Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Kosmetik yang Aman dan Notifikasi Kosmetik
Latar Belakang: Kosmetik merupakan sediaan topikal yang ditujukan untuk memelihara atau memperbaiki penampilan, salah satunya adalah lipstik. Tujuan: Memberikan pengetahuan tentang notifikasi kosmetik, cara penyimpanan yang baik dan usia guna kosmetik. Metode : Pendekatan personal melalui kegiatan penyuluhan dan pengukuran kefahaman peserta melalui pemberian kuisioner. Hasil : 71% peserta tidak mengetahui bahwa dalam kosmetik (khususnya lipstik) dapat mengandung bahan yang berbahaya, sebanyak 86% peserta tidak mengetahui tentang notifikasi kosmetik dan 86% tidak mengetahui usia guna dari lipstik. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman dari peserta penyuluhan yaitu pemahaman akan bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik meningkat sebesar 81%, pemahaman akan notifikasi kosmetik yaitu 86% dan pemahaman terhadap usia guna kosmetik sebesar 86%. Kesimpulan : Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta akan bahan berbahaya, notifikasi dan usia guna kosmetik (lipstick)
Penguatan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Melalui Perumusan Konsep Media Placement Dan Pemanfaatan Media Sosial Untuk Meningkatkan Pariwisata
Media online memiliki keunggulan yang berbeda-beda bagi masyarakat, salah satunya adalah menyadarkan masyarakat akan produk/layanan kita. Pesan publisitas di media sosial membutuhkan kreativitas tingkat tinggi, ide-ide cemerlang baik dalam publisitas maupun dalam foto iklan. Indonesia yang terkena pandemi Covid-19 tentunya sangat terkena dampak terutama industri pariwisata khususnya pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Hal tersebut yang membuat pariwisata Belitung Timur menggunakan media online untuk mempromosikan kembali pariwisata menuju New Normal. Presentasi, workshop langsung, diskusi dan tanya jawab melalui aplikasi Zoom adalah metode yang digunakan pada pengabdian ini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan publik khususnya Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dari beberapa desa dan kecamatan mengenai perumusan konsep media placement dan pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan pariwisata. Karena pada kenyataannya minimnya keahlian dan keterampilan Pegawai Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan Komunitas POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung juga menambah kurang maksimalnya pemasaran pariwisata disana
EFEK PEMBERIAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizu) TERHADAP PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIBERIKAN DIET TINGGI LEMAK
Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas profil lipid dalam serum, salah satunya adalah peningkatan kadar trigliserida serum. Kulit buah naga merah  (Hylocereus polyrhizus) mengandung flavonoid, tanin, alakaloid steroid dan vitamin C dapat digunakan untuk memperbaiki profil lipid pada dislipidemia. Tujuan: Membuktikan bahwa pemberian kulit buah naga merah dapat memperbaiki trigliserida. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental murni, dengan menggunakan rancangan random post test only control grup desaign.menggunakan hewan coba sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar. Pengukuran kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Data dianalisis secara statistik dengan uji One Way Anova. Hasil: Rerata trigliserida hewan coba yang mendapat diet tinggi lemak dan freeze dried  kulit buah naga merah selama 4 minggu mengalami penurunan rerata sebesar 13,50 mg/dl (dosis 0,72 g/200 g), 20,00 mg/dl(dosisi 1,08 g/200 g) dan 23,00 mg/dl (dosis 1,44 g/200 g). Pada uji varian Anova memperlihatkan bahwa kadar trigliserida berbeda secara signifikan antar kelompok (p > 0,05). Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa kulit buah naga merah dosis 1.44 gram dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida pada tikus jantan dyslipidemia.Saran:Penelitian selanjutnya dapat dimungkinkan untuk memperbaiki profil lipid yang lain seperti kolesterol
UJI AKTIVITAS ANTIANEMIA EKSTRAK ETANOL DAN PERASAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma Longa Linn.) DITINJAU DARI PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN ERITROSIT PADA TIKUS GALUR WISTAR DENGAN PENGINDUKASI NaNO2 SECARA IN VIVO
Latar belakang : Ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit mengandung senyawa polar yang berkhasiat sebagai anti anemia yang diteliti untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan eritrosit. Tujuan: uji aktivitas antianemia ekstrak etanol dan perasan kunyit yang ditinjau dari peningkatan kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada tikus putih galur wistar. Metode: penelitian ini diawali pembuatan ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit, kemudian uji skrining fitokimia dan uji penegasan senyawa kurkuminod dengan metode KLT. Hasil : Didapatkan ekstrak etanol 224,292 gram (22,49%) dan perasan rimpang kunyit 94,404 gram (47,202%). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol positif pada senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, alkaloid, fenolik dan tanin. Sedangkan perasan rimpang kunyit mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, alkaloid dan fenolik. Kelompok perasan kunyit 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan hemoglobin dan eritrosit. Simpulan: Perasan kunyit dengan dosis 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit dengan dosis 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dan eritrosit pada uji aktivitas antianemia tikus galur Wistar
