UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
25534 research outputs found
Sort by
Eksistensi Masyarakat dan Pengaruh Agama
The relationship between society and religion has experienced ups and downs, because there are members of the community who see religion as the foundation of moral and spiritual values, but there are also many people who perceive religion as a mistake that mankind believes in. But even so, the existence of society cannot be separated from religion and its influence. The existence of society is quite identical as religious beings. The purpose of this study is to find out and explain the existence of society and the influence of religion, including the existence of individuals as part of society which is quite influenced by religion, and the functions of religion, as well as the dynamics of religious theory which is quite influencing the existence of society. The research method used is literature research by collecting data from various literature such as journals published in the last 5 years. The results of the study and analysis of the data found that there were developing dynamics of religious theory that sufficiently influenced the existence of society, including: the theory of evolution, the theory of marxism, the theory of thermodynamics and the theory of liberalism. Religion also has an impact through its function for the existence of society, including: as a source of value in maintaining decency, a means of solving problems, a means of satisfying curiosity. Apart from that, in the context of the influence of religion in society, several forms of influence have been identified, namely: educative influence, giving awareness about safety, its effect as conciliation, its influence as social control, its influence in strengthening solidarity, its influence in transformative values, religious encouragement to be productive, motivation sublimative.
[Hubungan masyarakat dengan agama mengalami pasang-surut, karena ada anggota masyarakat yang melihat agama sebagai pondasi nilai moral dan spiritual, namun banyak juga kalangan masyarakat yang menganggap agama sebagai suatu kesalahan yang dipercayai umat manusia. Namun sekalipun demikian, eksistensi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari agama dan pengaruhnya. Eksistensi masyarakat cukup identik sebagai makhluk beragama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai eksistensi masyarakat dan pengaruh agama, di antaranya eksistensi individu sebagai bagian dari masyarakat yang cukup dipengaruhi agama, dan fungsinya agama, serta dinamika teori keagamaan yang cukup mempengaruhi keberadaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature research dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku jurnal yang diterbitkan 5 tahun terakhir. Hasil kajian dan analisis data ditemukan bahwa terdapat dinamika teori keagamaan yang berkembang sehingga cukup mempengaruhi eksistensi masyarakat, antara lain: Teori evolusi, teori marxisme, teori thermodynamics dan teori liberalisme. Agama juga berdampak melalui fungsinya bagi eksistensi masyarakat, di antaranya: sebagai sumber nilai dalam menjaga kesusilaan, sarana mengatasi permasalahan, sarana memuaskan perasaan ingin tahu. Selain itu pada konteks pengaruh agama dalam Masyarakat maka telah diketahui beberapa bentuk pengaruh, yaitu: pengaruh edukatif, memberi kesadaran tentang keselamatan, pengaruhnya sebagai pendamaian, pengaruhnya sebagai kontrol sosial, pengaruh dalam memperkuat solidaritas, pengaruhnya dalam nilai transformatif, dorongan agama untuk produktif, motivasi yang sublimatif.
Pengaruh Ekstrakurikuler Tahfidzul Qur\u27an terhadap Sikap Keagamaan Peserta Didik SMP Negeri 1 Maduran Tahun Pelajaran 2022/2023
This study aims to determine whether there is an influence of extracurricular activities tahfidzul qur\u27an towards the religious attitudes of SMP Negeri 1 Maduran students for the 2022/2023 academic year. This is proven by examining the influence between extracurricular activities tahfidzul qur\u27an and religious attitudes of students. This research starts from the frame of mind that is extracurricular tahfidzul qur\u27an implemented in order to improve aspects of religious attitudes which include carrying out worship both obligatory and sunnah, tolerance between religious people and attitudes towards others and knowledge in worship. This study uses a quantitative correlation approach. Sampling using the method nonprobability sampling so that as many as 73 students were obtained with a significant level of 5% of the 88 population. Data collection techniques using questionnaires/questionnaire, observation and documentation. The process of data analysis using assistance SPSS Version 26. The results of this study indicate that (1) the results of distributing extracurricular questionnaires tahfidzul qur\u27an there were 64.4% female from class IX (71.2%). And extracurricular activities tahfidzul qur\u27an SMP Negeri 1 Maduran is in the good category with a percentage of 71%. (2) The religious attitudes obtained from the results of distributing the questionnaire were 64.4% male from class IX (71.2%). And the religious attitude of students SMP Negeri 1 Maduran is in the good category with a percentage of 63%. (3) based on the results of hypothesis testing obtained rcount = 0,893 > rtable = 0, 227. Thus it can be said that there is a significant extracurricular influence tahfidzul qur\u27an to the students\u27 religious attitudes with a confidence level of 95%.
