Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pelatihan Penggunaan Antropometri untuk Meningkatkan Akurasi Pengukuran sebagai Indikator Deteksi Dini Stunting
Latar belakang: Stunting adalah problematika di bidang kesehatan yang penting, memerlukan perhatian dan penanganan sungguh-sungguh. Kejadian stunting berfokus pada balita dan anak-anak. Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang lambat, kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sejak dalam kandungan. Untuk mendeteksi stunting pada balita, upaya hal yang dapat dilakukan dengan pemantauan pertumbuhan, diantaranya pengukuran tinggi badan dan masa tubuh. Pengukuran tinggi badan pada balita dilakukan dengan menggunakan metode Antropometri, dengan menggunakan alat ukur infantometer atau microtoice. Operasionalisasi kedua alat tersebut terkategori sederhana, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian dalam menggunakannya. Tujuan: Pada implementasi penggunaan infantometer dan microtoice masih ditemukan ketidaktepatan pengukuran. Hal ini akan berpengaruh pada keakurasian hasil pengukuran yang diperoleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design) dengan rancangan non-randomized pretes-postes design dan strategi unjuk kerja. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan penelitian. Hasil: Pada tahapan ke tiga dan keempat diperoleh hasil bahwa keterampilan proses kader Posyandu dalam menggunaan alat sudah terdapat peningkatan, terlihat dari peningkatan nilai posttes. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Lembar Pengamatan Keterampilan Proses, dimana setiap kader diminta untuk melakukan unjuk kerja operasionalisasi alat dengan benar. Simpulan: Berdasarkan hasil observasi, tes, monitoring, dan evaluasi diperoleh hasil bahwa kader Posyandu antusias mengikuti pelatihan yang diberikan dan skills penggunaan alat semakin baik dan hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat
THE RELATIONSHIP OF THE IMPLEMENTATION OF THERAPEUTIC COMMUNICATION AND OUTPATIENT PATIENT STATISFACTION AT THE MUARAGEMBONG HEALTH CENTER 2023
Background: Communication between nurses and patients plays an important role in the health service process for patients and their families. Patient satisfaction with health services is the hope and interest of the general public, especially for patients and their families and of course for the level of service quality of the relevant agencies. This study aims to analyze the application of therapeutic communication with the level of satisfaction of outpatients at the Muaragembong Community Health Center in 2023. Objective: Analyzing the relationship between nurses\u27 therapeutic communication and patient satisfaction levels in the outpatient ward of Muaragembong Community Health Center 2023. Method: This research is an analytical survey with a Cross Sectional Study approach and a sampling technique using Simple Random Sampling. The sample for this study was outpatients at the Muaragembong Community Health Center. The sample size in this study was 223 samples. Researchers used the chi square test to see the relationship between the two variables with a confidence value of α 5%. Conclusions: There is a relationship between the implementation of therapeutic communication and the level of satisfaction of outpatients at the Muaragembong Community Health Center in 2023.
Keywords:Outpatients, Community Health Centers, Therapeutic Communication, Satisfaction Level
UJI IN SILICO AKTIVITAS ANALGESIK DAN TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN N-BENZOIL-N’-4-METOKSIFENILTIOUREA SEBAGAI CALON OBAT ANALGESIK
Abstrak
Latar belakang : Senyawa N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea mempunyai gugus farmakofor yang sama dengan asam mefenamat yang mempunyai aktivitas sebagai analgesik, sehingga layak dijadikan senyawa induk untuk dikembangkan lebih lanjut melalui modifikasi struktur. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi aktivitas analgesik dan toksisitas dari duapuluh senyawa turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai calon obat analgesik. Salah satu mekanisme kerja turunan N-(Benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea sebagai analgesik adalah menghambat COX2, yang berperan penting dalam mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin. Metode : Aktivitas biologis dapat diprediksi melalui pemodelan molekul yang disebut uji in silico,menggunakan program molecular operating environment (MOE) sedangkan toksisitas dapat diprediksi menggunakan program pkCSM. Uji in silico dilakukan dengan melakukan docking senyawa yang akan diprediksi aktivitasnya dengan target reseptor COX2, PDB 5IKR. Hasil : Hasil docking berupa energi ikatan digambarkan dengan nila Score (S). Senyawa dengan nilai S kecil berarti mempunyai ikatan ligan-reseptor yang stabil dan diprediksi mempunyai aktivitas yang besar. Dari hasil uji in silico disimpulkan bahwa turunan N-(benzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi menimbulkan toksisitas relative rendah, dan mempunyai aktivitas yang lebih besar dibandingkan asam mefenamat. Simpulan : N-(Etoksibenzoil)-N’-4-metoksifeniltiourea diprediksi mempunyai aktivitas analgesik paling besar sehingga senyawa terpilih untuk disintesis dan dikembangkan lebih lanjut.
