UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
    25534 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ DAN GOOGLE SLIDES

    Full text link
    The COVID-19 pandemic has revolutionized the learning process, including online learning which requires educators to be more adaptive and innovative in teaching. Educators, especially teachers, must master the latest technology and learning methods, especially with the challenges in the post-pandemic era, where students tend to prefer the Learning by Doing approach. This community service activity is a Quizizz and Google Slides training for Teachers at SMA Abu Bakar IT Yogyakarta. The target of this activity is 22 educators who are community service partners. Activities are carried out offline or face-to-face consisting of presentation of materials and practices and evaluation of activities by providing training activity questionnaires. The research method used is Asset-Based Community Development (ABCD). This method can optimize organization, connect and utilize assistance from external institutions. The results of the questionnaire responses given to participants for this training activity showed positive results, this was felt because the teacher gained skills and knowledge in using the Quizizz and Google Slides platforms. ========================================== Pandemi Covid-19 telah membuat revolusi proses pembelajaran, diantaranya adalah proses pembelajaran daring yang mengharuskan para pendidik untuk lebih adaptif dan inovatif dalam pengajarannya. Tenaga pendidik khususnya guru perlu menguasai teknologi dan metode pembelajaran terkini, terutama dengan adanya tantangan di era pasca pandemi, siswa cenderung menyukai pendekatan Learning by Doing. Kegiatan pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan Quizizz dan Google Slides bagi para guru di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Sasaran dari kegiatan ini adalah 22 Tenaga Pendidik yang merupakan mitra pengabdian. Kegiatan dilakukan secara luring yang terdiri dari pemaparan materi dan praktek serta evaluasi kegiatan dengan memberikan angket kegiatan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Metode tersebut mampu untuk mengoptimalkan pengorganisasian, menghubungkan serta memanfaatkan bantuan dari lembaga eksternal. Hasil respon angket yang diberikan kepada peserta pelatihan ini menunjukan hasil yang positif, para guru mendapatkan keterampilan dan pengetahuan dalam penggunaan Platform Quizizz dan Google Slides

    STUDI BUDAYA PERUSAHAAN: Implementasi Islamic Self Efficacy

    Full text link
    Perkara-perkara kecil yang selalu dikerjakan karyawan akan menjadi habit dan membentuk budaya perusahaan. Self efficacy adalah tingkat keyakinan karyawan terhadap kemampuan dirinya yang selalu merasa mau dan mampu melakukan sesuatu. Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya perusahaan yang tercermin dari self efficacy karyawan di PT. Liebherr Indonesia Perkasa. Diteliti menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan pertanyaan tidak terstruktur yang dikembangkan dari delapan indikator self efficacy. Teknik analisis data dengan menggunakan data interaktif dari Miles & Huberman (1992) dengan pendekatan etnografi, serta pendekatan teori Hickman & Silva (1984). Akhirnya penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa (a) nilai komitmen terwujud dalam budaya karyawan yang yakin dirinya mampu berusaha dengan keras, tekun, dan gigih; yakin Allah SwT memberikan pertolongan; yakin Allah SwT tidak membebani dengan sesuatu yang tidak dapat dikerjakannya; (b) nilai kompetensi terwujud dalam budaya karyawan yang senang belajar dari pengalaman orang lain, dan dapat memotivasi diri dalam menyelesaikan tugas; (c) nilai konsistensi terwujud dalam budaya karyawan yang mau belajar dari pengalaman, mampu menyelesaikan tugas tertentu, mempersuasi verbal, memanfaatkan umpan balik psikologis, dan bertahan menghadapi hambatan dan masalah