[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terhadap sikap keagamaan peserta didik SMP Negeri 1 Maduran tahun pelajaran 2022/2023. Hal ini dibuktikan dengan cara menguji pengaruh antara kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an dan sikap keagamaan peserta didik. Penelitian ini bertitik tolak dari kerangka berpikir bahwa ekstrakurikuler tahfidzul qur’an diimplementasikan supaya dapat meningkatkan aspek – aspek sikap keagamaan yang meliputi menjalankan ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah, toleransi antar umat beragama dan sikap pada sesama dan pengetahuan dalam beribadah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasi. Pengambilan sampelnya menggunakan metode nonprobability sampling sehingga diperoleh sebanyak 73 peserta didik dengan taraf signifikan 5% dari 88 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan Angket/kuesioner, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan bantuan SPSS Version 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil penyebaran angket ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terdapat 64, 4% berjenis kelamin Perempuan dari kelas IX (71, 2%). Dan kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an SMP Negeri 1 Maduran dalam kategori baik dengan persentase 71%. (2) Sikap keagamaan yang diperoleh dari hasil penyebaran angket terdapat 64, 4% berjenis kelamin laki – laki dari kelas IX (71, 2%). Dan sikap keagamaan peserta didik SMP Negeri 1 Maduran dalam kategori baik dengan persentase 63%. (3) Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh rhitung = 0,893 > rtabel = 0, 227. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terhadap sikap keagamaan peserta didik dengan taraf kepercayaan 95%.
Internalisasi Agama dalam Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Janti Sebagai Bentuk Transformasi Ekonomi Lokal
Tulisan ini mengkaji tentang model pemberdayaan yang ada di Kelompok wanita tani Mekar Janti. Kelompok wanita tani Mekar Janti dinilai penulis memiliki potensi dan juga masih terdapat kerawanan sosial serta isu-isu strategis yang masih menjadi tantangan bagi Kelompok wanita tani Mekar Janti salah satunya kurangnya peremajaan anggota, alat yang kurang memadai dan lain-lain Penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan yang ada di Kelompok wanita tani Mekar Janti ini sebagai upaya transformasi ekonomi masyarakat Janti. Untuk itu penulis dalam penelitian menggunakan teori marginalisasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pemberdayaan Kelompok wanita tani Mekar Janti dinilai telah menstansformasi ekonomi bagi anggota kelompok wanita tani Mekar Janti maupun masyarakat sekitar. Dimana hasil pemberdayaan Kelompok wanita tani Mekar Janti berupa sayuran seperti jamur tiram, cabe, tomat, bawang merah selada, sawi, kangkung dan lain-lain maupun buah seperti pisang, mangga kemudian mpon-mpon seperti jahe, kunyit, sereh, daun salam dll. Hasil pertanian lahan kelompok wanita tani Mekar Janti telah terjual dari mulai yang mentah sampai olahan
Tradisi Tiu: Upaya Kembali ke Akar Tradisi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi tiu dalam kehidupan masyarakat Desa Jantuk, Lombok Timur, dimana masyarakat Jantuk mempunyai tradisi pacuan kuda yang khas. Tentu hal ini menjadi aktivitas sosial kemasyarakatan yang cukup erat dengan identitas ke-Sumbawa-an sebagai leluhur mereka. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analisis dengan pendekatan teori diskursif Talal Asad. Melalui pendekatan teori diskursif untuk menyoroti tradisi tiu dan praktik tradisi yang merupakan produk dari interaksi kompleks antara pengetahuan lokal, sejarah dan kekuasaan yang memengaruhi cara Masyarakat melihat dan memahami tradisi tiu. Hasil dari penelitian bahwa masyarakat Desa Jantuk melalui tradisi tiu telah mampu membuktikan dirinya sebagai keturunan dari Sumbawa melepas diri dari sifat ambiguitas antara Sasak dengan Sumbawa yang bermukim di pulau Lombok. Kedatuan Jerewe sebagai nenek moyang masyarakat Jantuk merupakan bagian dari wilayah kesultanan Sumbawa yang memiliki keterkaitan yang begitu kuat dengan agama Islam. Tradisi Tiu sebagai upaya untuk kembali menuju ke akar dari pada ajaran Rasulullah Saw. untuk menciptakan ruang keragaman melalui ekspresi budaya.
