UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
25534 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENETAPAN BIAYA LAYANAN PADA TRANSAKSI PINJAMAN ONLINE SYARIAH PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum terkait penetapan biaya layanan pada aplikasi pinjaman online (pinjol) dari perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa kajian pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan biaya layanan pinjol harus memperhatikan berbagai faktor penting, seperti batasan pinjaman, tenor pembayaran, dan struktur biaya yang dikenakan. Selain itu, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFPI) dalam melakukan regulasi dan pengawasan terhadap industri pinjol sangat penting untuk memastikan praktik yang adil dan mengutamakan perlindungan konsumen. Dalam kerangka Maqashid Syariah, penetapan biaya layanan pinjol perlu memperhatikan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan pencegahan eksploitasi, sehingga tidak merugikan pihak yang terlibat, baik pemberi pinjaman maupun peminjam. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan biaya layanan pada pinjol harus seimbang, tidak hanya menguntungkan pihak bisnis, tetapi juga melindungi konsumen dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip Maqashid Syariah, yang menekankan kesejahteraan, keadilan, dan perlindungan dari kerugian.
Kata kunci: Penetapan Biaya Layanan, Pinjaman Online, Maqashid Syaria
PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADITS: Pendidikan, Anti Kekerasan, Al-Quran, Hadits
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi permasalahan kekerasan yang terus muncul dalam masyarakat global ini. Pendidikan anti kekerasan merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk mengubah budaya perpecahan dan kekerasan dengan budaya damai, toleransi dan empati. Alquran dan Hadits juga mengecam keras adanya kekerasan yang tidak memiliki dasar sah dalam agama Islam. Oleh karena itu, memahami pendidikan anti kekerasan dari sudut pandang Al-Qur\u27an dan Hadits menjadi penting dalam upaya menjadikan pendidikan sebagai alat yang efektif untuk mendorong perdamaian dan mengurangi kekerasan di masyarakat muslim dan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk setiap individu, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar memahami secara mendalam apa yang diajarkan Al-Quran dan Hadits dan penerapannya mengenai topik kekerasan ini. Artikel ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Islam sebagai agama yang luas dan rahmatan lil’alamin memiliki pendekatan yang jelas dan terperinci dalam menyikapi kekerasan. Konsep dalam menanggapi kekerasan dapat ditemukan dalam teks suci Al-Qur\u27an dan hadits. Konsep Pendidikan anti kekerasan yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI terdapat dalam Q.S Ali Imron 159 sebagai berikut: Bersikap lemah lembut, Pemaaf, Musyawarah (Demokrasi) dan Tawakkal. Juga terdapat pada hadits yang di riwayatkan oleh Imam Muslim.Terdapat empat nilai-nilai pendidikan anti kekerasan perspektif hadits tersebut: Menanamkan nilai Husnudzan (berprasangka baik), Menanamkan nilai silaturahmi, Menanamkan nilai moralitas dan Menanamkan nilai persaudaran
The Pioneering Inclusivity: A Narrative Study of the First Inclusive Raudatul Athfal in South Kalimantan
Inclusive education is indispensable for ensuring equitable educational opportunities and rights for children with special needs (CWSNs) to enhance their skills. However, maintaining inclusive schools encounters significant challenges, including limited resources and societal biases against CWSNs. This study centers on the establishment and operation of Ulumul Qur\u27an Al-Madani, the first inclusive Raudatul Athfal in South Kalimantan. Employing a qualitative narrative approach, data were gathered through in-depth interviews, document analysis, and participatory observation. The study highlights the crucial role of the school principal, bolstered by her family\u27s property business and partnerships with therapists and experts in inclusive education, facilitated the school\u27s transition to inclusivity. Despite encountering initial lack of support from the Ministry of Religion and the city government, the school achieved national acclaim for promoting inclusive education in South Kalimantan. This research underscores the principal\u27s dedication and collaborative endeavors in promoting inclusive education and overcoming societal barriers for CWSNs.
