Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN APLIKASI ELECTRONIC RAPID NUTRITIONAL ASSESSMENT FOR KIDS (E-NAK) SEBAGAI METODE SKRINING GIZI ANAK BERBASIS WEB
Latar belakang: Malnutrisi merupakan masalah yang umum terjadi pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit meskipun terdapat kemajuan dalam intervensi medis. Malnutrisi jangka panjang memiliki efek negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi malnutrisi akut dan kronis bervariasi antara 10-50%. Prevalensi gizi buruk di Indonesia sebesar 3,9% dan 13,8% gizi kurang. Alat skrining gizi dirancang untuk mengidentifikasi orang yang memiliki resiko malnutrisi. Alat skrining gizi yang divalidasi dikaitkan dengan peningkatan dan penurunan prevalensi gangguan gizi. Alat yang dimaksud harus praktis, biaya rendah, mampu mengidentifikasi pasien dengan resiko malnutrisi, serta tidak menimbulkan risiko terhadap individu yang diskrining. Pengembangan rapid nutritional assessment menggunakan secara elektronik sangat tepat diterapkan di pelayanan kesehatan karena belum memiliki aplikasi yang terjangkau luas serta masih menggunakan formulir yang bersifat konvensional. Tujuan: Perancangan Electronic Rapid Nutritional Assessment berbasis web ini bertujuan agar alat skrining gizi menjadi lebih efektif dan efisien serta merupakan upaya mendukung digitalisasi sebagai bagian implementasi e-health yang ada di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode prototype untuk merancang aplikasi Electronic Rapid Nutritional Assessment for Kids (E-NAK) berbasis web. Hasil: Hasil dari perancangan program dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan dengan uji fungsionalitas mendapatkan hasil 87% berfungsi sangat baik, 70% menyatakan aplikasi sangat bermanfaat, 80% menyatakan sangat tertarik, dan 89% menyatakan sangat sesuai. Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah aplikasi dapat berjalan dengan baik dan sangat layak digunakan untuk dapat diaplikasikan pada tenaga kesehatan yang berda di fasilitas pelayanan kesehatan
Mengenal Stroke sebagai Upaya Ketepatan Perilaku Pencegahan Penyakit Pada Masyarakat
Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak ditandai dengan muka terasa tebal, telapak tangan dan kaki mati rasa, mendadak ekstremitas lemas pada satu sisi, kesulitan berjalan, hilangnya keseimbangan tubuh mendadak, gangguan bicara, nyeri kepala mendadak dengan penyebab tidak jelas. Tingginya angka kejadian stroke menyebabkan permasalahan pada pasien seperti kelumpuhan atau kecacatan dan gangguan kognitif yang memerlukan penanganan secepat mungkin, terutama pada golden time penanganan dengan harapan dapat menurunkan terjadinya kecacatan dan kematian akibat stroke. Pengetahuan yang kurang pada keluarga atau masyarakat tentang gejala awal stroke dan penanganan awal saat terjadi penyakit stroke masih menjadi permasalahan yang ada di masyarakat Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stroke sebagai upaya ketepatan perilaku pencegahan sakit pada masyarakat. Metode kegiatan memberikan edukasi kesehatan dengan media leaflet, materi yang disampaikan meliputi pengertian penyakit stroke, faktor resiko stroke, tanda dan gejala stroke, cara pencegahan penyakit stroke, golden periode dan penanganan stroke. Jumlah peserta sebanyak 25 orang warga RT 04/ RW 03 Desa Selodono, Kec. Ringinrejo, Kab. Kediri. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi yaitu hampir seluruh peserta (84%). Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stroke dapat meningkatkan ketepatan perilaku pencegahan stroke serta ketepatan perilaku penanganan penyakit stroke sehingga diharapkan dapat munurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat stroke
PENGARUH EFFERVESCENT EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas Cosmosus L.Merr) SEBAGAI DENTURE CLEANSER TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL TERMOPLASTIK NILON
Latar Belakang: Termoplastik nilon merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif basis gigi tiruan. Ketahanan basis gigi tiruan dapat diuji menggunakan kekuatan transversal. Gigi tiruan harus selalu dibersihkan untuk mencegah terjadinya denture stomatitis. Salah satunya dengan merendam gigi tiruan dalam larutan desinfektan. Buah nanas (Ananas Cosmosus L.Merr) dapat digunakan sebagai denture cleanser karena mempunyai efek menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian effervescent ekstrak buah nanas (Ananas Cosmosus L.Merr) sebagai denture cleanser terhadap kekuatan transversal pada termoplastik nilon. Metode: True eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Hasil: Data dianalisis menggunakan uji non parametrik kruskall walls didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) sehingga terdapat pengaruh pengaruh effervescent ekstrak buah nanas (Ananas Cosmosus L.Merr) sebagai denture cleanser terhadap kekuatan transversal termoplastik nilon. Kesimpulan: Effervescent ekstrak buah nanas dapat digunakan sebagai denture cleanser
M. FLU JAMER ATASI NYERI GOUT ARTHTRITIS LANSIA
