Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dusun Puluhan Kidul, Srandakan, Bantul melalui Pelatihan Pembuatan Agar-Agar Kering Jamu dan Agar-Agar Kering Sari Buah
Latar Belakang : Dusun Puluhan Kidul, Trimurti, Srandakan, Bantul mempunyai potensi alam berupa banyaknya tanaman pertanian dengan jenis empon-empon dan banyaknya tanaman buah yang ditanam di pekarangan rumh warga. Adanya potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan yang bernilai ekonomis lebih tinggi daripada dijual mentah. Salah satu usaha yang sudah dilakukan oleh kelompok wanita tani di dusun Puluhan Kidul adalah pembuatan jamu instan. Untuk mendukung produk tersebut dan meningkatkan tingkat pendapatan anggota kelompok maka dibuatlah varian produk yang lain yaitu agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah. Tujuan : pengabdian masyarakat ini untuk memberikan inovasi baru pengolahan jamu dan sari buah menjadi sediaan agar-agar kering, sehingga diharapkan sediaan yang dihasilkan mempunyai nilai jual lebih tinggi dan lebih tahan lama dalam penyimpanan. Metode : kegiatan pengabdian tersebut dilakukan melalui penyuluhan tanaman obat tradisional, pelatihan pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah, pelatihan pengemasan agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah serta pemberian hibah alat-alat produksi sediaan tersebut. Hasil : diketahui cara pembuatan agar-agar kering jamu dan agar-agar sari buah yang dapat diproduksi massal sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi anggota kelompok wanita tani dan warga dusun Puluhan Kidul pada umumnya. Kesimpulan : Warga Dusun Puluhan Kidul memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pengolahan empon-empon dan buah menjadi produk agar-agar kering jamu dan agar-agar kering sari buah
HUBUNGAN ANTARA AKUMULASI LOGAM DENGAN KADAR P53 PADA TEKNISI GIGI
Latar belakang: Teknisi gigi tidak dapat terhindar dari paparan berbagai agen fisik, kimia, dan biologis yang berasal dari lingkungan kerja. Paparan pada teknisi gigi dapat berupa debu atau asap yang berasal dari grinding saat pengolahan bahan restorasi gigi. Pada penelitian Haryani dkk, 2014 dilaporkan terdapat konsentrasi logam kobalt, nikel, kromium yang tinggi pada darah teknisi gigi di Surabaya yaitu kadar kobalt 27 µg/L, nikel 37 µg/L, dan kromium 117 µg/L. Paparan logam dapat menyebabkan terbentuknya Reaktive Oxygen Species (ROS) dan menyebabkan terjadinya kerusakan DNA. Kerusakan khas yang terjadi pada P53 terjadi mutasi Guanine. Salah satu peran P53 yaitu untuk proses perbaikan DNA. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan antara akumulasi logam dengan kadar P53 pada teknisi gigi. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 yang diambil secara acak. Data diambil melalui wawancara dan observasi. P53 diperiksa dari saliva dengan metodeindirect ELISA. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05 (tingkat kepercayaan 95%).  Hasil:Tidak ada hubungan signifikan antara akumulasi logam dan P53 pada teknisi gigi. Simpulan dan saran: terdapat korelasi positif namun hubungan tersebut tidak signifikan antara lama bekerja dengan kadar P53 pada teknisi gigi
Pemberdayaan Pemahaman Masyarakat dalam Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Dan Antibiotik Dengan Benar Melalui Penyuluhan Dalam Rangka Manajemen Kesehatan Keluarga Pemberdayaan Pemahaman Masyarakat dalam Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Dan Antibiotik Dengan Benar Melalui Penyuluhan Dalam Rangka Manajemen Kesehatan Keluarga
Masyarakat Indonesia saat ini sudah terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak negatif. dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masayarakat tentang tata cara penggunaan obat dan cara penggunaan antibiotik dengan bijak. Metode dalam kegiatan ini adalah prospektif eksperimental yaitu observasi (pre test), pemberian perlakuan melalui intervensi penyuluhan dan mengukur tingkat pemahaman responden (post test) secara total sampling. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pre-test pengetahuan penggunaan obat diperoleh score sebesar 57,96±7,61 dan pada pre test penggunaan antibiotik dengan bijak sebesar 47,26±9,39. Hasil score post-test untuk pengetahuan cara penggunaan obat sebesar 89,43±2,52 dan score post-test penggunaan antibiotik dengan bijak sebesar 84,11±6,44. Berdasarkan hasil diatas menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada responden sebesar 31,47±2,52 pada penyuluhan pengetahuan cara penggunaan obat dan 36,84±2,95 pada cara penggunaan antibiotik dengan bijak
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI PENINGGALAN SEJARAH MONUMEN dr SOETOMO SEBAGAI DESTINASI WISATA EDUKASI DAN SEJARAH NASIONAL
