Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Pengaruh Intervensi Terhadap Pengetahuan Farmasis Remaja Tentang Swamedikasi
Latar Belakang: Farmasis remaja memiliki peran dalam pembangunan kesehatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penerapan swamedikasi. Tujuan: Pentingnya peran farmasis remaja dalam swamedikasi mendorong dilakukannya kegiatan pengabdian dengan tema pengenalan peran farmasis remaja dalam swamedikasi. Metode: Peserta diberikan pretest dan selanjutnya diberi intervensi berupa materi umum terkait swamedikasi, diskusi dan praktek swamedikasi bersama tutor. Media yang digunakan berupa materi dalam bentuk power point, modul dan alat peraga. Kegiatan diakhiri dengan melakukan posttest pada peserta yang sama. Hasil: Hasil pretest menunjukan bahwa hanya 14 peserta (20,29%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 50 peserta (72,46%) berpengetahuan cukup dan 5 peserta (7,25%) memiliki pengetahuan kurang. Nilai rata-rata hasil pretest adalah 57,10. Setelah diberi intervensi, hasil posttest menunjukan bahwa 66 peserta (95,65%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan hanya sejumlah 3 peserta (4,35%) yang masih memiliki pengetahuan cukup. Nilai rata-rata posttes adalah 85,60. Kesimpulan: Adanya peningkatan nilai ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi dalam program pengenalan farmasis remaja dalam swamedikasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMK Pelita Bangsa Yogyakarta tentang swamedikasi. Perlu dilakukan penelitian sejenis dengan jangka waktu antara pretest dengan posttest lebih dari 1 bulan
GAMBARAN WAKTU TUNGGU PASIEN DAN MUTU PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM UPTD PUSKESMAS PESANTREN 1 KOTA KEDIRI TAHUN 2017
Latar Belakang : Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Tujuan : Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Metode : Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil : Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Kesimpulan dan saran : Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72
FORMULASI ORALLY DISINTEGRATING TABLET SALBUTAMOL SULFAT MENGGUNAKAN PENGISI F-MELT, PEMANIS XYLITOL DAN SUPERDISINTEGRANT SISTEM EFFERVESCENT
Latar belakang: ODT merupakan sediaan yang didesain segera hancur pada saat kontak dengan air liur. Salbutamol sulfat merupakan bronkodilator dalam pengobatan asma, yang bekerja selektif terhadap reseptor β2 adrenergik. Formulasi ODT dapat meningkatkan bioafailibilitas obatTujuan: mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh F-Melt, xylitol dan effervescent terhadap waktu pembasahan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Metode: Metode simplex lattice design diaplikasikan untuk mengoptimasi orally disintegrating tablet salbutamol sulfat. Menggunakan variabel F-Melt, xylitol dan effervescent. Daerah optimum ditentukan superimposed countour plot dari kekerasan, waktu pembasahan, kerapuhan dan obat yang terdisolusi pada menit ke 5 Hasil:Hasil menunjukkan interaksi F-Melt dan xylitol menurunkan waktu pembasahan, mempercepat waktu hancur dan meningkatkan kualitas tekstur dan rasa. Interaksi xylitol dan effervescent mempercepat waktu pembasahan, menurunkan kekerasan, mempercepat waktu hancur. SimpulanFormula optimum yang didapat dengan kombinasi komposisi F-Melt 146,00 mg, xylitol 35,33 mg dan sistem effervescent 13,65 mg
Sosialisasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menggunakan D-Trash
Latar Belakang: Dusun Krampyang, desa Kalipang merupakan salah satu daerah paling barat di kecamatan Grogol, kabupaten Kediri. Warga desa ini berjumlah 639 orang, yang rata-rata berpendidikan hanya SD (53,57%) dan SMP (26,04%), masih belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga organik. Hal ini menjadi problem warga ketika musim hujan tiba.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan teknik D-Trash sebagai cara alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk cair serta memberikan kesadaran warga akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai diskusi, tanya jawab, pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman warga terhadap presentasi yang disampaikan. Hasil: Dari penyuluhan yang dilakukan, diketahui sebanyak 53,33% warga kurang memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan 13,33% warga tidak paham bagaimana mengolah sampah rumah tangga. Warga desa Kalipang sangat antusias dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Kesimpulan: Seluruh warga telah memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana cara mengolah serta memanfaatkan sampah rumah tangga