ABSTRAK Kelompok usia yang dikategorikan lansia tidak lepas dari proses yang disebut aging process atau proses penuaan. Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Terdapat 10 penyakit terbanyak yang terjadi pada lansia yaitu hipertensi, arthtritis, stroke, penyakit paru obstruksi kronis, DM, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal jantung, dan gagal ginjal. Diantara 10 penyakit yang dialami lansia, prevalensi penyakit arthtris atau penyakit sendi merupakan penyakit yang paling banyak diderita lansia di Indonesia (RISKESDAS, 2013). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia yang mengalami gout arthtritis dengan menggunakan terapi M. FLU JAMER (massage efflurage dengan jahe merah). Kegiatan ini dengan populasi sebanyak 25 lansia. Data pretest dan posttest menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS). Hasil pretest dan posttest didapatkan dari 15 lansia mengalami nyeri sedang setelah dilakukan terapi hasilnya menjadi nyeri ringan, dari 5 lansia yang mengalami nyeri berat setelah dilakukan terapi menjadi nyeri sedang dan 5 lansia yang mengalami nyeri ringan setelah dilakuakn terapi nyeri menghilang. Dari tindakan terapi M. FLU JAMER yang sudah diberikan  artinya M. FLU JAMER massage efflurage dengan jahe merah efektif mengatasi nyeri gout arthtritis lansia.  Terapi M. FLU (massage efflurage dengan jahe merah) bisa digunakan sebagai alternatif terapi untuk mengatasi nyeri gout artritis lansia selain menggunakan farmakoterapi.  k Kata Kunci : M. FLU JAMER, Nyeri Gout Arthtritis, LansiaÂ
Edukasi tentang Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV.AVN General Contractor Malang
Masalah keselamatan kerja di Indonesia telah lama mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah sejak ditetapkannya Undang-Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970. Bahkan sejak tahun 1993, keselamatan kerja telah ditingkatkan untuk mencapai kecelakaan nihil (zero accident) pada setiap proses produksi. Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi risiko bahaya dalam bentuk kecelakaan kerja, besarnya potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja tergantung dari jenis produksi, teknologi yang dipakai, bahan yang digunakan, tata ruang dan lingkungan serta kualitas manajemen dan tenaga pelaksana. Maka dari itu pelaksanaa K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sangat penting diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan potensi risiko bahaya yang berakibat keceelakaan. Oleh karena itu, pihak pengabdi bermaksud untuk mengadakan pengabdian pada CV.AVN dengan judul “Edukasi tentang Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV.AVN General Contractor†untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pihak manajemen dan pegawai CV.AVN. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pre dan post test. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 49,33 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 79. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value < 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pmberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan karyawan dan pihak manajemen CV.AVN General Contractor tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Peningkatan Nilai Tambah Tanaman Sereh Wangi dengan Pembuatan Relaxing Message Oil Sitronella
Tanaman sereh merupakan golongan rumput-rumputan yang disebut Cymbopogon nardus, yang dapat ditanam pada tanah yang tandus atau kurang subur. Tanaman ini mudah dikembangkan dan telah dimanfaatkan untuk salah satu bahan masakan, namun pemanfaatan lebih lanjut masih dirasa kurang. Bagian batang dan daun sereh memiliki berbagai aktivitas, salah satunya sebagai pengusir nyamuk (repellent) karena adanya kandungan sitral dan citranellal (75-85%) geraniol dan kandungan lainnya yaitu linalool, metil heptenol, nerol, limonene, dan sitronela (Shah et al., 2011). Tanaman sereh merupakan tanaman yang banyak dijumpai di pekarangan rumah warga Desa Bulu. Kendala yang dihadapi oleh warga Desa Bulu adalah kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan sereh dan kurangnya ketrampilan warga mengenai teknis pembuatan sederhana pengolahan tanaman sereh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga dalam pembuatan minyak gosok sereh. Metode yang dipakai dengan melakukan workshop kepada kader PKK di Desa Bulu Kabupaten Kediri dilakukan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang baik, diawali dengan memberikan pretest kepada peserta, dilanjutkan dengan sosialisasi dan workshop dengan metode praktek langsung pembuatan minyak gosok relaksasi dan diakhiri dengan postest pada link https://forms.gle/1da323F7Wfb9HCjYA. Hasil dan kesimpulan diantaranya pemahaman dan ketrampilan Kader PKK Desa Bulu mengenai pengolahan tanaman sereh meningkat dari rata-rata 40% menjadi 83%. Warga Kader PKK Desa Bulu dapat memahami manfaat sereh dan cara pembuatan minyak gosok (Relaxing Message Oil)
Edukasi Pemanfaatan Buah-Buahan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Gratis Pada Anak
Kesehatan gigi dan mulut berperan penting terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menjaga kesehatan mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sikat gigi minimal 2 kali sehari, memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, serta makan makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti buah. Kediri merupakan daerah penghasil buah lokal seperti mangga podang, nanas, jeruk, pisang, durian. Pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut, yang. dilaksanakan di Klinik Bandar Lor Kediri. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak panti asuhan Baitul Maal Hidayatullah Kediri. Kegiatan dilakukan dalam 2 sesi, sesi pagi dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut pada anak-anak dan sesi sore dengan melakukan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan local Kediri untuk kesehatan gigi mulut, pemberian kuisioner, dan diakhiri dengan pemberian doorprize. Anak-anak antusias untuk mengikuti pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan . Setelah penyuluhan anak-anak diberi kuis, dan doorrprize bagi yang benar dalam menjawab. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahaman anak-anak tentang cara menjaga kesehatan gigi mulut dan manfaat buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut
UJI AKIVITAS ANTIOKSIDAN SECARASPEKTROFOTOMERI UV-VIS DENGAN METODE DPPH EKSTRAK KULIT MELINJO (Gnetum gnemon L.)