Pendidikan inklusif penting untuk memastikan kesempatan pendidikan yang adil dan hak-hak yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk menstimulasi perkembangan mereka. Namun, menyelengggarakan sekolah inklusif menghadapi tantangan signifikan seperti sumber daya yang terbatas dan prasangka sosial terhadap ABK. Penelitian ini berfokus pada pendirian dan penyelenggaraan Ulumul Qur\u27an Al-Madani, Raudatul Athfal inklusif pertama di Kalimantan Selatan. Menggunakan pendekatan naratif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipatif. Penelitian ini menyoroti peran kunci kepala sekolah, yang didukung oleh bisnis properti keluarganya dan kolaborasi dengan terapis dan ahli pendidikan inklusif, yang mendukung transformasi inklusif sekolah tersebut. Meskipun awalnya tidak mendapat dukungan dari kementerian agama dan pemerintah kota, sekolah ini mendapatkan pengakuan nasional dalam memajukan pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menyoroti pentingnya dedikasi kepala sekolah dan upaya kolaboratif dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan mengatasi hambatan sosial terhadap ABK
PROBLEMATIKA LINGKUNGAN DI ZAMAN MODERN PERSPEKTIF ISLAM DAN HINDU ;KOMPARASI KITAB SUCI AL-QURAN DAN WEDA DALAM PENJAGAAN KELESTARIAN ALAM
Problem lingkungan merupakan problem yang dialami manusia modern hari ini. kita tidak dapat memungkiri bahwa persoalan-persoalan seperti pemanasan global, deforestrasi hutan, dan pembuangan limbah secara sembarangan sudah sedemikian menumpuknya kita alami sekarang. Atas dasar persoalan ini, keterkaitan agama sebagai solusi persoalan manusia sangatlah dibutuhkan. Artikel ini akan mengulas pembahasan isu lingkungan ini dengan mendasarkan pembahasan pada dua kitab suci dari agama Islam dan Hindu, yakni al-Quran dan Weda. Pemilihan islam dan hindu ini dilatarbelakangi karena dua agama ini merupakan dua agama paling dominan di indonesia. Secara prinsipal al-Quran sangat menekankan akan pentingnya manusia dalam menjauhi “kerusakan” (mafsadat), sedangkan Weda menekankan pentingnya manusia dalam menjaga “keseimbangan”. Termasuk dalam hal ini mencegah mafsadat (kerusakan) alam dan mewujudkan keseimbangan alam. Didalam al-Quran misalnya, melalui spirit dar al-mafaasid yuqaddim ‘ala jalbil masalih, maka al-Quran hendak menekankan akan adanya pelarangan kerusakan alam, terutama sebagaimana yang termuat dalam QS ar-Rum:41. Sedangkan dalam weda, melalui ajaran Tri Kita Kahana, kitab suci ini menekankan akan pentingnya menjaga hubungan antara tiga entitas , yakni Tuhan, manusia dan alam, dimana tiga hal tersebut saling berkaitan erat satu sama lain. Dalam ajaran tri kita kahana tersebut disebutkan jika, ada salah satu dari ketiga hal tersebut rusak, maka rusak pula yang lain, dengan kata lain, jika alam rusak, maka rusak pula manusia, dan hilang pula refleksi kehadiran eksistensi Tuhan didalamnya
A Bibliometric Analysis of Inclusive Education in Indonesia: Achievement and its Relations to General Education
This bibliometric analysis study used Vosviewer application as a data processor. Data sources in the form of research articles were collected from Dimension.ai using the keyword "inclusive education". Research data screening was carried out by the PRISMA method. The results of data analysis indicated that research on inclusive education in Indonesia from 2012 to 2022 showed an increasing trend. In the analysis of network visualization, data were divided into 4 main clusters, with keywords “teacher” and “need” came as the highest terms. Then in the overlay visualization it is known that the latest topics that are being studied are related to keywords of barriers, special needs, methods, disability, children, infrastructure, facilities, and obstacle. As for the analysis of density visualization; the keywords are attitude, handling, and depth interviews are in dark clusters so that it can be concluded that novelty research can be carried out on these topics as well as on topics that have not appeared in mapping. The results of the bibliometric and discussion concluded that research on inclusive education and general education on the topic of appropriate ICT-based learning strategies and media is needed to maximize the potential of students with disabilities in the learning process
Kopi dalam Aktivitas Religi Masyarakat Hindu di Bali
Coffee was first introduced to Indonesia in the 16th century through colonialism activities carried out by the Dutch Colonial Government. The development of coffee began to increase since the forced planting period, during that period coffee cultivation extended to small islands in Indonesia, including Bali. In Bali, coffee gets special treatment, especially in terms of traditions and religious activities. This article attempts to explain the role of coffee in religious activities carried out by the Hindu community in Bali. Based on the research objectives, a data collection process was carried out through literature review, both from books, scientific journals and news articles. Apart from that, data collection was also carried out by applying observation and documentation methods to the research objects. The data was then processed using descriptive-qualitative analysis, so that this research prioritizes descriptions of the phenomena obtained during the research. Religious theories are also used to help the framework of thinking. The results of this research will provide an overview of the religious activities carried out by the Hindu community in Bali and their relationship to coffee, both in the form of places of worship, worship ceremonies and media of worship.
