Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK SUARA LINGUO PALATAL /C/ PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KENNEDY KELAS II MODIFIKASI 1 DENGAN KONEKTOR BERBEDA
Latar Belakang: Pemakaian gigi tiruan mampu meningkatkan fungsi fonetik serta dapat mengakibatkan kelainan bicara. Suara linguopalatal /c/ adalah salah satu konsonan dengan  artikulasi lidah berkontak dengan palatum keras bagian depan. Faktor yang mempengaruhi organ fonetik pemakai gigi tiruan adalah konektor utama. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konektor gigi tiruan maksila terhadap karakteristik suara. Metode: Jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah satu pasien dengan kehilangan gigi tiruan akrilik kennedy kelas II modifikasi I pada rahang atas dan memakai alat gigi tiruan yang berbeda, tidak menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan maksila sebagai kontrol, kelompok perlakuan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan maksila dengan bentuk konektor utama U-Shape, Single Palatal Strap, Single Palatal Bar, Anterior Posterior Palatal Strap, dan Full. Kata /cacah/, /cicih/ dan /cucu/ yang terekam diproses dengan program Matrix Laboratory. Hasil: Tidak terdapat perbedaan frekuensi suara /cacah/ dan terdapat perbedaan frekuensi suara /cucu/ dan /cicih/ di antara kelompok. Pada kata /cicih/ terdapat persamaan frekuensi suara antara Single Strap, U-Shape, dan Anterior Posterior Strap dengan kontrol. Simpulan dan saran: Terdapat perbedaan suara pada /cicih/ dan /cucu/ antara perlakuan dengan kontrol. Untuk mengetahui pengaruh kerangka logam pada suara, penelitian ini bisa dilanjutkan dengan kerangka bahan dasar logam
SEBARAN KASUS KUSTA BARU BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN KONANG DAN GEGER KABUPATEN BANGKALAN
Latar Belakang: Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Tujuan: Mengetahui sebaran kasus kusta baru berdasarkan faktor lingkungan dan sosial ekonomi dengan kejadian kusta di Kecamatan Konang dan Geger Kabupaten Bangkalan. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 55 responden. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan jenis lantai (p=0.846), ventilasi (p= 0.000), pencahayaan (p=0.430), kelembaban (p=0.176), sumber air (p=0.000), pendidikan (p=0.391), pekerjaan (p=0.206), pendapatan (p=0.511), kepadatan hunian (p=0.037) dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan (p=0.000). Analisis multivariat menunjukkan sumber air (p=0.012), dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan (p=0.014). Pola sebaran kasus kusta menunjukan bahwa kasus kusta cenderung mengelompok dengan pusat koordinat 113.04-7.04472 yang berada di Desa Durun Timur. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara sumber air dan waktu tempuh terhadap pelayanan kesehatan dengan kejadian kusta di Kecamatan Konang dan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian selanjutnya sebaiknya terkait sumber air yang digunakan oleh masyarakat sehingga dapat diketahui sumber penularan kusta
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA BUAH NANAS SEGAR (Ananas comosus (L.) Merr) dan BUAH NANAS KALENG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar Belakang : Vitamin C memiliki sifat mudah larut dalam air, oleh karena itu pada waktu mengalami proses pengirisan, pencucian dan perebusan bahan makanan yang mengandung vitamin C akan mengalami penurunan kadarnya. Kandungan vitamin C dalam buah dan makanan akan rusak karena proses oksidasi oleh udara luar, terutama jika dipanaskan. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C pada buah nanas segar yang dibandingkan dengan kadar vitamin C pada buah nanas kaleng. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimen dengan memeriksa kadar vitamin C pada buah nanas segar dan buah nanas kaleng. Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar vitamin C pada buah nanas segar dan buah nanas kaleng didapatkan hasil bahwa kadar vitamin C pada buah nanas segar sebesar 3, 4274 ppm, sedangkan kadar vitamin C pada buah nanas kaleng sebesar 1, 4225 ppm. Pada uji statistik, dihasilkan nilai signifikan (P>0,05) sehingga data tersebut normal dan dilanjutkan dengan uji parametrik. Uji parametrik yang digunakan adalah uji T berpasangan. Hasil dari uji T berpasangan adalah P=0,00. Simpulan dan saran : ada perbedaan antara kadar vitamin C pada buah nanas segar dan buah nanas kaleng. Perlu dilakukan uji kadar vitamin C pada buah nanas dengan bentuk pengolahan yang lain untuk dibandingkan kandungan vitamin C terbesarnya
PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GERUSAN DAUN PETAI CINA (Leucaena glauca, Benth) DAN POVIDON IODINE 10 % DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus)
Latar belakang: Daun petai cina mengandung bahan kimia untuk menyembuhkan luka tanpa menimbulkan efek samping iritasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only dengan sampel terdiri dari 20 ekor marmut yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor. Variabel pada rata-rata kesembuhan luka dengan menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram, 20 gram, 30 gram dan povidon iodine 10% dengan uji statistik one way anova. Hasil: Kelompok gerusan daun petai cina 30 gram p = 0,002. Tetapi perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram dan 20 gram dibandingkan dengan Povidon iodine 10% hasil analisa menunjukkan p = 0,077 dan p = 0,008 dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan dan Saran: Gerusan daun petai cina 30 gram memberikan hasil penyembuhan yang signifikan. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka yang lebih komplek untuk menutupi keterbatasan dalam penelitian ini
IDENTIFIKASI PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PESANTREN KEDIRI
Latar belakang: Kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas pasien kepada Puskesmas yang memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan. Maka dapat diartikan bahwa salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan penghitungan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi pelayanan rawat jalan di poli umum Puskesmas Pesantren Kediri terhadap kepuasan pasien. Metode: Pendekatan cross-sectional dengan menyebarkan kuesioner pada pasien poli umum Puskesmas Pesantren Kediri. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien poli umum diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu 5 dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, asurance, dan emphaty, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kepuasan pasien. Hasil: Tingkat kepuasan pasien yang tertinggi terdapat pada dimensi asurance pada aspek mengenai obat-obatan yang diberikan murah dan manjur sebesar 100%, dan untuk tingkat kepuasan pasien terendah terdapat pada dimensi reliability aspek jam buka puskesmas yang terbatas pada pukul 07.30-11.30 sebesar 63,3%. Simpulan dan saran: Mutu pelayanan rawat jalan poli umum Puskesmas Pesantren Kediri sudah cukup baik, dibuktikan dengan hasil identifikasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di poli umum sudah cukup tinggi. Puskesmas Pesantren Kediri diharapkan ada peningkatan nilai tambah pada dimensi reliability
ANALISIS TIMBAL (Pb) PADA IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp) DI KERAMBA APUNG SUNGAI BRANTAS SEMAMPIR KEDIRI
Latar belakang: daerah aliran sungai Brantas mengalami penurunan kualitas air berkaitan dengan aktivitas industri dan pemukiman yang berpotensi menimbulkan pencemaran logam berat timbal (Pb). Ikan merupakan salah satu biota air yang dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran didalam perairan. Tujuan: mengetahui ada atau tidaknya pencemaran logam berat timbal tersebut dalam sampel ikan nila yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir dan mengetahui kadar Pb tersebut melebihi ambang batas yang disyaratkan SNI atau tidak. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Pengambilan sampel ikan nila merah dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana pada 3 keramba apung. Sampel dipreparasi dengan teknik ektraksi padat-cair dan hasilnya diukur kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil: analisis dengan menggunakan metode SSA menunjukkan bahwa ikan nila merah yang dibudidayakan di keramba apung Kelurahan Semampir Kediri telah tercemar logam berat timbal dengan kadar (0,4864 ± 0,0493) mg/kg. Simpulan dan saran : Kandungan logam berat Pb pada sampel ikan nila melewati ambang batas yang disyaratkan SNI nomor 7387:2009 yaitu 0,3 mg/kg. Perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi pencemaran logam berat Pb dengan menggunakan bioremidiator sehingga daerah aliran sungai Brantas aman digunakan untuk budidaya ikan
