Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    PENERAPAN TEKNOLOGI “TOGA Eco-Waste†BAGI MASYARAKAT DESA LEREP KECAMATAN UNGARAN BARAT

    No full text
    Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Keberadaan TOGA bagi masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai upaya promotif dan preventif terhadap peningkatan kesehatan. Teknologi tepat guna dalam pemanfaatan tanaman TOGA belum banyak diaplikasikan. Teknologi “eco-waste†merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan potensi keberadaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Eco-waste merupakan teknologi dengan menerapkan pemanfaatan barang bekas habis pakai sebagai sarana untuk penanaman TOGA. Berdasarkan survey yang sudah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat diperoleh informasi bahwa pengetahuan masyarakat di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat mengenai tanaman TOGA cenderung masih kurang. Hal tersebut yang mendasari tim pengabdian masyarakat Program Studi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo melakukan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni Pemberian pengetahuan mengenai TOGA, Pendayagunaan sampah rumah tangga dengan konsep “Zerowasteâ€, serta Pemberian softskill tentang teknologi ecowaste. Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di RT 09/RW 09 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan softskill peserta tentang Prinsip Toga dan Penerapan Toga-ecowaste Bagi Masyarakat Desa Lerep. Presentase kenaikan pengetahuan dari 65% menjadi 84% yang diketahui melalui hasil monitoring dan evaluasi serta rekapitulasi nilai pritest dan postest. Edukasi dan pemberian softskill bagi masyarakat terkait pemanfaatan TOGA sangat bermanfaat khususnya dalam mewujudkan masyarakat sadar sehat. Â

    Sosialisasi Pemakaian Obat Cacing Pada Posyandu Balita

    No full text
    Latar Belakang: Penyakit cacingan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama penyakit cacingan yang ditularkan melalui tanah, yaitu Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), dan Ancylostoma duodenale, Necator americanus, (cacing tambang). Lebih dari 1,5 miliar orang, atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacingan ini. Prevalensi cacingan di Indonesia bervariasi antara 2,5% - 62%. Penanggulangan cacingan diarahkan pada pemutusan rantai penularan cacingan, yaitu kelompok usia balita dan anak usia sekolah,  dengan  1) pemberian obat massal pencegahan cacingan kelompok rentan untuk menghentikan penyebaran telur cacing dari penderita ke lingkungan sekitarnya, 2) peningkatan higiene sanitasi, dan 3) pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat melalui promosi kesehatan. Tujuan: Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ini maka diadakan sebuah kegiatan sosialisasi mengenai penyakit cacingan dan cara minum obat cacing yang benar. Metode: Penyebaran kuesioner pada ibu-ibu Posyandu Balita. Hasil: tingkat pengetahuan peserta mengenai penyakit cacingan mengalami peningkatan dari sebelum sosialisasi sebesar 45% dan sesudah sosialisasi sebesar 85%. Sedangkan tingkat pengetahuan peserta mengenai cara minum obat cacing yang benar juga mengalami peningkatan dari sebelum sosialisasi sebesar 54,5% dan sesudah sosialisasi sebesar 93,5%. Data perilaku masyarakat Desa Joho memiliki kebiasaan hidup sehat sebesar 89%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan kebiasaan hidup masyarakat Desa Joho masuk dalam kategori baik

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 DENGAN MELIHAT NILAI STATISTIK CP MALLOWS

    No full text
    Latar Belakang: Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan ditandai dengan tingginya AHH. Jawa Timur mempunyai AHH jauh di bawah provinsi lain yang berada di Pulau Jawa. Teori Blum menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Tujuan: Identifikasi faktor-faktor yang diduga mempengaruhi angka harapan hidup di Jawa Timur pada tahun 2014. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan data sekunder. Unit analisis berupa kabupaten/ kota di Jawa Timur. Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan statistik Cp mallows. Variabelnya adalah angka harapan hidup (Y), angka kejadian diare (X1), persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (X2), persentase angka buta huruf (X3) dan rasio dokter (X4). Hasil: Kombinasi dengan 2 variabel memiliki kriteria Cp mallows, yaitu 1,7 dan R2adj terbesar yaitu 56,8. Variabel tersebut adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Uji koefisien regresi dan uji serentak menunjukkan bahwa p<α(0,05) dengan model yaitu:AHH=74,172 - 0,058 (Angka Kejadian Diare) - 0,430 (Angka Buta Huruf). Simpulan dan saran: Faktor yang mempengaruhi AHH di Jawa Timur tahun 2014 adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya pendidikan

