Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN KEBUTUHAN SDMK DENGAN METODE ABK-KES DI KLINIK PRATAMA GREEN CARE KOTA BANDUNG
Latar belakang : Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik, klinik harus memiliki sumber daya manusia kesehatan yang memadai dan berkualitas untuk mendukung efektivitas fungsi klinis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, perhitungan menggunakan stopwatch dan kalkulator untuk mengetahui waktu kerja yang tersedia, standar beban kerja, dan standar tugas penunjang berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK Kes). Penggunaan metode ABK Kes bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa HRK di Klinik Pratama Green Care membutuhkan 3 orang bidan sedangkan jumlah bidan yang tersedia hanya 2 orang sehingga perlu ditambah 1 orang dan untuk tenaga non medis rekam medis membutuhkan 1 orang sedangkan yang tersedia tidak, sehingga perlu merekrut tenaga kesehatan baru di bidang rekam medis
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK EKSTRAK KULIT BUAH MELINJO (Gnetum gnemon L.) SEDIAAN BLUSH ON CREAM SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Latar belakang: Tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya produk kosmetik berbahan kimia membuat mereka cenderung lebih memilih produk yang berasal dari bahan alami yang aman di kulit. Blush on dari bahan alami merupakan blush on yang dibuat dengan mencampurkan bahan alami sebagai pewarnanya. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pewarna dalam pembuatan blush on adalah tanaman melinjo yang diambil kulit dari ekstrak kulit buah melinjo. Tujuan: Mengetahui warna yang dihasilkan oleh ekstrak kulit melinjo dan mengetahui formulasi ekstrak kulit melinjo dalam pembuatan sediaan blush on cream. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen demi mengetahui uji kualitas fisik meliputi; uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji poles dan uji kesukaan. Hasil: Penelitian yang didapat telah memenuhi persyaratan yang baik. Konsentrasi beeswax yang terlalu tinggi membuat konsistensi sediaan meningkat. Kesimpulan: Formulasi sediaan blush on cream kulit melinjo telah memenuhi syarat uji mutu fisik dan dapat digunakan untuk sediaan tersebut
Model Pemberdayaan Potensi Lokalita Kontemporer Menuju Kemandirian Ekonomi Darmadji
Kemandiran ekonomi menjadi isu yang sangat penting tidak hanya dalam pembangunan nasional tetapi bahkan menjadi salah satu Agenda Pembangunan Global 2030 (sustainable development goals/SDGs). Selama ini, upaya menuju kemandirian ekonomi antara lain ditempuh melalui program pemberdayaan klasik yang masih bertumpu pada tiga pilar pendekatan enabling, protecting, dan empowering. Sebaliknya pemberdayaan  model kontemporer yang memadukan model pemberdayaan klasik dan model kekinian masih sangat langka. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani berbasis pendekatan lokalita kontemporer menuju kemandirian ekonomi. Metode kegiatan dalam jangka pendek adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK melalui edukasi kewirausahaan, yang dipadukan dengan kegiatan backstopping, enabling, empowering dan protecting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) setelah diberi edukasi tentang kewirausahaan dan sekaligus dilakukan pendampingan, telah berhasil menumbuhkan dan semangat berwirausaha, dari semula yang tidak mencoba bertanam menjadi mau bertanam dengan menerapkan system pertanian hidroponik. Meskipun hasil dipercobaan pertama masih belum memusakan, namun mereka masih semangat untuk terus bersemangat berhidroponik. (2) sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat dalam berhidroponik, maka telah disepakti untuk dilakukan loba pertumbuhan tanaman hidroponik antar RT. Tingginya semangt para ibu-ibu ini penting untuk terus dijaga dan ditumbuhkan. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah mendampingi mereka sampai berhasil menuju perbaikan ekonomi keluarga bahkan menuju pembentukan badan usaha ekonomi RW
Penyuluhan Olah Raga Dengan Teknik Sederhana Di Masa Pandemi Di Desa Kedunganyar Kecamatan Sugio Tahun 2021