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA CABAI MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar belakang: Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin CÂ berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Pengukuran kadar vitamin C penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah (Capsicum annum L.). Metode: Jenis penelitian secara deskriptif eksperimental menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-300 nm. Sampel penelitian ini adalah cabai merah yang ditentukan secara random sampling. Hasil: Kadar vitamin C yang diperoleh sebesar 4,463 ppm dan prosentase yang didapat sebesar 0,4463 % b/b. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan bahwa cabai merah (Capsicum annum L.) memiliki kadar vitamin C sebesar 4,463 ppm dan 0,4463 % b/b. Perlu dilakukan uji vitamin C (asam askorbat) pada cabai dengan jenis dan varietas yang berbeda untuk dibandingkan kandungan vitamin C terbesarnya
KORELASI JUMLAH SEL MONOSIT DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PASIEN HIPERKOLESTEROLEMIA DI RUMAH SAKIT X KOTA KEDIRI
Latar Belakang: Hiperkolesterolemia dapat meningkatkan sekresi sitokin proinflamasi dan stress oksidatif yang dapat mengaktivasi sel monosit sebagai respon proinflamasi. Sitokin proinflamasi dan stress oksidatif, diduga merupakan penyebab primer sindrom metabolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya korelasi jumlah monosit dengan kadar kolesterol total pada pasien hiperkolesterolemia. Metode: Desain penelitian adalah studi cross-sectional dengan teknik sampling secara Purposive. Pasien hiperkolesterolemia dirawat di RSUD Kediri dengan kadar kolesteril >200 mg/dk dan rentang leukosit 4-10 x 103 sel/ml Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara jumlah monosit dengan kadar kolesterol total dengan nilai p = 0.038(<0.05), berkorelasi positif dengan tingkat korelasi sedang yang ditunjukkan oleh nilai r = 0.380, dengan jumlah monosit 0.48 103 sel /μl. Simpulan dan saran: Ada korelasi antara kadar kolesterol total dengan jumlah sel monosit pada pasien hiperkolesterolemia, peningkatan kadar kolesterol total akan meningkatan jumlah monosit. Penelitian selanjutnya perlu memperhatikan C-Reactive Protein sebagai penanda adanya infeksi dalam inklus
PREVALENSI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH
Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) pada pasien tuberkulosis akan menghambat kesembuhan pengobatan. Tujuan: Mengetahui prevalensi DM tipe 2 pada pasien tuberkulosis di Kabupaten Temanggung. Metode: Ini merupakan penelitian cross-sectional dengan responden adalah pasien tuberkulosis baru yang berobat di puskesmas di wilayah Kabupaten Temanggung. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dilakukan menggunakan rapid test dengan pembuluh darah kapiler. Responden dengan kadar gula darah sewaktu > 120 mg/dl akan dites kembali menggunakan metode enzimatik dengan pembuluh darah vena. Dikategorikan sebagai DM tipe 2 jika kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 33 pasien tuberkulosis diperiksa kadar gula darah sewaktu, rata-rata gula darah dengan rapid test 146.5 (SD ± 69.8) dan enzimatik 120.5 (SD ± 78.9). Prevalensi diabetes pada pasien tuberkulosis 6.3% (CI95%: 2.6-15.1). Simpulan dan saran: Prevalensi DM tipe II pada penderita tuberkulosis di Kabupaten Temanggung tahun 2014 adalah 6.3%. Penelitian selanjutnya sebaiknya perlu ada penjelasan keterkaitan antara penyakit menular dengan penyakit tidak menular seperti halnya diabetes mellitus dan tuberkulosis