Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
POTENSI EKSTRAK BATANG TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina) SEBAGAI ANTIBAKTERIA ALAMI SECARA IN VITRO
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak batang tanaman pacar air (Impatiens balsamina) sebagai antibakteria alami secara in vitro. Batang tanaman pacar air memiliki kandungan antibakteri, antara lain naftakuinon, kaempferol dan kuersetin, alkaloid, terpenoid, dan fenol. Pada penelitian ini, batang tanaman pacar air akan diolah menjadi ekstrak menggunakan metode maserasi. Maserat yang didapat akan dilakukan uji lanjutan terhadap bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus aerus dengan menggunakan metode disc diffusion. Pengujian akan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif, methanol 70% sebagai kontrol negatif dan menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak batang tanaman pacar air, antara lain 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil rata-rata zona bening yang terbentuk dari masing-masing konsentrasi, yaitu 25% sebesar 8,67 mm, 50% sebesar 12,07 mm, 75% sebesar 13,63 mm dan 100% sebesar 16,43 mm. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatan bahwa ekstrak batang tanaman pacar air memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aerus. Potensi tersebut terdapat pada semua konsentrasi, yaitu 25%. 50%, 75% dan 100%. Rata-rata terbesar zona bening yang terbentuk terdapat pada pemberian ekstrak batang tanaman pacar air dengan konsentrasi 100%
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEREKAM MEDIS BAGIAN FILING
Latar Belakang: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kepada tenaga kerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja terhadap bahaya dari akibat kecelakaan kerja. Fungsi penerapan K3 merupakan upaya untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, di tempat kerja. Tujuan Penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpengaruh atau tidak keselamatan, kesehatan, kerja (K3) terhadap produktivitas kerja perekam medis di bagian filing. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuisioner dengan jumlah sampel 20 responden di unit rekam medis. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa K3 sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja baik untuk keselamatan dan kesehatan kerja. Dari analisis data menggunakan program SPSS didapat dalam uji regresi linear mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti keselamatan, kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja (α < 0.050). Kesimpulan:Dengan mendapatkan nilai signifikansi 0,000 berarti para petugas sudah melakukan penerapan keselamatan, kesehatan kerja dengan bai
PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI POSYANDU REMAJA
Kemajuan teknologi di dunia sangat begitu pesat termasuk di Indonesia, dengan perkembangan teknologi yang pesat maka berkembang juga permasalahan remaja di Indonesia. Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Tujuan Kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja, serta menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat. Pada masa ini remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan, apabila pada masa ini remaja tidak mampu menghadapinya maka akan menyebabkan remaja mengalami masalah kesehatan yang kompleks. Metode yang dipakai meliputi survey, musyawarah Masyarakat Desa, pelatihan kader posyandu, pemeriksaan remaja dan pembentukan posyandu remaja. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1-20 Juni 2019. Hasilnya didapatkan jumlah remaja di Desa Krecek ada 852 remaja dengan sampel yang diambil 92 remaja yang aktif di kegiatan karang taruna. Dari tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi 63 remaja pengetahuannya baik dan 28 remaja pengetahuannya kurang. Terdapat 74 remaja yang melakukan kenakalan dan yang hamil diluar nikah ada 3 remaja. Pembetukan posyandu remaja yang dapat digunakan sebagai wadah para remaja untuk menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat, meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, gizi, mengurangi kejadian kenakalan pada remaja
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK KOMUNITAS DARI PERSPEKTIF TENAGA KEFARMASIAN
