampuan dokter dalam merubah presepsi pasien terhadap tindakan seksio atas permintaan sebagai bagian dari autonomi pasien melalui informed consentdan informed choice kelihatannya masih sangat sulit karena dokter masih dilematis dalam aspek medis dan aspek etis ketika pasien tetap memilih untuk seksio atas permintaan tanpa indikasi medis
Determinan Kesediaan Ibu Hamil Mengikuti Vaksinasi Covid-19
Pregnant women are a group that is vulnerable to Covid-19 due to physiological changes during pregnancy, resulting in a change in response to Covid-19 infection. Pregnant women infected with Covid-19 are at risk for preeclampsia, stillbirth, premature birth, and maternal death. The magnitude of the impact, it is necessary to have a Covid-19 vaccine to reduce the incidence and reduce the severity caused by Covid-19, especially in pregnant women. This study aims to determine the determinants of the willingness of pregnant women to take the Covid-19 vaccine in the working area of the Tomalehu Health Center. The type of research used is descriptive analytic with a cross sectional study design. The population in this study were all pregnant women in the second and third trimesters who were in the Working Area of the Tomalehu Health Center, West Seram Regency, as many as 41 respondents. The sample in this study were pregnant women in the second and third trimesters who were in the Working Area of the Tomalehu Health Center as many as 37 respondents. Sampling was done by using purposive sampling method. Processing and analysis using Chi Square test with a significance level of p lebih kecil 0.05. The results of this study indicate that there is a relationship between knowledge (p = 0.005), perception (p = 0.000) with the willingness of pregnant women to vaccinate against Covid-19 and there is no relationship between a history of disease (0.403) and the willingness of pregnant women to vaccinate against Covid-19 . Researchers suggest that health workers and the government should increase the socialization of giving vaccinations to pregnant women so that vaccination coverage can increase
Bioadsorben Campuran Kulit dan Tongkol Jagung untuk Menurunkan Kadar BOD Limbah Batik
Liquid waste from batik industry often causes environmental problems, because there is a pollutant content of Biochemical Oxygen Demand (BOD). Corn cobs and husks contain high cellulose which has the potential to become activated carbon. This study aims to analyze the bioadsorbent mixture of cobs and corn husks in reducing BOD levels in batik wastewater. This type of research is pre-experimental, the research design is One Group Pretest Posttest Design. Variations in the mass of bioadsorbent mixture of corn cobs and husks with a ratio of (70:30), (60:40) and (50:50) contact time for 2.5 hours in 500 ml of batik liquid waste. Measurement of BOD levels was carried out after treatment. Data analysis using ANOVA test. The highest percentage of decrease in BOD levels after treatment was in the mass variation of 38 gr: 25 gr (60:40) 81.79% and the decrease value was 9243 mg/L. BOD levels before treatment using a mixture of cob and corn husk bioadsorbent were 11300 mg/L and after treatment it was 2057 mg/L which means that there is 1 pair of variations in the mass of the mixture of corn cobs and husks in reducing the average different BOD content in batik wastewater. Bioadsorbent mixture of cobs and corn husks can reduce BOD levels in batik wastewater
Pengaruh Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava) Terhadap Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri
Anemia berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi terutama pada perempuan.Anemia yaitu kekurangan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yaitu kadar Hb lebih kecil 12 gr/dl .Remaja yang mengalami anemia akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan terganggu, lemah karena sering terkena infeksi, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri.Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental desain one group pretest postest design.Rancangan penelitian yang digunakan yaitu dengan membagi sampel menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control.Jumlah sampel 30 orang remaja putri dengan tehnik pengambilan sampel Purposive Sampling.Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji t dependen secara komputerisasi, dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian rata-rata Hb sebelum dilakukan pemberian jus jambu biji yaitu 10,8 gr% Hb minimum sebelum dilakukan pemberian jus jambu biji adalah 10.6 gr% dan hasil pengukuran Hb maksimum adalah 11.2 gr%, sedangkan standar deviasi Hb sebelum dilakukan pemberian jus jambu biji adalah 0,13 dan rata – rata HB setelah dilakukan pemberian jus jambu biji yaitu 11,4 gr %, HB minimum adalah 10.6 gr% dan hasil pengukuran Hb maksimum adalah 12.5 gr%, sedangkan stadar deviasi HB setelah di lakukan pemberian jus jambu biji adalah 0.13Setelah dilakukan uji t paired sample didapatkan rata-rata selisih sebelum dan sesudah perlakuan adalah 0,6. Sehingga p value = 0,001 lebih kecil 0,05 maka Ha diterima Ho ditolak, artinya jus jambu biji berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri
Hubungan Body Mass Index (BMI) terhadap Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Prevalensi GERD di dunia cukup tinggi, di Amerika Utara angka kejadian GERD 18.1%-27.8%, Amerika Selatan 23.0%, Eropa 2.5%-7.8%, Australia 11.6%, Timur Tengah 8.7%-33.1%, dan Asia tahun 2014 2.5%-7.8%, termasuk Indonesia data terakhir menunjukkan bahwa prevalensinya semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan gaya hidup yang meningkatkan seseorang terkena GERD, seperti merokok dan obesitas. Penyakit refluks gastroesofagus Gastroesofageal Reflux Disease (GERD)adalah suatu keadaan patologis akibat refluks isi lambung ke dalam esophagus. Pada orang obesitas, terjadi peningkatan tekanan intraabdomen. Hal ini terjadi karena akumulasi lemak di jaringan adiposa perut. Peningkatan tekanan intraabdomen ini meregangkan LES sehingga memungkinkan terjadinya refluks esofagus yang menyebabkan mukosa esofagus terekspos oleh isi lambung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control berdasarkan fakta yang telah terjadi dan tercatat pada data di bagian rekam medis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2018 - 2020. Populasi penelitian ini190 orang dimana orang-orang dengan diagnosis GERDatau NONGERD dengan Body Mass Index yang lengkap. Sampel didapatkan pada pasien GERD 95 orang dan NONGERD sebanyak 95 orang sebagai sampel kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berjenis kelamin perempuan (68.4%), berusia 18-35 tahun (47.4%). Data distribusi Body Mass Index terlihat bahwa dengan kategori underweight sebanyak 10 responden (10.5 %) ,normal sebanyak 45 responden (47.4%), overweight sebanyak 17 responden (17.9%), Obesitas 1 sebanyak 17 responden (17.9%), dan Obesitas 2 sebanyak 6 responden (6.3%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menambahkan penunjang endoskopi untuk diagnosis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)