Abstract
Background: The compound N-(benzoyl)-N\u27-4-methoxyphenylthiourea has the same pharmacophore group as mefenamic acid which has analgesic activity, so it is suitable to be used as a parent compound for further development through structural modification. Objective: This study aims to predict the analgesic activity and toxicity of twenty N-(benzoyl)-N\u27-4-methoxyphenylthiourea derivative compounds as candidate analgesic drugs. One of the mechanisms of action of the N-(benzoyl)-N\u27-4-methoxyphenylthiourea derivative as an analgesic is to inhibit COX2, which plays an important role in converting arachidonic acid into prostaglandins. Method: Biological activity can be predicted through molecular modeling called in silico testing, using the molecular operating environment (MOE) program, while toxicity can be predicted using the pkCSM program. The in silico test is carried out by docking the compound whose activity will be predicted with the target receptor COX2, PDB ID 5IKR. Results: The docking results in the form of bond energy are described by the value Score (S). A compound with a small S value means it has a stable ligand-receptor bond and is predicted to have large activity. From the in silico test results, it was concluded that the N-(benzoyl)-N\u27-4-methoxyphenylthiourea derivative is predicted to cause relatively low toxicity, and has greater activity than mefenamic acid. Conclusion: N-(Ethoxybenzoyl)-N\u27-4-methoxyphenylthiourea are predicted to have the greatest analgesic activity so the compounds were selected for synthesis and further development
Asuhan Mandiri Ramuan Herbal sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan yang dapat ditanaman di perkarangan rumah. TOGa dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan tertentu disesuaikan dengan khasiat masing-masing komponen. Kompilasi beberapa tanaman TOGA dapat dijadikan menjadi sebuah ramuan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah ingin memberikan informasi manfaat dari TOGA serta bagaimana cara pembuatan ramuan herbal yang benar sesuai anjuran Kemenkes. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kemudian praktek langsung membuat ramuan herbal. Hasil kegiatan diukur berdasarkan kuisioner pra dan pasca kegiatan pengabdian. Masyarakat belum mengetahui manfaat secara keseluruhan pada komponen tanaman herbal yang digunakan, yaitu jahe, kayu manis, dan jeruk nipis. Namun setelah kegiatan masyarakat memahami manfaat TOGA serta dapat membuat ramuan herbal yang benar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sokaraja memahami manfaat TOGA bagi kesehatan dan mampu membuat ramuan herbal secara mandiri bagi keluarga
Edukasi dan Skrining Obesitas pada Masyarakat
Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. Edukasi dan skrining perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan obesitas di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifkasi masyarakat yang mengalami obesitas dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obesitas. Metode kegiatan berupa pengukuran antropometrik dan penyuluhan tentang obesitas. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 74% responden mengalami obesitas dan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan edukasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa edukasi dan skrining efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang obesitas. Saran yang diberikan meliputi perlunya edukasi berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas yang melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan obesita
Membuka Jendela Dunia: Menuju Pegawai Publik Berbahasa Inggris
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Pelaksanaan program yang berlangsung selama satu bulan ini melibatkan berbagai kegiatan seperti pemberian materi, pelatihan, diskusi, dan tes kemahiran berbahasa Inggris TOEP. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbahasa Inggris peserta, sebagaimana tercermin dari hasil pretes dan posttest yang menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata sebesar 55,7% atau peningkatan skor sebanyak 19,15 poin. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi era globalisasi yang semakin kompetitif dan peluang studi lanjut. Keberhasilan program ini ditandai dengan diterbitkannya sertifikat TOEP yang diakui secara nasional oleh PLTI. Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dan menarik, serta pelaksanaan program secara berkelanjutan agar peningkatan kompetensi berbahasa inggris bagi pegawai pemerintah dapat terus terjaga
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH MENGGUNAKAN SAMPEL SERUM, PLASMA HEPARIN DAN PLASMA NAF
