Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN PENDIRIAN BADAN HUKUM PERKUMPULAN PENGRAJIN GERABAH
Potensi alam unggulan yang terdapat di desa Rendeng adalah sector pertanian dan perindustrian. Lahan persawahan yang ada ditanami oleh tanaman pangan dan palawija seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai dan lain sebagainya. Sementara untuk sektor perindustrian, tanah di desa Rendeng sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah sehingga mayoritas warga disini bekerja sebagai pengrajin gerabah. Dari banyaknya produksi gerabah yang dapat dibuat ternyata para pengrajin di desa Rendeng belum mempunyai legalitas atau badan hukum khususnya perkumpulan berbadan hukum dimana perkumpulan berbadan hukum tersebut memiliki peran penting dalam kemajuan para pengrajin gerabah itu sendiri sehingga menjadi suatu permasalahan yang akan ditindak lanjuti sebagai pengabdian masyarakat. Permasalahan ini muncul akibat banyaknya masyarakat yang kurang faham atas pentingnya badan hukum suatu perkumpulan. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mendampingi para pengrajin gerabah untuk membentuk perkumpulan berbadan hukum. Metode yang digunakan ada 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan dimulai dengan mengadakan perkumpulan para pengrajin gerabah, pada tahapan pelaksanaan terdiri dari permohonan penggunaan nama perkumpulan, permohonan pengeluaran surat keterangan nama perkumpulan dan pengesahan badan hukum perkumpulan. Pengabdian masyarakat mengenai Pendirian badan hukum perkumpulan pengrajin gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro telah berhasil dilaksanakan yang dibuktikan dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0009051.AH.01.07.Tahun 2019 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Gerabah Rendeng Jaya
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TOGA SEBAGAI ANTIKOLESTEROL MELALUI PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI DESA BAKALAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN KEDIRI.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya alam keanekaragaman hayati yang khasiat dan manfaatnya telah diketahui masyarakat Indonesia secara tradisional. Seiring dengan meningkatnya IPTEK, taraf ekonomi serta pengetahuan tentang obat-obatan, kerap kali masyarakat beralih ke obat-obatan dokter karena mempercayai obat kimia yang teruji khasiatnya secara laboratorium. Dibanding dengan obat tradisional, tidak banyak masyarakat yang tau bahwa telah banyak tanaman herbal yang juga telah teruji secara klinis. Pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa bakalan dalam mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dikhususkan pada TOGA yang berkhasiat untuk mencegah kolesterol tinggi. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang jenis TOGA antikolesterol dan menambah ketrampilan dalam memanfaatkan TOGA tersebut dalam bentuk jamu dan sebagainya. Hal ini dikarenakan tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa TOGA yang selama ini dibudidayakan di pekarangan mereka sebenarnya berpotensi sebagai jamu antikolesterol tinggi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan analisa data dilakukan berdasarkan hasil isian angkat baik sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasilnya 62% dari 30 orang peserta telah menguasai materi tentang jenis TOGA antikolesterol tinggi dan hasil demonstrasi menunjukkan antusiasme peserta untuk mengaplikasikan TOGA antikolesterol sebagai jamu untuk mengurangi penggunaan obat kimia
ANALISIS PENUNDAAN PEMBAYARAN KLAIM PADA SISTEM VEDIKA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Sistem vedika merupakan sistem penyelasaian klaim yang dilakukan di kantor BPJS Rumah Sakit Nur Hidayah pada bulan Juli-Desember 2017. Di Rumah Sakit Nur Hidayah masih mengalami pending claim rawat inap sebanyak 165 berkas rekam medis. Tujuan: mengidentifikasi penyebab pending claim BPJS dengan sistem vedika di Rumah Sakit Nur Hidayah. Metode: Deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik total sampling. Rancangan penelitian dengan menggunakan studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan checklist observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil: Rumah Sakit Nur Hidayah mengalami pending claim rawat inap sebanyak 23 berkas setiap bulannya atau sebesar 7% dari seluruh berkas yang diajukan. Simpulan dan saran: Persentase jumlah pending claim pada sistem vedika BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Nur Hidayah mencapai 7% berkas yang dikembalikan. Faktor penyebabnya yaitu persentase ketidaktepatan pemberian coding 43%, ketidaklengkapan berkas 23% dan diagnosa tidak sesuai kriteria 34%. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan surat tugas pelatihan coding, melakukan pendekatan kepada DPJP dan melakukan sosialisasi kepada seluruh bagian yang terlibat langsung dalam menangani pasien
PENGUJIAN KARAKTER NANOPARTIKEL METODE GELASI IONIK EKSTRAK DAN TABLET DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.)