    PENGARUH KETERATURAN BEROBAT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK TIPE 2

    No full text
    Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan kasus setiap tahun. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes dengan proporsi paling banyak dari total kasus diabetes mellitus. Diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkendali akan menyebabkan terjadinya komplikasi neuropati diabetik. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh faktor keteraturan berobat dan aktivitas fisik terhadap kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain case control. Kelompok kasus pada penelitian ini berjumlah 36 responden dan kelompok kontrol berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling. Variabel independen yaitu keteraturan berobat dan aktivitas fisik. Penelitian dilakukan di poli penyakit dalam RSUD Dr. M. Soewandhi Surabaya pada bulan Okbober 2017. Hasil: analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara keteraturan berobat (p=0,002 < 0,05) dan pola aktivitas fisik (p=0,033 < 0,05) terhadap terjadinya neuropati diabetik. Simpulan dan saran: Variabel keteraturan berobat dan aktivitas fisik mempengaruhi terhadinya neuropati diabetik. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mencari informasi kesehatan agar penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak berakibat pada komplikasi neuropati diabetik

    GAMBARAN (OPEN DEFECATION FREE) ODF DI KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    Latar belakang: Derajat kesehatan masyarakat merupakan tolak ukur yang digunakan dalam pencapaian keberhasilan program dengan berbagai upaya berkesinambungan, terpadu dan lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kebijakan pembangunan di bidang kesehatan. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan salah satunya adalah lingkungan dimana upaya untuk memperbaiki lingkungan salah satunya adalah dengan adanya STBM. Indikator output STBM adalah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Kabupaten Mojokerto memiliki program untuk meningkatkan akses sanitasi dasar dengan tidak buang air besar sembarangan. Tujuan: Mengetahui gambaran Desa ODF di Kabupaten Mojokerto. Metode: Studi literature. Hasil: Data akses sanitasi tahun 2018 Jawa Timur sebesar 87%, akses sanitasi tahun 2018 Kabupaten Mojokerto sebesar 77%. Data Desa ODF di Jawa Timur tahun 2018 sebesar 39,71%, data ODF di Kabupaten Mojokerto tahun 2018 sebesar 18,4%. Tahun 2019 Desa ODF di Kabupaten Mojokerto sabesar 20,39%. Simpulan: Upaya yang telah dilakukan oleh Kabupaten Mojokerto telah dapat meningkatkan desa ODF yang sebelumnya 18,4% menjadi 20,39%. Tahun 2019 terdapat 1 Kecamatan yang sudah 100% ODF (bebas buang air besar sembarangan)

    FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis F.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS WISTAR (Rattus novergicus)

    No full text
    Latar Belakang: Kedondong memiliki banyak manfaat pada pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar. Tujuan: Menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.) terhadap pengobatan luka bakar. Metode: Uji kualitas sediaan gel yang di lakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji efektivitas gel dilakukan pada 5 kelompok perlakuan. Data dianalisa secara statistik menggunakan metode one way Anova dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil: Hasil analisa menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi gel ekstrak daun kedondong memberikan perbedaan yang bermakna terhadap pH dengan nilai sig 0,000 (< 0,05), daya sebar 0,007 (< 0,05), daya lekat 0,000 (< 0,05), dan uji efektivitas terhadap tikus putih didapatkan nilai sig 0,02 (< 0,05). Simpulan dan saran: Perbedaan konsentrasi ekstrak dalam gel tidak mempengaruhi uji organoleptis dan uji homogenitas sediaan. Gel ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis F.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar. Diperlukan pengujian stabilitas gel ekstrak etanol daun kedondong (Spondias dulcis F.)

