Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Peningkatan pengetahuan ibu tentang dampak stunting sebagai upaya menurunkan angka kematian bayi
ABSTRAKStunting adalah masalah Kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Latar belakang pelaksanaan pengabdian masyarakat ini karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar tentang dampak stunting, dan menganggap stunting disebabkan karena faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat tentang dampak dan pencegahan stunting pada balita. Â Tujuan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang dampak dan pencegahan stunting di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35 Â responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang tingkat pengetahuan responden mengenai dampak stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang dampak stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti tentang dampak stunting.Â
KARAKTERISTIK IBU DALAM KEBERHASILAN INDUKSI PERSALINAN OKSITOSIN DRIP
Latar belakang Induksi persalinan merupakan intervensi obstetri yang dilakukan jika persalinan elektif akan bermanfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Keberhasilan induksi tergantung pada kontraksi adekuat yang efektif menyebabkan dilatasi serviks yang progresif.. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu (umur, paritas, BMI) dengan keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Metode: Desain penelitian yang digunakan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah 146 responden dari 228 populasi yang ada di RS Aura Syifa. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai < (0,022 < 0,05) untuk umur keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai < (0,007 < 0,05) untuk paritas dengan keberhasilan induksi infus oksitosin dan hasil pengujian diperoleh nilai < (0,003 < 0,05) untuk IMT dengan keberhasilan induksi persalinan infus oksitosin. Â Simpulan dan Saran ada hubungan karakteristik ibu (umur, paritas, IMT) dengan keberhasilan induksi drip oksitosin. Saran untuk tempat penelitian agar lebih mempertimbangkan pengambilan keputusan induksi persalinan pada pasien yang rentan terhadap kegagalan induksi sehingga kasus kegagalan induksi dapat dikurangi
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
Latar Belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, fenolik, dan steroid/triterpenoid. Kandungan metabolit sekunder tersebut diyakini memiliki ativitas antioksidan atau anti radikal bebas. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode: Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diekstraksi dengan cara panas yaitu metode infundasi kemudian difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksan. Penetapan aktivitas antioksidan dengan metode peredaman DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) diukur serapannya pada panjang gelombang 516,5 nm. Konsentrasi sampel yang digunakan yaitu 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, 70 ppm, dan 90 ppm. Hasil:  pengukuran aktivitas antioksidan fraksi-fraksi umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) masing-masing menunjukkan aktivitas antioksidan yang baik dengan nilai IC50 (inhibition concentration) dari fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan secara berturut-turut yaitu 96,24±3,754 ppm; 26,98±0,507 ppm; dan 10,7±0,681 ppm
HUBUNGAN PARENTING STYLE DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PADA USIA 4-5 TAHUN
Latar belakang Fenomena yang terjadi di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya terlihat orang tua masih mengambil alih aktivitas yang seharusnya dilakukan oleh anaknya, seperti membawa tas kesekolah dan melepaskan sepatu. Seharusnya anak umur 3-6 tahun sudah bisa berkembang kemampuan kemandiriannya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. Metode: Desain Penelitian ini analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh orang tua yang mempunyai anak usia 4-5 tahun berjumlah 45 responden, besar sampel sebesar 40 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disampaikan melalui google form. Pengolahan data melalui editing, scoring, coding, processing, cleaning, dan tabulating. Selanjutnya dilakukan analisis uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05 Hasil: Hasil penelitian dari 40 responden sebagian besar (57.5 %) responden menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar (52.5 %) anak kurang mandiri. Dari 23 responden yang menerapkan pola asuh demokratis, sebagian besar (73.9 %) anak kurang mandiri. Hasil menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 didapatkan bahwa Ï=0,006 yang berarti ada hubungan parenting style dengan kemandirian anak pada usia 4-5 tahun di TK Dewi Sartika Wonokromo Surabaya. Simpulan dan Saran Setiap pola asuh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, Semakin orang tua menerapkan parenting style yang baik maka anak akan lebih mandiri. Diharapkan peneliti bisa dijadikan referensi dan bisa dihubungkan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi parenting style
PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI SKRINING AWAL ZAT ADITIF UNTUK MENJAMIN PRODUK YANG SEHAT DAN HIGIENIS
Latar belakang: Makanan yang sehat sangat diperlukan untuk kesehatan. Faktor kesehatan sering kali terabaikan ketika seseorang memilih makanan dan minuman dan cenderung memilih berdasarkan tampilannya seperti warna yang menarik ataupun tekstur yang memikat. Program pengabdian masyarakat dilakukan di RW IX, Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang yang dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2019. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat cara mengindentifikasi adanya zat aditif (pewarna dan pengawet) dengan memanfaatkan bahan alam. Metode: Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan  kepada kader posyandu dan ibu rumah tangga. Program ini dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama meliputi kegiatan survey lokasi dan koordinasi, tahap kedua meliputi kegiatan pemberian materi sesuai dengan subtema dan monitoring awal (pretest) dan tahap yang ketiga meliputi evaluasi (postest). Hasil:  Dari kegiatan ini diperoleh hasil bahwa masyarakat banyak yang belum dapat membedakan makanan dan minuman yang mengandung zat aditif berbahaya, tetapi dengan adanya pelatihan ini  pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (pewarna dan pengawet) berbahaya pada makanan dan minuman sudah ada peningkatan dengan adanya perbaikan hasil postest dibandingkan dengan hasil pretest. Kesimpulan: Adanya peningkatan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengidentifikasi zat aditif (pewarna dan pengawet) dalam makanan dan minuman dengan memanfaatkan bahan alam
PELATIHAN DETEKSI DINI PENYAKIT SECARA MANDIRI MELALUI LIDAH
Pola hidup yang tidak sehat yaitu kurang berolah raga, merokok dan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, pedas serta bahan aditif berbahaya dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan sirkulasi energi ginjal, paru-paru, jantung dan ginjal terganggu sehingga menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, gagal ginjal, serangan jantung, kanker paru-paru. Penyakit seperti ini bisa di deteksi sejak dini menggunakan lidah. Lidah berada antara organ eksterior yaitu jantung. Organ jantung memerintah rasa makanan dan pengucapan. Energi di dalam jantung mengontrol sirkulasi darah darah sehingga berpengaruh dalam warna otot lidah. Lidah berhubungan dekat dengan organ limpa dan lambung. Makanan dan minuman diterima oleh lambung dan diubah oleh energi limpa. Lambung memiliki kemampuan memproduksi cairan, sehingga direfleksikan dalam bentuk kelembaban lidah. Kualitas energi nutrisi dan darah tergantung dari kekuatan energi limpa untuk menyuling sari makanan, direfleksikan dalam warna otot lidah. Lidah yang sehat adalah berwarna merah muda dengan bentuk otot lidah tidak terlalu tebal atau tipis, selaput lidah putih dan tipis dan pembuluh vena dibawah lidah tidak menonjol yang menunjukkan energi, aliran dan cairan tubuh yang berjalan dengan baik dan seimbang, jika dibagian ujung lidah berwarna merah menandakan adanya gangguan di sekitar jantung dan paru paru, untuk lidah yang ditengah berwarna putih dan berkerak mengindikasikan ada gangguan pencernaan, sedangkan untuk pangkal lidah yang berkerak terjadi permasalahan di ginjal dan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek langsung. Palatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, hal ini dapat dilihat dari hasil questioner sebelum dan sesudah pelatihan yang mengalami peningkatan pengetahuan masyarakat
TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS FAMILY FOLDER TERHADAP MUTU PELAYANAN DI PUSKESMAS CIJAGRA LAMA