Latar Belakang: Ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina Del) adalah sediaan kering, kental, cair dengan menyari simplisia daun afrika menurut cara yang cocok diluar pengaruh cahaya langsung.Nanopartikel adalah partikel berukuran 10-1000 nanometer berguna untuk memodifikasi sistem penghantaran obat sehingga dapat memperbaiki absorbsi suatu senyawa makromolekul. Pembuatan bentuk nanopartikel diharapkan meningkatkan bioavailabilitas sediaan khususnya tablet ekstrak etanol daun afrika. Tujuan: menguji karakter nanopartikel ekstrak dan tablet nanopartikel ekstrak daun afrika yang dibuat menggunakan metode gelasi ionik. Metode: Pembuatan Nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik, sedangkan karakterisasi nanopartikel dan tablet  ekstrak etanol Daun Afrika menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran partikel dan potensial zeta. Hasil:  karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del) menghasilkan data yaitu ukuran partikel 111,3 nm, indeks polidipersitas 0,241 dan zeta potensial -1,6 mV, sedangkan karakterisasi tablet nanopartikel menghasilkan ukuran partikel 245,3 nm, indeks olidipersitas 0,286 dan zeta potensial -1,6 mV. Simpulan: nanopartikel ekstrak dan tablet daun afrika  memenuhi karakteristik nanopartikel
Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI Dalam Upaya Mendukung Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)
Dalam rangka percepatan perbaikan gizi telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang diprioritaskan pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi secara Eksklusif yaitu pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberi makanan lain selain ASI dan dilanjutkan menyusui sampai usia 2 (dua) tahun dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan tahapan umur anak. Data di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri menunjukkan masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif dan masih kurangnya kesadaran ibu dalam memberikan tambahan prelactal feeding sebelum usia bayi mencapai 6 bulan dan ketidaktahuan ibu mengenai pemberian MP-ASI. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan media leaflet dan sticker. Keberhasilan kegiatan ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan yang diukur dari hasil pre test dan post test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita menjadi menjadi 86%, dan analisis dengan Paired Sample T-Test dengan α = 0,05 menunjukkan p=0,000 yaitu adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan bahwa kegiatan dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan sasaran ibu balita yang datang ke posyandu mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif, manajemen pemberian ASI pada ibu bekerja dan pemberian MP-ASI pada balita usia diatas 6 bulan. Diharapkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah adanya pendampingan terhadap ibu balita mengenai cara membuat MP-ASI dan pelatihan kader posyandu mengenai ASI Eksklusif dan MP-AS
IMPLEMENTASI RESERVASI ONLINE DALAM UPAYA MENUNJANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYEDIAAN REKAM MEDIS DI PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG
Latar Belakang: Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung telah melayani Reservasi secara online dengan harapan dapat mempercepat pelayanan, meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan standar pelayanan minimal yang berlaku pada penyediaan berkas rekam medis rawat jalan ≤10 menit[A1] . Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi reservasi online dalam upaya menunjang standar pelayanan minimal penyediaan rekam medis. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Peneliti menentukan menggunakan accidental sampling dengan sampel 50 berkas rekam medis. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian: Berdasarkan penelitian menunjukan kecepatan penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di pelayanan rawat jalan adalah 9 menit 4 detik, dengan standar deviasi 6,003 dan hasil tersebut memenuhi standar pelayanan minimal pada penyediaan rekam medis yaitu <10 menit. Pada implementasinya reservasi online untuk kontrol pasien rawat jalan secara online yakni menggunakan whatsapp, sms gateway, dan di website resmi www.cicendoeyehospital.org. Saran: indikasi pada organization pasien telah memberikan penilaian kepada reservasi online ini dengan baik karena manfaat dari reservasi online ini yang memudahkan pasien untuk kontrol. Hanya saja terdapat kekurangan pada masyarakat yang belum paham mengenai program reservasi online ini, perlu adanya sosialisasi untuk mendorong masyarakat paham penggunakan program reservasi online dikemudian hari
WORKSHOP PEMBUATAN MINYAK ANGIN AROMA TERAPI
Minyak angin aromaterapi adalah minyak alami yang diekstrak dari tumbuhan dengan tujuan meningkatkan kesehatan secara fisik maupun psikis. Minyak yang digunakan adalah minyak esensial yang terbuat dari berbagai tanaman obat, bunga, herbal, akar, buah, dan pepohonan yang tumbuh di seluruh dunia. Menurut sejumlah penelitian, beberapa jenis minyak esensial sudah terbukti memiliki efek positif untuk meningkatkan kondisi fisik dan emosional seseorang. Tujuan dari pengabdian ini adalah warga Kelurahan Nusukan RW 22 mampu membuat minyak angin aroma terapi dan menguraikan manfaatnya. Kelurahan Nusukan adalah salah satu kelurahan di Kota Surakarta dengan jumlah penduduk kurang lebih 27.537 jiwa. Sudah lebih dari 5000 tahun, minyak angina aromaterapi dipercaya sebagai penyembuh alami yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, antiradang, sekaligus memberikan efek antinyeri. Hasil pengabdian ini adalah warga Nusukan RW 22 mampu membuat aroma terapi dan mampu menguraikan manfaat aromaterapi. Minyak esensial dapat dimanfaatkan untuk aromaterapi dalam berbagai macam cara. Antara lain adalah menggunakan diffuser dengan mengubah minyak esensial menjadi uap yang wangi, menghirup minyak melalui hidung secara langsung lewat pakaian atau dari botol, melakukan terapi pijat dengan menggunakan minyak esensial, berendam pada air yang dicampur dengan minyak esensial, mengoleskan minyak esensial secara langsung pada kulit. Pada pengabdian kali ini minyak esensial digunakan dengan cara di masukkan kedalam botol roll on, di hirup secara langsung dari hidung atau dioleskan pada kulit
ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN YANG MENGGUNAKAN BPJS DAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN YANG TIDAK MENGGUNAKAN BPJS DI RSUD YOGYAKARTA
Peneliti bertujuan untuk mengetahui dari hasil analisis mengenai penggunaan bpjs untuk masyarakat indonesia, yang telah di tetapkan pemerintah dengan membayar iuran sesuai dengan kemampuan masyarakat membayar iuran dan kelas-kelas sosial yang di tetapkan yaitu ( kelas satu sebesar Rp 80.000, kelas dua sebesar Rp 51.000, kelas tiga sebesar Rp 25.000) penetapan pembayaran yang di berikan pemerintah memperlihatkan tingkat kelas sosial dan pembedaan pemerintah terhadap status sosial. Mengingat kembali permasalahan yang muncul di masyarakat tentang hadirnya pelayanan kesehatan berbentuk iuran dan kartu bpjs yang harus di bawa ketika berobat, dan harus membayar iuran setiap bulan, sampai hari ini masi menjadi problem banyak pengaduan masyarakat tentang buruknya pelayanan bpjs terutama masyarkat yang berobat dengan membayar cas dan yang menggunakan kartu bpjs memiliki sifat melayani yang berbeda dan sikap yang di berikan berbeda. Sikap yang di tampilkan para pemberi pelayanan memberikan clu untuk memahami apakah sebenarnya problem yang di hadapi para pemberi pelayanan melihat etika yang di berikan dapat di amati adalah keraguan akan bpjs sehingga para pemberi