Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    Kampung Sahajaâ€(Kelompok Masyarakat Pendukung Sadar Kesehatan Jiwa)

    No full text
     Latar Belakang: Gangguan jiwa di masyarakat dewasa ini cenderung meningkat Hasil Riskesdas(2018), menunjukkan adanya peningkatan proporsi gangguan jiwa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2013, yaitu naik dari 1,7 permil menjadi 7 permil. Di kelurahan singonegaran tercatat 28 ODGJ yang terpantau oleh puskesmas dan banyak maslah ODGJ yang sangat pelik terjadi di masyarakat.  Meskipun bukan masalah yang urgen namun gangguan jiwa perlu mendapatkan penanganan serius, Seseorang dengan gangguan jiwa akan kehilangan fungsi sosial, menjadi tidak produktif bahkan membahayakan bagi diri sendiri dan masyarakat.Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat  ini adalah  untuk memandirikan masyarakat dalam hal pengelolaan kesehatan jiwa di lingkunganya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan mei 2019 di Kelurahan singonegaran Kota Kediri dengan  melibatkan seluruh masyarakat RW. 8 dan RW,9  lingkungan Grogol. Metode: Metode pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan membentuk  “KAMPUNG SAHAJA†(kelompok masyarakat pendukung sadar kesehatan jiwa) anggotanya meliputi masyarakat RW 8 dan 9 kelurahan grogol singonegaran serta masyarakat yang berminat menjadi anggota, Pengurusnya adalah kader kesehatan jiwa di dukung oleh Team Kesehatan Jiwa Stikes ganesha Husada Kediri, Dinas Kesehatan Kota, dan puskesmas Pesantren II. Hasil: Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang klesehatan jiwa sebanyak 80,7%,  adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader jiwa dalam menangani masalah kejiwaan sebesar 86, 48% , adanya peningkatan ketrampilan ODGJ dan keluarga sebanyak  90, 21 %  dan adanya peningkatan pemantauan pasien dengan gangguan jiwa dalam hal pemantauan minum obat oleh kader, dan tenaga kesehatan sebesar  96%.  Kesimpulan: Kesimpulan dalam pelaksanaan pengabdian mastyarakat ini adalah adanya  kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penangan ODGJ di wilayah lingkungan Grogo; singonegaran. Adanya kesepakatan bersama untuk mendukung sadar sehat jiwa, organisasi yang siap menjadi penggerak masyarakat, kader kesehatan jiwa, pelatihan ketrampilan untuk ODGJ yang sudah membaik. Diharapkan melalui kampung Sahaja ini masyarakat mandiri pengelolaan kesehatan jiwa dapat berlangsung terus dan kegiatanya berkembang dari tahun ke tahun. Sehingga angka Gangguan jiwa bisa di tekan, penderita gangguan jiwa dapat lebih terkontrol dan dapat berdaya guna di lingkunganya serta produktif

    PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOL DARI DAUN SRIKAYA (Annona squamosal L) SERTA AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    No full text
    Latar Belakang : Asap rokok dan asap kendaraan bermotor dapat  menyebabkan pencemaran udara. Apabila berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan penyakit degenerative. Kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh dapat diatasi oleh antioksidan. Daun srikaya mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, glikosida, alkaloid, saponin, tanin. Tujuan: menetapkan kadar flavonoid dan fenol dari daun srikaya yang diekstrak serta aktivitas antioksidan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan screening fitokimia, penentuan kadar  flavonoid total dan uji aktifitas antioksidan daun srikaya dengan metode DPPH. Hasil: Daun srikaya 1 kg dengan pelarut etanol menghasilkan ekstrak dengan rendemen 29.312 g. Skrining fitokimia positif jika mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid dan tanin. Kadar senyawa fenolik dan flavonoid sebesar 1.43 μg GAE/mg dan 0.0317 μg QE/mg, sedangkan nilai IC50 sebesar 60.437 ppm. Kesimpulan: Penelitian ini  menunjukkan bahwa semakin besar kadar fenolik dan flavonoid total pada daun srikaya maka akan semakin tinggi aktivitas antioksidannya