WHO menetapkan bahwa Covid 19 muncul pertama kali di Wuhan pada bulan Desember 2019 dan ditetapkan sebagai Pandemi secara global. Pada masa pandemic setiap negara membuat kebijakan protocol kesehatan salah satunya dengan social distancing dan work from home. Kebijakan tersebut berdampak pada perubahan gaya hidup sendenter, menurunnya aktifitas fisik, dan kebiasaan olah raga, dimana kurangnya aktifitas fisik merupakan faktor risiko kematian keempat di dunia. Selain itu kurangnya aktifitas dan pekerjaan yang dilakukan secara daring dapat mengakibatkan keluhan musculoskeletal, ditambah dengan posture kerja yang tidak ergonomic maka akan mempercepat timbulnya keluhan ataupun gangguan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya berolah raga. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, penayangan video dan tanya jawab. Pengabdiam masyarakat ini dilakukan secara daring dan dikuti oleh ibu-ibu PKK dan kader di desa Kedunganyar kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Hasil pengabdian ini didapatkan sebelum penyuluhan pengetahuan olah raga dengan teknik sederhana yaitu 40%, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan sebanyak 70%. Kesimpulan: setelah dilakukan penyuluhan yaitu pengetahuan tinggi sebesar 39% , sedang, 18%, sedangkan untuk pengetahuan rendah menurun sebanyak 57
Pengolahan Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal
Latar Belakang: Tempe merupakan pangan fungsional dengan harga terjangkau yang banyak dikonsumsi sebagai protein nabati. Tempe kedelai lebih dikenal dan disukai oleh banyak orang karena warnanya yang putih dan tekstur yang kompak sehingga lebih menarik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe. Upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta remaja sebagai kader muda sadar kesehatan. Tujuan Kegiatan: meningkatkan pengetahuan, pemamaham dan kemampuan peserta dalam mengedukasi pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe.Metode Kegiatan: Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, yaitu penyuluhan meningkatkan pengetahuan, pemamaham dan kemampuan peserta dalam mengedukasi pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe. Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 47 peserta. Hasil Pengabdian: Rata-rata pengetahuan peserta terkait pengolahan pangan lokal tempe sebelum dilakukannya edukasi adalah 3,78 dan mengalami peningkatan setelah diedukasi, yaitu 4,76. Simpulan dan Saran: Pelatihan daring terkait pengolahan pangan fungsional berbasis pangan lokal tempe dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dilakukan metode lain dalam edukasi dengan menggunakan media yang berbeda
PERANCANGAN BASIS DATA SISTEM INFORMASI SHELTER COVID-19
Latar belakang: Selama masa isolasi Covid-19 terkadang muncul keluhan baru maupun keluhan yang sudah dialami semakin memberat. Pasien dalam masa isolasi dapat menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan guna memperoleh perawatan lebih lanjut. Keluhan perlu dikumpulkan untuk membantu tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan. Pengembangan database sistem informasi shelter Covid-19 ditujukan agar menjadi tools dalam memasukkan serta mengupdate secara berkala status penderita Covid-19. Tujuan: Mengembangkan database sistem informasi Covid-19 untuk menjadi tools dalam memonitoring kondisi kesehatan pasien isolasi Covid-19. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan desain penelitian action research. Tahapan action research dalam penelitian ini adalah diagnosing action, planning action, taking action, dan evaluating action. Hasil: Analisis dan desain dari struktur database dimulai dari penentuan entitas, proses, dan juga penyimpanan database. Analisis desain dari database digambarkan dengan relasi antar tabel. Hasil implementasi digambarkan dalam bentuk SQL dari qruery yang akan dibuat dan diolah. Analisis pengembangan laporan dilakukan dengan memilih beberapa database yang memiliki nilai padat informasi sehingga dapat dituangkan ke dalam suatu sistem informasi kesehatan yang informatif. Simpulan: Guna menghasilkan suatu sistem informasi yang informatif memerlukan beberapa rancangan seperti data flow diagram, entity relationship diagram, dan SQL yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna
TINJAUAN PROSEDUR KELENGKAPAN PENCATATAN DATA DEMOGRAFI PASIEN BARU DI RSUD X TRENGGALEK
Latar belakang: Bentuk dokumentasi pertama kali dalam rekam medis dimulai dengan pencatatan data demografi pasien baru yang pertama kali datang ke rumah sakit. Isian data demografi mencakup identitas diri yang lengkap serta merupakan penentu upaya pemberian layanan kesehatan. Saat survei ditemukan kekosongan data identitas pasien yang dapat mempengaruhi isi dan kualitas rekam medis, secara keseluruhan bisa mengaburkan identifikasi pasien yang sesuai identitasnya. Tujuan :Penelitian ini adalah untuk meninjau prosedur mengenai kelengkapan pencatatan data demografi pasien rawat jalan baru di RSUD X Trenggalek. Metode :Penelitian ini termasuk deskriptif kuantitatif, dengan 96 sampel yang diambil secara accidental sampling,  variabel penelitiannya kebijakan, standar operasional prosedur dan formulir pendaftaran pasien baru rawat jalan Hasil: Terdapat kebijakan dan standar operasional prosedur yang mengatur tentang pencatatan data demografi pasien, namun pelaksanannya masih ditemukan ketidaklengkapan formulir pendaftaran pasien baru rawat jalan sebesar 31,25%, yang sudah lengkap pengisiannya adalah 68,75%. Saran: perbaikan melakukan sosialisasi untuk pemahaman prosedur yang sudah ditentukan, evaluasi berkala pencatatan dan melengkapi formulir pendaftaran pasien baru rawat jala
