Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    GAMBARAN HASIL PEWARNAAN DIFF QUICK PADA SEDIAAN EFUSI PLEURA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

    No full text
    Efusi pleura merupakan kondisi patologis berupa akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi, keganasan, dan penyakit sistemik. Di negara-negara maju, prevalensi efusi pleura tercatat sekitar 320 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, data nasional mengenai prevalensi efusi pleura belum dipublikasikan secara resmi. Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, terdapat 109 pasien efusi pleura sepanjang tahun 2024. Diagnosis sitologi cairan efusi pleura sangat bergantung pada teknik pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pewarnaan Diff Quick dan Papanicolau pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diperoleh dari pasien efusi pleura yang menjalani pemeriksaan sitologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada bulan Maret 2025. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan kualitas pewarnaan diff Quick baik dalam memberikan warna pada sediaan efusi pleura

    PENGARUH VIDEO DAN BOOKLET TERHADAP PPENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN PREMATUR RUPTURE OF MEMBRAN DI RUMAH SAKIT AURA SYIFA KEDIRI

    No full text
    Abstrak   Pendahuluan: Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah suatu masalah yang terjadi selama kehamilan yang dapat menyebabkan komplikasi, bahkan berujung pada kematian bagi ibu dan bayi. Angka kejadian KPD berkisar antara 4,4-7,6% dari seluruh kehamilan, yang terbagi menjadi 3-18% untuk kehamilan preterm dan 8-10% untuk kehamilan aterm. Pada semua jenis kehamilan, insidensinya mencapai 2% untuk preterm. Di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri, data menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 101 kasusKPD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak video dan buku informasi terhadap pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan ketuban pecah dini di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Metode: Desain penelitian ini adalah Pre Experimental dengan menggunakan metode One Group Pre Test dan Post Test. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung dari September 2023 hingga Juli 2024 di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Sampel terdiri dari 38 ibu hamil pada trimester II dan III yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar0,978. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, terdapat 17 ibu hamil yang memiliki pengetahuan cukup, 15 ibu hamil dengan pengetahuan baik, dan 6 ibu hamil dengan pengetahuan kurang.  Setelah intervensi, semua 38 wanita menunjukkan pengetahuan yang baik, dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan signifikasi 0,001<0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh dari video dan booklet terhadap pemahaman ibu hamil tentang pencegahan ketuban pecah dini di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Peneliti yang akan datang disarankan untuk menggunakan metode tambahan atau metode lain, seperti poster dan leaflet, dalam memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil. Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini, Video dan Booklet, Ibu Hamil         &nbsp

    IDENTIFIKASI Candida sp. PADA SWAB VAGINA WANITA HAMIL TRIMESTER I, II, DAN III DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN ROCHYANI DI KOTA DEPOK

    No full text
    AbstrakLatar belakang: Kandidiasis vulvovaginalis merupakan infeksi yang  disebabkan oleh Candida sp, yang menginfeksi vagina. Spesies yang paling umum ditemukan adalah Candida albicans yang merupakan flora normal vagina dan spesies non albicans yang dapat muncul sebagai penyebab kandidiasis vulvovaginalis adalah Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, dan Candida glabrata. Wanita hamil memiliki resiko lebih besar mengalami kandidiasis vulvovaginalis dibandingkan wanita tidak hamil karena perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menghasilkan beberapa perubahan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II, dan III. Metode: Penelitian ini deskriptip kualitatif dengan mengamati hasil kultur swab vagina pada media Hicrome Candida Differential Agar. Responden penelitian ini wanita hamil trimester I, II, dan III sebanyak 21 responden, dengan masing-masing trimester berjumlah 7 orang. Hasil: Didapatkan hasil pada trimester I ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, dan C.krusei. Trimester II ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Trimester III ditemukan C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Simpulan: Hasil menunjukan terdapat keberadaan Candida sp. pada swab vagina wanita hamil trimester I, II dan III. AbstractBackground: Vulvovaginal candidiasis is an infection caused by Candida sp, which infects the vagina. The most common species found is Candida albicans which is the normal flora of the vagina and non albicans species that can appear as a cause of vulvovaginal candidiasis are Candida krusei, Candida parapsilopsis, Candida tropicalis, and Candida glabrata. Pregnant women have a greater risk of developing vulvovaginal candidiasis than non-pregnant women because physiological changes during pregnancy can produce several changes in the body. Objective: This study was to determine the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second, and third trimester.  Methods: This study is qualitative descriptive by observing the results of vaginal swab culture on Hicrome Candida Differential Agar media. Respondents of this study were pregnant women in trimester I, II, and III as many as 21 respondents, with each trimester totaling 7 people. Results: The results obtained in the first trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, and C. krusei. Trimester II found C. albicans, C. glabrata, C. krusei. Third trimester found C. albicans, C. glabrata, C. tropicalis, C. parapsilopsis, C. krusei. Conclusion: The results showed the presence of Candida sp. in vaginal swabs of pregnant women in the first, second and third trimester.   Â