    Viktimisasi Terhadap Transpuan Sebagai Kelompok Marginal

    Full text link
    Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, harapan untuk berperilaku heteronormatif cukup dominan, sehingga menyulitkan kehidupan komunitas transpuan. Diskriminasi dan stigmatisasi menempatkan transpuan dalam kelompok rentan sehingga mereka juga turut berpotensi menjadi korban kekerasan maupun kejahatan lainnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi bentuk-bentuk viktimisasi terhadap kelompok transpuan sebagai kaum marginal serta bagaimana upaya perlindungan terhadap kelompok transpuan ditinjau dari teori viktimologi kritis.  Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris. Data primer yang digunakan adalah informasi dan keterangan dari wawancara yang dilakukan terhadap responden transpuan di beberapa kota, yaitu Yogyakarta (Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul), Kota Semarang, Kabupaten Baturaja, dan Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk viktimisasi terhadap transpuan di antaranya kekerasan fisik dan verbal, kekerasan seksual, viktimisasi properti dan diskriminasi oleh Negara dan masyarakat  serta reviktimisasi sosial. Upaya perlindungan  seharusnya komprehensif dari berbagai sektor baik ekonomi, sosial, budaya, agama  dan hukum. [In today\u27s society, the expectation of heteronormative behavior is quite dominant, making it   difficult for the transgender community to live. Discrimination and stigmatization place transwomen in a vulnerable group so that they have  also potential  to become victims of violence and other crimes. This research aims to analyze what are the forms of victimization of transgender people as marginalized people and  how are the efforts to protect transgender people in terms of critical victimology theory. The research method used is normative-empirical research. The primary data used is information from interviews conducted with transgender respondents in several cities, namely Yogyakarta (Sleman Regency and Bantul Regency), Semarang City, Baturaja Regency, and Makassar City. The results showed that there were several forms of victimization against transgender including physical and verbal violence, sexual violence, property victimization and discrimination of Nation and society and social revictimization. The efforts of  protection  should be comprehensive, from various sectors including economic, social, culture, religion  and law.

    Feminist Interpretations Of Misogynistic Qur\u27an And Hadith: Strategies For Promoting Feminism In Indonesia And Malaysia

    Full text link
    This paper discusses the discourse of interpretation of the Qur\u27an and misogynistic hadith by feminist activists in Indonesia and Malaysia as a strategy in promoting feminism in their respective countries. For this reason, the discussion focuses on interpretation methods, production of feminist interpretations, and dissemination of feminist interpretation. The study is qualitative research in which data is taken through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that 1) The interpretation of the Qur\u27anic texts and hadith is done by seeing them as open and constantly developing texts. It means that texts could respond  and  interact with modern knowledge such as gender, law, and human rights. 2) The feminist approach to the Qur\u27an and hadith involves misogynistic challenges including marginalization, stereotypes, subordination, and violence against women. It also looks at the multiple roles of women and their subordination 3) Feminist interpretation is socialized by feminist activists from Islamic boarding schools and university backgrounds. They took part in discussions and wrote about feminism in magazines and social media. They also participate in women\u27s organizations that advocate women protection and campaign for women\u27s rights including the hazards of polygamy. This study shows that power relations within organizations have a significant impact on the interpretation of religious texts. This interpretation was then used to motivate women activists to promote feminism. [Tulisan ini mendiskusikan wacana penafsiran al-Qur’an dan hadis misoginis oleh para aktivis feminisme di Indonesia dan Malaysia sebagai strategi dalam mempromosikan feminisme di negara masing-masing. Untuk itu, pembahasan akan terfokus pada metode penafsiran, produksi tafsir feminis, dan diseminasi penafsiran feminisme. Kajian bersifat lapangan dengan mengambil data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan adalah feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penafsiran teks-teks al-Qur\u27an dan hadis dilakukan dengan melihatnya  sebagai sesuatu yang terbuka dan terus berkembang. Artinya teks harus terus berinteraksi dengan pengetahuan modern seperti gender, hukum, dan hak asasi manusia. Hal ini membuat teks lebih mudah dipahami. 2) Pendekatan feminis terhadap Al-Qur\u27an dan hadits melibatkan tantangan misoginis termasuk marjinalisasi, stereotip, dan kekerasan terhadap perempuan. Pendekatan ini juga melihat peran ganda perempuan dan subordinasi mereka. 3) Tafsir feminis disosialisasikan  oleh para aktivis feminis yang berlatar belakang pesantren dan universitas. Mereka ikut serta dalam diskusi dan menulis tentang feminisme di majalah dan media sosial. Mereka juga ikut serta dalam organisasi perempuan yang mengkampanyekan hak-hak perempuan termasuk bahaya poligami dan mengadvokasi lembaga Pemerintah untuk melindungi perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam organisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap penafsiran teks-teks agama. Interpretasi ini kemudian digunakan untuk memotivasi para aktivis perempuan untuk mempromosikan feminisme.

