Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    PENENTUAN PARAMETER KINETIK ENZIM XANTIN OKSIDASE TERINHIBISI EKSTRAK SELEDRI BERDASARKAN METODE GRAFIK LINEWEAVER-BURK DAN LANGMUIR

    No full text
    Latar belakang: Seledri merupakan tanaman obat yang diketahui mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase yang berperan dalam pembentukan asam urat. Prevalensi penyakit asam urat (gout) yang tinggi di Indonesia, yaitu 1,6-13,6% per seribu penduduk membuat penelitian tentang sifat penghambatan terbentuknya produk asam urat dalam tubuh sangat diperlukan. Tujuan: mengetahui nilai parameter kinetik enzim xantin oksidase dengan adanya penambahan ekstrak seledri. Metode: Ekstrak seledri dari daun dan batang diperoleh menggunakan metode soxhletasi dan pelarut hidroetanol. Penentuan parameter kinetik enzim dilakukan dengan metode grafik linear Lineweaver-Burk dan Langmuir. Hasil: Ekstrak hidroetanol daun seledri menunjukkan inhibisi terbaik sebesar 86.86% (konsentrasi 30%) dan ekstrak hidroetanol batang seledri menunjukkan inhibisi terbaik sebesar 87.71% (konsentrasi 40%). Penambahan ekstrak daun seledri pada enzim memberikan nilai Km sebesar 27.74 ppm dan Vmaks sebesar 3,55 U/mL pada metode grafik Lineweaver-Burk, sedangkan pada metode grafik Langmuir nilai Km mencapai 327.66 ppm dan Vmax sebesar 6.45 U/mL. Penambahan ekstrak batang seledri menghasilkan nilai Km sebesar 145.24 ppm dan Vmax sebesar 4,55 U/mL pada metode grafik Lineweaver-Burk, sementara pada metode grafik Langmuir nilai Km sebesar 321,09 ppm dan Vmaks sebesar 5.21 U/mL. Kesimpulan: Metode grafik Langmuir lebih sesuai digunakan untuk penentuan parameter kinetik dalam inhibisi enzim xantin oksidase oleh ekstrak seledri

    Pengaruh Ekstrak Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-SinensisL.) terhadap Jumlah Sel fibroblast dan Angiogenesis pada Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi Tikus Putih (RattusNorvegicus)

    No full text
    Latar belakangProses proliferasi ditandai dengan terbentuknya fibroblast dan angiogenesis. Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk mempercepat penyembuhan luka adalah  Kembang Sepatu. Tujuan penelitian ini untuk melihat jumlah fibroblast dan  angiogenesis pasca pencabutan gigi yang diberi ekstrak Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.). Metode penelitian dilakukan pada 52 tikus putih jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yakni kelompok  kontrol (CMC) dan kelompok perlakuan (ekstrak mahkota Kembang Sepatu 25%, 50%,100%). Sebanyak 28 tikus dikorbankan pada hari ketiga, dan 24 tikus pada hari kelima, selanjutnya jaringan soket diambil dan diproses secara histologis dengan pewarnaan HE untuk mengamati jumlah fibroblast dan angiogenesis. Hasil analisis data dengan uji Annova  didapatkan pada hari ke-3 p<0.05  dan hari ke-5 p<0,05 artinya ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan perlakuan   Kesimpulan:  jumlah fibroblast dan angiogenesis pada kelompok perlakuan lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol

