OJS UNISMUH Luwuk (Universitas Muhammadiyah Luwuk)
Not a member yet
1071 research outputs found
Sort by
PENGUATAN KAPASITAS UMKM TERHADAP PERIZINAN BERUSAHA, SERTIFIKAT HALAL DAN DIGITALISASI PEMASARAN DI KELURAHAN BUGIS KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO
Tantangan yang dihadapi UMKM di Kelurahan Bugis Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo, diantaranya keterbatasan pengetahuan tentang perizinan usaha, rendahnya tingkat kepatuhan terhadap sertifikasi halal dan minimnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Oleh karenanya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penguatan kepada Pelaku UMKM yang ada di Kelurahan Bugis Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo dengan metode: (1) Bimbingan Teknis Pembuatan NIB; (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan akun siHalal dan (3) Sosialisasi terkait digitalisasi pemasaran produk UMKM. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi terkait digitalisasi pemasaran produk UMKM, dilanjutkan dengan pemaparan materi, pelatihan dan bimbingan teknis yang dilaksanakan secara langsung terkait Pembuatan NIB dan pembuatan akun siHalal. Output kegiatan ini, menumbuhkan kesadaran pelaku usaha UMKM agar memiliki legalitas usaha dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sebagai penguatan kapasitas para pelaku usaha UMKM terkait sertifikasi Halal dan Pemasaran produk secara digital
How To Teach Integrated AI-Driven Technologies in Journalism: A guideline of journalism teaching based on a review of research and teaching experiences
This article explores various research projects and international teaching experiences that introduce AI within journalism education based on six international academic events addressing AI across three areas of communication: research, professional context, and university teaching. The insights, projects, and teaching initiatives obtained approach AI from two angles: a critical perspective that examines the social consequences of its use in the media context, and an applied perspective focusing on training journalism students in data collection and processing, automated content creation, and content verification. Despite the scarcity of research and teaching initiatives, this study provides methods to incorporate AI into journalism and communication curricula. This includes adopting a critical perspective that considers media practices while addressing the educational challenges posed by AI technology.
Penelitian ini mengeksplorasi berbagai proyek penelitian dan pengalaman pengajaran internasional yang memperkenalkan kecerdasan buatan dalam pembelajaran jurnalisme mengacu pada enam seminar internasional tentang kecerdasan buatan dalam tiga bidang ilmu komunikasi, yaitu: penelitian, paraktisi profesional, dan pengajaran di perguruan tinggi. Pendekatan pembelajaran jurnalis berbasis teknologi kecerdasan buatan melalui: perspektif kritis yang berfokus pada aktifitas jurnalis dalam konteks media, dan perspektif terapan yang berfokus pada pelatihan mahasiswa jurnalisme dalam pengumpulan dan pemrosesan data, pembuatan konten otomatis, dan verifikasi konten. Meskipun penelitian dan inisiatif pengajaran masih langka, penelitian ini memberikan metode untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam kurikulum tentang jurnalis dalam program ilmu komunikasi
A Systematic Literature Review of Artificial Intelligence in Journalism: Global Trends, Regulatory Challenges, and Ethical Framework
This paper provides a systematic literature review on the convergence of artificial intelligence and journalism, focusing on both the potential benefits and challenges—ethical concerns and regulatory gaps—that arise from this integration. The review highlights current AI applications in various journalistic domains, such as content creation, audience engagement, and misinformation detection, while emphasizing the ethical implications of AI. It notes a significant shortage of quantitative research and calls for a balanced methodological approach that includes both qualitative and quantitative methods, such as large-scale surveys and qualitative techniques. Additionally, the study underscores the lack of empirical research on AI regulation in journalism, advocating for investigations into the value of regulatory frameworks for media ethics and journalism practice. The paper also outlines various thematic and methodological avenues for future research to explore the impact of AI's evolving role in journalism.
Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur sistematis tentang konvergensi kecerdasan buatan dan jurnalisme, dengan fokus pada manfaat potensial dan tantangan—kerangka kerja etis dan kesenjangan regulasi—yang muncul dari integrasi ini. Tinjauan ini menyoroti aplikasi AI saat ini di berbagai bidang jurnalistik, seperti pembuatan konten, keterlibatan audiens, dan deteksi misinformasi, sambil menekankan implikasi etis dari AI. Makalah ini mencatat kekurangan signifikan dalam penelitian kuantitatif dan menyerukan pendekatan metodologis yang seimbang yang mencakup metode kualitatif dan kuantitatif, seperti survei berskala besar dan teknik kualitatif. Selain itu, studi ini menekankan kurangnya penelitian empiris tentang regulasi AI dalam jurnalisme, serta mengadvokasi penelitian yang mengkaji nilai kerangka kerja regulasi untuk etika media dan praktik jurnalisme. Makalah ini juga menguraikan berbagai jalan tematik dan metodologis untuk penelitian di masa depan guna mengeksplorasi dampak evolusi peran AI dalam jurnalisme
THE USE OF AI IN INCREASING MOTIVATION TO LEARN ENGLISH FOR UNIVERSITY STUDENTS
This study explores the impact of Artificial Intelligence (AI) technology on students' motivation in learning English, focusing on first-semester students of the English Language Education Program. A descriptive quantitative approach was used, with data collected through questionnaires from 24 respondents. The results show that AI applications like ChatGPT, Grammarly, and Gemini significantly enhance students' comprehension, interest, and confidence in learning. Specifically, 75% of respondents found AI helpful in understanding difficult material, 66.6% found learning more engaging, and 58.3% experienced increased confidence in using English. Challenges included limited internet access, lack of personalized features, and the need for user training. The study concludes that the structured integration of AI can improve English language learning. It also recommends that educators and institutions support AI usage by providing adequate infrastructure and training for student
THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND STUDENT ADAPTABILITY
This study explores the association between emotional intelligence (EI) and students' ability to adjust to dynamic academic and social environments. Emotional intelligence is described as the capacity to understand, manage, and navigate emotions, both personally and in interactions with others. It influences how students cope with challenges, maintain resilience, and build interpersonal relationships, which collectively affect their ability to adapt to changing circumstances. Using a literature review approach, this research synthesizes findings from recent academic sources to provide insights into the role of emotional intelligence in enhancing adaptability. The analysis reveals that emotional intelligence supports students in managing stress, addressing academic and social challenges, and fostering meaningful interactions. Moreover, the findings suggest that cultivating emotional intelligence can equip students with practical skills to embrace change, overcome obstacles, and succeed in both academic and personal settings. The study concludes by highlighting recommendations for educational practices aimed at fostering emotional intelligence and adaptability among students
Penerapan Metode Silat-Qu (Satu Hari Lima Ayat Al-Qur’an) dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an di PP Tahfidzul Qur’an Al-Mulk Jember
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Mulk Jember adalah lembaga yang berfokus pada pengajaran dan pembinaan hafalan Al-Qur’an, lembaga ini berupaya menyediakan metode bernama Silat-Qu(Satu Hari Lima Ayat Al-Qur’an) dengan tujuan untuk memudahkan para santri dalam proses hafalan dan memahami Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Metode Silat-Qu (satu hari lima ayat Al-Qur’an) dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di PP Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mulk Jember, peneliti juga ingin mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan Metode Silat-Qu (satu hari lima ayat Al-Qur’an) dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di PP Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mulk Jember. Peneitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Melalui sumber data yang di dapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan referensi dari buku, skripsi dan artikel terkait. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Metode Silat-Qu di PP Tahfidzul Qur’an Al-Mulk Jember dapat memudahkan santri jika istiqomah menghafal Al-Qur’an lima ayat setiap hari dan memiliki niat serta motivasi yang kuat. Selain itu, metode ini dapat meningkatkan kemampuan santri untuk mengidentifikasi posisi ayat di halaman Al-Qur’an baik disisi kanan maupun kiri dan bahkan dapat menyebut ayat Al-Qur’an hanya dengan menyebutkan nomor ayatnya; mengamati bacaan awal dan akhir; mengenali kalimat yang awal dari setiap ayat-nya; membiasakan membaca ulang 20 kali per ayat yang dikombinasikan teknik maju-mundur dan ganjil-genap; Serta mengintegrasikan sistem jari sebagai panduan hafalan yang mengoptimalkan memori kinestetik dan visual santri. Ada beberapa faktor pedukung yaitu sarana pembelajaran yang memadai seperti mushaf Al-Qur’an, buku ziyadhah dan riyadhah, buku Silat-Qu, kitab majmu' wadhifatul a'mal. Selain itu, dukungan penuh dari lembaga karena sesuai dengan tujuan lembaga yang memprioritaskan pendidikan Al-Qur'an, serta dilihat dari segi istiqomah muroja’ah, menjaga sholat malam, memperbanyak doa dan motivasi. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu beberapa santri yang belum lancar membaca Al-Qur'an dan mengalami kesulitan dalam menghafal. selain itu, kurangnya konsistensi dalam melakukan muraja'ah
The Analysis of Income and Feasibility of Hydroponic Vegetable Business in Banggai Regency (Case Study of Andri Hydroponic Farm): Analysis of Income and Feasibility of Hydroponic Vegetable Business in Banggai Regency (Case Study of Andri Hydroponic Farm)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa pendapatan usaha sayuran hidroponik dan apakah usaha sayuran hidroponik layak untuk dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan di Andri Farm Hidroponik Kelurahan hanga-hanga permai Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai pada bulan Juni sampai agustus 2024. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan usaha. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu total biaya yang dikeluarkan dalam usaha sayuran hidroponik sebesar Rp.137.887.000 pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.78.113.000 dengan tingkat kelayakan berdasarkan analisis yang didapatkan bahwa R/C Ratio dari usahatani sayuran hidroponik adalah 1,57 yang berarti lebih dari 1 sehingga berdasarkan kriteria yang ada usaha sayuran Andri Farm Hidroponik layak untuk dikembangkan.