[Kopi pertama kali dikenalkan di Indonesia pada abad ke-16 melalui aktivitas kolonialisme yang dilakukan oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Perkembangan kopi mulai meningkat sejak masa tanam paksa, pada masa tersebut budidaya tanaman kopi meluas hingga ke pulau-pulau kecil di Indonesia, termasuk Bali. Di Bali, kopi mendapat perlakuan istimewa khususnya dalam hal tradisi dan aktivitas religi. Tulisan ini berupaya untuk menguraikan mengenai peran kopi dalam aktivitas religi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka dilakukan proses pengumpulan data melalui kajian pustaka, baik dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel berita. Selain itu, pengumpulan data juga dilakukan dengan menerapkan metode observasi dan pendokumentasian terhadap objek penelitian. Data kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif-kualitatif, sehingga penelitian ini mengedepankan pendeskripsian terhadap fenomena yang didapat selama penelitian. Teori religi juga digunakan untuk membantu kerangka berpikir. Hasil dari penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai aktivitas religi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali serta kaitannya dengan kopi, baik dalam bentuk tempat pemujaan, upacara pemujaan, dan media pemujaan.
Indigenous-based Resistance: Rethinking the Barambang Katute Indigenous Community\u27s Agrarian Conflict with the Government Through the Indigenous Religion Paradigm
The government\u27s development narrative often victimizes Indigenous Peoples in Indonesia. Indigenous forests, sacred places for the community, are sought to be legalized for development purposes. This paper is a crisis study of government policies that use the World Religion Paradigm in developing policies toward the Indigenous Peoples of Barambang Katute. This research aims to reveal Indigenous-based resistance from the Barambang Katute Indigenous Community against government and company policies in Sinjai Regency. This article uses the Indigenous Religion Paradigm as its analysis. This research uses a literature study by analyzing written literature on the conflict between Indigenous Peoples and the government in Sinjai Regency. The results of this study mention that resistance in the Barambang Katute Indigenous Community is not only seen from the economic, political, and ecological aspects but also from the socio-religious aspects. The next result framework is written as follows: First, it discusses the history of the causes of agrarian conflicts between indigenous peoples and the government of Sinjai Regency. Second, it discusses the relationship between the Barambang Katute Indigenous Community and nature. Third, it discusses custom-based resistance as the solidarity of indigenous peoples in defending traditional territories. Through the Indigenous Religion Paradigm, we can see that in the efforts to seize the customary forest of Barambang Katute, the government has experienced dynamics and a long journey of conflict. Thus, custom-based resistance is an alternative struggle in defending the existence of customary forests as part of the spirituality of the Barambang Katute Indigenous Community.
