UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
    25534 research outputs found

    Harmonisasi Harmonisasi Manusia dengan Alam pada Praktik Ekologi Masyarakat Pesisir Paciran

    No full text
    Penelitian ini mengkaji bagaimana komunitas pesisir di Paciran, Jawa Timur membangun harmoni ekologis melalui praktik-praktik budaya, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai spiritual. Meskipun penelitian tentang ekologi pesisir Indonesia umumnya berfokus pada degradasi lingkungan dan penurunan biofisik, hanya sedikit perhatian ilmiah yang diberikan pada mekanisme sosial-budaya yang membentuk perilaku ekologis berbasis komunitas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana praktik ekologis muncul dari interaksi sehari-hari, ingatan kolektif, dan pandangan keagamaan dalam komunitas nelayan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara informal dengan nelayan dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen-dokumen komunitas. Temuan menunjukkan tiga dinamika utama. Pertama, terjadi pergeseran dari eksploitasi ekstraktif menuju konservasi partisipatif ketika para nelayan menilai ulang risiko jangka panjang dari praktik-praktik destruktif. Kedua, kearifan lokal yang diekspresikan melalui ritual, pantangan musiman, dan norma etis masih berfungsi sebagai kerangka ekologi adaptif yang menegosiasikan tradisi dengan modernitas teknologi. Ketiga, solidaritas sosial-ekologis yang kuat membantu mempertahankan aksi kolektif, didukung oleh kesadaran spiritual yang memandang laut sebagai wilayah moral yang diamanahkan, bukan sekadar sumber ekonomi. Ketiga dimensi ini menggambarkan model terpadu dari humanisasi ekologi di mana pembebasan dari logika ekstraktif, solidaritas sosial, dan kesadaran moral transenden beroperasi secara bersamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang pengelolaan pesisir berbasis komunitas dengan menunjukkan bahwa praktik ekologis yang berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan intervensi teknis. Sebaliknya, revitalisasi budaya, pewarisan pengetahuan antar generasi, dan integrasi spiritualitas dengan etika lingkungan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan ekologi lokal

    Policy Implementation and Social Functioning of Persons with Disabilities: The Role of Social Support

    No full text
    Rapid demographic and lifestyle changes have increased the urgency of public policies that respond to the needs of persons with disabilities. This study examines the influence of policy implementation on the social functioning of persons with disabilities, with particular attention to the role of social support. The research was conducted at the Griya Harapan Disabled Social Services Center (PPSGHD) in West Java Province using a quantitative approach and a 5-point Likert scale questionnaire administered to 100 respondents. Data were analyzed using PLS-SEM to assess both the measurement and structural models. The findings indicate that policy implementation significantly improves the social functioning of persons with disabilities but does not directly affect social support. Meanwhile, social support has a significant positive effect on social functioning, underscoring its important role in shaping functional outcomes. These results highlight that effective policy implementation needs to be complemented by strengthened social support to enhance the social functioning of persons with disabilities. Perubahan demografis dan gaya hidup yang cepat meningkatkan urgensi kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh implementasi kebijakan terhadap keberfungsian sosial penyandang disabilitas, dengan perhatian khusus pada peran dukungan sosial. Penelitian dilakukan di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Disabilitas (PPSGHD) Provinsi Jawa Barat menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang melibatkan 100 responden. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM untuk menguji model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berpengaruh signifikan terhadap keberfungsian sosial penyandang disabilitas, namun tidak berpengaruh langsung terhadap dukungan sosial. Sementara itu, dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberfungsian sosial. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas implementasi kebijakan perlu dilengkapi dengan penguatan dukungan sosial untuk meningkatkan keberfungsian sosial penyandang disabilitas

    Efektivitas Model Integratif Digital Storytelling, Design Thinking, dan PjBL dalam Pembelajaran GEDSI bagi Mahasiswa dengan Disabilitas

    No full text
    This study examines the effectiveness of an integrated DST, DT, and PjBL model in GEDSI learning for students with disabilities. A quasi-experimental one-group pretest–postest design was employed with nine students with disabilities from the Special Education Study Program at the University of PGRI Argopuro Jember, selected through purposive sampling. Data were collected using learning activeness observation sheets and conceptual understanding tests, and analyzed using the non-parametric Sign Test with a significance level of α = 0.05. The findings show that the model is effective, as evidenced by significant improvements in both variables (p-value = 0.00195). The average learning activeness score increased from 1.70 to 3.18, while the average conceptual understanding score increased from 7.20 to 8.02. All participants obtained higher posttest scores than pretest scores, indicating a consistent positive change. These results suggest that the synergy of the three approaches creates a student-centered, empathetic, contextual, and accessible learning ecosystem. Penelitian ini menguji efektivitas model integratif DST, DT, dan PjBL dalam pembelajaran GEDSI bagi mahasiswa dengan disabilitas. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri atas 9 mahasiswa dengan disabilitas dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes pemahaman konseptual, kemudian dianalisis menggunakan Sign Test non-parametrik dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif, ditandai dengan peningkatan signifikan pada kedua variabel (p-value = 0,00195). Rata-rata skor keaktifan belajar meningkat dari 1,70 menjadi 3,18, sedangkan rata-rata pemahaman konseptual meningkat dari 7,20 menjadi 8,02. Seluruh responden memperoleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest, menunjukkan perubahan positif yang konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi ketiga pendekatan tersebut menciptakan ekosistem pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, empatik, kontekstual, dan aksesibel