    Ekspresi Kebahasaan terhadap Liyan pada Portal Hidayatullah.com: Critical Discourse Analysis

    Full text link
    Discourse in the media is always interesting to observe because it is produced by members of society, contains people\u27s lives, and is enjoyed by society. This paper sees discourse not just as an arrangement of ideas in letters, phrases, sentences and paragraphs, but as a form of linguistic expression of writers or media managers who have backgrounds and perspectives. The Hidayatullah.com portal is the discourse observed in this paper, especially in linguistic expressions regarding parties or figures that are considered the other. This paper, which is library research with an interpretative descriptive mechanism, uses critical discourse analysis conceptualized by Norman Fairclough. This paper sees that Hidayatullah.com contains linguistic expressions that form demarcations through certain stereotypes of the other. Judging from linguistic expression, this portal builds social categories in the form of in-group-love and out-group-hate and in the context of talking about others and constructing other\u27s identities in the second category. Furthermore, this paper reveals the background and perspective built through discourse in the media. [Wacana dalam media selalu menarik untuk diamati karena diproduksi oleh anggota masyarakat, memuat kehidupan masyarakat, serta dinikmati oleh masyarakat. Tulisan ini melihat wacana bukan sekadar susunan ide dalam huruf, frasa, kalimat dan paragraf, melainkan sebagai wujud ekspresi kebahasaan penulis atau pengelola media yang memiliki latar belakang dan perspektif. Portal Hidayatullah.com merupakan wacana yang diamati dalam tulisan ini, khususnya dalam ekspresi kebahasaan mengenai pihak atau figur yang dianggap the other atau liyan. Tulisan yang bersifat library research dengan mekanisme deskriptif interpretatif ini menggunakan critical discourse analysis atau analisis wacana kritis yang dikonsep oleh Norman Fairclough. Tulisan ini melihat Hidayatullah.com memuat ekspresi kebahasaan yang membentuk demarkasi melalui stereotipe tertentu kepada liyan. Dilihat dari ekspresi kebahasaan, portal ini membangun kategori sosial dalam bentuk in group-love dan out group-hate dan dalam konteks pembicaraan tentang liyan serta mengkonstruksi identitas liyan dalam kategori yang kedua. Selanjutnya, tulisan ini mengungkap latar belakang dan perspektif yang dibangun melalui wacana dalam media tersebut.

    Ekologi Spiritual: Konsep dan Relevansi Pemikiran Nurcholish Madjid

    Full text link
    Kerusakan lingkungan menjadi permasalahan kolektif manusia kontemporer, hal ini berkaitan erat dengan kesadaran hubungan manusia dan lingkungan. Artikel ini berangkat dari tesis fakta sosial menunjukkan kurangnya rasa religius dan nilai-nilai kemanusiaan adalah faktor pendorong terjadinya banyak kerusakan lingkungan. Nurcholish Madjid sebagai salah satu cendekiawan Muslim Indonesia yang cukup berpengaruh memberikan tawaran konsep reformasi bumi guna menjembatani hubungan ekologi dan spiritualitas. Fokus dalam artikel ini adalah untuk menganalisis lebih dalam pemikiran Nurcholish Madjid dalam isu ekologi spiritual. Artikel ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep yang digunakan oleh Nurcholish Madjid berpijak pada tugas manusia sebagai khalifah di bumi yang diinternalisasi dengan istilah reformasi bumi. Konsep ini berakar pada kata ishlah, shalih dan mashlahah (maslahat) yang mengacu pada kebaikan dan perbaikan. Reformasi bumi sendiri merujuk pada dua makna yakni pertama, larangan merusak bumi setelah reformasi atau perbaikan bumi itu telah berlangsung oleh Tuhan, saat Dia menciptakannya.  Artinya tugas manusia untuk menjaga lingkungan. Kedua, larangan membuat kerusakan di bumi setelah terjadi perbaikan oleh sesama manusia (tugas reformasi aktif manusia yang berorientasi kemaslahatan). Konsep yang digagas Cak Nur sangat relevan dengan permasalahan manusia kontemporer, akan tetapi konsep ini terbatas pada tataran ide, wujud aplikatif belum terinternalisasi