Kota Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian.Selain itu nganjuk juga mempuyai banyak destinasi wisata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas seperti air terjun sedudo,air merambat roro kuning,Gua Margotresno dan wisata sejarah yaitu Monumen dr Soetomo. Salah satu bentuk monumen yang ada di Nganjuk adalah monumen dr.Soetomo. dr.Soetomo merupakan salah satu pahlawan Pergerakan Nasional pendiri organisasi Boedi Oetomo yang asli berasal dari Nganjuk. Untuk menghormati beliau dibangunlah sebuah monumen sebagai saksi sejarah tentang keberadaan dan kepahlawanannya dalam membela Nusa dan Bangsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga peninggalan sejarah nasional sebagai salah satu upaya menghormati jasa-jasa para pahlawan pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat adalah Metode Partisipatif, yaitu Pendekatan yang berorientasi kepada upaya peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh elemen secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan pengabdian. Dari uraian latar belakang diatas maka hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu masyarakat sudah mulai memahami dan merasa memilki atas keberadaan monument dr.Soetomo sehingga rasa untuk menjaga dan membersihkan peninggalan sejarah tersebut semakin tinggi dengan dibuktikan semakin indah dan bersih monument dr.Soetomo. Dari uraian diatas bisa diambil kesimpulan bahwa menjaga dan memelihara peninggalan sejarah merupakan salah satu upaya dalam menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah memberikan semuanya mulai dari tenaga,pemikiran materi demi masyarakat Indonesia seluruhnya
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNTINYUAT
Background: leprosy transmission is still a public health problem. In several regions in Indonesia the leprosy prevalence rate was still high and the problems caused were complex. Indramayu Regency was classified as a high endemic area of leprosy. This could be seen from the prevalence rate which reached 1.6 per 10,000 population. Data from the Indramayu Regency Health Office showed that in 2017 there were 257 cases of leprosy. Objective: the purpose of this study was to analyze the risk factors for leprosy in the working area of the Juntinyuat Health Center. Methods: this study applied observational analytic study with a case control approach. The number of samples was 60 consisting of 30 cases and 30 controls. The sampling technique was carried out with total sampling that fulfilled the sampling criteria, while the control sample was taken by accidental sampling. The data was processed using the chi-square test. Results: the contact history study (OR = 38.5; CI95%, 7.415-199.8 p = 0.000), occupancy density (OR = 3.50 95% CI, 1.112-11.017 p = 0.028), and personal hygiene (OR = 3.14; 95% CI, 1.066-9.267 p = 0.035). Conclusion: Â Therefore, in can be concluded that contact history, occupancy density, and personal hygiene were risk factors for leprosy in the working area of Juntinyuat Health Center
PENGARUH EKSTRAK TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang diduga mengandung senyawa glikoalkaloid berupa solasodin yang diduga dapat menurunkan kualitas spermatozoa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak terung ungu (Solanum melongena L.) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa secara in vitro. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test control group design ini menggunakan sampel semen yang diperoleh dari pria sehat usia 25-35 th berjumlah 10 orang dengan kriteria jumlah sperma minimal 20 juta/ml dan volume semen minimal 2 ml yang dibagi menjadi 4 kelompok, KK (kelompok kontrol), KP1 (ekstrak terung ungu 2%), KP2 (ekstrak terung ungu 4%) dan KP3 (ekstrak terung ungu 8%). Pemeriksaan motilitas dan viabilitas spermatozoa diperiksa menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x. Hasil: penelitian ini didapat rerata motilitas spermatozoa KK=82,16; KP1=39,33; KP2=23,83; K-P3=7,16 dan rerata viabiltas spermatozoa KK=79,50; KP1=26,83; KP2=15,67; KP3=9,00. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova, hasilnya terdapat perbedaan kualitas spermatozoa antar berbagai kelompok (p<0,05), kemudian data dianalisis dengan uji Post Hoc menunjukan ada perbedaan signifikan antar kelompok(p<0,05). Kesimpulan: Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak terung ungu dapat menurunkan motilitas dan viabilitas spermatozoa
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI TOPIKAL MIKROEMULSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus
Latar belakang : Biji pepaya mengandung senyawa alkaloid karpain dan flavonoid quersetin yang berperan sebagai antibakteri. Dalam penelitian ini, mikroemulsi digunakan sebagai sistem penghantaran secara topikal, karena ukuran partikelnya kecil, dapat meningkatkan penetrasi obat, dan bersifat stabil secara termodinamika. Tujuan : mengetahui formula terbaik untuk menghasilkan aktivitas antibakteri pada staphylococcus aureus Metode : Mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan sistem M/A dibuat dengan perbandingan konsentrasi surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (Propilenglikol) yaitu 7:1, 8:1 dan 9:1. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan 8:1 merupakan formula yang terbaik dilihat dari karakteristiknya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Data aktivitas antibakteri dianalisis dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%dan jika signifikansi p < 0,05 dilanjutkan dengan LSD. Simpulan dan saran : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroemulsi ekstrak biji pepayamemiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata daya hambat formula 7:1 mm (7,87 mm), 8:1 (8,80 mm), dan 9:1 (6,80 mm), kontrol positif (22,00 mm), dan kontrol negatif (0 mm). Â Perlu dilakukan analisa kandungan senyawa terpurifikasi pada ekstrak biji pepaya yang berperan sebagai antibakteri
EFIKASI FORTIFIKASI SEBAGAI DETERMINAN ANEMIA KEHAMILAN DENGAN BISKUIT SWEET POTATO ( Ipomoea batatas L.)