pelayanan kurang percaya pada pasien yang membawa kartu bpjs dan kadang meremehkan masyarakat yang membawa kartu bpjs dan melayani dengan alakadarnya saja bahkan kamar yang ada di rumah sakit sering di bilang penuh jika ada pasien bpjs yang ingin di rawat inap hal ini telah memunuculkan diskriminasi dalam memberikan pelayanan belum lagi administrasi yang sangat rumit, jika di tinjau lagi masyarakat membayar iuran perbulan yang artinya mereka berobat tidak gratis dan juga membayar, dalam mencari pokok dari permasalahan peneliti ingin mengangkat tiga dimensi yang akan di teliti yang pertama dimensi kesetaraan pelayanan yang sama tanpa membedakan pasien yang menggunakan bpjs dan non bpjs, dimensi transparansi baik penyediaan ruangan, fasilitas, dan pelayanan yang sama di setiap pemeberi pelayanan tanpa adanya tambahan biyaya yang membebankan
PENATALAKSANAAN KASUS PURPURA HENOCH-SCHÖNLEIN PADA ANAK
Latar Belakang : Purpura Henoch-Schönlein (PHS) merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil di kulit yang disebabkan oleh kelainan imunologik, disertai keterlibatan sendi, ginjal, saluran gastrointestinal, dan sistem organ lain. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk melaporkan penanganan yang telah dilakukan terhadap kasus PHS pada anak agar dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pengambilan keputusan pada kasus yang sama. Metode: Penelitian studi kasus ini merupakan kajian mendalam terhadap pasien anak laki-laki 11 tahun, dengan purpura palpabel eritematosa pada kedua lengan, tungkai dan pantat, di tempat adanya purpura tidak hilang dengan penekanan. Hasil: Diagnosis PHS ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan histopatologik. Diagnosis ini memenuhi 4 dari 5 kriteria dari American College of Rheumatology tahun 1990, yaitu: purpura palpabel, nyeri abdomen dengan atau tanpa hematokesia, hasil biopsi berupa vaskulitis lekositoklastik, dan awitan usia 20 tahun atau kurang. Pengobatan dengan metil prednisolon 20 mg selama 7 hari memberikan perbaikan. Prognosis pada penderita ini quo ad vitam ad bonam, quo ad sanam dubia ad bonam dan quo ad kosmetikam ad bonam. Simpulan: Pengobatan dengan menggunakan metilprednisolon 20mg dapat memberikan perbaikan pada kasus PHS pada anak. Penurunan bertahap dosis metilprednisolon selama dua minggu menunjukkan penyembuhan secara klini
Daya Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocerus Polyrhizus) Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Latar Belakang: Enterococcus faecalis adalah salah satu penyebab penyakit dalam rongga mulut, seperti karies dan infeksi endodontilk. Resistensi terhadap antibiotik untuk mengontrol infeksi semakin meningkat, sehingga diperlukan bahan alternatif yang memiliki daya antibakteri yang berasal dari alam. Buah Naga Merah adalah jenis tumbuhan yang banyak tersedia di seluruh daerah di Indonesia. Kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) diketahui memiliki beberapa kandungan zat aktif yang bersifat antibakteri, seperti terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) juga ditentukan. Metode: jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%, dan 0,78% serta kelompok kontrol positif dan kontrol negatif. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat daya antibakteri ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocerus polyrhizus) dapat menghambat pertumbuhan koloni Enterococcus faecalis pada konsentrasi 1,56% (KHM), dan dapat membunuh Enterococcus faecalis pada konsentrasi 3,12% (KBM). Simpulan dan Saran: Ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) mempunyai daya antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mencari konsentrasi yang akurat ekstrak kulit buah Naga merah (Hylocerus polyrhizus) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis pada rentang konsentrasi 1,56% sampai 3,12%