Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BREAST BOARD PADA VENA CAVA SUPERIOR SYNDROME (VCSS) DENGAN TEKNIK THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIATION THERAPY (3D-CRT)

    No full text
    Latar belakang Kasus karsinoma paru di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur biasanya dilakukan dengan teknik radioterapi three dimensional conformal radiation therapy (3D-CRT) atau teknik IMRT dan menggunakan body base plate serta masker thermoplastik. Pasien karsinoma paru dengan vena cava superior syndrome (VCSS) dilakukan teknik 3D-CRT dengan alat imobilisasi berupa breast board. Alat imobilisasi breast board biasanya digunakan untuk pasien dengan kasus kanker payudara, namun di Rumah sakit X Jakarta Timur alat imobilisasi ini dimanfaatkan untuk pasien VCSS yang tidak dapat berbaring penuh dengan tujuan mengurangi rasa sesak pasien.VCSS merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat adanya penekanan vena cava superior oleh tumor mediastinum yang bersifat ganas maupun jinak. Tujuan Penelitian menjelaskan teknik 3D-CRT pada kasus VCSS menggunakan breast board di instalasi onkologi radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Metode Penelitian kualitatif yang dilakukan untuk mendeskripsikan terapi radiasi dengan teknik 3D-CRT pada kasus VCSS yang menggunakan Breast board di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024 di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah sakit X Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pesawat LINAC, EPID, komputer TPS, Data set up pasien CT simulator, Breast board, Lembar Observasi, Lembar Pedoman wawancara dan Hasil dokumentasi. Data-data hasil pengumpulan data akan dianalisa secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hasil Penelitian prosedur terapi radiasi teknik 3D-CRT pada VCSS dengan menggunakan alat imobilisasi breast board sudah sesuai dengan SPO yang berlaku di rumah sakit. Rata-rata pergeseran titik koordinat x sebesar 0,4 cm, titik koordinat y sebesar 0,4 cm, titik koordinat z sebesar 0,0 cm sehingga hal ini sudah sesuai dengan rekomendasi ICRU report 50 dan 62 yakni toleransi nilai pergeseran sebesar 3-5 mm. Simpulan penggunaan breast board dinilai efektif dilakukan untuk mengurangi rasa sesak pasien dan meminimalisir pergeseran pasien saat pernyinaran radiasi

    Kepuasan Masyarakat Terkait Penanggulanag Bencana Gunung Meletus

    No full text
    Desa Sugihwaras menjadi desa yang berdampak akibat bencana letusan gunung kelud. Gunung Kelud mengalami erupsi yang merupakan peristiwa berulang yang kesekian kalinya dapat terjadi kapan saja. Hal tersebut dapat ditelusuri dalam sejarah kegunungberapian yang ada di tanah Jawa. Tidak semua masyarakat memahami, bahkan bisa dikatakan merupakan pengalaman baru pada sebagian masyarakat dari generasi ke generasi sehingga akan mempengaruhi adanya peran dan keterlibatan pada respon dan kesiapsiagaan saat terjadi erupsi. Dalam proses evakuasi maupun di dalam pengungsian masih terjadi kegagapan dari berbagai pihak saat proses tanggap darurat. Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk mengatasi dampak buruk yang dapat timbul, seperti kegiatan pemulihan darurat, penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi, perlindungan kelompok rentan seperti orang tua, ibu hamil, hal ini yang disebut dengan tanggap darurat bencana (BNPB, 2014). Kepuasan terhadap pelayanan Dinas BPBD terhadap mitigasi bencana gunung Meletus dapat diketahui rata – rata masyarakat merasa puas dengan layanan badan BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dimana hal ini dibuktikan dari angka puas dengan capaian scor diatas 45 suara dari 50 perwakilan masyarakat yang diminta melakukan penilaian. Kata kunci: Kepuasan, BNPB, Pengetahuan, Sika