KADAR KURKUMIN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SECARA KLT DENSITOMETRI DENGAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI
Latar belakang: Senyawa kurkuminoid terdiri dari kurkumin, desmetoksi kurkumin dan bisdemetoksi kurkumin. Cara ekstraksi sangat mempengaruhi konsentrasi atau hilangnya efek terapi dari simplisia karena beberapa simplisia bersifat relatif stabil dan juga dapat terurai tergantung dari cara ekstraksi yang digunakan. Tujuan: Menetapkan kadar senyawa kurkumin dengan perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi. Metode: Serbuk rimpang kunyit diekstraksi dengan 2 cara yakni maserasi dan sokletasi. Dua sampel ekstrak tersebut dianalisis kualitatif dengan KLT menggunakan fase gerak kloroform : metanol 9,5:0,5 dan dideteksi pada sinar tampak dan sinar UV. Penetapan kadar kurkumin dilakukan pada panjang gelombang 254 nm dengan KLT densitometer. Hasil: Rendmen ekstrak hasil ekstraksi maserasi adalah 16,25% dan 22,36% untuk sokletasi. Hasil skrining fitokimia kedua sampel mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Kadar kurkumin hasil maserasi 41,11µg/ml dan sokletasi 41,33 µg/ml. Hasil uji t diperoleh signifikansi 0,445<0,05. Simpulan: Kadar kurkumin hasil sokletasi lebih banyak dibanding maserasi namun tidak terdapat perbedaan yang antara keduanya setelah di uji t
PERENCANAAN OBAT DI PUSKESMAS CAMPUREJO DAN PUSKESMAS KOTA WILAYAH SELATAN TAHUN 2015 DAN 2016 KOTA KEDIRI
Latar belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat harus menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang ditunjang oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan obat di Pusat Kesekatan Masyarakat Campurejo dan Kota Wilayah Selatan tahun 2015 dan 2016. Metode: Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan secara retrospektif, metode perencanaan obat yang digunakan adalah konsumsi dan analisis ABC-VEN. Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil metode konsumsi, telah ditemukan hasil rencana kebutuhan obat terbesar di Pusat Kesehatan Masyarakat Campurejo tahun 2015 yaitu sebanyak 219.199 tablet (paracetamol 500mg) dan 189.754 tablet (paracetamol 500 mg) di tahun 2016. Kebutuhan obat terbesar di Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Wilayah Selatan tahun 2015 yaitu sebanyak 101.830 tablet (paracetamol 500 mg) dan sebanyak 96.393 tablet (klorfeniramin maleat 4 mg) di tahun 2016. Pada penelitian ke depannya diharapkan dapat melakukan perencanaan obat dengan metode kombinasi konsumsi dan morbiditas
Hubungan Kepuasan Pasien dengan Loyalitas Pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri
Latar belakang: Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) IIK Bhakti Wiyata sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan menjadikan ukuran kepuasan pasien sebagai dasar penilaian kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien mempunyai peranan dalam membentuk loyalitas pasien, dimana pasien yang puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan RSGM akan cenderung loyal dan akan merekomendasikan pelayanan RSGM ke rekan lainnya. Loyalitas pasien merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan pasien dalam menggunakan fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit. Besarnya kepuasan dan loyalitas pasien yang berkelanjutan akan menguntungkan RSGM dari segi finansial. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan  kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 91 orang dengan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner yang akan diisi responden. Analisis data menggunakan uji korelasi  Spearman. Nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Hasil: Ada hubungan signifikan tingkat rendah antara kepuasan pasien dengan loyalitas pasien dalam berkunjung ke RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri, p= 0,001, r= 0,352. Simpulan dan saran: RSGM IIK Bhakti Wiyata diharapkan dapat menjaga mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan kelengkapan fasilitas. Jika kepuasan pasien terpenuhi, maka loyalitas pasien akan tetap terjaga
PELATIHAN GURU TENTANG PENANGANAN CEDERA DAN KONDISI KEDARURATAN DI MIT AR-ROIHAN LAWANG