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Latar Belakang: Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilatarbelakangi oleh kesadaran dan perilaku masyarakat yang masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, perlu adanya kesadaran dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga. Dusun Krampyang, Desa Kalipang, Kec. Grogol, Kab. Kediri merupakan daerah yang memiliki masalah dalam mengelola sampah rumah tangga. Kurang pedulinya warga dalam mengelola sampah dan tidak adanya tempat pembuangan akhir mengakibatkan sering terjadi banjir dan longsor di beberapa titik di daerah tersebut. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga Dusun Krampyang memiliki kesadaran bahwa sangat penting mengelola sampah rumah tangga dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan menyediakan tempat pembuangan sampah. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya banjir dan longsor di Dusun tersebut. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan penyuluhan tentang jenis-jenis sampah rumah tangga, pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan penyediaan tempat pembuangan akhir. Dalam penyuluhan warga juga diminta untuk mengisi kuisioner sebelum dan sesudah pemaparan materi untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kesadaran warga. Hasil dari kegiatan menunjukkan sebelum penyuluhan, hanya 33,33% warga yang mengetahui jenis-jenis sampah rumah tangga dan hanya 53,33% warga yang memiliki kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Setelah penyuluhan, seluruh warga menjadi tahu jenis-jenis dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Kesimpulan: Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa warga Dusun Krampyang sangat antusias dan bertambah tingkat pemahaman serta kesadarannya terhadap pengelolaan sampah. Selain itu, perlu adanya kegiatan sosial seperti penyuluhan, pendampingan, maupun pemberian bantuan fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai dari pemerintah untuk mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungannya
Pendampingan Pengetahuan Proses Pembuangan Sampah yang Baik dan Benar
Latar Belakang: Sampai saat ini, paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah yakni mengumpulkan sampah kemudian diangkut dan dibuang. Andalan utama sebuah kota dalam menyelesaikan masalah sampahnya adalah pemusnahan dengan landfilling pada sebuah TPA. Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam proses pembuangan sampah yang benar sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu pendekatan personal, ceramah, tanya-jawab, menonton video bersama, dan praktik membuang sampah yang benar. Hasil: Secara keseluruhan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari Siswa-siswi, Wali kelas, dan Kepala sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018 bertempat pada SDN 3 Bawang Kecamatan Pesantren Kabupaten Kediri. Data yang diperoleh dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengabdian diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sikap yang awalnya tidak peduli dalam permasalahan sampah menjadi peduli terhadap permasalahan sampah dan berbanding lurus dengan peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pembinaan secara personal. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan sampah berbanding lurus dengan sikap yang baik dalam menangani sampah
Perencanaan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Bagian Penerimaan Pasien di Puskesmas dengan Metode ABK
Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan pada upaya kesehatan promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerja Puskesmas. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas harus didukung oleh tenaga kesehatan yang memadai. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk perencanaan kebutuhan sumber daya manusia pada petugas rekam medis di Puskesmas. Metode: Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah menggunakan deskriptif dengan observasi dan wawancara dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diperlukan penambahan jumlah petugas rekam medis untuk pelayanan kesehatan bagian pendaftaran di Puskesmas sebanyak 2 orang. Kesimpulan: Dari kegiatan ini menunjukkan bahwa puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya membutuhkan penambahan petugas rekam medis agar pelayanan kesehatan di Puskesmas berjalan lebih optima
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KUALITAS PELAYANAN BPJS TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA KOTA KEDIRI