Kata kunci: Tradisi Tiu, Sumbawa dan Identitas Lokal5
The Incapability to Establish a Household as a Consequence of Child Marriage
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak di Lintau Buo Utara serta mengetahui bentuk persoalan yang timbul karena perkawinan tersebut. Tidak mudah bagi anak untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang kompleks sebagaimana yang diadaptasi oleh pasangan dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dalam bentuk kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 7 (tujuh) pasangan kawin anak, Kantor Urusan Agama Kecamatan Lintau Buo Utara. Data yang sudah terkumpul kemudian akan dianalisis menggunakan teori Hurlock tentang pernyesuaian sosial dalam perkawinan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menemukan bahwa minimnya pengetahuan tentang perkawinan yang berkelindan dengan persoalan sosial lainnya berakibat pada ketidaksiapan anak menjalani relasi perkawinan. Ketidaksiapan anak dalam perkawinan diketahui telah mempengaruhi kondisi sosial anak yang diantaranya adalah sulit melakukan penyesuaian diri dan gangguang emosi. Realitas sosial ini telah menekan psikologi anak karena tidak adanya kematangan emosi anak sebelum menikah. [This study aimed to describe the factors that encouraged child marriage in the Lintau Buo Utara Sub-district and find out the problems that arose from the marriage. Unlike adult couples, it is difficult for children to make complex adjustments towards marriage. This research is a field study in the form of qualitative. The type of research used in this study is descriptive analytics. The primary data were obtained through interviews with 7 (seven) child-married couples and from the Religious Affairs Office of Lintau Buo Utara. The collected data were then analyzed using Hurlock’s theory of social adjustment in marriage and Miles and Huberman’s interactive model. The results of this study showed that the lack of knowledge about marriage that was intertwined with other social problems resulted in the unreadiness of children to undergo marital relations. The unreadiness of children in marriage also affected their social conditions, which included facing difficulties in adjusting themselves and having emotional disturbances. This social reality suppressed the psychology of children because there was no emotional maturity before marriage.
Perempuan Pekerja: Kemaslahatan Dalam Larangan Menjadi Buruh Migran Di Dusun Sade, Nusa Tenggara Barat
Aturan adat tentang larangan perempuan menjadi pekerja migran masih diterapkan dan dipatuhi oleh masyarakat Dusun Sade, Nusa Tenggara Barat. Di sisi lain, menjadi buruh migran adalah hak bagi semua warga negara dan dilindungi secara hukum. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis argumen kultural masyarakat Sade dalam mematuhi aturan adat tersebut. Penelitian lapangan ini dilakukan pada tahun 2022 dengan mewawancarai Kepala Desa Rembitan, tokoh adat, dan masyarakat Sasak Sade sebagai data primer. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan sosiologi hukum, penelitian ini melihat bahwa larangan perempuan menjadi buruh migran di Dusun Sade Lombok Tengah memiliki dasar yang kuat baik dari sisi budaya maupun hukum. Kebiasaan ini telah mengakar kuat dalam masyarakat setempat, sebagai penghargaan terhadap leluhur dan tradisi adat. Kepatuhan terhadap ketentuan untuk tidak menjadi buruh migran juga didukung oleh pemahaman kultural historis perempuan dan merupakan pilihan rasional untuk mempertahankan struktur yang berfungsi dengan baik di masyarakat. Larangan ini juga sebagai bentuk perlindungan keluarga dan masyarakat terhadap perempuan, sehingga bisa disimpulkan bahwa aturan adat ini memiliki nilai-nilai kemaslahatan.
[The customary rule on the prohibition of women from becoming migrant workers is still implemented and obeyed by the people of Dusun Sade , West Nusa Tenggara. However, being a migrant worker is a right for all citizens and is legally protected. This article aims to analyse the cultural arguments of the Sade people in complying with these customary rules. This field research was conducted in 2022 by interviewing the Head of Rembitan Village, traditional leaders, and the Sasak Sade community as primary data. Using qualitative research and a legal sociology approach, this study sees that the prohibition of women from becoming migrant workers in Dusun Sade, Central Lombok has a strong basis both in terms of culture and law. This custom has been deeply rooted in the local community, as a tribute to ancestors and customary traditions. Compliance with the provision not to be a migrant worker is also supported by a historical cultural understanding of women and is a rational choice to maintain a well-functioning structure in society. This prohibition is also a form of family and community protection for women, so it can be concluded that this customary rule has beneficial values.
Implementasi Kebijakan Menteri Agama dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Asrama Santri Bilqolam
Sexual violence is an important issue to act upon. Public awareness of sexual violence and sexual education is still very minimal. Especially if sexual violence occurs in the dormitory environment, victims will feel hesitant and dare not report. The purpose of this study is to determine the form of PMA policy Number 73 of 2022 implemented in the Bilqolam student dormitory and how to implement it. The research method used is descriptive qualitative. Data was collected through a process of observation, interviews, and documentation. The results of this study show that (1) the form of Bilqolam student dormitory policy related to the prevention and handling of sexual violence is through discussions, credit studies, compiling materials and syllabi, collaborating with the Swara Rahima community, KUA, and psychologists, and having concerns about sexual violence cases. (2) prevention and handling efforts are accommodated with a Stop Sexual Violence (SKS) study which refers to the SKS syllabus.