Latar belakang: Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar Hb seseorang. Ibu hamil dikatakan mengalami anemia jika kadar Hb <110 g/l selama masa kehamilan. Dampak anemia bagi ibu hamil dapat menimbulkan komplikasi yang signifikan pada ibu hamil dan janin. Kadar hemoglobin yang rendah tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif pada ibu. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin selain suplementasi dan peningkatan pengetahuan, yaitu dengan pemanfaatan tanaman lokal sumber zat besi. Salah satu tanaman lokal sumber zat besi adalah ubi jalar ungu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biskuit sweet potato (ipomoea batatas l.) terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experiment. Populasi penelitian ini sebanyak 10 responden. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: didapatkan nilai signifikansi α < 0,05 yaitu nilai α adalah 0,007. Kesimpulan: terdapat pengaruh biskuit ubi jalar terhadap peningkatan kadar Hb
ACTIVITY TEST OF ALOE VERA PEEL EXTRACT (ALOE VERA) GEL WITH RABBIT’S (Orycctolagus Cuniculus) COMBUSTIO (MINOR BURNS)
Background: Aloe vera skin plants contain lots of flavonoids, tannins, saponins, polyphenols and steroids. Aloe vera is known to be efficacious as boils, bruised skin, chapped, blisters, hair loss, hemorrhoids, sore throat and can treat conbustio. Sticky material found in the of aloe vera peel can prevent infection in burns. Sticky material found in the skin of aloe vera can prevent infection in combustio. In the past, the use of aloe vera peel as a medicine for combustio is by applying a slimy leaf to the wound until the mucus covers the entire wound.  Aloe vera peel to heal combustio can be facilitated by making dosage forms such as gel. Gel is usually used as a drug for the topical . Objectives This study aims to determine the effect of aloe vera peel extract gel on healing combustio (minor burn) in rabbits. Methods This research is an experimental laboratory study, tested on rabbit combustio(minor burn). Results:   Healing combustio formulation of aloe vera peel extract 5% as much as 90%, the formulation of aloe vera extract 10% as much as 93.3% and the formulation of aloe vera peel extract 15% as much as 86.7%. Conclusions and suggestions: :  Aloe vera peel extract gel formulation with 5%, 10% and 15% concentration can accelerate the drying of combustio (minor burns). It is recommended to test with other dosage forms such as ointments, lotion or creams
PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS KESEHATAN HAJI
Latar belakang: Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya sebagai penyedia kesehatan haji embarkasi memiliki tugas menangani jemaah haji risiko tinggi seperti untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan yang baik untuk para jemaah di bidang kesehatan, maka rekaman yang diperlukan dan melaporkan secara efektif dan efisien kegiatan pengawasan kesehatan haji embarkasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan lengkap. Tujuan: mengembangkan data base sistem surveilans kesehatan haji embarkasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya Metode: penelitian action reseach dalam bentuk pengembangan sistem. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap : analisis sistem surveilans kesehatan haji embarkasi, pengembangan database dan pengujian lebih lanjut dan evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil mengungkapkan bahwa masalah dalam sistem pengawasan kesehatan haji di komponen proses, yaitu proses entri dan data rekap. Merekam data berulang (redudancy) dan perbedaan persepsi petugas dalam pengolahan data sehingga informasi yang dihasilkan menjadi kurang valid dan pelaporan menjadi kurang efektif dan efisien. Simpulan dan saran: dari hasil pengujian database yang telah dikembangkan memberikan kemudahan entri data, pengolahan data dan dapat memberikan data yang cepat, akurat dan lengkap