OJS UNISMUH Luwuk (Universitas Muhammadiyah Luwuk)
Not a member yet
1071 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING TINGKAT DESA TAHUN 2025
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Stunting dibentuk oleh growth faltering dan catcth up growth yang tidak memadai yang mencerminkan ketidakmampuan untuk mencapai pertumbuhan optimal, hal tersebut mengungkapkan bahwa kelompok balita yang lahir dengan berat badan normal dapat mengalami stunting bila pemenuhan kebutuhan selanjutnya tidak terpenuhi dengan baik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini tudak lain adalah untuk memberikan penguatan dalam meningkatkan pengetahuan kepada Masyarakat tentang pencegahan dan penurunan angka stunting desa. Metode yang dilakukan dalam dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Bangkep yang terdiri dari Bappeda, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Pemerintah desa, Camat dan pihak Puskesmas Tinangkung dan dihadiri oleh Masyarakat Desa Baka. Adapun tahap pelaksanaanya yaitu dimulai dari kegiatan observasi, melakukan koordinasi dengan pemerintah desa selanjutnya dilaksanakan sosialisasi yang dilakukan di kantor desa Baka kecamatan Tinangkung kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan ini menghasilkan penguatan dalam bentuk pengetahuan dan kemampuan Masyarakat untuk bagaimana menerapkan hidup sehat serta pemahaman Langkah-langka penanganan stunting sejak diniStunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan, kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental. Stunting dibentuk oleh growth faltering dan catcth up growth yang tidak memadai yang mencerminkan ketidakmampuan untuk mencapai pertumbuhan optimal, hal tersebut mengungkapkan bahwa kelompok balita yang lahir dengan berat badan normal dapat mengalami stunting bila pemenuhan kebutuhan selanjutnya tidak terpenuhi dengan baik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini tudak lain adalah untuk memberikan penguatan dalam meningkatkan pengetahuan kepada Masyarakat tentang pencegahan dan penurunan angka stunting desa. Metode yang dilakukan dalam dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Bangkep yang terdiri dari Bappeda, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Pemerintah desa, Camat dan pihak Puskesmas Tinangkung dan dihadiri oleh Masyarakat Desa Baka. Adapun tahap pelaksanaanya yaitu dimulai dari kegiatan observasi, melakukan koordinasi dengan pemerintah desa selanjutnya dilaksanakan sosialisasi yang dilakukan di kantor desa Baka kecamatan Tinangkung kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan ini menghasilkan penguatan dalam bentuk pengetahuan dan kemampuan Masyarakat untuk bagaimana menerapkan hidup sehat serta pemahaman Langkah-langka penanganan stunting sejak dini
SOSIALISASI ADMINISTRASI UMUM DESA DI DESA LAUWON KECAMATAN LUWUK TIMUR KABUPATEN BANGGAI
Administrasi merupakan salah satu sumber untuk memperoleh data maupun informasi. Pengelolaan administrasi seringkali mengalami kendala terutama dalam hal pengarsipan dan hal tersebut sering terjadi di desa. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan pemhaman pemerintah desa dalam penataan administrasi umum yang ada di desa Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai. Administrasi umum desa yang di gunakan oleh pemerintah desa dalam menata administrasi umum desa. Metode pelaksaan di lakukan melalui observasi, koordinasi dan pelaksanaan kegiatan. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini ini yaitu seluru pemerintah desa dan masyarakat desa Laowon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai. Hasil pelaksanaan dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan keterampilan pemerintah desa dalam meningkatkan pemahaman terhadap penataan administrasi desa sehingga dapat terwujudnya tata administrasi umum yang lebih baik dan rapi.Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan pemhaman terhadap pemerintah desa dan masyarakat di Desa Lauwon Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai. Terhadap administrasi umum desa yang di gunakan oleh pemerintah desa dalam menata administrasi umum desa. Metode pelaksaan yang di lakukan ini metode partisipatif diman kegiatan ini di ikuti seluru pemrintah desa serta masyarakat desa Laowon. Hasil yang di inginkan dalam kegiatan ini adalah meningkatanya pemahama pemrintah desa dan masyarakat terhadap administrasi desa sehingga dapat terwujudnya adminisistrai yang lebih baik
SOSIALISASI PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYRAKAT DESA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lauwon di Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan yang diinisiasi oleh pemerintah desa. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, serta difasilitasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Selama sosialisasi, fokus utama adalah menyampaikan informasi mengenai peran dan fungsi LPM dalam menggerakkan pembangunan berkelanjutan di desa Lauwon, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program-program pemberdayaan yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal. Meode yang dilakukan melalui observasi, koordinasi dan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran dan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi aktif dalam program-program pemberdayaan yang ada di desa, serta memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Desa Lauwon melalui pemberdayaan yang efektif dan berkelanjutan. Adanya sosialisasi, LPM Desa Lauwon dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembangunan desa yang partisipatif dan inklusif.Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lauwon di Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan yang diinisiasi oleh pemerintah desa. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, serta difasilitasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Selama sosialisasi, fokus utama adalah menyampaikan informasi mengenai peran dan fungsi LPM dalam menggerakkan pembangunan berkelanjutan di desa Lauwon, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program-program pemberdayaan yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal. Meode yang dilakukan melalui observasi, koordinasi dan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran dan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi aktif dalam program-program pemberdayaan yang ada di desa, serta memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Desa Lauwon melalui pemberdayaan yang efektif dan berkelanjutan. Adanya sosialisasi, LPM Desa Lauwon dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembangunan desa yang partisipatif dan inklusif