    Aplikasi Cognitive Behavioral Therapy dengan Metode Pembelajaran Tiga Dimensi terhadap Minat Sains Pada Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Sekolah Dasar Negeri Tegalgondo No. 301, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, merupakan lembaga pembelajaran resmi dengan jumlah siswa 26 siswa yang terdiri dari kelas 4 dengan jumlah siswa 17 siswa dan kelas 5 yang terdiri dari 9 siswa. Terdapat kesalahan persepsi siswa terhadap sains sebagai hal yang menakutkan, serta kurangnya instrumen inovatif dan kreatif dalam pembelajaran sains yang menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap sains. Sehingga dimanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media CBSains 3D yang merupakan gabungan antara terapi pada ilmu psikologi dan juga seni 3D, kemudian CB yang berasal dari CBT (Cognitive Behavioral Therapy) yang berfungsi merubah pola pikir negatif menjadi positif maupun sudut pandang seseorang tentang suatu hal. Tujuan pengabdian ini adalah menganalisis pengaruh terapi kognitif behavioral (CBT) menggunakan metode media pembelajaran tiga dimensi terhadap minat sains  siswa sekolah dasar. CBT merupakan pendekatan psikologis yang terbukti efektif  mengatasi berbagai masalah psikologis dan meningkatkan motivasi belajar. Metode pembelajaran tiga dimensi memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT dengan menggunakan metode media pembelajaran tiga dimensi  meningkatkan minat sains siswa sekolah dasar secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran tradisional

    Survey Karakteristik Demografi Petugas Rekam Medis di Puskesmas Wilayah Kota Mataram

    No full text
    Characteristics of Medical Record officers consist of religion, age, gender, years of service, education, training, and employment status. This research was conducted at the Public Health Center in the City of Mataram. The purpose of this study was to determine the characteristics of medical record officers at the public health center in the city of Mataram. The design of this research is descriptive. The sample in this study were all medical record officers at the Mataram City of Health Center, totaling 39 medical record officers. The results showed that the medical record officers at the Mataram City of Health Center were mostly Muslim (100.0%), the sex of the officers was female as many as 22 people (56.4%), and the service period of the officers was less than 5 years (48,7%), Officer education is Diploma III of Medical Record and Health Information (MRHI) as many as 12 people (30.8%), training officers who have never attended training as many as 28 people (71.8%), while the staffing status of non-civil servant officers is 23 people (59, 0%). The conclusion is there needs to be an increase in the number and quality of medical record personnel in health centers with a Diploma III MRHI backgroun

    THE RELATIONSHIP OF PROVIDING EDUCATION ON THE USE OF SELF-MEDICATION DRUGS (Pain, Flu, Faver, Cough) ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF VISITORS TO ANUGERAH BLUTO MEDIKA PHARMACY IN THE BLUTO SUB-DISTRICT AREA IN 2023

    No full text
    Education is an activity or effort to deliver health messages to the community, groups, or individuals. Self-medication is a largely community-based effort to overcome disease symptoms before seeking help from health workers. This research aims to determine the influence of providing education on the use of self-medication drugs on the level of knowledge of visitors to Anugerah Bluto Medika Pharmacy in the Bluto Sub-District area. Pre-experimental research with a one group pretest-posttest research design was conducted by comparing the patient\u27s self-medication knowledge before and after being given education using leaflets. The sampling technique used was target sampling with inclusion and exclusion criteria. The sample size consisted of 100 respondents. The results showed that the level of knowledge of pharmacy visitors showed good (11%), sufficient (22%), less (67%) after being given counseling showed good (97%), sufficient (1%), less (2%). ). ). The results of the Chi-Square test obtained a significant value of 0.337 > 0.05 which indicates that there is no relationship between the provision of education and the level of knowledge about the use of self-medication