[Masyarakat Adat di Indonesia seringkali menjadi korban atas narasi pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Hutan Adat yang merupakan tempat ‘sacred’ bagi masyarakat, diupayakan dilegalkan pemanfaatannya dengan alasan demi kepentingan pembangunan. Tulisan ini merupakan studi krisis terhadap kebijakan pemerintah yang menggunakan paradigma agama dunia dalam melakukan kebijakan pembangunan terhadap Masyarakat Adat Barambang Katute. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan resistensi berbasis Adat yang dilakukan oleh Masyarakat Adat Barambang Katute terhadap kebijakan pemerintah dan perusahaan di Kabupaten Sinjai. Secara jelas, artikel ini menggunakan Indigenous Religion Paradigm sebagai analisisnya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis literatur tertulis yang berhubungan dengan konflik Masyarakat Adat dengan pemerintah di Kabupaten Sinjai. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa resistensi dalam Masyarakat Adat Barambang Katute tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi, politik dan ekologi melainkan juga dari aspek sosial-keagamaan. Berikutnya kerangka hasil ditulis sebagai berikut: Pertama, membahas tentang sejarah penyebab konflik agraria masyarakat adat dengan pemerintah Kabupaten Sinjai. Kedua, membahas tentang relasi Masyarakat Adat Barambang Katute dengan alam. Ketiga, membahas resistensi berbasis adat sebagai solidaritas masyarakat adat dalam mempertahankan wilayah adat. Melalui Paradigma Agama Leluhur kita dapat melihat upaya perampasan hutan adat Barambang Katute oleh Pemerintah telah mengalami dinamika dan perjalanan konflik yang panjang. Dengan demikian, Resistensi berbasis Adat merupakan alternatif perjuangan dalam mempertahankan eksistensi hutan adat sebagai bagian dari spiritualitas Masyarakat Adat Barambang Katute.
Strategi Organisasi Mahasiswa Islam dalam Membangun Budaya Muslim yang Cinta Al-Qur’an
The increase in interest in reading the Qur\u27an is one of the signs that a person\u27s love for the Qur\u27an has also increased. The culture of loving the Qur\u27an as an effort to strengthen Muslim identity must certainly be done by muslims themselves. One way to create this culture can be by involving organizations. This study examines strategies, supporting factors and inhibiting factors in building a Muslim culture that loves the Qur\u27an with a case study at the Jam\u27iyatul Qurra Wal Huffadz Student Activity Unit, Salatiga State Islamic University. The research approach used is a descriptive qualitative method. Data analysis: Data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn. Data was obtained from the results of observations, questionnaires, interviews and documentation. The results show that in determining the strategy, there are four factors that are considered, namely observation of the surrounding environment, analyzing the chances of achieving a program, estimating possible threats and alternative solutions. Then there are seven rules that are the main focus in developing a strategy, namely the interpretation of the future, the existence of a plan, focusing on competitive advantages, top-down application, the existence of external orientation, flexibility, and centering on long-term results. Then, there are four supporting factors to build the culture, namely interest factors, motivational factors, habituation and repetition factors, and environmental factors. Furthermore, there are three inhibiting factors in building this culture, namely lazy attitudes and feelings, an attitude of responsibility that is not paid attention to, and the nature of angel srawung.
[Peningkatan minat baca Al-Qur\u27an menjadi salah satu tanda kecintaaan seseorang terhadap Al-Qur\u27an juga meningkat. Budaya mencintai Al-Qur\u27an sebagai upaya memperkuat identitas muslim ini tentu harus dilakukan oleh muslim itu sendiri. Salah satu cara untuk menciptakan budaya tersebut bisa dengan melibatkan organisasi. Pada penelitian ini mengkaji tentang strategi, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam membangun budaya muslim yang cinta Al-Qur\u27an dengan studi kasus di Unit Kegiatan Mahasiswa Jam\u27iyatul Qurra Wal Huffadz Universitas Islam Negeri Salatiga. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Analisis datanya: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diperoleh dari hasil observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa organisasi ini dalam menentukan strategi ada empat faktor yang diperhatikan yaitu pengamatan lingkungan sekitar, menganalisis peluang ketercapaian suatu program, memperkirakan ancaman yang mungkin terjadi, dan solusi alternatifnya. Kemudian ada tujuh aturan yang menjadi fokus utama dalam menyusun strategi yaitu adanya interpretasi masa depan, adanya rencana, berfokus pada keunggulan kompetitif, pengaplikasian dari atas ke bawah, adanya orientasi eksternal, fleksibilitas, dan berpusat pada hasil jangka panjang. Lalu, ada empat faktor pendukung untuk membangun budaya tersebut yaitu faktor minat, faktor motivasi, faktor pembiasaan dan pengulangan, serta faktor lingkungan. Selanjutnya ada tiga faktor penghambat dalam membangun budaya tersebut yaitu sikap dan rasa malas, sikap tanggung jawab yang kurang diperhatikan, serta sifat angel srawung.