    Oral Cavity Disease Incidents in the Framework of World Oral Health Day

    No full text
    Oral and dental health is important to support quality of life, including the ability to speak, eat, and socialize without pain or embarrassment. Dental and oral problems can cause pain, discomfort, infection, sleep disturbances, and high medical costs, which have an impact on decreasing the quality of learning and work productivity. This community service program aims to increase awareness of maintaining oral hygiene, educate how to detect oral diseases early, and encourage regular visits to the dentist every six months. The method is carried out through teledentistry, which utilizes the Surbo Chat application and WhatsApp TanyaPepsodent. The results of this program revealed that 90% of patients did not understand early detection of oral diseases, and 95% of patients had dental problems, with the most cases being caries. The conclusion of this activity is that teledentistry is effective in providing consultation and education related to dental and oral health

    PRIORITY HEALTH PROBLEM ANALYSIS WITH BPRS AT MAGETAN HEALTH OFFICE IN 20202

    No full text
    Background: Health issues significantly impact a country\u27s development, and high disease incidence and inadequate handling contribute to these challenges. Determining health priorities can be achieved through various methods, including the Basic Priority Rating System (BPRS), also known as the Hanlon method. Objective: This research aims to identify health problems and suitable solutions using the BPRS method at the Magetan District Health Office. Method: This descriptive observational study was conducted at the Magetan District Health Office, utilizing the BPRS method to prioritize health issues. Result: Based on Questionnaire responses revealed Dengue Fever (DBD) as the top-priority problem with a total score of 8633.52. Subsequently, a health problem analysis involved discussions and brainstorming sessions with stakeholders responsible for the DBD program and the Head of the Communicable Diseases Section to identify root causes and plan interventions. Conclusion: Addressing DBD mortality rates requires several interventions, such as enhancing the effectiveness of health education methods using appropriate media for the community, providing SIARVI training to DBD program personnel, and raising early detection awareness among villagers through village authorities. These measures can lead to effective health interventions and improved overall health outcomes

    IDENTIFIKASI RISIKO KECELAAAN KERJA DENGAN METODE JSA ( JOB SAFETY ANALYSIS) DI KANTIK IIK BHAKTA

    No full text
    Risiko kerja merupakan kejadian yang dapat mengakibatkan kerugian atau kecelakaan, yang bisa timbul akibat penggunaan alat kerja, proses kerja, atau hasil pembuatannya. Salah satu area kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi adalah dapur kantin, khususnya pada lingkungan kerja dengan ruang terbatas atau sempit. Dapur, sebagai tempat untuk mengolah bahan makanan, memerlukan perhatian khusus terkait kebersihan, kesehatan, serta penggunaan peralatan masak yang aman. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menilai dan mengidentifikasi risiko adalah Job Safety Analysis (JSA),dengan Metode wawancara,obserwasi dan dokumentasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya yang ada sebelum melaksanakan pekerjaan. Data yang di peroleh dari 5 informan yang terdiri dari 3 juru masak di dapur kantin sebagai informan utama dan 2 penjaga jualan sebagai informan kunci, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di dapur Kantin IIK Bhakti Wiyata Kediri melalui penerapan metode JSA. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai potensi bahaya dan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan kerja di dapur kantin tersebu

    Sosialisasi Pengolahan Rimpang Jahe Merah Sebagai Minuman Berkhasiat Menurunkan Hipertensi

    No full text
    Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang masih meningkat prevalensinya di masyarakat pedesaan. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional semakin diminati. Penyuluhan ini menggunakan formulasi minuman herbal berbahan dasar Jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), Gula Jawa, dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni). Jahe merah berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi, gula jawa sebagai pemanis alami dengan indeks glikemik rendah, dan kayu manis sebagai membawa aroma yang khas dan juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kombinasi dari ketiganya dapat menghasilkan minuman herbal dengan rasa yang khas dan produk herbal yang digunakan untuk hipertensi

