UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
    25534 research outputs found

    The Role Of Women\u27s Agency For Religious Moderation In Betang Culture

    No full text
    Artikel ini mengeksplorasi peran agensi perempuan dalam proses moderasi beragama dalam budaya Betang di Kalimantan Tengah, Indonesia. Studi menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan delapan keluarga Betang sebagai subjek penelitian. Temuan utama menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran penting dalam mendukung toleransi dan harmoni dalam masyarakat Betang, terutama melalui pendidikan dan praktek sehari-hari. Dalam membentuk karakter dan sikap anak-anak, perempuan membantu mereka memahami pentingnya hidup dalam harmoni tanpa memandang perbedaan agama. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana perempuan Betang memanfaatkan agensi mereka untuk melawan struktur sosial dan norma budaya yang patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang interaksi antara agensi perempuan dan moderasi beragama dalam konteks budaya Betang.   Keywords : Agensi perempuan, Moderasi beragama, Budaya Betang.   [The article explores the role of women’s agency in promoting religious moderation within the Betang culture of Central Kalimantan, Indonesia. Using a qualitative case study approach involving eight Betang families as research participants, the study reveals that women play a crucial role in fostering tolerance and social harmony within Betang communities, particularly through education and daily practices. In shaping children’s character and attitudes, women help them internalize the importance of living harmoniously regardless of religious differences. Furthermore, the study highlights how Betang women exercise their agency to challenge social structures and patriarchal cultural norms. Overall, the research provides valuable insights into the interplay between women’s agency and religious moderation in the unique socio-cultural context of Betang society.   Keywords: Women\u27s agency, Religious moderation, Betang culture.

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISRA\u27 MI\u27RAJ DALAM KEGIATAN LOMBA MAHASISWA KKM DI MASYARAKAT DESA KALIREJO

    Full text link
    Isra\u27 Mi\u27raj is an important event in Islam that contains spiritual and moral values. To commemorate Isra\u27 Mi\u27raj 1445 H, KKM group 50 UIN Malang students conducted activities in Kalirejo Village as a form of community service. This activity includes competitions for adhan, iqomah, colouring, memorising short surahs, and quiz, aiming to improve children\u27s religious understanding and character. This activity involved students as committees and judges and receiving support from the community. The results showed an increase in religious understanding and interaction between students and the community, as well as a positive impact on community empowerment

    Front Matters

    No full text

    MODEL PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS DAKWAH DIGITAL DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM DI ERA MODERN

    No full text
    Abstract - This study adopts a qualitative approach to understand the importance of Arabic language education based on da\u27wah in the modern era. Data was collected through literature review, examining theories and findings related to the development of the Arabic language, da\u27wah, and Arabic language teaching in the modern era. The results of the study show that da\u27wah in the modern era must consider relevant methods, media, and content that align with the characteristics of today\u27s society. Arabic language education, as an integral part of da\u27wah, plays a vital role in facilitating a deeper understanding of Islamic teachings by utilizing information technology to achieve more effective and flexible learning. It is expected that with an innovative approach, Arabic language education based on da\u27wah can contribute to the development of a Muslim generation better prepared to face the challenges of globalization and directly understand the teachings of religion.   Keywords: Da\u27wah, Arabic Language Education, Technology, Modernization.   Abstrak - Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk memahami pentingnya pendidikan bahasa Arab berbasis dakwah di era modern. Data diperoleh melalui studi literatur, dengan mengkaji teori-teori dan temuan-temuan terkait perkembangan bahasa Arab, dakwah, dan pengajaran bahasa Arab di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah di era modern harus mempertimbangkan metode, media, dan materi yang relevan dengan karakteristik masyarakat saat ini. Pendidikan bahasa Arab, sebagai bagian integral dari dakwah, memegang peran penting dalam memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam, dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai pembelajaran yang lebih efektif dan fleksibel. Diharapkan, dengan pendekatan yang inovatif, pendidikan bahasa Arab berbasis dakwah dapat berkontribusi pada pengembangan generasi Muslim yang lebih siap menghadapi tantangan globalisasi dan memahami ajaran agama secara langsung.   Kata kunci: Dakwah, Pendidikan Bahasa Arab, Teknologi, Modernisasi

    Reaktualisasi Filsafat Etika Ibnu Miskawaih dalam Konstruksi Budaya Bermedia Sosial