Latar Belakang: Cedera merupakan kondisi trauma yang sering dialami oleh siswa khususnya di sekolah yang menggunakan system pendidikan inklusi. Keberadaan Anak Kebutuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusi (MIT Ar-Roihan Lawang) dengan segala keterbatasan fisik maupun psikologis membuatnya sangat beresiko mengalami cedera saat belajar maupun bermain di sekolah. Guru atau pendidik selaku pengganti orang tua siswa, tentunya bertanggungjawab atas keamanan dan keselamatan dari ancaman cedera atau kondisi darurat lainnya. Adanya berbagai potensi terjadinya cedera belum diimbangi dengan fasilitas, sarana, prasarana serta SDM guru yang kompeten menangani jika sewaktu-waktu terjadi cedera dan kondisi kedaruratan pada siswa khsusunya ABK. Tujuan: Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada penanganan cedera dan kondisi kedaruratan bagi tenaga pendidik di MIT Ar-Roihan Lawang. Metode:Kegiatan tersebut dilaksanakan di MIT Ar-Roihan Lawang pada tanggal 29 - 30 April 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang guru yang terdiri dari 7 orang guru kesiswaan dan 3 orang guru pembina UKS. Pelaksanaan kegiatan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan, seminar, dan pendampingan serta pengadaan alat bagi mitra. Evaluasi keberhasilan dari kegiatan pengabdian dilakukan melalui pretest dan postest pengaetahuan serta ketrampilan para guru. Hasil: Didapatkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dan ketrampilan guru dalam penangani cedera dan kondisi kedaruratan lainya. Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa naskah publikasi dan modul sebagai sarana belajar mandiri bagi mitra serta peralatan pendukung upaya penanganan cedera dan kondisi kedaruratan di MIT Ar-Roihan Lawang. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra (guru dan pembina UKS) dalam menangani cedera dan kondisi kedaruratan lain pada siswa di MIT Ar-Roihan Lawang
DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN SKRINING TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA
          Prevalensi penyakit degeneratif saat ini cukup meningkat terutama penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi, kedua penyakit tersebut memiliki kaitan yang sangat erat sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat dan seksama dan perlunya pencegahan tentang DM dan hipertensi. Dari permasalahan tersebut sangat diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) tentang DM dan hipertensi dengan sasaran warga di kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Pengmas ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019, bertujuan memberikan penyuluhan dan promosi kesehatan tentang hipertensi dan diabetes melitus serta melakukan pemeriksaan tensi dan gula darah acak ke lansia di kelurahan Tinalan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes melitus, quisioner dan pemeriksaan kesehatan tekanan darah dan gula darah acak. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta lansia, hasil dari kegiatan adalah hasil kuisioner menunjukkan bahwa 83,33% warga lansia memiliki tingkat pengetahuan terhadap hipertensi dan diabetes yang rendah, sedangkan 16,67% warga lansia sudah mengenal kedua penyakit tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan terdapat 10% warga menunjukan nilai gula darah tinggi (lebih dari 200 mg/dl), sedangkan 90% warga menunjukkan nilai gula darah sewaktu normal. Hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia menunjukkan bahwa 70% lansia memiliki hasil tekanan darah tinggi dan menandakan hipertensi dan 30% lansia menunjukkan tekanan darah normal. Rendahnya pengetahuan warga menyebabkan banyak warga yang menderita hipertensi, sehingga perlu adanya pengelolan dari pola hidup lansia untuk mencegah komplikasi dari hipertensi. Rendahnya hasil lansia yang menunjukkan nilai kadar gula darah yang lebih dari 200 mg/dl disebabkan karena konsumsi makanan yang cukup baik untuk mencegah adanya diabetes. 10% warga yang memiliki kadar gula tinggi merupakan warga yang terkena diabetes dan rutin melakukan pengobatan dan pengelolaan diabetes. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyakit hipertensi yang paling banyak diderita lansia
ANALGETIC ASSAY OF TREMBESI LEAVES (Samanea saman (Jacq.) Merr.)
Background: Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) is a plant of the genus Samanea spread in tropical areainclude Indonesia. This plant have some chemical ingredients such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and steroids or triterpenoids. Objective: To know the analgesic activity and the effective dose of ethanol extract of leaves of trembesi in white male mice (Mus musculus L.). Method: This research is experimental with Post-Test Only Control Group Design techniques. Analgesic activity test was performed by chemical induction method using acetic acid in vivo with a negative control treatment (CMC-Na 0,5%), a positive control (aspirin 500mg), dose of ethanol extract of trembesi 150, 300 and 600 mg/kgBB. Data were analyzed with Hendersoth and Forsaith equation to determine the amount of stretching by mice. Analysis by One Way ANOVA test and LSD test. Results: The results showed the analgesic power percent ethanol extract of trembesi leaves are respectively 16.6%, 45.8% and 69.6%. Conclusions: The dose of ethanol extract of trembesi leaves have analgesic activity with the most effective dose is 600 mg/kgBB is equivalent to 500mg of aspirin (p=0.560)