    EDUKASI CARA PENGUKURAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA

    No full text
    Latar Belakang: Masalah stunting menjadi perhatian penting semua pihak di Pamekasan. Tahun 2018 tidak ditemukan kasus stunting di Desa Murtajih Pamekasan, namun tahun 2019 terdapat kasus 5 anak yang mengalami stunting. Stunting merupakan permasalahan status gizi dengan indikator tinggi badan yang tidak mencapai ukuran normal pada usianya. Kader menjadi salah satu penyebab kesalahan dalam perilaku pengukuran status gizi maupun dalam validitas pembacaan hasil pengukuran. Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan kader dalam pengukuran status gizi bayi dan balita. Metode: Metode yang digunakan yaitu observasi, penyuluhan, praktik pemberdayaan kader dan pengukuran pengetahuan serta keterampilan kader. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan pengetahuan kader yang signfikan dalam pengukuran status gizi pada bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan dan praktik pengukuran penimbangan berat badan dan tinggi badan (Sig = 0,001). Mayoritas kader mengalami peningkatan kemampuan (83,3%). Kesimpulan: Kesimpulan yang dapat dipetik yaitu semakin baik pengetahuan kader, maka semakin baik pemahamannya dalam menilai pertumbuhan bayi dan balita. Pengetahuan sangat penting dalam memberikan pengaruh terhadap sikap dan tingkah laku kader pada pelayanan Posyandu. Keaktifan kader dalam Posyandu dapat meningkatkan keterampilan

    Kiat Mengatasi Kecemasan Lansia Di Rumah Asuh Anak Dan Lansia Griya Asih

    No full text
    Latar Belakang: Kecemasan (Anxiety) adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Kecemasan dialami secara subjektif dan dikomunikasikan secara interpersonal Mitra pada program PKM ini adalah Lansia Di Rumah Asuh Anak Dan Lansia (RAAL) Griya Asih Lawang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Permasalahan yang ditemukan para lansia sering mengalami kesulitan untuk tidur, sering cemas, dan banyak yang pikun. Proses penuaan adalah siklus kehidupan yang ditandai dengan tahapan- tahapan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, yang ditandai dengan semakin rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.Tujuan: Program PKM Tentang Kecemasan Lansia Di Rumah Asuh Anak Dan Lansia Griya Asih Lawang untuk mengoptimalkan peran pengelola dalam upaya mensosialisasikan Gerakan Bahagia Menghadapi Masa Senja.  Metode: Tim pelaksana PKM melakukan penyuluhan tentang pemeriksaan kesehatan dasar kepada para pengasuh lansia, kiat-kiat mengatasi rasa cemas pada lansia, dan bagaimana menjalani kehidupan akhir dengan bahagia walaupun tidak ada sanak saudara yang mendampingi. Hasil : Adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan mitra dari hasil pretest = 61 (termasuk kategori cukup) dan hasil postest = 96 (termasuk kategori baik). Adanya penurunan rata-rata tingkat kecemasan lansia dari pretest= 80 dan hasil postest = 53. Kesimpulan : para lansia membutuhkan pendampingan baik dari tenaga pengasuh maupun penguatan dari diri sendiri. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan para lansia semuanya mengalami perubahan perilaku dari yang tadinya tertutup jadi mau bergaul, yang cemas lebih banyak tersenyum dan yang sukar tidur jadi nyenyak tidur sehingga tidak kesiangan lagi saat pagi

