Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS REMAJA PUTRI SMKF X KEDIRI
Latar belakang: Fluor albus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang hampir 75% perempuan di seluruh dunia akan mengalaminya, paling tidak sekali seumur hidup. Remaja termasuk kelompok yang rentang terhadap masalah fluor albus, hal ini dikarenakan pada fase ini remaja mengalami peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa sehingga pengetahuannya sangat terbatas mengenai fluor albus. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri SMKF X Kediri dengan kejadian flour albus. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 105 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner pengetahuan dan sikap kemudian dianalisis menggunakan uji spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan spearman rho, pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian flour albus (p) > 0,05), sedangkan sikap berhubungan dengan kejadian flour albus (p) < 0,05). Simpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian flour albus dan terdapat hubungan antara sikap dengan kejadian flour albus. Diharapkan remaja putri lebih memperhatikan personal hygine yang baik untuk mencegah terjadinya flour albus
IDENTIFIKASI JENIS PESTISIDA DAN PENGGUNAAN APD PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Latar belakang: Penggunaan pestisida kimia tidak dapat lepas dari bidang pertanian. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko keracunan pestisida pada petani adalah dengan menggunakan APD. Tujuan: Mengidentifikasi jenis pestisida dan APD yang digunakan oleh petani di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh petani di Kecamatan Ngantru. Besar sampel sebanyak 28 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel penelitian adalah jenis pestisida dan jenis APD yang digunakan petani. Hasil: Insektisida yang paling banyak digunakan yaitu berbahan aktif Klorantraniliprol (67,8%). Fungisida yang paling banyak digunakan yaitu berbahan aktif Propineb (82,1%). Semua petani selalu menggunakan APD berupa masker, topi, baju lengan panjang, dan celana panjang. Simpulan dan saran: Petani di Kecamatan Ngantru menggunakan insektisida dan fungisida dalam sekali penyemprotan. Petani sudah menggunakan APD dengan baik untuk melindungi diri dari paparan pestisida. Perlu dilakukan penelitian untuk menggambarkan risiko keracunan pestisida pada petani serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
PENGARUH MOTIVASI DAN TINDAKAN TIDAK AMAN TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DALAM MASA GILING SHIFT 3 PG X KEDIRI
Latar belakang: Timbulnya kecelakaan kerja menjadi masalah utama di perusahaan dan insiden kecelakaan kerja di Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja adalah motivasi kerja dan tindakan tidak aman, termasuk kasus yang terjadi di PG X Kediri. Tujuan: Mengetahui pengaruh motivasi dan tindakan tidak aman terhadap kecelakaan kerja pada karyawan bagian produksi dalam masa giling shift 3 di PG X Kediri. Metode: Survei analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar check-list. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik multivariat yaitu Regresi Logistik Berganda. Hasil: Responden memiliki motivasi sedang yaitu sebesar 73,1%, responden yang bertindak tidak aman sebesar 80,9%, dan kejadian kecelakaan kerja yang dialami responden sebesar 80.9%. Dari hasil uji statistik multivariat Regresi Logistik Berganda menunjukkan bahwa motivasi karyawan memiliki nilai p=0,035 < 0,05 dan tindakan tidak aman memiliki p=0,02 < 0,05. Simpulan dan saran: Motivasi karyawan dan tindakan tidak aman memiliki pengaruh terhadap kecelakaan kerja. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja dilihat dari tindakan pencegahan yang dilakukan
ANALISIS KADAR VITAMIN C DAN FRUKTOSA PADA BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS PODANG URANG DAN PODANG LUMUT METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Latar belakang: Buah mangga mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, karbohidrat dan berbagai macam asam, protein, lemak, mineral, zat warna dan tanin dan karbohidrat. Salah satu karbohidrat yang terdapat dalam buah mangga podang adalah fruktosa. Asam askorbat atau yang disebut dengan vitamin C adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul C6H8O6. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan gula buah (fruktosa) pada buah mangga podang varietas urang dan mangga podang varietas lumut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Parameter metode validasi dalam penelitian ini meliputi uji presisi, uji linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, uji sampel, dan uji akurasi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapat panjang gelombang yang terpilih untuk asam askorbat adalah 260 nm dan untuk fruktosa adalah 520 nm. Dari hasil penelitian didapatkan kadar vitamin C sari mangga podang urang, dan podang lumut berturut-turut sebesar 122,82 mg/100 g dan 111,39 mg/100 g. Sedangkan kadar fruktosa pada buah mangga podang urang dan podang lumut berturut-turut sebesar 1,086 g/100 g dan 0,901 g/100 g. Simpulan dan saran: Tidak ada perbedaan yang siqnifikan kadar vitamin C pada buah mangga podang urang dan podang lumut, serta tidak ada perbedaan yang signifikan kadar fruktosa pada buah mangga podang urang dan podang lumut
STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK BERHUBUNGAN DENGAN DIARE AKUT
Latar Belakang: Diare merupakan penyebab utama kematian anak di negara berkembang. Tujuan: Menganalisis hubungan berat lahir, status gizi, status imunisasi campak, pola menyusui, pengetahuan ibu, dan kebiasaan ibu mencuci tangan dengan kejadian diare akut pada balita di Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Metode: Desain penelitian case control study dengan menggunakan 152 sampel (76 kasus: 76 kontrol). Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data bivariat dengan regresi logistik. Hasil: Kejadian diare berhubungan dengan status gizi berdasarkan BB/U p=<0.000 (OR=4,304, CI95%:1.917-9,663), status gizi berdasarkan PB/U p=<0.001 (OR=4,093, CI95%: 1.904-8,800), status imunisasi campak =0.016 (OR=12,692, CI95%:1.595-100.97), pola menyusui p=<0.001 (OR=3.909, CI95%:1.962-7.789), pengetahuan ibu p=<0.001 (OR=5.675, CI95%:2.825-11.400). Simpulan dan saran: Faktor yang mempengaruhi kejadian diare adalah status gizi (BB/U dan PB/U), status imunisasi, pola menyusui, dan pengetahuan ibu. Perlunya penelitian lanjutan menggunakan sampel berdasarkan population based
GAMBARAN PILIHAN PENOLONG PERSALINAN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN POSYANDU ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGLETIH KEDIRI TAHUN 2017
Latar belakang: Adanya tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif dan pemantauan perkembangan anak melalui kegiatan posyandu yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Tujuan: Melihat gambaran cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, cakupa ASI ekslusif dan posyandu pada balita. Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang memiliki anak usia balita. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil sebesar 100%, cakupan ASI esklusif 58,2% dan cakupan posyandu pada anak usia balita sebesar 92,7%. Simpulan dan saran: Cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terampil dan cakupan posyandu bagi anak usia balita diWilayah Kerja Puskesmas Ngletih sudah cukup tinggi, namun cakupan pemberian ASI ekslusif masih perlu ditingkatkan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang faktor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Ngletih
UJI DAYA HAMBAT AIR REBUSAN BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.)TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Esherichia coli
Latar belakang: Rosella merupakan salah satu tanaman obat keluarga yang banyak digunakan sebagai ramuan tradisional. Kandungan senyawa rosella seperti flavonoid, saponin dan tanin mampu menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya bakteri Escherichia coli sebagai penyebab infeksi diare.Tujuan: Mengetahui daya hambat dan konsentrasi bunga rosella yang dapat menunjukkan zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Metode: Penelitian eksperimen yang dilakukan di wilayah Jombang. Populasi penelitian ini adalah seluruh bunga rosella merah kering yang dijual di pasar Jombang. Jumlah sampel sebanyak 10 sampel, diambil dengan tehnik total sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengenceran rebusan bunga rosella apabila dibandingkan dengan antibiotik Kotrimoksazol pada konsentrasi 10%-70% bersifat resisten yang menunjukkan diameter zona hambat <11 mm, sedangkan pada konsentrasi 80%-100% bersifat sensitive yang menunjukkan diameter zona hambat 15-16 mm.Simpulan dan saran: Terdapat zona hambat pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan bakteri uji lainnya dan ekstrak hasil fraksinasi, sehingga efek manfaat dari ekstrak dapat terlihat lebih nyata
REVIEW KORTIKOSTEROID INDUKSI SINDROM PSIKOTIK
Latar belakang: Indikasi penggunaan kortikosteroid semakin meningkat, diikuti pula dengan efek samping yang semakin banyak. Salah satunya adalah steroid psikotik. Tujuan: Mereview potensi kortikosteroid dalam menginduksi terjadinya psikotik. Metode: Penelusuran menggunakan mesin pencari dengan melihat kesesuaian dan relevansi dari 5 laporan kasus, 7 review, 10 systematic review dan 3 meta analysis dengan sumber artikel, tahun penerbitan dan asal dari sumber artikel. Hasil: Efek psikotik kortkosteroid pada beberapa penelitian tidak dapat digeneralisasikan karena variasi jumlah dosis dan lama waktu pemberian sehingga tidak dapat memprediksi kejadian steroid induksi psikosis. Selain itu juga penggunaan steroid dihubungkan dengan data subyektif misalnya riwayat penyakit, usia dan jenis kelamin ataupun dari rute pemberian sediaan kortikosteroid. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang pada kondisi tertentu juga dapat menurunkan angka mortalitas. Berdasarkan review artikel ini juga diketahui bahwa penggunaan kortikosteroid sebagai terapi tambahan pada flu dan pilek tidak dapat dibuktikan efektivitasnya. Simpulan dan saran: Belum didapatkan bukti yang cukup untuk mengidentifikasi efek samping kortikosteroid induksi psikotik sehingga diperlukan systematic review dengan mengurangi bias hasil review
DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans DAN DAYA BUNUH Candida albicans EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum l.)
Latar Belakang: Candida albicans merupakan mikroorganisme dalam rongga mulut yang akan bersifat patogen ketika jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Salah satu tanaman tradisional yang bersifat antifungi yaitu daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Daun kemangi memiliki kandungan yaitu flavonoid (0,08%), minyak atsiri (1,76%), alkaloid (4,05%), tanin (2,17%) dan eugenol (0,31%) yang mampu menghambat pertumbuhan serta membunuh Candida albicans. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh Candida albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post only grup design dengan 5 perlakuan ekstrak 1 kontrol negatif dan 1 kontrol positif. Daun kemangi dimaserasi dengan etanol 96% kemudian dibuat 5 konsentrasi yaitu 100%; 50%; 25%; 12,5%; dan 6,25%. Suspensi Candida albicans yang telah diinkubasi dengan campuran ekstrak selama 18-24 jam kemudian ditanam pada media SDA. Jumlah koloni yang tumbuh dihitung dengan colony counter. Data dianalisis dengan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil: Ekstrak daun kemangi dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada konsentrasi 12,5% dan dapat membunuh Candida albicans pada konsentrasi 25%. Simpulan dan saran: Ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dapat menghambat pertumbuhan dan dapat membunuh Candida albicans. Penelitian lebih lanjut sebaiknya dilakukan untuk mengetahui uji toksisitas ekstrak daun kemangi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU, KABUPATEN TULUNGAGUNG
Latar belakang: Alat Pelindung Diri (APD) berfungsi untuk melindungi petani dari bahaya pestisida bagi kesehatan. Penggunaan APD pada petani dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada petani penyemprot. Metode: Pendekatan cross-sectional dilakukan di wilayah Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani penyemprot di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 43 orang. Sampel penelitian sebanyak 30 orang diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD. Variabel dependen yaitu penggunaan APD yang dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test (α=0,05). Hasil: Hasil analisis Fisher’s Exact Test dengan nilai p=0,001 untuk hubungan pengetahuan dengan penggunaan APD, nilai p=0,000 untuk hubungan sikap dengan penggunaan APD dan p=0,009 untuk hubungan ketersediaan APD dengan penggunaan APD, nilai p<0,05 sehingga hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada petani penyemprot. Perlu dilakukan program edukasi kepada petani tentang pentingnya penggunaan APD serta pengawasan dalam upaya pencegahan bahaya pestisida bagi kesehatan