    IDENTIFICATION OF BREATHING FREQUENCY IN PREDICTING MORTALITY OF HEAD INJURY PATIENTS

    No full text
    Background : Head injury was the highest prevalence of trauma and was one of the main causes of death and disability. Head injury patients often experience increased respiratory rate. Head injury patients with fast respiratory rate had a worse prognosis. The occurrence of hyperventilation could be caused by intracranial disorders. Hyperventilation that occurs due to increased intracranial pressure on head injury could be fatal. A poor prognosis in head injury patients can also occur when the respiratory rate is less than 10 times per minute due to decreased perfusion to the brain and decreased oxygenation (Oertel, et al, 2002). Objective :  This study aim to determine whether the respiratory rate can predict the mortality of head injury patients. Methods : The research design used was cross sectional. The sampling technique used was accidental sampling with a total sample of 30 respondents. The measuring instrument used was an observation sheet. Result : The results of the analysis using the Spearman rho test showed a significance value of 0,000, which means there is a relationship between respiratory rate and mortality of head injury patients. Head injury patients who experience increased respiratory rate, then the mortality will increase. Conclusion : Based on the explanation above, can be concluded that the respiratory rate can be used to predict the mortality of head injury patients

    PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI POSYANDU REMAJA DI DESA KRECEK KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Kemajuan teknologi di dunia sangat begitu pesat termasuk di Indonesia, dengan perkembangan teknologi yang pesat maka  berkembang juga permasalahan remaja di Indonesia. Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Tujuan Kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja, serta pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan reprodukasi, mempercepat upaya perbaikan gizi remaja serta menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat. Metode yang dipakai meliputi survey untuk mendata jumlah sasaran remaja dan tentang data kenakalan remaja, Musyawarah Mufakat Desa (MMD), pelatihan kader posyandu tentang cara melaksanakan posyandu remaja, pemeriksaan remaja dan pembentukan posyandu remaja. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1-20 Juni 2019. Hasilnya didapatkan jumlah remaja di Desa Krecek  ada 852 remaja dengan sampel yang diambil 92 remaja yang aktif di kegiatan karang taruna. Dari tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi  63 remaja pengetahuannya baik dan 28 remaja pengetahuannya kurang. Tentang kenakalan remaja, yang pernah melakukan kenakalan remaja ada 74 remaja yang tidak melakukan kenakalan remaja 17  remaja dan yang hamil diluar nikah ada 3 remaja. Pada kegiatan MMD disepakati untuk pembetukan posyandu remaja yang dapat digunakan sebagai wadah para remaja untuk menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat, meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, meningkatkan gizi para remaja, mengurangi kejadian kenakalan pada remaja di desa Krecek Kecamatan Badas Kabupaten Kediri

    Peningkatan Pengetahuan Bahaya dan Deteksi Bahan Kimia Berbahaya Pada Bahan Makanan

    No full text
    Latar Belakang: Bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih merupakan bahan kimia yang banyak digunakan dalam pengawetan bahan pangan yang dilakukan oleh oknum pedang curang karena harganya murah serta dapat meningkatkan keuntungan dari penjualan. Adanya hal tersebut pelu adanya sosialisisi kepada masyarakat mengenai bahaya dari bahan kimia tersebut dan cara identifikasi sederhana dengan menggunakan kunyit, kulit buah naga, dan betadin. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan mengetahui cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya secara sedehana. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian di Desa Puhsarang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yaitu menggunakan tiga metode yaitu: metode ceramah, tanya jawab aktif dan diskusi, serta praktik langsung tentang cara deteksi bahan kimia berbahaya. Hasil dan Kesimpulan: Masyarakat mengetahui bahaya dari bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih serta cara deteksi secara sederhana. Selama proses kegiatan berlangsung mulai dari penyampaian tujuan dan peragaan sampai dengan mempraktikkan cara deteksi bahan kimia berbahaya secara sederhana, peserta sangat antusias melaksanakannya. Hal tersebut terlihat banyaknya pertanyaan dari para peserta saat penyampaian materi hingga parktik secara mandiri. Berdasarkan hasil kuisioner tentang bahaya boraks, formalin, dan pemutih serta cara deteksi sederhana menunjukkan peningkatan yang signifikat sebesar 100% bila dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan sosialisasi cara deteksi sederhana bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih berhasil terlaksana dengan baik. Â

    INHIBITION TEST OF CUCUMBER’S WATER (Cucumis Sativus L) ON THE GROWTH STHAPYLOCOCCUS AUREUS BACTERIA WITH DISK CAKRAM METHOD