Relasi Perempuan Dan Alam Dalam Konservasi Lingkungan Pespektif Al-Qur’an Dan Hadis
Abstrak
Artikel ini mengkaji tentang relasi perempuan dan konservasi lingkungan perspektif al-Qur’an dan hadis. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji dan menelaah perspektif Al-Qur\u27an dan Hadis tentang hubungan antara perempuan, alam, dan konservasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Penelitian ini fokus pada telaah terhadap teks-teks Al-Qur\u27an dan Hadis yang relevan dengan konservasi lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Qur\u27an dan Hadis telah mengajarkan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan alam. Manusia, termasuk perempuan, diberi mandat sebagai khalifah untuk menjaga dan memakmurkan alam. Terkait ekofeminisme, artikel ini juga menyoroti hubungan yang erat antara perempuan, alam, dan kelestarian lingkungan. Keduanya memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilindungi agar tidak punah. Bumi sebagai “Ibu Pertiwi” menumbuhkan tumbuhan, dan perempuan mempunyai “rahim” yang melahirkan generasi baru. Oleh karenanya, perempuan dan alam tidak boleh dijadikan sebagai objek eksploitasi. Alam tidak boleh dirusak dan dieksploitasi demi mendapat keuntungan segelintir orang. Demikian pula dengan perempuan, tidak boleh mendapat tekanan dan berbagai tindak kekerasan. Dalam konteks konservasi lingkungan, perempuan memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya alam dan mendukung upaya konservasi. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ajaran Al-Qur\u27an dan Hadis dapat menjadi landasan moral dan spiritual bagi perempuan muslim dalam terlibat dalam konservasi lingkungan.
Kata Kunci: perempuan, alam, konservasi lingkungan, al-Qur’an dan hadis.
[This article examines the relationship between women and nature in environmental conservation from the perspective of the Qur\u27an and Hadith. This article aims to review and analyze the Qur\u27anic and Hadith perspectives on the relationship between women, nature, and environmental conservation. The method used in this research is a literature study. The research involved studying and reviewing Qur\u27anic and Hadith texts which are relevant to environmental conservation. The results of this study show that the Qur\u27an and Hadith have taught the importance of protecting, caring , and conserving nature. Humans, including women, are mandated as caliphs to protect and prosper nature. This article also highlights the close relationship between women, nature, and environmental sustainability. Both have an important role as a source of life that must be preserved and protected from extinction. In environmental conservation, women have a role in managing natural resources and supporting conservation efforts. This research implies that the teachings of the Qur\u27an and Hadith can be a moral and spiritual foundation for Muslim women in engaging in environmental conservation.
Keywords: women, nature, environmental conservation, al-Qur\u27an, and hadith.
IMPLEMENTASI APLIKASI DIGITAL TRASH MANAGEMENT DI TPS3R GO-SARI DENGAN METODE PARTICIPATORY ACTION RESEARCH
Effective waste management is a challenge for the manager of the Go-Sari Reduce-Reuse-Recycle Waste Processing Station (TPS3R) in Guwosari Sub-district, especially in managing transaction data and waste-related activities. This research aims to develop and implement the Digital Trash Management application to improve the efficiency of waste management in the area. This research applies the Participatory Action Research (PAR) method that actively involves the community in every stage of the research, from identification of needs, application design, to implementation and evaluation. The application development process was carried out using the Waterfall model, which includes needs analysis, system design, development, testing, and implementation. The evaluation results show that this application is able to improve data recording accuracy and save report processing time. Questionnaire results showed a positive response from the community in implementing the application. The active participation of the community plays a significant role in the success of the implementation, especially in validating the application features to suit local needs. This study concludes that technology integration through a participatory approach is effective in supporting sustainable waste management.
====================================
Pengelolaan sampah yang efektif merupakan tantangan bagi pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Go-Sari di Kalurahan Guwosari, khususnya dalam pengelolaan data transaksi dan aktivitas terkait sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi Digital Trash Management guna meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Penelitian ini menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan aplikasi, hingga implementasi dan evaluasi. Adapun proses pengembangan aplikasi dilakukan dengan model Waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, pengujian, dan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan akurasi perekapan data serta menghemat waktu pengolahan laporan. Hasil kuisioner menunjukkan respon positif dari masyarakat dalam implementasi aplikasi. Partisipasi aktif masyarakat berperan signifikan dalam keberhasilan implementasi, terutama dalam memvalidasi fitur aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi melalui pendekatan partisipatif efektif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan