Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMATIAN IBU (STUDI KASUS DI KOTA SURABAYA)
Latar belakang:Angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2012). Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kematian ibu di Kota Surabaya. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kematian ibu. Metode: jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol. Jumlah sampel 38 kasus dan 76 kontrol. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dengan regresi logistik sederhana dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi kematian ibu berdasarkan analisis multivariat adalah riwayat penyakit (OR = 8,9; 95% CI : 2,76-28,71; p = 0,001), riwayat KB (OR = 4,2; 95% CI : 1,18-14,62; p = 0,027), Status anemia (OR= 3,8; 95% CI : 1,33-10,98; p = 0,013), riwayat komplikasi (OR = 3,3; 95% CI : 0,78-14,32; p = 0,10). Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh antara riwayat penyakit, riwayat KB, status anemia, dan riwayat komplikasi terhadap kematian ibu. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan faktor sosiodemografi dalam memprediksi faktor risiko kematian ibu
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015
Latar belakang: Difteri merupakan penyakit yang masih menjadi kejadian luar biasa (KLB) dan menyebabkan kematian. Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian difteri di Kabupaten Blitar Tahun 2015. Metode: Penelitian observasional-analitik dengan desain case control. Sampel pada kelompok kasus adalah penderita difteri (42 orang) dan pada kelompok control adalah bukan penderita difteri (84 orang). Variabel independen yaitu usia, status imunisasi, kelembaban ruangan, pencahayaan, ventilasi, keberadaan hunian, dan keberadaan sarana pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia OR = 3.94, kelembaban ruangan OR = 60.00, pencahayaan OR = 16.59, ventilasi OR = 22.42, keberadaan sarana pelayanan kesehatan OR = 8.87 berhubungan dengan kejadian difteri. Faktor risiko terhadap kejadian difteri yaitu kelembaban ruangan (OR=29.983) dan pencahayaan (OR=5.115) Simpulan dan saran: Faktor risiko terhadap kejadian difteri yaitu kelembaban ruangan dan pencahayaan. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan cakupan wilayah yang lebih sempit agar diketahui pengaruh faktor lingkungan yang spesifik terhadap kejadian difteri
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SURVEILANS IMUNISASI DAN PD3I DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA
Latar belakang: WHO Regional Director for South-East Asia memperkirakan imunisasi bisa menyelamatkan 2 hingga 3 juta jiwa pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Pencapaian cakupan UCI di Kota Surabaya belum diikuti dengan penurunan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tujuan: Mengembangan model sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap, cakupan imunisasi booster, jumlah kasus PD3I per kelurahan, UCI kelurahan, kelurahan dengan kasus PD3I, kualitas vaksin, wilayah prioritas imunisasi, dan prevalensi kasus PD3I yang belum diimunisasi. Hasil uji coba meunjukkan bahwa sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas imunisasi dan surveilans PD3I di puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Simpulan dan saran: Sistem Informasi Surveilans Imunisasi dan PD3I cukup mudah digunakan dan bermanfaat. Kegiatan pencatatan dan pelaporan dalam sistem informasi surveilans imunisasi dan PD3I diharapkan dapat dilakukan pada periode bulanan
PENGARUH LOGAM BERAT MERKURI CLORIDA (HgCl2) TERDADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Latar Belakang: Merkuri merupakan logam yang berbahaya bagi makhluk hidup. Salah satu efek adanya merkuri yaitu adanya penghambatan perkecambahan, contohnya pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia. Tujuan: Mengetahui daya hambat (Inhibitory Concentration) konsentrasi HgCl2 terhadap perkecambahan biji kacang hijau. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Konsentrasi larutan HgCl2 yang digunakan yaitu 900 ppm, 700 ppm, 500 ppm, 300 ppm, 100 ppm, dan dan kontrol yang tidak mengandung HgCl2. Parameter pengamatan berupa daya hambat pembentukan radikula yang kemudian di analisis dengan menggunakan grafik probith guna mencari Inhibitory Concentration. Hasil dan saran: Terjadi penghambatan pembentukan radikula dengan rata-rata persentase penghambatan lebih dari 50 % dengan nilai IC50 sebesar 435,29Â Â ppm. Perlu dilakuan penelitian tentang bagaimana pengaruh merkuri pada struktur anatomi dan efek terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau yang terpapar merkuri.mi
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1 – 5 TAHUN
Latar belakang: Gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan terjadinya mortalitas dan morbiditas pada balita. Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan kejadian gizi kurang pada balita adalah pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Metode: Jenis Penelitian adalah survey analitik dengan jenis penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total, yaitu sebanyak 33 orang. Variabel independen yaitu pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden (60.6%) tidak memberikan ASI Ekslusif. Sebanyak 51.5% balita yang mengalami gizi kurang berusia 2-3 tahun, Hasil uji statistik menggunakan chi square dengan nilai signifikansi p=0,000 lebih kecil dari p yang ditetapkan yaitu <0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita umur 1 – 5 tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada balita dengan variabel lain sebagai pengontrol
PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS CAMPAK BERBASIS KASUS ATAU CASE BASED MEASLES SURVEILLANCE (CBMS) DI KABUPATEN SIDOARJO
Latar belakang: Campak termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Masih adanya kasus campak di Kabupaten Sidoarjo perlu dikaitkan dengan data imunisasi sebelumnya, tetapi saat ini masih sulit menghubungkan data kasus campak dengan data imunisasi karena data imunisasi belum dibuat secara individual. Tujuan: Mengembangkan basis data sistem surveilans campak berbasis kasus di Kabupaten Sidoarjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research, berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Pada analisis masalah sistem informasi surveilans campak berbasis kasus menyebutkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah populasi berisiko, kecepatan penemuan kasus, status gizi kasus, penderita dirawat inap atau tidak, status imunisasi, dan komplikasi yang timbul. Hasil uji coba menunjukkan bahwa basis data sistem surveilans campak cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas surveilans campak di Puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Simpulan dan saran: Case Based Measles Surveillance di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah berhasil dikembangkan. Implementasi CBMS memerlukan sosialisasi dan pelatihan khususnya bagi pertugas surveilans dalam melakukan entri data, membuat rekapan serta membuat laporan dalam mengimplementasikan sistem surveilans yang telah dikembangkan
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SABUN DARI EKSTRAK RUMPUT LAUT MERAH (Euchema cottoni)
Latar belakang: Sekarang ini semakin banyak orang tertarik menggunakan sabun herbal karena sifat bioaktif senyawa yang terkandung di dalamnya. Sabun herbal sebagai sabun alami dibuat dengan menggunakan bahan dasar minyak kelapa, NaOH dan ekstrak rumput laut merah.Tujuan: Mengetahui formulasi dan evaluasi fisik sabun ekstrak rumput laut merah. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental one-shot case study. Rumput laut merah diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak yang didapat dilakukan uji skrinning fitokimia. Selanjutnya ekstrak rumput laut merah diformulasi berdasarkan formula baku yang didapatkan dari pustaka dengan konsentrasi 5% dan 10%. Selanjutnya sediaan yang telah dibuat  dilakukan uji evaluasi mutu fisik yang meliputi uji organoleptis, uji pH, dan uji tinggi busa. Data dianalisa dengan uji T tidak berpasangan. Hasil: Uji fitokimia didapatkan ekstrak rumput laut merah mengandung saponin dan tannin.berdasarkan hasil uji T didapatkan data nilai p>0,05 sehingga kedua hasil menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan dan saran: Tidak terdapat perbedaan antara formula sabun dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Perlu adanya uji antibakteri dan kekerasan
PENGARUH TATANAN RUMAH TANGGA KELURAHAN SIAGA AKTIF STRATA PURNAMA TERHADAP PELAKSANAAN PHBS DI KELURAHAN KAMPUNG DALEM KOTA KEDIRI
Latar belakang: Dalam PHBS, tatanan rumah tangga mensyaratkan adanya PHBS karena mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat akan penerapan PHBS. Tujuan: Mengetahui pengaruh tatanan rumah tangga kelurahan siaga aktif strata purnama terhadap pelaksanaan PHBS di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan ceklist. Data dianalisis menggunakan uji statistik spearman rho. Hasil: diperoleh nilai p value 0,000 lebih kecil dari nilai α 0,05 (0,000<0,05). Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh tatanan rumah tangga kelurahan siaga aktif strata purnama terhadap pelaksanaan PHBS di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Instrumen penelitian sebaiknya ditambah dengan metode observasi atau secara kualitatif
ANALISIS PELAYANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X KEDIRI JAWA TIMUR
Latar Belakang: Rekam medis sebagai suatu standar pelayanan rumah sakit yang berfungsi untuk mendukung proses keperawatan pasien, namun seringkali malah menjadi faktor penghambat. Tujuan: Menganalisis pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri pada periode April-Juni 2013. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 152 perawat dan 48 dokter. Variabel yang digunakan adalah sistem pelayanan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia. Hasil: Sistem pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri Periode April-Juni Tahun 2013 dalam prosentase kategori baik sebanyak 64,5%, sarana prasarana pelayanan rekam medis dalam kategori baik (50,5%) dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis dalam kategori baik (53,5%). Simpulan dan saran: Sistem pelayanan, sarana dan prasarana, dan sumber daya manusia dalam pelayanan rekam medis di Rumah Sakit X Kediri periode April-Juni tahun 2013 dalam kategori baik. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara kualitatif untuk memperoleh informasi yang lebih dalam
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TUNAS BAMBU APUS TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Latar belakang: Penyakit infeksi bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional, salah satu contoh tanaman yang memiliki daya antibakteri yaitu tunas bambu apus. Tujuan:Menguji daya antibakteri dari ekstrak etanol tunas bambu apus  terhadap bakteri Escherichia coli mewakili bakteri Gram negatif (-) dan Staphylococcus aureus mewakili bakteri Gram positif (+). Metode:Ekstrak etanol tunas bambu apus didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya ekstrak etanol yang diperoleh dibuat pengenceran konsentrasi 12,5 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml dan 150 mg/ml. Metode yang digunakan adalah metode difusi kertas cakram NA(Natrium agar). Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh adanya kadar hambat minimum (KHM) yang terbentuk dan dilakukan uji kualitatif untuk membuktikan senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri. Hasil:Hasil uji kualitatif yang diduga sebagai antibakteri adalah saponin dan flavonoid. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika dengan menggunakan Anova satu arah (One away) dilanjutkan dengan uji kruskal walis. Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tunas bambu apus mempunyai daya antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan konsetrasi 150 mg/m