Latar belakang: Apotek komunitas merupakan sumber utama dalam mendapatkan antibiotik. Akses antibiotik tanpa resep di apotek komunitas adalah hal umum di berbagai negara termasuk di Indonesia. Meski regulasi di Indonesia melarang penjualan antibiotik tanpa resep, namun sebagaian besar realisasi dari peraturan itu belum sepenuhya ditegakkan di banyak wilayah. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisa faktor yang memepengaruhi penjualan antibiotik tanpa resep di apotek komunitas kota “X†dari perspektif tenaga kefarmasian. Metode: Riset exploratory dilakukan dengan analisis data sekunder melalui review literatur untuk desain awal kuisioner dan Riset deskriptif dengan metode survei. Sampel adalah tenaga kefarmasian di apotek komunitas kota X dengan teknik sampling non-proprosional random sampling. Dilakukan analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil: Penelitian melibatkan 41 responden. nilai Bartlet test of sphericity approx. chi-square sebesar 1.327 sig 0,000 (< 0.5). Hasil analisis faktor menunjukkan terbentuk 6 faktor dari 30 variabel dengan nilai Percent of Variance Keyakinan dan pengalaman (49.21%), Tekanan dari luar dan perilaku serupa (10.11%), Finansial (8.37%), Sikap (6.88%), Critical Sense (5.029%), Kelonggaran Hukum dan Sanksi (3.78%). Simpulan dan saran: Lima dari 6 faktor merupakan faktor internal diri responden. Upaya penggendalian fenomena ini dapat dimulai dari penerapan implementasi regulasi yang tegas dan komitmen tenaga kefarmasian dalam pengendalian resistensi antibiotik
POTENSI ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BATANG BAKAU HITAM ( Rhizophora mucronata(Lamk.)) DARI PANTAI TIMUR SURABAYA
Latar belakang: Â Wilayah laut Indonesia yang luas dengan garis pantai yang panjang menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang ada disekitar laut terutama potensi hutan mangrove. Mangrove merupakan tumbuhan halofilik yang memiliki karakteristik mampu menangani perubahan salinitas garam yang tinggi dan hipoksia pada air laut. Selama ini antioksidan yang berasal dari alam digunakan dari bahan yang ada di daratan dan pemanfaatan dari laut masih kurang. Hal ini yang mendorong untuk mengembangkan penelitian terhadap salah satu tumbuhan mangrove Rhizophora mucronata yang hidup di wilayah pesisir Pantai Timur Surabaya terhadap potensinya sebagai antioksidan. Tujuan: menentukan aktivitas antioksidan fraksi etil astetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata. Metode: ekstraksi dengan maserasi, fraksinasi dan uji aktivitas antioksidannya dengan TLC autograph dan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl- 1-picrylhydrazyl). Font huruf yang digunakan adalah Times New Roman ukuran 10, tegak (Bahasa Indonesia). Hasil: aktivitas antioksidan secara kualitatif dengan TLC autografi terdapat noda berwarna kuning menandakan positif antioksidan dengan nilai IC50fraksi etil asetat kulit batang R. mucronata sebesar 577,145 ppm. Simpulan dan saran: fraksi etil asetat kulit batang mangrove Rhizophora mucronata aktif sebagai antioksidan. Penelitian dapat dilanjutkan pada tahapan isolasi dan identifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan
PENYULUHAN PENCEGAHAN KANKER KULIT DENGAN PENGGUNAAN TABIR SURYA
Latar Belakang: Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya paparan sinar matahari terhadap kulit, maka diperlukan suatu penyuluhan kepada masyarakat. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi kulit, salah satunya adalah kanker kulit. Salah satu cara dalam meningkatkan perlindungan kulit terhadap dampak buruk matahari adalah dengan menggunakan tabir surya. Tabir surya dapat menghalangi penetrasi sinar UV ke dalam kulit. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya sinar UV. Metode: Metode yang digunakan pada penyuluhan ini adalah metode ceramah, praktek, dan ditambah dengan pre dan post test kepada seluruh peserta penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal dan keberhasilan penyampaian materi penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2019 dengan sasaran peserta adalah wali murid di TK Dharma Wanita Tosaren 2 di RW 10 Dusun Tirtoudan Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Hasil:  Dari hasil pre dan post test dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan setelah pre dan post test dari rata – rata 25 menjadi 70. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan pencegahan kanker kulit dengan penggunaan tabir surya mampu meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan.Â
POTENSI HIDROGEL EKSTRAK ETANOLIK DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta Jamaicensis [L.] Vahl) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM PADA Rattus Novergicus GALUR WISTAR