    No full text
    Media sosial telah menjad ruang baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri, berinteraksi, dan membentuk identitas sosial. Di balik manfaatnya, ruang-ruang digital memunculkan berbagai problem etis dan budaya baru seperti pencarian validasi tanpa batas, penyebaran informasi palsu, hingga kecanduan yang melemahkan kesadaran diri. Artikel ini berupaya untuk reaktualisasi filsafat etika Ibnu Miskawaih, khususnya teori jalan tengah (al-wasath), sebagai landasan dalam konstruksi budaya bermedia sosial yang bijak, kritis, kreatif, dan bertanggungjawab. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskripsit-analitis terhadap teks primer Tahdzîb al-Akhlāq dan berbegai sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan antara tiga daya; rasional, amarah, dan syahwat serta teori jalan tengah sebagaimana dirumuskan Ibnu Miskawaih dapat diimplementasikan dalam tiga aspek utama penggunaan media sosial; ekspresi diri yang otentik dan proporsional, sikap verifikatif terhadap informasi, dan pengelolaan waktu yang bijak. Ketiganya merupakan pengejawentahan dari nilai hikmah (kebijaksanaan), iffah (menjaga diri), dan ‘adālah (keadailan). Dengan demikiran, teori etika Ibnu Miskawaih tidak hanya relevan di era klasik saat itu, tetapi juga dapat menjadi kerangka etis yang aktual untuk membangun kesadaran digital dan budaya bermedia sosial yang utama. Kata kunci: Ibnu Miskawaih; Filsafat Etika; Etika Jalan Tengah; Media Sosial

    Peta Kajian: Analisa Bibliometrik pada Bidang Manajemen Pendidikan Islam

    No full text
    The study of Islamic education management in Indonesia has long been a subject of research and has become a significant topic in scholarly publications. To understand research on Islamic education management, this study explores several studies using bibliometric methods. The analysis in this article is limited to the period 2017-2025 and relies on data from the Scopus database. This study analyzed 114 articles from 390 authors to map the knowledge gap in Islamic education management research. Data analysis used VOSviewer and Biblioshiny to analyze metadata for each Scopus-indexed article in CSV (comma-separated values) format. This study identified several recommended keywords that could serve as the primary focus of future research in Islamic education management. Some of these keywords are strategic management, educational policy and politics, transformative education, educational evaluation, multicultural education management, and curriculum studies. Keywords: Bibliometric Analysis, Educational Management Research, Mapping Knowledge

    A Phenomenological Study of Islamic Religious Education Teachers\u27 Experiences in Inclusive Classrooms at Sleman Elementary Schools

    No full text
    This study explores the experiences of Islamic Religious Education (PAI) teachers in delivering inclusive instruction at elementary schools in Sleman, Indonesia. Employing a qualitative phenomenological approach, data were gathered through interviews, classroom observations, and document analysis involving five educators across three schools. The findings reveal that inclusive practices in PAI are facilitated through collaboration among PAI teachers, classroom teachers, and Special Companion Teachers (GPK), as well as the use of individualized strategies and multimedia resources. However, challenges persist, including limited infrastructure, lack of inclusive training, and insufficient parental involvement. The study highlights the need for systemic support, capacity building, and inclusive pedagogical innovation. It contributes to the discourse on inclusive religious education by integrating theological values with inclusive practices, offering implications for policy development and teacher training. Penelitian ini mengkaji pengalaman guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melaksanakan pembelajaran inklusif di sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap lima pendidik dari tiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik inklusif dalam pembelajaran PAI diwujudkan melalui kolaborasi antara guru PAI, guru kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK), serta penerapan strategi individual dan pemanfaatan media pembelajaran yang beragam. Namun demikian, tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya pelatihan inklusif, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Studi ini menekankan pentingnya dukungan sistemik, peningkatan kapasitas guru, dan inovasi pedagogi inklusif. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dengan praktik inklusif, yang memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru

    PELUANG BISNIS SHOPEE AFFILIATE: MENGUBAH HOBI BELANJA ONLINE JADI CUAN

    Full text link
    Shopee Affiliate is an affiliate program that offers opportunities for young people to generate income through product promotion on the Shopee e-commerce platform. This article aims to analyze the potential of Shopee Affiliate as an easily accessible and relevant digital business solution for the younger generation. The method used in this article is an observation and evaluation of the Shopee Affiliate socialization and training seminar held for the target group of youth in the local community. The discussion covers the basic concept of Shopee Affiliate, registration steps, effective promotion strategies, and the benefits of this program for participants. Based on the training results, it was found that Shopee Affiliate is able to provide business opportunities without large capital with high time flexibility. The conclusion of this article confirms the importance of practice-based training to help young people understand and optimize the Shopee Affiliate program as a sustainable digital economy opportunity

    Evaluasi Sistem Seleksi Pamong Desa oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga Tahun 2019- 2022