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK GEL EKSTRAK TOTAL BLACK GARLIC (Allium sativum Linn.) DENGAN GELLING AGENT (CMC-Na)
Latar belakang: Hematoma adalah kumpulan darah di luar pembuluh darah yang dapat terjadi karena adanya luka. Selanjutnya, tubuh akan melakukan proses penghancuran hematoma melalui fibrinolisis. Bawang putih (Allium sativum Linn.) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas fibrinolisis dengan cara menstimulasi tissue plasminogen activator (t-PA). Tujuan: Memformulasikan ekstrak total black garlic (BG) dan mengetahui apakah perbedaan konsentrasi ekstrak total BG mempengaruhi mutu fisik sediaan. Metode: BG dibuat dengan memanaskan bawang putih pada suhu terkontrol (50-70°C) selama sepuluh hari. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan flavonoid. Sediaan gel dioptimasi dengan variasi konsentrasi BG. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji stabilitas. Hasil: BG dapat dihasilkan setelah 10 hari pemanasan dan skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak total BG mengandung flavonoid. BG diformulasikan menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak total BG (12, 14 dan 16%). Formulasi gel menunjukkan bau khas, konsistensi semi solid dan tekstur homogen. pH sediaan adalah 5,0-5,1, daya sebar 6,5-7,2, daya lekat 2,03-4,48. Uji stabilitas menunjukkan hasil yang stabil. Simpulan: Variasi konsentrasi ekstrak total BG mempengaruhi mutu fisik sediaan. Formulasi ketiga dengan konsentrasi total BG 16% merupakan formula optimal
Program Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Waspada Obat Ilegal Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Box Sisa Obat Kepada Masyarakat Terkait Obat Kedaluwarsa dan Obat Rusak
Latar belakang: Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait cara membuang sampah obat kedaluwarsa maupun obat rusak yang baik dan benar menyebabkan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga semakin marak kasus peredaran obat ilegal. Hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat dalam penggunaan obat yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Tujuan: untuk mencegah pemanfaatan obat sisa/obat rusak/obat kedaluwarsa oleh pemulung dan pengepul sampah, maka sangat diperlukan kegiatan sosialisasi dan edukasi “Gerakan Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusak†untuk memotong penyalahgunaan obat. Metode: pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA) melalui sosialisasi dan edukasi. Media yang digunakan adalah melalui penyebaran brosur “Gerakan Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusakâ€, keberhasilan pemahaman masyarakat melalui sesi tanya jawab serta mempraktekan apa yang sudah didemonstrasikan. Hasil: melalui edukasi dan sosialisasi “Gerakan Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusak†memberikan dampak yang sudah nyata yaitu masyarakat memahami cara memilah dan memilih obat sisa/kedaluwarsa/rusak, membuang obat sisa/kedaluwarsa/rusak pada dropbox sampah obat, mencatat sampah obat tersebut untuk kemudian dimusnahkan oleh pihak yang berwenang. Kesimpulan: Program sosialisasi dan edukasi ini dirasakan bermanfaat dan berdayaguna untuk masyarakat setempat
Pemeriksaan Pertumbuhan Pada Balita Dan Anak Pra-Sekolah
Pertumbuhan adalah salah satu indikator kesehatan yang dapat kita temukan pada anak. Pertumbuhan sendiri dapat kita artikan sebagai adanya pertambahan jumlah sel pada tubuh anak, dimana pertambahan ini bisa diukur. Pertumbuhan ini dijadikan salah satu indikator tingkat kesehatan anak. Semakin sehat anak, maka menunjukkan semakin berkualitas generasi penerus bangsa. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan terutama pada berat badan dan tinggi badan anak / siswa di PAUD Hijau Daun Kota Kediri. Dengan kegiatan ini diharapkan akan didapatkan data terkait pertumbuhan siswa. Data pertumbuhan yang didapatkan akan sangat bermanfaat dalam menentukan tingkat pertumbuhan siswa. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil bahwa dari 34 siswa yang diperiksa, 33 memiliki pertumbuhan tiggi badan dan berat badan yang normal, sedangkan hanya 1 anak yang memiliki kategori berat badan gemuk. Diharapkan kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan bagi Guru PAUD Hijau Daun Kota Kediri terkait pertumbuhan siswa, juga dapat digunakan sebagai data awal dalam deteksi pertumbuhan siswa