Kata kunci : Pendapatan, Kelayakan Usaha, Sayuran, HidroponikThe aim of this research is to find out how much income a hydroponic vegetable business earns and whether a hydroponic vegetable business is worth developing. This research was carried out at Andri Hydroponic farm, hanga-hanga permai village, south Luwuk district, Banggai Regency from June to August 2024. The data analysis method used was income analysis and business feasibility. The data collection methods used in this research are observation and interviews. The types of data used in this research are quantitative data and qualitative data. The results of this research are that the total cost incurred in hydroponic vegetable farming are IDR.137.887.000, the income obtained is IDR. 78.113.000 with a faesibility level based on the analysys which shows that the R/C ratio of hydroponic vegetable farming is 1,57 which is means core than 1 so that based on the existing criteria the Andri Farm Hydroponic vegetable business is worthy of development
How AI-Based Media Monitoring Tools Re-examined the field of Public Relations
Technological disruption has brought many advancements, affecting the PR industry by reshaping old industries, markets, and processes. The rapid adoption of new PR technologies requires staff to be more adaptable. AI is increasingly integrated into public relations, leading to a shift from traditional to digital PR. AI and PR can collaborate effectively, and Indonesian public relations professionals use AI-driven media monitoring to gain faster, more useful information. Research in Indonesian multinational private enterprises tested AI (media monitoring) techniques for user experience, employing structured participant interviews for qualitative research. Results show that AI technology has positively impacted PR activities, transformed practices and increased efficiency and effectiveness. However, despite AI's sophistication, it cannot replace the primary role of humans in PR work.
Disrupsi teknologi telah membawa banyak kemajuan yang mempengaruhi industri PR dengan membentuk kembali industri, pasar, dan proses yang lama. Adopsi cepat teknologi PR baru memerlukan staf untuk lebih adaptif. AI semakin terintegrasi ke dalam hubungan masyarakat, yang mengarah ke pergeseran dari PR tradisional ke PR digital. AI dan PR dapat berkolaborasi dengan efektif, dan para profesional PR Indonesia menggunakan pemantauan media yang digerakkan oleh AI untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat dan lebih berguna. Penelitian di perusahaan multinasional swasta di Indonesia menguji teknik AI (pemantauan media) untuk pengalaman pengguna, dengan menggunakan wawancara partisipan terstruktur untuk penelitian kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi AI memiliki dampak positif pada kegiatan PR, mengubah praktik dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas. Namun, meskipun AI sangat canggih, AI tidak dapat menggantikan peran utama manusia dalam pekerjaan PR
EFFORTS TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF DROPSHOT TECHNIQUES BY MODIFYING HIT TARGETS IN BADMINTON GAMES
Students learning outcomes in badminton game material are still lacking due to students at SMP Negeri 2 Liang who have difficulty learning the basic dropshot technique in badminton. So there is a need for modified learning activities to make it aesier for students to learn the material being taught and can improve learning outcomes. Therefore, this classroom action research aims to determine the increase in student learning outcomes in the dropshot hitting material in the game of badminton by modifying learning for students at SMP Negeri 2 Liang. The time for conducting the research was from February to March 2024. The subjects of this research were 28 class VIII students. The research data was obtained through a dropshot punch proficiency test through an initial test and a final test after students took part in modified learning activities. Data analysis uses the percentage of learning completeness. Based on the results of data analysis, it was found that the average student learning outcomes in the psychomotor domain of cycle I was 31.25 and cycle II was 37.12, the affective domain of cycle I was 15.10 and cycle II was 15.12, and the cognitive domain of cycle I was 19.26 and cycle II was 21.80. It was concluded that there was an increase in student learning outcomes by modifying the target of badminton dropshot shots for students at SMP Negeri 2 Lian
THE DEVELOPMENT OF A HYPERCONTENT-BASED LEARNING MODEL IN THE SOCIAL STUDIES EDUCATION COURSE FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN THE ELEMENTARY SCHOOL TEACHER EDUCATION STUDY PROGRAM AT TADULAKO UNIVERSITY
Learning at the tertiary level has an important role in preparing competent and competitive prospective teachers. In the Elementary School Teacher Education (PGSD) Study Program at Tadulako University, the Social Science Education (IPS) course is one of the essential curriculum components. This study aims to develop hypercontent-based social studies teaching materials in the PGSD study program at Tadulako University. The research problems include: (1) the development of a hypercontent-based social studies learning model for basic education and (2) the feasibility of these teaching materials. This research uses the Research and Development (R&D) method using the Rowntree model, which consists of three stages: Planning, Writing Preparation, and Writing and Rewriting. Data were collected through literature studies, questionnaires, and learning outcome tests, and analyzed qualitatively and statistically. Validation results indicated the feasibility of the learning materials, with scores from linguists (4.5), media experts (4.3), content experts (4.4), and student readability (4.08), all categorized as “Excellent”. The effectiveness of this module was further confirmed by the test results, where more than 70% of the students answered the questions correctly. These findings indicate that hypercontent-based teaching materials are feasible and effective for use in social studies learning in the PGSD study program at Tadulako University