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PIJAT BAYI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR IBU MELAKUKAN PIJAT BAYI 1-3 BULAN

    No full text
    Pijat bayi merupakan bentuk fisioterapi yang berpengaruh positif terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan balita selain pemberian makanan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri.Metode penelitian pra-eksperimen (pre-eksperimental design), dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri sebanyak 34 responden. Sampel sebanyak 32 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil pretest didapatkan keseluruhan responden (30 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor kurang. Hasil posttest didapatkan sebagian besar responden (24 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor baik 24. Hasil uji statistik diperoleh Ï value (Asimp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari taraf signifikansi (α) 0,05. H1 diterima yang berarti ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri. Sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan kepada ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan rasa ASIH dari ibu pada bayinya melalui praktek melakukan pijat bayi. Kata Kunci : Kemampuan Psikomotor, Pendidikan Kesehatan, Pijat Bay

    FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU AKIBAT PAPARAN FORMALDEHID (STUDI PADA INDUSTRI PLYWOOD PT. OPQ DI KABUPATEN LUMAJANG)

    No full text
    Latar belakang: Formaldehid yang merupakan bahan utama perekat dalam industri plywood yang terabsorbsi melalui saluran inhalasi dapat menyebabkan kerusakan paru dan mempengaruhi faal paru bahkan diduga menyebabkan kanker. Tujuan: untuk melihat faktor determinan yang mempengaruhi gangguan faal paru akibat paparan formaldehid. Faktor faktor determinan yang diamati dalam penelitian adalah umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, masa kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja, perilaku merokok serta jumlah rokok yang dikonsumsi oleh pekerja unit pengeleman plywood  PT. OPQ Kabupaten Lumajang pada bulan april – juli 2013. Metode: Observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Total populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 pekerja dengan jumlah sampel 39 pekerja. Sampling dilakukan dengan metode simple random sampling. Hasil: terdapat pengaruh signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan masa kerja (0.008) dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari (0.029). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja dan perilaku merokok perkerja. Kesimpulan: masa kerja dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari merupakan faktor determinan gangguan faal paru akibat paparan formaldehid pada pekerja di unit pengeleman plywood PT. OPQ Kabupaten Lumajang

    ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI KABUPATEN JEMBER TAHUN 2018

    No full text
    Latar belakang: Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Propinsi Jawa Timur yang pada tahun 2016 menempati peringkat dua untuk Angka Kematian Ibu tertinggi. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Jember dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 sebanyak 43 kematian. Puskesmas memiliki peranan utama dan sangat vital dalam upaya penurunan AKI di Indonesia. Program-program kesehatan di Puskesmas yang difokuskan pada kegiatan preventif dan promotif dalam program Kesehatan Ibu dan Anak masih belum berjalan dengan maksimal. Tujuan: menyusun upaya untuk menurunkan AKI melalui pelaksanaan manajemen program kesehatan ibu di Puskesmas yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan sampel berjumlah 34 Puskesmas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan planning dan organizing telah dilakukan namun dalam kategori cukup, actuating dan controlling dalam kategori baik. Terdapat pengaruh yang signifikan pada faktor organizing, actuating dan controlling terhadap AKI. Saran: Rekomendasi yang diberikan adalah mempertahankan kegiatan peningkatan cakupan ibu hamil dan ibu bersalin, melengkapai job description masing masing pekerjaan, meningkatkan keterlibatan lintas sektor pada kegiatan promosi, mempertahankan kegiatan controlling. Perlu keterlibatan seluruh pihak dalam menurunkan AKI.Kata kunci: manajemen, AKI, Jembe

    Ayam Geprek Bumil (Ayo Mewujudkan Gerakan Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil)