    PENGARUH METODE HANDWASHING DANCE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA SD NEGERI TUNAS HAARAPAN DESA LOSARANG TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang: Salah satu tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menjadi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah menurut pemerintah adalah cuci tangan. Pada tahun 2021 data masyarakat ber-PHBS di Kabupaten Indramayu sebesar 50,59% dimana angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat (Dataset Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2021). Data BPS menunjukan presentase kepatuhan masyarakat dalam mencuci tangan yaitu sebesar 75,38% (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2021). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Handwashing Dance pada siswa SD Negeri Tunas Harapan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu metode quasi eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproposionate stratified random sampling dan didapatkan 100 sampel yang terbagi di setiap kelas. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar Pre-tes and Post-test. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan untuk tingkat pengetahuan memiliki kategori Baik sebanyak 10%, Cukup 68% dan Kurang 22%. Sikap responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 24%, Cukup 59% dan Kurang 17%. Perilaku responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 8%, Cukup 70% dan Kurang 22%. Setelah diberikan perlakuan terjadi perubahan tingkat pengetahuan dengan kategori Baik sebanyak 27%, Cukup 53%, dan Kurang 20%. Sikap responden setelah perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 28%, Cukup 59%, dan Kurang 9%. Perilaku responden setelah perlakuan didapatkan hasil dengan kategori Baik 22%, Cukup 76%, dan Kurang 2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-valu

    FAKTOR RESIKO KEPADATAN HUNIAN, KEBERADAAN PEROKOK, DAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI ESKULISIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA : META-ANALISIS 2012-2023

    No full text
    Latar Belakang : Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan global yaitu 14% dari semua kematian dan penyebab anak di bawah usia 5 tahun dan menyebabkan 740.180 kematian anak pada tahun 2019. Di Indonesia pneumonia masih menjadi masalah utama yang menyebabkan 14,5% kematian pada anak kelompok usia 29 hari - 11 bulan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kepadatan huniaan, keberadaan perokok dan riwayat pemberian ASi ekslusif pada balita di Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang menggabungkan beberapa referensi dari hasil penelitian sejenis. Sumber data penelitian ini diperoleh secara online melalui electronic database yaitu Google Scholar. Artikel yang terkumpul akan diseleksi dengan kriteria inkulsi dan eksklusi yang ditentukan. Sehingga diperoleh 20 artikel penelitian. Teknik analisis data menggunakan sofware yaitu JASP Version 0.16.3.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel kepadatan hunian berisiko 2,054 kali, keberadaan perokok berisiko 2,054 kali, dan riwayat pemberian ASI eksklusif berisiko 3,781 kali lebih besar terhadap kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulan : dari penelitian meta-analisis ini dapat diketahui bahwa urutan faktor risiko yang paling besar terhadap kejadian pneumonia pada balita diantaranya adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, kepadatan hunian dan keberadaan perokok

    IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 70% AKAR GINSENG KUNING (RENNELLIA ELLIPTICA KORTH.) MENGGUNAKAN LC-MS/MS DAN AKTIVITAS AFRODISIAKA SECARA IN SILICO