    Full text link
    The selection system is made so that the selection process and results are maintained in accuracy. But in reality, the selection of village leaders in several places causes problems. In order to avoid problems as in some places, it is necessary to evaluate the village head selection system by LPPM UIN Sunan Kalijaga which started from 2019 to 2022. Therefore, this study aims to evaluate the accuracy of assessment instruments, the accuracy of the selection process, and the accuracy of the assessment decision mechanism in the village head selection activities carried out by LPPM UIN Sunan Kalijaga in serving the selection of village head for three years, namely in the 2019-2022 range. To obtain maximum results, this research was conducted using the CBR (Community Based Research) model with FGD techniques involving  representatives of the Bantul Regency PMK Office, deputy village officials, and internal assessor. The results show that the selection instruments, selection process, and selection decision-making mechanism used by the LPPM UIN Sunan Kalijaga are appropriate in accordance with their respective regional regulations.   [Sistem seleksi dibuat agar proses dan hasil seleksi terjaga akurasinya. Namun pada kenyataannya, seleksi pamong desa di beberapa tempat menimbulkan permasalahan terkait akurasi hasil. Agar tidak muncul masalah sebagaimana di beberapa tempat, maka perlu dilakukan evaluasi sistem seleksi pamong desa oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga yang dimulai sejak tahun 2019 hingga 2022. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan instrumen asesmen, ketepatan proses/tahapan seleksi, dan ketepatan mekanisme keputusan asesmen dalam kegiatan seleksi pamong desa yang dijalankan oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga dalam melayani seleksi pamong desa selama tiga tahun yaitu pada rentang tahun 2019-2022. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model CBR (Community Based Research) dengan teknik FGD (Focus Group Discussion) yang melibatkan wakil Dinas PMK Kabupaten Bantul,  wakil pamong desa, dan asesor internal. Hasil menunjukkan bahwa instrumen seleksi, proses seleksi, dan mekanisme pembuatan keputusan seleksi yang dilakukan LPPM UIN Sunan Kalijaga sudah tepat sesuai dengan peraturan daerah masing-masing.

    Keadilan sosial dalam perspektif Alquran dan Pancasila

    Full text link
    Social justice has always been the most significant component in determining the orientation and objectives of social life. Issues frequently arise in relation to social discrepancies initiated by ensuing injustices, this further instigates crucial tension among groups, particularly in the field of economic welfare. As a unitary state, Indonesia has high aspirations of accomplishing life goals that rise up from the spirit ideology of Pancasila. As an ideology, Pancasila is not an objective, it functions as a means of achieving an objective. The objective of such mutual perspective of life is nothing but the creation of a developed, prosperous, and wealthy society in which it is embodied in the spirit of social justice. This study attempts to uncover substantial matters pertaining to the concept of social justice according to Al-Qur’an and Pancasila, wherein both are inseparable from the spirit of the Indonesian community in a broad sense. As a Muslim living in Indonesia, Al-Qur’an and Pancasila have become indivisible. They serve as a foundation and guidance in attaining a wealthy and prosperous life. In this context, I try to find the point of agreement on the concept of social justice between Al-Qur’an and Pancasila in order to find similarities or harmony between the two. My aim is to synergize the power of religion and the power of state ideology in order to easily accomplish the objectives and aspirations of civil society.   [Keadilan sosial selalu menjadi komponen paling signifikan dalam menentukan orientasi dan tujuan kehidupan sosial. Isu-isu sering muncul terkait dengan kesenjangan sosial yang diawali oleh ketidakadilan berikutnya, hal ini selanjutnya memicu ketegangan krusial di antara kelompok-kelompok, khususnya di bidang kesejahteraan ekonomi. Sebagai negara kesatuan, Indonesia memiliki aspirasi tinggi untuk mencapai tujuan hidup yang muncul dari semangat ideologi Pancasila. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila bukanlah tujuan, ia berfungsi sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dari perspektif kehidupan bersama tersebut tidak lain adalah terciptanya masyarakat yang maju, sejahtera, dan kaya yang di dalamnya terwujud dalam semangat keadilan sosial. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap hal-hal substansial yang berkaitan dengan konsep keadilan sosial menurut Alquran dan Pancasila, di mana keduanya tidak dapat dipisahkan dari semangat masyarakat Indonesia dalam arti luas. Sebagai seorang Muslim yang tinggal di Indonesia, Alquran dan Pancasila telah menjadi tidak terpisahkan. Mereka berfungsi sebagai landasan dan pedoman dalam mencapai kehidupan yang kaya dan sejahtera. Dalam konteks ini, saya mencoba menemukan titik temu mengenai konsep keadilan sosial antara Al-Qur\u27an dan Pancasila untuk menemukan persamaan atau keselarasan di antara keduanya. Tujuan saya adalah mensinergikan kekuatan agama dan kekuatan ideologi negara agar tujuan dan aspirasi masyarakat sipil dapat tercapai dengan mudah.

    763

    full texts

    25,534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