    No full text
    ABSTRAK Preeklamsia sebagai Penyebab Angka Kematian Ibu tertinggi di Jawa Timur, dari kegiatan SMD (Survey Mawas Diri) pada kelompok ibu hamil di Desa Muneng di temukan dari 17 ibu hamil ada 15 ibu hamil memiliki risiko terjadi pre eklamsiayang terdiri 9 ibu hamil mengalami obasitas,5 ibu hamil dengan MAP positif,5 ibu hamil dengan usia lebih 35 tahun, 1 ibu hamil dengan diabetes. Kondisi ini perlu dilakukan upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman, gerakan pencegahan dan rujukan di tingkat masyarakat.Tujuan dari kegiatan ini memberdayakan masyarakat sehingga terbentuk organisasi di desa Muneng yang bertujuan untuk  deteksi dan  pencegahan pre eklamsiapada ibu hamil serta rujukan kasus dengan tema Ayam Geprek Bumil(Ayo Mewujudkan Gerakan Cegah Pre eklamsiapada Ibu Hamil ) di desa Muneng atau Muneng. Metode pengabdian dengan Musyawarah Mufakat Desa (MMD),pelatihan kader tentang cara mengidentifikasi kehamilan risiko  pre eklamsia, kunjungan rumah untuk konseling pada ibu hamil dam keluarga, pemeriksaan kehamilan dan golongan darah.Kegiatan dilaksanakan tanggal 1Juli sampai 21 Juli 2019 di desa Muneng Kecamatan Purwoari Kabupaten Kediri.Hasil kesepakatan dengan masyarakat atau komitmen bersamapenyediaan mobil siaga untuk kasus rujukan (sudah tersedia jadwal hari dan pengemudi), 33 orang kader kesehatan terlatih tentang cara mendeteksi dan melakukan rujukan ibu hamil risiko pre eklamsiasehingga pemahaman dan ketrampilan kader tentang cara mendeteksi dan melakukan rujukan dini pre eklamsiameningkat, ibu hamil dan keluarga risiko pre eklamsiadi lakukan pemeriksaan golongan darah dan mendapat bimbingan perencanaan persalinan yang aman. Kesimpulan telah terbentuk desa  siaga pencegahan dan rujukan kehamilan risiko tinggi pre eklamsiabaik ditingkat masyarakat dan keluarga. Kata Kunci : Gerakan, Pencegahan ,PreeklamsiaABSTRACTPreeclampsia as a Cause of the Highest Mortality Rate in East Java, from the SMD (Introspective Survey) survey of pregnant women in the village of Muneng it was found out of 17 pregnant women there were 15 pregnant women at risk of preeclampsia which consisted of 9 pregnant women experiencing obstruction, 5 mothers pregnant with a positive MAP, 5 pregnant women over 35 years of age, 1 pregnant woman with diabetes. This condition needs to be made a real effort to improve understanding, prevention and referral movements at the community level. The aim of this activity is to empower the community to form an organization in the village of Muneng that aims to detect and prevent pre-eclampsia in pregnant women and refer to cases with the theme of Ayam Geprek Bumil (Ayo Realizing Pre-Islamic Prevent Movement in Pregnant Women) in Muneng or Muneng villages. Community service consensus method (MMD), cadre training on how to identify pre-eclampsia risk pregnancy, home visits for counseling for pregnant women and families, pregnancy check up and blood type. Activities were held from July 1 to July 21, 2019 in Muneng village, Purwoari District Kediri. Results of agreement with the community or commitment along with the provision of standby cars for referral cases (day and driver schedules are available), 33 trained health cadres on how to detect and refer pregnant women at preeclampsia risk so that cadres understand and skill on how to detect and conduct early referrals. preeclampsia is increased, pregnant women and families are at risk of preeclampsia. Perform blood type examinations and receive safe planning for delivery. In conclusion, the village has been prepared for the prevention and referral of high-risk pre-pregnancy pregnancies at the community and family level.Keywords: Movement, Prevention, Preeclampsi

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