Kepuasan pasien menjadi peran penting terhadap tingkat kualitas pelayanan BPJS sebab dengan tingkat kualitas pelayanan BPJS yang baik maka akan memberikan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui pengaruh Kepesertaan, Pelayanan, Pembiayaan terhadap kepuasan pasien serta mengetahui karakteristik pasien berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Kediri. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Kediri secara purposive sampling terhadap 300 responden dengan menggunakan variabel bebas kepesertaan, pelayanan BPJS, dan pembiayaan. Data diperoleh dengan menyebarkan secara langsung kuesioner dengan berinteraksi langsung kepada responden, kemudian hasil jawaban responden dari kuisioner yang disebarkan didistribusi skor dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepesertaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pelayanan BPJS berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00, pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,00. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kepesertaan, pelayanan dan pebiayaan di puskesmas kota Kediri berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien
Edukasi Penandaan Obat dan Resistensi Antibiotika kepada Kader Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Jenjang Sekolah Dasar
Latar Belakang: Penandaan obat yang meliputi nama generik, logo penggolongan obat, tanggal kadaluwarsa, dan nomor registrasi merupakan hal penting yang menunjukkan identitas obat serta dapat menjadi salah satu parameter untuk membantu menentukan apakah suatu obat masih layak pakai atau tidak. Tujuan: Pengetahuan ini dikenalkan sejak dini dengan tujuan untuk membiasakan anak – anak dapat memilih obat dengan penandaan yang jelas, dan secara tidak langsung terlibat dalam penjaminan mutu obat yang beredar di masyarakat. Selain permasalahan penandaan, anak-anak perlu juga dikenalkan pada cara penggunaan antibiotik yang benar karena dengan pemberian edukasi tentang resistensi antibiotika kepada anak-anak diharapkan dapat menanamkan bahaya penggunaan yang salah hingga mereka dewasa. Metode: Edukasi dilakukan dengan cara yang menarik, yaitu melalui media pembelajaran yang menarik secara visual, permainan, praktik langsung, dan sandiwara boneka. Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan kepada kader Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau dokter kecil SDIT Insan Permata pada tanggal 6 September 2019 bekerjasama dengan lembaga Rumah Zakat. Pemilihan kader UKS sebagai sasaran edukasi karena diharapkan mereka dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-teman sebayanya. Hasil: evaluasi menunjukkan bahwa para siswa kader UKS dapat menunjukkan nama generik, penggolongan, dan tanggal kadaluwarsa obat serta menentukan apakah suatu obat masih layak digunakan atau tidak berdasarkan tanggal kadaluwarsanya. Kesimpulan: Para siswa kader UKS juga mulai mengenal cara kerja dan penggunaan antibiotik yang benar
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFIKASI DIRI PASIEN PASCA STROKE: STUDI CROSS SECTIONAL DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI
Latar belakang: Stroke terjadi dengan tiba-tiba tetapi memberikan dampak jangka panjang seperti, kecacatan, masalah emosional, depresi dan juga perubahan dalam hubungan sosial. Disfungsi pada pasien stroke menimbulkan pengaruh secara psikologis maupun sosial pada pasien, seperti timbulnya perasaan rendah diri, perasaan tidak beruntung, perasaan ingin memperoleh kembali kemampuan yang menurun, perasaan berduka, cemas dan putus asa, dimana hal tersebut merupakan tanda dan gejala efikasi diri yang rendah. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi diri pasien pasca stroke di RSUD Gambiran Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 pasien stroke. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah efikasi diri pasien pasca stroke. Variabel bebas dalam penelitian ini berupa karakteristik pasien stroke dan dukungan keluarga. Analisis yang dilakukan berupa uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Variabel yang berhubungan dengan efikasi diri pasien pasca stroke (p<0.05) dalam penelitian ini adalah status perkawinan, jenis stroke, serangan stroke dan dukungan keluarga. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan  status perkawinan, jenis stroke, serangan stroke dan dukungan keluarga dengan efikasi diri. Perlu adanya penentuan variabel yang paling berpengaruh terhadap efikasi diri