    HUBUNGAN HEMOGLOBIN DENGAN KREATININ PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA KEDIRI

    No full text
    Gangguan fungsi ginjal diindikasikan dengan peningkatan kadar kreatinin serum dalam darah, yang diikuti dengan penurunan kadar hemoglobin. Ada dua bentuk gangguan fungsi ginjal yaitu: gagal ginjal akut dan kronik. Keduanya dapat diketahui melalui gejala-gejalanya maupun pemeriksaan laborartorium dengan melihat kadar kreatininnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri. Metode yang digunakan adalah metode prospektif untuk penentuan tempat, sampel dan waktu penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Kediri pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel 48 pasien. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan sampel darah, rekam medik, dan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi Sperman’s Rank. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kadar kreatinin pada pasien gangguan fungsi ginjal di Laboratorium Klinik Prodia Kediri, dengan nilai korelasi P =0,000, kemudian nilai kekuatan korelasinya -0,527 yang berarti berkorelasi sedang dan arah hubungannya diketahui negatif yang berarti berlawanan arah. Hal ini berarti semakin besar kadar kreatinin maka semakin kecil kadar hemoglobinnya. Pada karakteristik pasien didapati prosentase pasien laki-laki (52%) lebih tinggi dibanding perempuan (48%). Dilihat dari umur didapati sebagian besar (31%) sudah usia lanjut (66-75 tahun), dengan peyebab terbanyak diabetes militus dan hipertensi sekaligus (44%). Dilihat dari gejalanya, sebagian besar pasien cepat lelah (48,5%) dan kombinasi antara cepat lelah, sering kencing, nyeri pinggang, dan kesemutan (29,2%). Dilihat dari riwayat keluarga, seluruh pasien (100%) memiliki riwayat keluarga dengan diabetes militus dan hipertensi

    DESAIN PRIMER DAN PEMURNIAN GANDA UNTUK DETEKSI PCR GEN 16S rRNA PADA ESCHERICHIA COLI

    No full text
    Latar Belakang: Deteksi dan identifikasi Escherichia coli yang akurat sangat penting dalam penelitian mikrobiologi dan diagnostik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi primer spesifik untuk gen 16S rRNA pada Escherichia coli menggunakan NCBI Primer Blast serta mengevaluasi efektivitas pemurnian ganda. Metode: Primer Pair 2 (Forward:5’-CCTTAGGGCCTCTTGCCATC-3’,Reverse:5’-GAGCGTCAGTCTTCGTCCAG-3’) dipilih berdasarkan panjang oligonukleotida, Tm, kandungan GC, posisi target, dimer ujung 3’, dan self-complementarity. Pemurnian ganda diterapkan untuk memperoleh DNA berkualitas tinggi guna memastikan amplifikasi PCR yang optimal. Hasil: PCR menghasilkan produk 553 bp yang dikonfirmasi dengan elektroforesis gel agarosa 2%. Pseudomonas aeruginosa sebagai kontrol tidak menunjukkan amplifikasi, mengonfirmasi spesifisitas Primer Pair 2. Kesimpulan: Primer Pair 2 efektif untuk amplifikasi spesifik gen 16S rRNA Escherichia coli, sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan spesifisitas dan akurasi deteksi dalam penelitian selanjutnya

    TATA LAKSANA PELEPASAN INFORMASI PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS PERAWATAN X KOTA KEDIRI

    No full text
    Latar Belakang : Pelepasan informasi medis diberikan kepada pihak yang membutuhkan informasi medis. Pada studi awal, prosedur pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum dibuat sehingga tidak ada acuan yang dapat berdampak pada kebocoran data hingga tuntutan. Tujuan :Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan pelepasan informasi medis di Puskesmas Perawatan X Kota Kediri. Metode : Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian ini adalah 3 petugas rekam medis dengan sampel 2 petugas rekam medis sebagai informan, diambil dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu lembar wawancara dan checklist. Hasil : Sudah tersedia kebijakan pelepasan informasi yaitu Surat Keputusan Tentang Akses Terhadap Rekam Medis. SOP pelepasan informasi yaitu SOP tentang Pelepasan Informasi Medis, namun SOP pelepasan informasi kepada pihak asuransi belum ada. Pelaksanaan  pelepasan informasi ke asuransi BPJS Tahun 2022 didapatkan 8 kasus tidak sesuai karena SOAP belum dimasukkan, pelayanan tidak dicatat, pelayanan sudah ditagihkan sebelumnya, tagihan tidak terbaca, tidak ada laporan operasi. Kesimpulan : peraturan pelepasan informasi diatur dalam kebijakan dan SOP, dan pelaksanaan pelepasan informasi belum sesuai karena ketidaklengkapan persyaratan. Saran : Kebijakan dan SOP Pelepasan Informasi Medis segera disahkan dan petugas menambahkan alur dan prosedur, serta petugas membuat SOP khusus pelepasan informasi kepada pihak asuransi, dan diharapkan petugas asuransi lebih teliti mencocokan dokumen untuk klai

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