    Promoting Autonomy and Employment of Individuals with Intellectual Disability: The Role of Universities

    Full text link
    A positive correlation exists between having a university degree and being employed. The opportunity to earn a university degree, however, is challenging for students with intellectual disability, as universities are typically not adapted to their unique higher education needs. This negatively impacts those students’ employment opportunities and, consequently, also their autonomy because employment is often a driver of important life decisions. In response, the University of Castilla-La Mancha in Spain embarked on a program, ‘Incluye e Inserta UCLM’ (‘Inclusion and Labour Insertion at UCLM’), to accommodate students with intellectual disabilities by implementing an accessible university qualification for them. Universities are knowledge-generating centers and should also fulfill a social function. To do so, universities must be in contact with society to determine societal needs and provide some solutions. The abovementioned socially responsive university program offers students with intellectual disabilities a unique opportunity to fulfill their academic and personal growth. Seseorang yang bergelar sarjana memiliki korelasi positif dengan bagaimana ia dipekerjakan. Namun, kesempatan untuk memperoleh gelar sarjana merupakan tantangan bagi mahasiswa penyandang disabilitas intelektual, karena universitas biasanya tidak disesuaikan dengan kebutuhan unik pendidikan tinggi mereka. Hal ini berdampak negatif terhadap kesempatan kerja bagi penyadang disabilitas intelektual dan juga otonomi mereka, karena pekerjaan seringkali merupakan pendorong keputusan hidup yang penting. Universitas Castilla-La Mancha di Spanyol memulai program \u27Incluye e Inserta UCLM\u27 (\u27Inklusi dan Penyisipan Tenaga Kerja di UCLM\u27) untuk mengakomodasi mahasiswa penyandang disabilitas intelektual melalui penerapan kualifikasi universitas yang dapat diakses oleh mereka. Universitas adalah pusat penghasil pengetahuan dan juga harus memenuhi fungsi sosial. Oleh karena itu, universitas harus berhubungan dengan masyarakat dalam menentukan kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi masalah sosial. Program universitas yang tanggap secara sosial ini menawarkan kepada mahasiswa penyandang disabilitas intelektual kesempatan unik untuk memenuhi pertumbuhan akademik dan pribadi mereka

    Dinamika Perjuangan Kesetaraan Gender Masyarakat Urban (Memahami Gerakan Sosial International Women’s Day Di Kota Semarang)