[
Kekerasan seksual adalah masalah yang penting untuk ditindaklanjuti. Kesadaran masyarakat terhadap kekerasan seksual dan pendidikan seksual masih sangat minim. Terlebih apabila kekerasan seksual terjadi di lingkungan pesantren, korban akan merasa sungkan dan tidak berani melaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kebijakan PMA Nomor 73 Tahun 2022 yang dilaksanakan di Asrama santri Bilqolam dan bagaimana cara pengimplementasiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk kebijakan Asrama santri Bilqolam terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual adalah melalui diskusi, pengajian SKS, menyusun materi dan silabus, bekerja sama dengan komunitas Swara Rahima, KUA, dan ahli psikolog, serta memiliki kepedulian terhadap kasus kekerasan seksual (2) upaya pencegahan dan penanganan diwadahi dengan sebuah pengajian Stop Kekerasan Seksual (SKS) yang didukung dengan silabus SKS.
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS
Jepang Village, Mejobo District, Kudus Regency is a village dominated by bamboo weaving artisans. Bamboo weaving activities in Jepang villages are carried out every day as a livelihood using knife as a main tool. In their daily lives, people often complain about the use of knives as an irat tool often injuring their hands, being uncomfortable and inefficient use evidenced by the quite a long time needed in grinding bamboo. Therefore, this service aims to design ergonomics-based bamboo irat tools so that the woven craftsman community can be safe and comfortable in grinding bamboo. The stages in making ergonomics-based bamboo irat tools are taking anthropometric data, testing data adequacy and data diversity, percentile analysis, determining knife size, drawing knife designs, and making knives. In the community service in the Jepang Village, the customers in question are the bamboo weaving craftsmen in the village, and the product in question is a bamboo irat tool. The expected output of this activity is the creation of ergonomic bamboo weaving tools, so that craftsmen are able to carry out the process of making woven bamboo comfortably, safely, and get maximum output.
==========================================
Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus merupakan satu desa yang didominasi oleh perajin anyaman bambu. Aktivitas menganyam bambu di Desa Jepang dilakukan setiap harinya sebagai mata pencaharian dengan alat utamanya adalah pisau. Dalam kesehariannya masyarakat sering mengeluhkan penggunaan pisau sebagai alat irat sering melukai tangan, tidak nyaman dan tidak efisien dibuktikan dengan waktu yang dibutuhkan dalam mengirat bambu menghabiskan waktu yang lama. Maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk merancang alat irat bambu berbasis ergonomi agar masyarakat perajin anyaman dapat aman dan nyaman dalam mengirat bambu. Tahapan dalam pembuatan alat irat bambu berbasis ergonomi adalah melakukan pengambilan data antropometri, pengujian kecukupan data dan kesragaman data, analisis persentil, menentukan ukuran pisau, menggambar desain pisau, dan membuat pisau. Pada pengabdian masyarakat di Desa Jepang, pelanggan yang dimaksud adalah para perajin anyaman bambu di desa tersebut, dan produk yang dimaksud adalah alat irat bambu. Kegiatan pengabdian ini telah menciptakan alat pengirat bambu yang ergonomis, agar para perajin mampu melakukan proses pembuatan anyaman bambu dengan nyaman, aman, dan mendapatkan output yang maksimal
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PADA KELOMPOK PEMUDA DESA BANGGLE KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN LINGKUNGAN
The agricultural cultivation system in Banggle Village, Lamongan Regency, has several problems that are worrying the youth of the Danyang Youth Association of Banggle Village. Farmers in this village still rely heavily on the use of chemical fertilizers as protection and nutrition for their plants. The training program for making liquid organik fertilizer in Banggle village provides a long-term solution for farmers and a more productive soil life. Another problem that occurs is the management of household waste that has accumulated and been wasted in the village, which has the potential to be used as liquid organik fertilizer. The program implementation method is carried out by examining several existing problems, then holding joint discussions to find solutions to the problems faced, and then implementing them through training and outreach. The results of community service generally went well and were in accordance with the planned PKM objectives, namely managing household waste well and effectively and training partners to make liquid organik fertilizer from household waste.
=====================================
Sistem budidaya pertanian di desa Banggle Kabupaten Lamongan terdapat beberapa permasalahan yang menjadi keresahan pemuda Paguyuban Danyang desa Banggle, petani di desa tersebut masih sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia sebagai proteksi dan nutrisi tanaman mereka. Program pelatihan pembuatan pupuk organik cair di desa Banggle memungkinkan menjadi solusi jangka Panjang bagi petani dan umur tanah yang lebih produktif. Permasalahan lain yang terjadi adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menumpuk dan terbuang di desa tersebut cukup memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan mengkaji beberapa permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan diskusi secara Bersama untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi kemudian diimplementasikan dengan pelatihan dan sosialisasikan. Hasil dari pengabdian masyarakat secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan PKM yang direncanakan yaitu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan efektif dan melatih mitra membuat pupuk organik cair berbahan dasar sampah rumah tangga