A Uji Ketahanan Luntur Kain Batik Nambo Kelurahan Nambo Bosaa Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai Terhadap Pencucian Rumah Tangga: Uji Ketahanan Luntur Kain Batik Nambo Kelurahan Nambo Bosaa Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai Terhadap Pencucian Rumah Tangga
Pakaian Batik nambo merupakan salah satu kebudayaan Masyarakat Kabupaten Banggai yang dituangkan dalam karya seni sehingga memiliki potensi untuk peningkatan pariwisata dan ekonomi khususnya pada Masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan Nambo Bosaa. Agar dapat memasuki pasar ditingkat Nasional dan Internasional diperlukan uji kualitas pada batik nambo, salah satunya adalah uji daya tahan luntur terhadap pencucian rumah tangga. Uji daya tahan luntur terhadap pencucian rumah tangga di uji dengan menggunakan metode SNI ISO 105-C06:2010, SNI ISO 105-A02:2010, SNI ISO 105-A03:2010 berdasarkan gray scale dan stanning scale. Selain itu dilakukan pula uji kuisioner untuk mengetahui persepsi Masyarakat terkait dengan ketahuanan luntur terhadap pencucian rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa hasil uji laboratorium sejalan dengan persepsi Masyarakat mengenai kualitas batik nambo dalam hal ketahanan luntur terhadap pencucian rumah tangga yakni masih dalam kategori baik (Skor penilaian 4-5).
Kata kunci: Pakaian Batik Nambo, Ketahanan Luntur, Pencucian Rumah Tangg
REIMAGINING ENGLISH LEARNING IN THE AI ERA: A WORLD OF POSSIBILITIES AND BARRIERS
Among new possibilities and challenges that have emerged in the conditions of the AI era, the learning of English language experience significant changes that requires a reconsideration of classical approaches to teaching and learning. Nowadays, there have been developments in manners of AI technologies which create new opportunities for more functional models of personalized learning However, there are many barriers that continue to exist and block the further development of English language learners. The paradigm shifts of ELL are discussed in this paper, major gaps are identified and the latest technologies and practices in the field are also presented. In turn, the study aims at distinguishing crucial factors that contribute to the efficiency of AI supported learning paradigms encompassing adaptive learning, automatic feedback, and intelligent tutoring systems. Thus, the paper enriches the existing knowledge base with a new suggestion of an AI-enabled model of English language learning that targets the existing challenges and utilizes the possibilities of AI for improving learning conditions for all students. Through this model, educators and learners can avoid pitfalls inherent within the new age of Artificial Intelligence, thus providing a fulfilment of a teaching and learning model in the present societ
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RISIKO TAMBANG EMAS: SOLUSI RETORT UNTUK MENGURANGI PAPARAN MERKURI DI DESA TOTOPO
Kegiatan pertambangan emas skala kecil di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, telah menyebabkan pencemaran merkuri yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merkuri dan memperkenalkan teknologi retort sebagai solusi pengolahan emas yang lebih aman dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi pengolahan tambang ramah lingkungan, pelatihan penggunaan teknologi retort, sosialisasi makanan sehat bagi penambang, serta konservasi lahan melalui penanaman bibit di sekitar tambang. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait bahaya merkuri, adopsi teknologi retort yang berhasil mengurangi emisi merkuri hingga 70%, serta keberhasilan konservasi lahan dalam mengurangi erosi dan memperbaiki kualitas tanah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang (Musa paradisiaca L) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L): The Effect of Applying Liquid Organic Fertilizer to Banana Sticks (Musa paradisiaca L) on Growth and Yield Lettude Plant (Lactuca sativa L)
ABSTRACT
The aim of this research was to determine the effect of giving banana stem POC concentrations on lettuce growth and yield and the optimal concentration for lettuce growth and yield. This research was carried out from July to September 2024 on the ALE'TO park land of the Food Crops, Horticulture and Plantation Service, Banggai Regency, Central Sulawesi Province. This research used a non-factorial completely randomized design method, namely the POC concentration of banana stems consisting of four treatments, namely, P0 (without giving POC), P1 (100ml), P2 (200ml) and P3 (300ml). The observation variables in this research were plant height, number of leaves, leaf area and wet weight. The research results showed that banana stem POC concentration had a significant effect on the variable plant height at 2 WAP and had a very significant effect on the variables plant height at 3 WAP, 4 WAP, 5 WAP, number of leaves, leaf area and wet weight. Treatment P3 (300ml) gave the best average value for the observation variables of plant height, number of leaves, leaf area and wet weight. The results of the research can be concluded that the POC concentration of banana stems has a real influence on the growth of lettuce at 2 WAP, and has a very real influence on the growth of plant height at 3 WAP, 4 WAP, 5 WAP, number of leaves, leaf area and wet soil and the optimal concentration is found at P3 treatment (300ml), this gave the best influence on all observed variables.