    Gender Inequality, Unpaid Care Work, And Working Women: Strengthening Indonesian Women’s Role Within The Family Economy

    No full text
    Abstrak Data statistik seringkali menunjukkan kontribusi laki-laki yang lebih tinggi terhadap perekonomian di tingkat keluarga dan nasional dibandingkan dengan perempuan. Pendapatan menjadi variabel utama yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kontribusi yang lebih tinggi terhadap perekonomian dibandingkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi perempuan terhadap perekonomian dan bagaimana kontribusi mereka seringkali tidak dapat diukur secara langsung dengan jumlah pendapatan. Pendekatan mixed-method diterapkan dalam penelitian ini dengan data kuantitatif menggunakan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam pada beberapa perempuan di Makassar. Penelitian ini menggunakan konsep pendekatan feminist dalam metodologi kualitatif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan dan kontribusinya dalam ekonomi keluarga lebih tinggi daripada laki-laki meskipun terkadang kontribusi tersebut tidak dapat diukur menggunakan statistik atau pengukuran ekonomi secara umum. Perempuan memainkan peran penting dalam produksi rumah tangga melalui pekerjaan mereka yang seringnya tidak berbayar (unpaid works) untuk mendukung kesejahteraan keluarga, termasuk mengasuh anak, mengasuh orang tua, pekerjaan rumah tangga, dan menyiapkan makanan. Dampak ekonomi dunia dari tenaga kerja yang tidak dibayar telah diukur, namun tidak ada data yang menggambarkan situasi tersebut di Indonesia. Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk menganalisis dampak pekerjaan tidak berbayar terhadap kesejahteraan perempuan dan strategi untuk memperkuat peran mereka dalam ekonomi keluarga. Kata kunci: Ekonomi Keluarga, Kontribusi, Pekerjaan Tidak Berbayar, Perempuan. [Statistics in Indonesia often show a higher contribution of men to the economy at the family and national level compared to women. Incomes become the primary variable indicating that men have higher contributions to the economy than women. This article aims to examine women\u27s contribution to the economy and how their contribution often cannot be measured directly with their amount of income. A mixed method approach was applied in this study with quantitative data using data from National Labour Force Survey and qualitative approach in Makassar. This study employs a feminist approach within the framework of qualitative methodology. Findings showed that the role of women and their contribution in the family economy are higher than men although sometimes the contribution cannot be examined using statistics or general economic measurements. Women play an integral role in household production through their work in unpaid work to support family well-being, including child rearing, eldercare, housework, and food preparation. The worldwide economic impact of unpaid labour has been measured, but there is no data that describe the situation in Indonesia. This study suggests more research to investigate the impact of unpaid work to women’s well-being and strategies to strengthen their roles within the family economy.  Keyword: Contribution, Family Economy, Unpaid Care Work, Women.

    Women\u27s Leadership In Islamic Da’wah: A Comparative Study Of \u27Aisyiyah And Muslimat NU\u27s Role.