    Optimalisasi Kesehatan Melalui Kegiatan Kelas Ibu Hamil

    No full text
    Latar Belakang : Penyebab kematian tidak langsung pada ibu di Indonesia adalah “Empat Terlalu†dan “Tiga Terlambatâ€. Penyuluhan kesehatan bisa dilakukan untuk mencegah keadaan tersebut. Namun penyuluhan kesehatan pada ibu yang tidak terkoordinir menyebabkan petugas bidan atau kesehatan hanya menyampaikan pengetahuan saja, tidak ada rencana kerja, tidak ada pemantauan atau pembinaan secara berkesinambungan. Tujuan : Tujuan dari kelas ibu hamil  untuk membentuk kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu sampai dengan 38 minggu sehingga ibu bisa belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal dan berkesinambungan. Metode yang digunakan adalah dengan menyelenggarakan kelas ibu hamil di balai desa Wonotengah kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri. Kegiatan kelas ibu hamil ini meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, penyuluhan, sharing pengalaman, diskusi, senam hamil dan evaluasi. Hasil kegiatan yaitu pada kelompok ibu hamil trimester II dan trimester III sebagai berikut : Kehadiran ibu hamil 80% dan 75%, Kehadiran suami atau anggota keluarga 0% dan 22,2%, Keaktifan selama proses belajar 87,5% dan 75% pengetahuan baik terhadap materi yang diberikan 75% dan 77,8%, Sedangkan untuk pelaksanaan senam hamil, semua ibu pada kelompok trimester II dan trimester III 100% mengikuti senam hamil. Kesimpulan : ibu hamil 100 persen mengikuti kelas ibu hamil dengan baik, tetapi suami atau keluarga belum ada yang mau terlibat dalam kelas ibu hamil

    Instructional Leadership Berbasis Theory Planned Behavior dalam Peningkatan Motivasi Belajar Mahasiswa

    No full text
    Latar belakang:  Tugas perawat profesional adalah memberi pelayanan kesehatan asuhan keperawatan holistik secara paripurna, sehingga calon perawat perlu kemampuan akademik serta praktik yang baik untuk mencapai target lulus uji kompetensi. Namun pada awal pembelajaran perguruan tinggi, didapatkan rendahnya minat mahasiswa baru dalam menjadi perawat, kurang memahami kurikulum, dan stress adaptasi lingkungan baru sehingga menurukan motivasi belajar. Tujuan:  Mengetahui pengaruh Instructional Leadership dengan pendekatan Theory Planned Behavior (TPB) terhadap peningkatan motovasi belajar mahasiswa baru progam studi S1 Keperawatan. Metode: Kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimental dengan jenis one group pra post test, penerapan instructional leadership dilakukan oleh Kaprodi dengan penilaian motivasi belajar menggunakan kuisioner.  Desain pengambilan sampel total sampling yaitu sebanyak 63 mahasiswa baru. Hasil: Pada uji paired t-test didapatkan nilai signifikan p=0,000 pada motivasi belajar mahasiswa. Simpulan: Instructional Leadership dengan pendekatan TPB dapat peningkatan motovasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dapat diaplikasikan oleh Kaprodi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa

    GAMBARAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus novergicus Berkenhout 1769) AKIBAT ULKUS TRAUMATIK DENGAN PAPARAN EKSTRAK JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)

    No full text
    Latar belakang: Saat ini, berbagai bahan alam telah banyak diteliti dan dimanfaatkan sebagai pengobatan ulkus traumatik. Tujuan: untuk mengetahui gambaran berat badan tikus ulkus traumatik yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dimana untuk melihat gambaran berat badan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak jamur tiram. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan berat badan selama 14 hari pada kelompok 3 dari 220 gram menjadi 229 gram sedangkan pada kelompok 4 dari berat awalnya 221 gram menjadi 229 gram, sedangkan pada kelompok 1 tidak telalu ada perubahan dari berat awalnya 220 menjadi 221 gram jika dibandingkan dengan kelompok 1 yang mengalami penurunan berat dari berat awalnya adalah 222 gram menjadi 210 gram. Simpulan dan saran: Simpulan dalam penelitian ini bahwa berat bedan tikus ulser yang tidak diberikan paparan ekstrak akan mengalami penurunan sedangkan tikus ulser yang diberikan paparan ekstrak akan mengalami peningkatan berat badan dan Saran dalam penelitian ini agar dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap keadaan fisiologis tubuh dan pelu ditindak lanjuti lagi hubungan ulser traumatik dengan berat badan