    No full text
    Abstrak Latar belakang: Rennellia elliptica Korth. secara tradisional digunakan sebagai zat afrodisiak. Dilihat dari potensinya, bukti ilmiah ekstrak tumbuhan ini sebagai penghambat phosphodiesterase-5 masih belum dilakukan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 70% tanaman rennellia elliptica Korth. menggunakan LC-MS/MS dan aktivitas afrodisiakan secara in silico. Metode: Ekstrak etanol rennellia elliptica Korth. dianalisis menggunakan LC-MS/MS selanjutnya senyawa tersebut digunakan sebagai senyawa ligan dalam penambatan molekuler untuk mengetahui afinitas pengikatan konstituen fitokimia tersebut terhadap protein target phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Hasil: Ditemukan 17 komponen senyawa antara lain golongan terpenoid, fenilpropanoid, antrakuinon dan flavonoid. Berdasarkan studi in silico dari 17 senyawa yang dianalisis dengan LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9,52 kkal/mol) menunjukkan afinitas tertinggi untuk berikatan dengan target protein. Simpulan: Senyawa fitokimia dari rennellia elliptica Korth. dapat berfungsi sebagai terapi tambahan dalam penemuan obat untuk pengobatan yang menghambat phosphodiesterase 5. Abstract Background: Rennellia elliptica Korth. is traditionally used as an aphrodisiac substance. Judging from its potential, scientific evidence of this plant extract as a phosphodiesterase-5 inhibitor has yet to be conducted. Objective: . This research aims to determine the phytochemical compounds contained in the 70% ethanol extract of the Rennellia elliptica Korth plant. using LC-MS/MS. Method: The ethanol extract of rennellia elliptica Korth. was analyzed using LC-MS/MS and then the compounds were used as ligand compounds in molecular docking to determine the binding affinity of the phytochemical constituents to the target protein phosphodiesterase 5 (PDB ID: 2H42). Results: 17 compound components were found, including terpenoids, phenylpropanoids, anthraquinones and flavonoids. Based on in silico studies of 17 compounds analyzed by LC-MS/MS, Dulxanthone B (∆G=-9.52 kcal/mol) showed the highest affinity for binding to protein targets.. Conclusions: Phytochemical compounds from Rennellia elliptica Korth. may serve as an adjunct therapy in drug discovery for treatment that inhibits phosphodiesterase 5

    Pengembangan Industri Rumah Tangga Seaweed untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kelurahan Kedungkandang

    No full text
    Peningkatan daya saing di kalangan UMKM sangat penting dilakukan dengan melakukan kegiatan pendampingan sepenuhnya. Aktivitas ini mampu mendukung peningkatan daya saing di kalngan UMKM mulai dari aktivitas optimalisasi kegiatan produksi, pemasaran, dan pencatatan keuangan usaha. Metode yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan pendampingan usaha. Hasil pendampingan yang dilakukan oleh tim PkM dapat mengoptimalkan hasil produksi, pencatatan keuangan yang lebih teratur dan mendukung aktivitas pemasaran karena UMKM dibantu membuat kemasan yang lebih menarik dan diikutkan dalam kegiatan pameran yang senantiasa dpaat memperluas pangsa pasar

    HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ERUPSI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN RAHANG BAWAH PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN

    No full text
    Zat gizi sangat penting dan mendasar dalam kehidupan manusia yang berfungsi sebagai penghasil energi, pembangun, pemelihara, dan pengatur proses kehidupan. Kekurangan gizi dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses erupsi gigi. Erupsi gigi merupakan proses pergerakan gigi dari bagian dalam rahang ke dalam rongga mulut. Erupsi gigi dapat terjadi pada gigi desidui maupun gigi permanen. Erupsi gigi permanen berkaitan dengan gigi sulung, saat gigi permanen sudah sepenuhnya berkembang maka gigi permanen akan mulai muncul sehingga mendorong gigi sulung untuk tanggal. Umumnya erupsi gigi permanen molar pertama pada usia 6 sampai 7 tahun. Gigi permanen molar pertama sangat penting untuk anak-anak terutama untuk merangsang pertumbuhan rahang. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan status gizi dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah pada anak usia 6-7 tahun. Metode: metode yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan cara menggunakan mesin pencari seperti Google Scholar. Kriteria artikel yang digunakan adalah diterbitkan tahun 2011-2020. Hasil:berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang nyata status gizi dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah. Artinya semakin baik status gizi seseorang maka semakin baik pula pertumbuhan gigi molar permanen pertama rahang bawah begitu pula sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan status gizi dengan erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah pada anak secara nyata namun dengan korelasi lemah.  Kata Kunci: erupsi gigi, status gizi, erupsi gigi permanen pada anak, usia, dan gigi permanen mudaÂ

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