    No full text
    Abstrak Studi ini mengkaji peran dan partisipasi perempuan dalam dakwah Islam dan kepemimpinan melalui dua organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia, Aisyiyah (yang berafiliasi dengan Muhammadiyah) dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bagaimana kedua organisasi ini berkontribusi dalam mempromosikan Islam moderat dan memberdayakan perempuan Muslim di masyarakat modern. Dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik perbandingan dan eksploratif, penelitian ini mengacu pada literatur yang ada untuk menyoroti peran penting perempuan dalam membentuk nilai-nilai sosial dan membina generasi pemimpin berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran penting dalam dakwah, baik sebagai peserta aktif maupun pendukung inisiatif dakwah suami mereka. Kontribusi mereka sangat penting dalam mempercepat kegiatan dakwah dan memperkuat ajaran Islam dalam konteks kontemporer. Selain itu, studi ini menekankan pentingnya kedua organisasi ini dalam menghadapi tantangan sosial, seperti mempromosikan moderasi dan memberdayakan perempuan di tengah dinamika sosial dan budaya yang berubah. Dengan mengisi kekosongan penelitian sebelumnya, studi ini menawarkan wawasan baru tentang kepemimpinan dan kontribusi perempuan dalam dakwah, dengan implikasi praktis dan akademik bagi dakwah Islam modern dan pengembangan komunitas.  Kata Kunci:Muballighah, Dakwah, Ormas Islam Permpuan, Kepemimpinan Perempuan [This study examines the leadership roles and participation of female preachers in Islamic da’wah and leadership through two of Indonesia\u27s largest Muslim women\u27s organizations, \u27Aisyiyah (affiliated with Muhammadiyah) and Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). The study aims to critically analyze how these organizations contribute to promoting moderate Islam and empowering Muslim women in modern society. Using a qualitative approach with comparative and exploratory techniques, the research draws on existing literature to highlight the significant roles of women in shaping societal values and nurturing the next generation of leaders. The findings reveal that women play integral roles in da’wah, both as active participants and supporters of their husbands\u27 da’wah initiatives. Their contributions are essential in advancing da’wah activities and reinforcing Islamic teachings in contemporary contexts. Furthermore, the study emphasizes the importance of these organizations in addressing societal challenges, such as promoting moderation and empowering women amid shifting cultural and social dynamics. By bridging gaps in previous research, this study offers new insights into the leadership and contributions of women in da’wah, with both practical and academic implications for contemporary  Islamic preaching and community development. Keywords: Muballighah, Da’wah, Islamic Women’s Organizations, Women’s Leadership and Empowerment.]

    STEM Integrated Vocational Program: Urgency in Improving the Comprehension Abilities of Students with Mild Intellectual Disability

    Full text link
    Students with intellectual disabilities require special attention in learning to overcome conceptual and procedural challenges. This study aimed to examine the impact of a STEM-integrated vocational program on the comprehension abilities of students with mild intellectual disabilities. Using a quasi-experimental design, the research involved 50 purposively selected students at SLB Negeri Pembina Yogyakarta. The intervention group received STEM-integrated instruction, while the control group followed conventional vocational learning. The results indicated that although the proportion of students achieving scores above the Minimum Competency Criteria did not increase significantly, there was a significant improvement in comprehension abilities among the experimental group compared to the control group. These findings suggest that integrating STEM approaches into vocational education can effectively enhance comprehension skills, supporting more adaptive and inclusive learning outcomes for students with intellectual disabilities. Siswa dengan disabilitas intelektual memerlukan perhatian khusus dalam belajar untuk mengatasi tantangan konseptual dan prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak program kejuruan terintegrasi STEM terhadap kemampuan pemahaman siswa dengan disabilitas intelektual ringan. Menggunakan desain kuasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan 50 siswa yang dipilih secara sengaja di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Kelompok intervensi menerima instruksi terintegrasi STEM, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran kejuruan konvensional. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun proporsi siswa yang mencapai skor di atas Kriteria Kompetensi Minimum tidak meningkat secara signifikan, ada peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman di antara kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam pendidikan kejuruan dapat secara efektif meningkatkan keterampilan pemahaman, mendukung hasil belajar yang lebih adaptif dan inklusif bagi siswa dengan disabilitas intelektual

    Peranan Etnis Arab Melayu dalam Pengembangan Moderasi Beragama

    Full text link
    Religious moderation is a religious attitude that is not extreme, balanced, and open to differences. In the pluralistic society of Jambi City, moderation values play an important role in maintaining social harmony. This study aims to analyze the role of the Arab-Malay ethnicity in strengthening religious moderation in Jambi City. The method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Data were collected through observation and interviews with Arab-Malay community leaders. The results showed that the Arab-Malay ethnicity plays an active role through religious, educational, social activities, and interfaith dialog. The example of daily behavior is the main means in spreading the value of moderation to fellow religious communities. This finding confirms that the role of the Arab-Malay community is very important in building social harmony and stability in Jambi City.   [Moderasi beragama adalah sebuah konsep yang mengacu pada cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat, tidak ekstrem, dan terbuka terhadap perbedaan. Indonesia merupakan Negara yang majemuk, yang didalamnya terdapat berbagai agama dan kepercayaan, termasuk di kota jambi. Mayoritas penduduk kota jambi memeluk agama islam, namun terdapat juga pemeluk agama lain, seperti katolik, protestan, hindu, budha dan lain sebagainya yang juga hidup berdampingan, aman, damai, dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etnis Arab Melayu dalam pengembangan moderasi beragama di Kota Jambi. Sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki pengaruh signifikan dalam sejarah dan budaya lokal, etnis Arab Melayu memiliki peran penting dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan beragama di masyarakat Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis, yang melibatkan observasi, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Arab Melayu di Kota Jambi berkontribusi secara aktif dalam penyebaran paham moderat melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan  keagamaan, pendidikan, dan sosial. Menurut mereka salah satu cara penyebaran paham moderat yang efektif dalam beragama ialah dengan menunjukkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari kepada sesama muslim maupun non muslim, sehingga masyarakat nantinya akan merasakan keindahan dan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka juga terlibat dalam dialog lintas agama yang bertujuan untuk memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama, karena sejatinya, semua agama selalu mengajarkan kedamaian dan cinta kasih, bukan saling mencaci maki, merendahkan, ataupun menjelekkan agama lain. Kesimpulannya, peran etnis Arab Melayu sangat krusial dalam membangun dan memelihara moderasi beragama di Kota Jambi, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas sosial dan harmonisasi antar komunitas.