    No full text
    Backgrund : Staphylococous aureus infection can cause serious and life-threatening illness if it enters the bloodstream, for example meningitis, endocarditis, and species. Staphylococcus aureus is a very serious problem because of the increased resistance of these bacteria to various types of antibiotics, due to their  inappropriate use. So we need a natural alternative therapy as an antibiotic using cucumber juice. Objectives : The study aims to determine the inhibition of cucumber juice at various concentrations on the growth of Sthapylococcus Aureus. Methods  : Test method for antibacterial inhibition using concentrations of 40%, 60%,80% and using positive control and negative control. Results :   in general cucumber juice have moderate inhibitory ability on the growth of Staphylococcus aureus bacteria, and the most effective concentration is 80%. Conclusions and suggestions : Systemic infection of Staphylococcus aureus cannot be described with the profile of this study, need another research profile that can explain it

    TRANSFER ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PERTOLONGAN KEGAWATDARURATAN PADA TATANAN KELUARGA

    No full text
    Keadaan jantung berhenti berdenyut merupakan salah satu keadaan kegawatdaruratan. Kasus henti jantung sering terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Kondisi ini sering terjadi di lingkungan luar rumah sakit atau disebut OHCA (Out of Hospital Cardiac Arrest). Kematian akan terjadi dalam beberapa menit jika tidak segera ditolong. Di Amerika serikat kasus henti jantung ini menyebabkan 90 % kematian (AHA, 2020). Di Indonesia sampai saat ini belum ada data statistik mengenai kasus henti jantung. Bantuan hidup dasar yang dilakukan untuk pertolongan kasus henti jantung adalah resusitasi jantung paru. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan tehnologi dalam pertolongan kegawatdaruratan henti jantung pada tatanan keluarga. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh dari 43 anggota keluarga, pengetahuan keluarga paling banyak masih kurang yaitu 31 orang anggota keluarga (72,09%) dan setelah pemaparan materi pengetahuannya meningkat yang paling banyak dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 23 orang anggota keluarga (53,49%). Pada awalnya saat latihan penanganan kegawatdaruratan ada beberapa peserta yang tidak ikut mencoba cara penanganan kegawatdaruratan karena takut, namun banyak juga peserta yang sangat antusias untuk mencoba melakukan penanganan kegawatdaruratan. Bagi keluarga disarankan agar senantiasa mengenali secara dini tanda dan gejala henti jantung karena bisa terjadi dimana saja dan kapan saja karena henti jantung dapat dialami diberbagai tingkat usia. Dengan kemampuan mengidentifikasi secara dini diharapkan ada penolong yang siaga untuk memberikan bantuan hidup dasar yaitu resusitasi jantung paru oleh orang awam

    PERBEDAAN KADAR KADMIUM (CD) DALAM DARAH DAN TEKANAN DARAH PADA PENGELAS DAN NON PENGELAS DI PT. X SURABAYA

    No full text
    Kadmium (Cd) merupakan logam karsinogenik yang termasuk dalam logam pencemar udara. Salah satu proses industri yang menghasilkan kadmium (Cd) adalah proses pengelasan. Berdasarkan hasil pengukuran kadar kadmium (Cd) di udara bengkel las PT. X menunjukkan nilai yang melebihi Nilai Ambang Batas yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah dan tekanan darah pengelas dan non pengelas di PT. X. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah observasional-analitik dengan desain penelitian  studi potong lintang. Subyek penelitian adalah pengelas dan non pengelas yang berjumlah 24 orang. Penentuan sample dilakukan dengan cara simple random sampling. Analisis perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah dan tekanan darah pengelas dan non pengelas menggunakan uji statistik Independent t-test dan Mann Whitney. Terdapat perbedaan kadar kadmium (Cd) dalam darah pengelas dan non pengelas di PT. X menggunakan uji statistik Independent t-test dengan nilai p=0,001<0,05. Sedangkan tekanan darah pada pengelas dan non pengelas di PT. X tidak terdapat perbedaan, menggunakan uji statistik Mann Whitney dengan nilai p=0,763>0,05. Disarankan untuk melakukan biological monitoring kadar kadmium (Cd) di udara dan kadar kadmiuim darah (Cd), melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar dan peningkatan pengetahuan pekerja terkait kadmium