    Full text link
    Ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender melahirkan gerakan sosial yang berfokus pada isu-isu pengarusutamaan gender. Salah satu gerakan sosial berbasis gender dikenal dengan International Women’s Day. Belum tercapainya kesetaraan gender di Indonesia menyebabkan pentingnya kajian yang menjelaskan tentang tahapan gerakan sosial International Women’s Day, sehingga dapat diketahui penyebab belum tercapainya tujuan gerakan di Indonesia. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjelaskan tahapan gerakan sosial dan pola gerakan sosial International Women’s Day Semarang sebagai pelaku Gerakan Sosial Baru (GSB). Terdapat dua penyebab yang membuat IWD Semarang belum mencapai tujuan. Pertama, belum adanya organisasi yang tersentral yang menjadi pedoman aktivitasnya. Kedua, kegagalan gerakan dalam menentukan tujuan dari gerakan, sehingga aksi-aksi yang dilakukan hanya bersifat seremonial. Berdasarkan temuan tersebut, kajian ini menekankan pentingnya kelembagaan gerakan sosial dengan melakukan kerjasama dengan para aktor gerakan sosial, terutama dalam penyusunan rencana kerja, jangka pendek, menengah dan rencana jangka panjang gerakan. Peran pemerintah diperlukan terutama pada fasilitasi terkait dengan penguatan aktivitas advokasi kesetaraan gender.   [Gender inequality has given rise to social movements that focus on solving gender problems. One of the gender-based social movements is International Women\u27s Day. The lack of gender equality in Indonesia has led to the importance of studies that explain the stages of the International Women\u27s Day social movement, so that we can find out the reasons why the movement\u27s goals in Indonesia have not been achieved. This study uses a descriptive qualitative method by explaining the stages of social movements and social movement patterns of International Women\u27s Day Semarang as actors in the New Social Movement (GSB). There are two reasons why IWD Semarang has not achieved its goals. First, there is no centralized organization to guide its activities. Second, the movement\u27s failure to determine the goals of the movement, so that the actions carried out were only ceremonial. Based on these findings, this study emphasizes the importance of social movement institutions by collaborating with social movement actors, especially in preparing work plans, short, medium and long-term movement plans. The government\u27s role is needed, especially in facilitation related to strengthening gender equality advocacy activities.

    KZ-PROFESI: DEVELOPMENT OF PROFESSION ZAKAT CALCULATING APPLICATION FEATURES AND SERVICES

    Full text link
    Indonesia has a huge potential for zakat, given that the majority of its population is Muslim. This potential comes from various types of zakat, such as zakat fitrah, zakat maal, professional zakat, and infaq and sadaqah. This research aims to develop professional zakat application features and services that can help people understand and calculate the amount of professional zakat. The research uses the 4D approach: Define, Design, Develop, and Disseminate. The user needs definition phase is carried out through a literature review. Before the application development, design is conducted using Use Case diagrams and Flow screen diagrams. The application is developed using Kodular and implemented on Android smartphones. Testing is performed using black box testing for functional and System Usability Scale (SUS) testing for non-functional requirements. The functional testing results show that the application\u27s primary function successfully calculates professional zakat. The results of the non-functional testing using SUS indicate that the application is categorized as good. =============================================== Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam. Potensi ini berasal dari berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, serta infaq dan sedekah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur dan layanan aplikasi zakat profesi yang dapat membantu masyarakat dalam memahami dan menghitung besaran zakat profesi. Penelitian menggunakan pendekatan 4D: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap pendefinisian kebutuhan pengguna dilakukan dengan studi literatur. Sebelum pembuatan aplikasi, dilakukan desain menggunakan diagram Usecase dan Flowscreen. Pengembangan aplikasi menggunakan Kodular dan diimplementasikan pada smartphone Android. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian black box untuk kebutuhan fungsional dan pengujian System Usability Scale (SUS) untuk kebutuhan non fungsional. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa fungsi utama aplikasi telah berhasil menghitung zakat profesi. Hasil pengujian non fungsional menggunakan SUS menunjukkan bahwa aplikasi termasuk dalam kategori baik

    Implementasi Epistemologi Irfani dalam Membentuk Keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah

    Full text link
    This research discusses the implementation of Irfani epistemology in forming a sakinah mawadah warahmah family. The aim of this research is to find out if the Irfani epistemology is implemented in the family to form a sakinah mawadah warahmah family. This research method is library research with data analysis techniques. This research uses primary data sources and secondary data sources. Research results [1] Irfani\u27s epistemology is a disclosure of knowledge obtained through illuminating the essence of God to His servants (kasyf) [2] The Sakinah Mawadah Warahmah family is a family built on the basis of a valid marriage, which is able to fulfill spiritual and material needs legally worthy and balanced, filled with affection between family members. [3] If the Irfani way of thinking is applied in the family, all problems in the household will be made easier and disappear because all problems no longer use human or worldly glasses but use higher glasses, namely divine glasses. So this creates a sakinah mawadah warrahmah family

    763

    full texts

    25,534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