    Transformasi Kharisma Kiai Dalam Masyarakat Berbasis Informasi: Studi di Desa Adimulya, Kabupaten Cilacap

    No full text
    Penelitian ini menganalisis pergeseran kharisma kiai di Desa Adimulya, Cilacap, dari ruang sosial ke digital akibat perkembangan teknologi informasi. Masyarakat yang semakin literat digital menunjukkan peningkatan individualisme dalam mencari pengetahuan agama secara daring, mengurangi ketergantungan pada kiai sebagai rujukan primer. Namun, peran kiai tetap signifikan dalam kebutuhan spiritual, seperti doa dan kepuasan ibadah. Studi lapangan ini menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap tujuh informan muslim (kiai, jamaah, perangkat desa) serta data sekunder yang relevan dari beberapa literature. Analisis berlandaskan Teori Kepemimpinan Kharismatik Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individualisme masyarakat dipengaruhi oleh rasionalitas, keterbukaan informasi, dan kemajuan ekonomi. Perkembangan teknologi mendorong pencarian pengetahuan agama secara mandiri melalui platform digital, mengubah relasi kharisma kiai, terutama di ranah daring. Meskipun demikian, kiai tetap dibutuhkan dalam konteks privat dan publik, khususnya dalam aspek spiritual, melengkapi kemandirian masyarakat dalam pengetahuan agama. Kata Kunci : Kiai, Transformasi, Kharism

    Analisis Praktik Shopee Paylater dalam Perspektif Pemikiran Zaid bin Ali

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik Shopee Paylater melalui perspektif pemikiran ekonomi Islam yang digagas oleh Zaid bin Ali. Shopee Paylater merupakan layanan pembayaran digital yang memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit tanpa kartu fisik, dengan pembayaran yang dapat ditunda atau dicicil. Namun, layanan ini menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba dan keadilan dalam transaksi. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi sejauh mana praktik Shopee Paylater memenuhi syarat dan rukun akad yang sah dalam Islam, serta menganalisisnya dari sudut pandang akad Ba\u27i Bitsaman Ajil yang diperkenalkan oleh Zaid bin Ali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Shopee Paylater mengandung elemen kemudahan bagi pengguna, terdapat beberapa aspek yang dapat dipertimbangkan sebagai bentuk transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, terutama terkait dengan penetapan bunga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori ekonomi Islam kontemporer serta menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam menyusun regulasi layanan keuangan digital yang sesuai dengan prinsip syariah.   Kata kunci:  Shopee Paylater, Zaid bin Ali, Ba\u27i Bitsaman Aji

    Women\u27s Leadership Management in Developing the Character of Al Munawwir Students Based on Religious Values

    Full text link
    This study was conducted to analyze women\u27s leadership management in the character development of students (santri) at Al-Munawir Islamic Boarding School (Pondok Pesantren Al-Munawir) in Krapyak, Yogyakarta, particularly those based on religious values. This research is a qualitative study using a case study approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with the boarding school caretaker, Mrs. Nyai Idah, who leads the Fatimiyah and L dormitory, as well as through direct observation within the pesantren environment. Meanwhile, secondary data were collected from literature reviews related to women\u27s leadership, character education, and religious values in Islamic boarding schools. The results show that the women\u27s leadership applied here has strong characteristics in shaping the students\u27 personalities through exemplary behavior, discipline, and both spiritual and emotional approaches. Furthermore, the findings indicate that religious values serve as the main foundation in the character-building process, such as sincerity, responsibility, manners, and independence, which are consistently instilled in the students\u27 daily lives. The implications of this research suggest that women\u27s leadership in Islamic boarding schools can make a significant contribution to the character formation of students, especially when managed with strong Islamic values. This also opens up opportunities to strengthen the role of women in faith-based educational institution

    763

    full texts

    25,534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