    OPTIMALISASI KUNJUNGAN POSYANDU BALITA MELALUI PROGRAM INOVASI “CORONG POSYANDUâ€

    No full text
    Latar belakang: Pemantauan status gizi pada balita dilakukan dengan memanfaatkan data hasil penimbangan posyandu setiap bulan berdasarkan indikator SKDN, dimana (S): sasaran balita di suatu wilayah, (K): balita yang memiliki KMS, (D): balita yang ditimbang berat badannya, (N): balita yang ditimbang dan naik berat badannya. Salah satu indikator SKDN di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri yang tidak tercapai adalah indikator D/S yang menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan di posyandu . Hasil indikator D/S pada bulan Januari – Juni 2019 berturut-turut adalah 63,3%, 74,3%, 62,7%, 64,8%, 72,5%, 68,6% dengan rerata 67,7%. Tujuan: mengoptimalkan kunjungan posyandu balita melalui program inovasi “corong posyanduâ€. Metode: survei pendataan jumlah sasaran balita, kerjasama lintas sektor serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai program inovasi “corong posyanduâ€, jadwal dan pentingnya mengikuti posyandu melalui kegiatan PKK, kegiatan arisan dan kegiatan keagamaan di desa.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Juli – Desember 2019. Hasil: terdapat peningkatan jumlah kunjungan posyandu balita dari bulan Juli – Desember 2019 dengan rerata 84,7%.  Dalam waktu 6 bulan pelaksanaan program inovasi â€corong posyandu†dapat menaikkan 17% jumlah kunjungan ke posyandu balita. Kesimpulan: program inovasi “corong posyandu†dapat meningkatkan partisipasi mayarakat untuk kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita

    BANK SAMPAH PENGUAT KESEHATAN DAN EKONOMI KELUARGA

    No full text
    Bank sampah merupakan kegiatan positif dalam pengelolaan sampah sehingga sampah mempunyai nilai ekonomis. Hadirnya bank sampah memerlukan partisipasi masyarakat agar tujuan dari bank sampah terwujud, yaitu terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan menambah penghasilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi warga masyarakat di Dusun Klodran Desa Sidomulyo untuk menjadi anggota bank sampah. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan parsipatoris, dengan metode ceramah dan diskusi. Tahapan pelaksanaan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi. FGD dilakukan sebagai wadah sharing antara para pengelola bank sampah dengan warga sekitar, mengenai keberadaan, kendala pengelolaan, dan bagaimana mengembangan bank sampah. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat adanya bank sampah “Mulia†di Dusun Klodran, agar partisipasi masyarakat menjadi anggota bank sampah meningkat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil, dengan hasil yang optimal. Dalam kurun waktu selama 1 bulan keanggotaan bank sampah “Mulia†bertambah sebanyak 20 anggota. Aktivitas di bank sampah “Mulia†semakin maksimal. Setiap minggunya ada pembelian (penyetoran) dari warga, dan pada akhir bulan bank sampah melakukan penjualan sampah kepada pengepul. Jumlah tabungan bank sampah setiap warga semakin banyak. Antusiasme pengurus juga meningkat, dengan semakin banyaknya anggota bank sampah menjadikan semangat untuk mengelola bank sampah semakin baik. Lingkungan di Dusun Klodran menjadi lebih bersih, sampah – sampah seperti botol plastik tidak ada lagi dijalanan, dikarenakan warga mengumpulkan  sampah –sampah tersebut  untuk ditabung di bank sampah

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