Latar Belakang: Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Sistem family folder merupakan penyimpanan satu rekam medis digunakan oleh satu keluarga serta dimasing-masing formulir diberi kode khusus untuk menandai kode rekam medis ayah, ibu dan anak. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dalam sistem penyimpanan rekam medis family folder di Puskesmas Cijagra Lama. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel dalam penelitian ini adalah satu petugas rekam medis yang bertugas di pendaftaran dan penyimpanan. Hasil Penelitian: Di Puskesmas Cijagra Lama dalam pengambilan berkas rekam medis pasien lama tidak menggunakan tracer. Sistem yang berkaitan dengan sistem penyimpanan di Puskesmas Cijagra Lama yakni dengan penomoran unit numbering system serta pengolahan yang digunakan menggunakan sentralisasi. Saran: Hambatan yang ditemui ialah pencarian berkas rekam medis yang cukup lama yang menyebabkan kurangnya mutu pelayanan pada pasien, sedikitnya petugas rekam medis dan keterbatasan ruang penyimpanan, sehingga perlu adanya penambahan jumlah petugas
PENGARUH EDUKASI TERHADAP SELF CARE BEHAVIOURS PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH DIABETES UBAYA
 Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan manajemen pengelolaan mandiri untuk mencegah terjadinya komplikasi. “Diabetes self managemen education†merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes yang baik, yang dapat memfasilitasi pasien dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan perawatan diri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diabetes self managemen education terhadap peningkatan self-care pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-experimental satu kelompok dengan desain intervensi pretest-postest, analisis data secara deskriptif, dengan melibatkan 25 pasien DM tipe 2 selama periode Oktober-November 2018 di Rumah Diabetes Ubaya. Subjek diberikan edukasi DSME sebagai intervensi dan hasil utama yang diukur adalah perubahan self-care. Penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self care subjek antara sebelum dan sesudah diberikan DSME. Pemberian DSME menyebabkan peningkatan signifikan (p<0,05) tingkat self care pasien diabetes. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel pada populasi yang lebih luas lagi
KLASTERISASI PASIEN BPJS DENGAN METODE K-MEANS CLUSTERING GUNA MENUNJANG PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT ANWAR MEDIKA BALONG BENDO SIDOARJO
Latar belakang: Manajemen RS Anwar Medika mengalami kesulitan dengan tumpukan data di dalam database sehingga database kurang optimalkan dalam penggunaannya. Tujuan: Menemukan informasi baru dari data rekam medis  rawat inap pasien BPJS. Metode: Penelitian ini merupakan diskriptif kuantittif. Data didapatkan dengan melakukan pengelompokkan data dengan metode teknik data mining dengan menggunakan algoritma K-Means. Hasil: Menghasilkan 3 cluster; cluster 1 terdiri dari 91 pasien perempuan (51%), cluster 2 terdiri dari 26 pasien perempuan (14%), dan cluster 3 terdiri dari 63 pasien laki-laki (35%). Kecamatan asal pasien yang terbanyak berasal dari Krian dan Balongbendo. Diagnosis yang banyak diderita adalah Born in Hospital, Diarrgoea, dan Hemorrhagic. Kesimpulan: Banyak pasien BPJS didiagnosis dengan kode ICD X Z38.0, A09+E86, dan A91, sehingga bisa digunakan untuk penentuan anggaran rumah sakit. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan kolaborasi dengan metode clustering hierarki agar didapatkan hasil pengelompokan data yang lebih baik
ANALISIS EFISIENSI NILAI BED OCCUPANCY RATE (BOR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE TRIWULAN 4 TAHUN 2020
Latar Belakang : Pelayanan kesehatan bermutu terhadap kebutuhan pasien merupakan strategi dalam rangka memenangkan persaingan. Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dimana salah satu aktivitas yang rutin dilakukan dalam statistik Rumah Sakit adalah menghitung tingkat efisensi hunian tempat tidur. Sensus rawat inap adalah kegiatan pencacahan atau perhitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam. Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sample yang digunakan pada penelitian ini adalah data rekapitulasi sensus harian rawat inap pada masing-masing ruangan. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa hasil BOR bulan Oktober sebesar 53,99%, bulan November sebesar 47,41%, bulan Desember sebesar 50,76%. Hasil nilai indikator BOR yang rendah berarti semakin sedikit tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien dibandingkan dengan tempat tidur yang tersedia. Saran : Dengan melihat indikator BOR ini maka perlu adanya suatu sistem yang ideal untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan medis, kepuasan pasien, keselamatan pasien, kesejahteraan petugas sehingga akan berpegaruh terhadap pendapatan bagi pihak fasilitas pelayanan kesehatan