Latar belakang:  Terapi utama pada ulkus diabetikum adalah perawatan luka dan pemberian antibakteri. Senyawa fenolik dan flavonoid bersifat antibakteri yang terdapat pada tanaman. Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis [L.] Vahl) memiliki senyawa tersebut. Tujuan:  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hidrogel ekstrak daun pecut kuda (EEDPK) terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus. Metode:  Pembuatan hidrogel EEDPK menggunakan bahan HPMC, propilenglikol dan metil paraben dengan  konsentrasi ekstrak sebesar 1%, 3%, dan 5%. Dilakukan penetuan kadar total fenolik dan flavonoid. Tikus diolesi povidon iodine, basis hidrogel, EEDPK 1%, 3%, dan 5% pada ulkus diabetikum pada hari ke-7 hingga ke-21. Proses penyembuhan luka dilihat dengan pemeriksaan leukosit dan makrofag pada hari ke-3, 7, 14, 21. Analisis data menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan Post Hoc (taraf kepercayaan 95%). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogel EEDPK mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Semakin tinggi konsentrasi EEDPK memiliki kandungan senyawa yang semakin besar. Semua tikus mengalami penyembuhan luka selama 21 hari. Semua sediaan dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag secara signifikan terhadap kontrol negatif (p<0.05) Simpulan dan saran:  Hidrogel EEDPK dapat menurunkan kadar leukosit dan makrofag pada hari ke-21
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI POTENSI BIJI SORGUM (Sorgum bicolor L. Moench) SEBAGAI SERAT SECARA IN VITRO
Latar belakang: Â Sorgum merupakan salah satu sumber pangan potensial yang mengandung metabolit primer berupa karbohidrat, protein dan serat. Tujuan: Â Mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada sorgum dan uji aktivitas serat dari sampel biji sorgum dengan dan tanpa pericarp. Metode: Kandungan metabolit sekunder dianalisa menggunakan metode analisa kualitatif berdasarkan perubahan warna atau timbulnya endapan setelah penambahan reagen spesifik. Aktivitas serat diuji dengan kemampuan serat mengikat air, menahan air dan mengikat lemak. Hasil: Skrining fitokimia menunjukkan bahwa sorgum mengandung alkaloid, polifenol dan steroid-triterpenoid. Sorgum memiliki kemampuan menahan dan mengikat air, mengembang dan mengikat minyak yang lebih tinggi dari pembanding. Sorgum dengan pericarp menunjukkan potensi serat yang lebih baik dari sorgum dengan pericarp. Simpulan: Sorgum mengandung beberapa metabolit sekunder dan menunjukkan kemampuan yang lebih baik sebagai sumber serat dibandingkan kontrol
EFEKTIVITAS ALIH MEDIA BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON
Latar belakang : Rekam medis harus dibuat secara lengkap, jelas dan tertulis atau secara elektronik. Sebelum melakukan pemusnahan dokumen rekam medis akan dilakukan retensi atau penyusustan rekam medis. Tujuan retensi adalah untuk mengurangi jumlah dokumen rekam medis yang semakin bertambah dan menyelamatkan rekam medis yang bernilai guna tinggi serta mengurangi rekam medis yang tidak bernilai guna. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui efektivitas alih media berkas rekam medis inaktif di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon dengan subjek penelitian petugas perekam medis di unit rekam medis Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa efektivitas pelaksanaan alih media di Rumah Sakit Pertamina Cirebon belum dilaksanakan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional rumah sakit yaitu pada tahapan kegiatan berkas rekam medis yang sudah di scan disimpan di program Elektonic Medical Record (EMR), berkas rekam medis yang sudah di scan beri tanda dengan tulisan “sudah di scan†pada berkas rekam medis inaktif, lalu diikat dan di simpan di gudang penyimpanan berkas rekam medis inaktif serta membuat daftar pertelaan masih belum dilaksanakan
EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma longa linn.) DAN COKLAT (Theobroma cacao) SEBAGAI KANDIDAT ANTIDEPRESAN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR
Latar belakang:Depresi merupakan penyakit psikologi yang sering terjadi pada manusia. Penggunaan obat antidepresan memiliki efek samping dan dapat menimbulkan ketergantungan. Coklat dapat meningkat hormon dopamin dan serotonin sehingga dapat memperbaiki suasana hati. Kunyit memiliki senyawa aktif kurkumin yang memiliki aktivitas antidepresan melalui modulasi pelepasan serotonin dan dopamin.Tujuan :Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol kunyit, ekstrak etanol coklat dan kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat sebagai antidepresan pada tikus Rattus norvegicus galur wistar. Metode:Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test control group desaign yang menggunakan 25 ekor tikus dan  dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak etanol kunyit, ekstrak etanol coklat serta kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat. Pengujian antidepresan ditentukan berdasarkan immobility time menggunakan metode swim Forced Test. Hasil pengamatan berupa immobility time dianalisa data dengan one way ANOVA. Hasil: kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat memiliki nilai rata-rata immobility time yang lebih kecil jika dibandingkan ekstrak etanol coklat dan ekstrak etanol kunyit dan kontrol negatif. Kesimpulan : ekstrak etanol kunyit dosis 560 mg/kgBB dan ekstrak etanol coklat dosis 0,392mg/20gBB memiliki efek antidepresan. Efek antidepresan kombinasi ekstrak etanol kunyit dan coklat lebih signifikan dibandingkan sediaan tunggalny