Latar belakang: Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam menghambat oksidasi yang diperantarai oleh oksigen. Senyawa antioksidan ini memiliki peran yang penting dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit. Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Tanin, dan Saponin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50 pada Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) sekaligus senyaawa yang terkandung didalamnya dan dibandingkan dengan Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) sebagai pembanding terhadap aktivitas antioksidan Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.). Metode: Metode Penelitian ini menggunakan ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) yang akan diuji dengan metode perendaman DPPH lalu dihitung dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kandungan antioksidannya. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dengan nilai IC50Â sebesar 36,36 mg/ml. Simpulan: Â Kesimpulan ada aktivitas antioksidan pada ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemum L.) dengan nilai IC50 sebesar 36,36 mg/ml (kuat) dibandingkan dengan ekstrak Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.). Data ini didukung dengan uji kruskal wallis diperoleh nilai signifikan 0,023 (p>0,05) dari hasil tersebut bisa diartikan data ini tidak homogen
Toksisitas Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L.) terhadap sel Fibroblas sebagai Bahan Penguat Resin Komposit
ABSTRACTTeknologi Fiber-reinforced composite (FRC) sedang dikembangkan sebagai bahan inovatif dalam kedokteran gigi. Menipisnya sumber daya fosil merupakan masalah kritis untuk resin komposit serat saat ini. Cocos nucifera L.(sabut kelapa) memiliki potensi tinggi untuk menggantikan bahan penguat serat sintetis. Sebagai bahan baru yang akan dikembangkan, serat sabut kelapa harus diuji biokompatibilitasnya dengan uji toksisitas. Tujuan Penelitian adalah untuk mendapatkan dosis serat sabut yang aman untuk mengetahui perbandingan fraksi volume serat dan matriks dalam pembuatan material komposit baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true eksperimental laboratory dengan desain post-test only group design. Uji toksisitas dengan uji enzimatik MTT pada sel fibroblas jaringan Gingiva (GT-1) terhadap serat sabut yang disintesis dengan pelarut organik etanol 96% yang diencerkan 100 mg/ml, 50 mg/ml, 25 mg/ml dan 12,5 mg/ml serta sebagai kontrol dan media kontrol. Setiap sel dilakukan 6 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kematian sel pada konsentrasi 12,5 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml dan 100 mg/ml adalah 8,33±0,19%; 8,37±0,14% ; 8,39 0,17%, dan 8,30±0,21%. Kesimpulan Sabut kelapa yang disintesis dengan etanol 96% tidak toksik terhadap sel fibroblas gingiva. Namun peningkatan konsentrasi ekstrak sabut kelapa menyebabkan peningkatan persentase kematian sel fibroblas GT1. Keywords: Cocos nucifera L; fiber-reinforced composite; toksisitas  Â
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI UPT PUSKESMAS JENGGAWAH
Kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi. Ketuban pecah dini masuk ke dalam infeksi yang menduduki urutan ke tiga penyebab kematian ibu di Indonesia. Anemia salah satu faktor predisposisi penyebab ketuban pecah dini. Risiko infeksi pada ibu dan bayi meningkat pada kejadian ketuban pecah dini sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Data di peroleh dari UPT Puskesmas Jenggawah pada tahun 2021 sebanyak 77 ibu bersalin. Tujuan: Mengetahui hubungan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di UPT Puskesmas Jenggawah Tahun 2021. MetodeDesain penelitian dengan Deskriptif Observasional, metode penelitian Analitik corelasi. Populasi 167 ibu bersalin. Sampel penelitian ini sebanyak 77 orang. Teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Penyusunan penelitian dengan lembar observasi dan cheklist. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan uji koefisiensi korelasi. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan P Value= 0,001. Nilai uji koefisien korelasi sebesar P = 0,20 artinya korelasi antara dua variabel tersebut bersifat positif dengan kekuatan lemah. Simpulan: Terdapat hubungan anemia dengan ketuban pecah dini pada ibu bersalin di UPT Puskesmas Jenggawah tahun 2021 dengan keeratan hubungan cukup