Latar belakang: Pemeriksaan glukosa darah yaitu suatu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui jumlah gula dalam darah. Kadar glukosa darah dapat diperiksa menggunakan sampel seperti whole bood, serum dan plasma. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan glukosa darah pada tahap pra analitik adalah penggunaan antikoagulan. Antikoagulan biasanya disediakan dalam bentuk tabung darah dengan perbedaan warna yang bermacam-macam, seperti tabung darah berwarna biru berisi antikoagulan Natrium Sitrat (Na. Sitrat), tabung darah berwarna hijau berisi antikoagulan Lithium Heparin (Heparin), tabung darah berwarna kuning berisi gel activator. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar glukosa darah menggunakan sampel Serum, Plasma Heparin dan Plasma NaF. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan 30 sampel dengan 3 jenis sampel yaitu menggunakan serum, plasma Heparin dan plasma NaF. Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dengan sampel Serum didapatkan hasil rerata 98,47 mg/dL, Plasma Heparin didapatkan hasil rerata 98,80 mg/dL dan Plasma NaF didapatkan hasil rerata 98,07 mg/dL. Hasil uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai sebesar 0.953 dimana nilai signifikansi pada penelitian ini P>0.05. Simpulan: Diketahui bahwa tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan sampel Serum, Plasma Heparin dan Plasma NaF
ANALYSIS OF RHODAMINE B IN LIP CREAM USING COLORIMETRIC METHOD BY DIGITAL IMAGING
Background: lip cream is one type of lip color often used by women. Beside it, there are still some manufacturers add Rhodamine B to lip color, especially lip cream. This is very dangerous for the health of consumers. Therefore, it is necessary to analysis of Rhodamine B in samples red lip cream. Objective: the purpose of this research to analysis Rhodamin B contained in lip cream using colorimetric method by digital imaging. Method: the method of this research is colorimetric method by digital imaging. This method is a simple, low budget, Â easy, and fast method. Result: the standard curve Zn-thiocyanate-Rhodamine B solution of RGB components, shows the result is green component curve has a good R2 value is 0,9992 with the linear regression equation y = 0,0423x + 0,1335. Accuracy expressed as % recovery, shows good results with an average value of 100,7%. Determination of the precision value also shows good result, the RSD value obatained is 1,96%. So that, the colorimetric method by digital imaging can be used to analysis of Rhodamine B in samples. Conclusions: sample A and B positive Rhodamine B with concentrations of 0,6730 ppm and 0,0488 ppm
EPIDEMIOLOGICAL INVESTIGATION DIPTHERIA CASES IN KEDIRI DISTRICT IN 2022
Background: Diphtheria is a type of infectious disease that can be prevented by immunization. The cause of diphtheria is the toxigenic strain of Corynebacterium diphtheriae. East Java is the province with the most diphtheria cases in Indonesia. The number of diphtheria cases in East Java increased in 2018 by 695 cases. In 2019 diphtheria cases decreased to 358 cases, in 2020 to 94 cases, and in 2021 by 45 cases. Objective: Knowing the number of diphtheria cases and their prevention. Method: descriptive qualitative research with a case study approach. The definition of a case is a person with symptoms of fever, sore throat, swelling in the neck, and pseudomembranes. Data collection was conducted in five villages, namely Keling Village, Kanigoro Village, Kras Village, Jemekan Village, and Bogem Village in the period from October to November 2022. Results: Clinical symptoms, 100% or all five patients experienced symptoms of fever and sore throat as initial symptoms. Four patients had a fever as the initial symptom, and one started with a sore throat. 40% of patients had symptoms of neck swelling and shortness of breath. The five patients were also found to have pseudomembranes. Conclusion: There were 5 diphtheria suspects found in Kediri District in 2022. The clinical symptoms experienced by the five patients were fever, sore throat, neck swelling, shortness of breath, and pseudomembranes
EDUKASI ETIKA BATUK YANG BENAR DALAM PENCEGAHAN KASUS ISPA PADA ANAK SD
Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh pada saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan yang disebabkan oleh adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk membutuhkan pengobatan apabila gejala batuk yang dialami oleh penderita dirasa mengganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak SD tentang etika batuk yang benar. Penelitian ini menggunakan metode survei pada 50 responden pada anak SD dan dilakukan dengan teknik random sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner berisi pertanyaan tentang definisi batuk, mekanisme batuk dan etika batuk. Media yang pengabdian masyarakat yang digunakan berupa penyuluhan dan demonstrasi dengan media leaflet dan pemutaran video. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 bulan (Januari-Februari 2020). Kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan anak SD sebelum dilakukan kegiatan dengan hasil pre test responden berpengetahuan baik sebesar 11 orang (22%) dan setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi anak SD berpengetahuan baik menjadi 42 orang (84%). Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini, diharapkan anak SD mengetahui dan menerapkan etika batuk yang benar dalm mencegah penyebaran penyakit menular dan lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam sehari-hari.Kata Kunci: Edukasi, Etika Batuk, Penyuluhan dan DemonstrasiÂ