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting Takakura

    No full text
    Latar Belakang: Laju produksi sampah tidak sebanding dengan proses pengelolaannya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Desa Sidomulyo, sebagian besar masyarakat masih kurang mengetahui bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sehingga dalam hal pengelolaannya, masih dengan cara dibakar di tempat terbuka, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura, beserta nilai ekonomisnya. Metode: Kegiatan pengelolaan sampah ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan demonstrasi proses komposting Takakura di layar proyektor, dan praktik langsung mengenai bahaya sampah dan cara menangani sampah baik sampah organik maupun anorganik. Hasil: Hasil dari kegiatan ini baik (80%), yaitu didapat adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai cara mengelola sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberdayakan masyarakat Desa Sidomulyo untuk mengelolah sampah organik dan anorganik yang dihasilkan dari rumah tangga menjadi kompos dengan metode komposing takakura dan juga pengelolaan sampah plastik menjadi BBM. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (90%), hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang yang aktif bertanya dan memberikan feedback. Pada sesi terakhir, masyarakat mampu dan berhasil melakukan praktik secara langsung, tentang bagaimana mengelola sampah rumah tangga dengan metode Takakura. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini efektif meningkatkan pengetahuan warga Desa Sidomulyo tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan cara sederhana, yaitu metode komposting Takakura

    Penyuluhan Hipertensi, Pengecekan Tekanan Darah, Kadar Gula Dalam Darah, Kolesterol Serta Asam Urat

    No full text
    Latar Belakang: Semakin bertambahnya usia seseorang diikuti semakin banyak penyakit yang diderita lansia salah satunya adalah Hipertensi yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Dapat dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistole seseorang menetap pada 140 mmHg atau lebih,nilai tekanan darah yang dianggap ideal berkisar 115/5 mmHg. Hipertensi akan menjadi masalah yang serius bila tidak ditangani sedini mungkin,bahaya hipertensi bila tidak segera ditangani dengan baik akan menimbulkan penyakit jantung,stroke,gangguan ginjal dan gangguan penglihatan. Penyakit hipertensi sendiri bisa dicegah dengan mengatur pola makan, gaya hidup yang benar, hindari kopi, hindari merokok, hindari minum beralkohol, mengurangi konsumsi garam yang berlebihan olah raga teratur Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang proses hipertensi pada lansia yang ada di desa Wonosari Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan hipertensi dan pengecekan tekanan darah, kadar gula dalam darah, kolesterol serta asam urat. Narasumber dalam kegiatan ini adalah tim dosen Prodi SI Keperawatan dan DIII Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan lansia di desa wonosari kecamatan grogol kabupaten kediri sudah sadar akan pemeriksaan pemeriksaan yang berkaitan dengan hipertensi hal ini terlihat dari skor pre test menunjukan angka 65% dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebanyak 98%. Kesimpulan: Dari hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa penegetahuan lansia di desa wonoasri tentang hipertensi mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan

    DETERMINAN MASALAH GIZI KURANG (STATUS KURANG ENERGI KRONIS) PADA IBU MENYUSUI BERDASARKAN ASPEK INDIVIDU DAN RUMAH TANGGA DI KOTA KEDIRI

    No full text
    Latar belakang: Kurang energi kronis (KEK) pada ibu menyusui masih dijumpai dan berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK perlu diketahui sebagai dasar penyusunan program penurunan KEK. Tujuan: Menganalisis faktor determinan masalah gizi kurang pada ibu menyusui di Kota Kediri. Metode: Penelitian dilakukan di Kota Kediri menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 63 sampel yang diambil dengan teknik purposive. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status KEK dan variabel independen adalah usia, pendidikan, pekerjaan, frekuensi makan, frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat, dan protein, kejadian infeksi, besar keluarga dan status ekonomi keluarga. Anailis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Prevalensi KEK adalah 34.9%. KEK banyak ditemukan pada sampel yang berusia ≥29.5 tahun (38.7%), pendidikan > SMP (40%), bekerja (35.7%), tidak mengalami infeksi (40.5%), besar keluarga tergolong kecil (36.8%), status ekonomi kurang (38.6%), mempunyai kebiasaan makan ≥ 3x/hari (38%), frekuensi konsumsi pangan sumber protein jarang (42.3%), dan frekuensi konsumsi pangan sumber karbohidrat jarang (42.9%). Simpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara aspek individu dan rumah tangga dengan kejadian KEK pada ibu menyusui di Kota Kediri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis konsumsi pangan secara kuantitatif

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