Keywords: Liquid Organic Fertilizer (POC), Banana stems, Lettuce Plant
Penerapan Pendidikan Islam untuk Mengembangkan Akhlak Mulia pada Anak Usia Dini
The use of storytelling or habituation techniques in Islamic early childhood education (PAUD), especially in institutions such as PAUD Al Hasanah Luwuk, is still fairly minimal. This study aims to analyse the application of Islamic education in developing noble morals in early childhood at PAUD Al Hasanah Luwuk. The scope of the study includes aspects of teaching morals based on Islamic teachings through learning methods applied in these educational institutions. The purpose of this research is to find out how Islamic education is applied in shaping children's noble character and morals, as well as to evaluate its impact on their moral development. The method used in this research is a qualitative approach with a case study type. Data collection was conducted through direct observation, interviews with educators and parents, as well as documentation of activities conducted at PAUD Al Hasanah Luwuk. The results showed that Islamic education at PAUD Al Hasanah Luwuk includes teaching about moral values contained in Islamic teachings, such as discipline, compassion, honesty, and courtesy. The use of storytelling methods, joint prayers, and daily activities based on Islamic values proved effective in developing noble morals in early childhood. The conclusion of this study is that the consistent implementation of Islamic education can play an important role in shaping the noble morals of early childhood, which will have a positive impact on their moral development in the futur
Pembelajaran Agama Islam dan Kearifan Lokal: Strategi Integrasi Budaya dalam Kurikulum Sekolah Dasar
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengajaran agama yang relevan dengan konteks budaya lokal, guna memperkuat identitas kultural dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi antara pembelajaran Agama Islam dan kearifan lokal dalam kurikulum Sekolah Dasar di Kecamatan Luwuk. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Agama Islam mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai agama dan budaya lokal secara holistik. Kesimpulannya, strategi ini efektif dalam menciptakan kurikulum yang kontekstual dan berkelanjutan, yang tidak hanya memperkaya pengetahuan agama tetapi juga melestarikan kearifan lokal
Sejarah Salahuddin Al-Ayyubi
The Ayyubid Dynasty, established by Salahuddin al-Ayyubi, played a significant role in Islamic history through complex socio-political transformations. Salahuddin faced substantial challenges in replacing the influence of the Fatimid Dynasty and Shia doctrine with Ahlusunnah Waljamaah as the official state doctrine. To achieve this goal, he implemented reforms in education, politics, and the military, including transforming Al-Azhar University into a Sunni educational center and establishing Sunni-based madrasas in Egypt. This study employs a qualitative approach with content analysis, examining books, journals, and historical documents to explore Salahuddin's leadership strategies. The findings reveal that Salahuddin successfully strengthened Ahlusunnah Waljamaah through the establishment of educational institutions, the appointment of Sunni scholars, and political and structural reforms that promoted socio-political stability. In the socio-cultural domain, he supported the formation of public institutions, such as hospitals, and encouraged cultural dialogue during the Crusades. This analysis underscores that Salahuddin's success was not limited to his military achievements but also included the socio-religious transformations that reinforced political stability and legitimacy. The study highlights the relevance of Salahuddin's strategies in building an inclusive and sustainable Islamic civilization, making his legacy a model for leadership focused on advancing civilization. These findings demonstrate the importance of synergy between religious vision and structural reforms in creating sustainable socio-political stability, offering significant contributions to contemporary Islamic leadership discourse