Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Dan Pengembangan Potensi Peninggalan Sejarah Monumen dr Soetomo Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Dan Sejarah Nasional
Salah satu bentuk monumen yang ada di Nganjuk adalah monumen dr.Soetomo. dr.Soetomo merupakan salah satu pahlawan Pergerakan Nasional pendiri organisasi Boedi Oetomo yang asli berasal dari Nganjuk. Untuk menghormati beliau dibangunlah sebuah monumen sebagai saksi sejarah tentang keberadaan dan kepahlawanannya dalam membela Nusa dan Bangsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga peninggalan sejarah nasional sebagai salah satu upaya menghormati jasa-jasa para pahlawan pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat adalah Metode Partisipatif, yaitu Pendekatan yang berorientasi kepada upaya peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh elemen secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan pengabdian. Dari uraian latar belakang diatas maka hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu masyarakat sudah mulai memahami dan merasa memilki atas keberadaan monument dr.Soetomo sehingga rasa untuk menjaga dan membersihkan peninggalan sejarah tersebut semakin tinggi dengan dibuktikan semakin indah dan bersih monument dr.Soetomo
Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Pada Kelompok Utaran
Adanya pandemi covid-19, membuat sektor perkenomian melemah, terutama bagi usaha kecil dan menengah. Permasalahan ini juga dialami oleh pengusaha tahu di Kota Kediri. Omset penjualan tahu terus menurun bahkan saat masa Bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Permasalahan ini, tidak hanya dialami oleh pengusaha tahu, namun juga dialami oleh kelompok “UTARAN†(Usaha TAhu RumahAN) di Desa Badal Pandean. Penggunaan hand sanitizer merupakan salah satu metode memutus penyebaran virus dari pasien atau carrier kepada orang lain. Produk ini memiliki kemampuan untuk membunuh virus, tetapi karena kebutuhan pasar yang melonjak tinggi menyebabkan handsanitizer sulit ditemukan di pasaran. Kebutuhan hand sanitizer saat ini tidak bisa mengandalkan produk dari industri yang selama ini beredar, diperlukan produksi tambahan oleh institusi yang memiliki kompetensi untuk mendapatkan produk yang baik. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pelatihan kelompok utaran untuk membuat handsanitizer sehingga dapat digunakan untuk pribadi atau dikomersilkan sehingga meningkatkan perekonomian. Pada kegiatan pengabdian   kepada   masyarakat   ini,   digunakan   metode penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan kepada kelompok utaran. Penyuluhan pembuatan Handsanitizer meningkatkan pemahaman mitra terhadap pembuatan handsanitizer yang ditunjukkan dengan 100% kelompok utaran mengetahui cara pembuatan handsanitizer. Pelatihan pembuatan Handsanitizer meningkatkan ketrampilan mitra ditunjukkan dengan kelompok utaran dapat membuat Handsanitizer dan mengemas dengan baik yaitu dalam bentuk hampers
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS NEOPLASMA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III 03.06.01 CIREMAI CIREBON
Latar belakang : Kegiatan pengkodean merupakan pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf dan atau angka atau kombinasi antara huruf dan angka yang mewakili komponen data. Neoplasma merupakan suatu penyakit terkait dengan perkembangan jaringan abnormal akibat neoplasi, yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh yang abnormal yang tumbuh aktif dengan sistem otonom (tidak terkendali). Tujuan penelitian : Untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis neoplasma pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai Cirebon. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis kasus neoplasma pasien rawat inap pada bulan Januari-Maret 2021 dengan jumlah 62 dokumen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian diperoleh dari 62 dokumen rekam medis kasus neoplasma menunjukkan bahwa ketepatan kode morfologi sebesar 0%, ketidaktepatan kode morfologi sebesar 100%. Ketepatan kode topografi sebesar 45 (72,58%), ketidaktepatan kode topografi sebesar 17 (27,42%). Ketidaktepatan penulisan kode dikarenakan petugas coding kurang teliti dan terkadang ada tulisan dokter yang kurang jelas sehingga kesulitan petugas dalam membaca diagnosisnya
NALISA EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN INDIKATOR DEPARTEMEN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RS BHAYANGKARA SARTIKA ASIH TK II BANDUNG PERIODE TW 1 2021
Dalam mengolah efisiensi rawat inap dibutuhkan unit rekam medis yang mampu menunjang tercapainya tertib adminstrasi. Kriteria atau parameter tertentu di butuhkan untuk menentukan apakah tempat tidur yang tersedia telah berdaya guna dan berhasil. Parameter tersebut salah satunya  adalah Bed Occupancy Rate (BOR ), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tingkat efisiensi pendayagunaan tempat tidur berdasarkan indikator departemen kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskiptif populasi dalam penelitian ini adalah data sensus harian rawat inap (SHRI) triwulan I Tahun 2021 Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sensus harian rawat inap (SHRI) semua ruangan triwulan 1 Tahun 2021 instrumen penelitian berupa wawancara dan observasih hasil dari triwulan I 2021 nilai BOR 50,60 % TOI 4 BTO 10.4Â
Aplikasi SEDEKA ( Sistem Dokumentasi Kesehatan Masyarakat ) Dalam Rangka Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
Latar Belakang : Upaya peningkatan kesehatan dapat dilaksanakan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(GERMAS) dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama pada usia lanjut yang rentan terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Tujuan : Untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif  serta pemantauan kesehatan pada lansia di Desa Lerep, Ungaran Kabupaten Semarang dengan melaksanakan pemeriksaan rutin serta monitoring kesehatan sehingga tercipta peningkatan kualitas hidup sehat lansia menggunakan aplikasi SEDEKA. Metode :  Sosialisasi materi tentang penyakit degeneratif dan aplikasi SEDEKA serta pretes postes pada 44 peserta posyandu lansia. Selain itu juga dilaksanakan pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Nilai pretes dan postes dianalisis untuk mengevaluasi prosentase tingkat pemahaman lansia terhadap materi. Hasil:  Pengamatan  yang dilakukan  sebelum kegiatan,  monitoring dan dokumentasi kesehatan oleh penderita belum dilakukan secara baik, sehingga perlu adanya sistem dokumentasi yang dapat membantu lansia untuk memonitor kesehatannya.  Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes,  peserta posyandu lansia memiliki peningkatan pemahaman menjadi “BAIK bahkan “SANGAT BAIK†diikuti peningkatan prosentase nilai pemahaman materi pada materi hipertensi sebanyak 100%, materi diabetes mellitus 27,88% dan hiperkolesterolemia 80,60%. Kesimpulan : Kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan efek positif terhadap pemahaman penyakit degeneratif peserta posyandu lansi
Edukasi Siap Hadapi Pandemi Covid-19 dengan Gizi Seimbang
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans, is a respiratory disease that is contagious and can lead to death. Educating the public in breaking the chain of spread of the Covid-19 virus is not only an appeal to comply with protocols in breaking the chain of virus spread, but the community also needs to get education on the importance of increasing endurance, especially with the principle of balanced nutrition. Seeing the incidence of Covid-19 which is still increasing, and the importance of the community to be aware and willing to apply the principle of balanced nutrition to maintain body immunity, it is necessary to have good education and knowledge from the community in order to provide good nutritional needs in the family. The purpose of this community service activity is to increase the target group\u27s knowledge of balanced nutrition during the Covid-19 pandemic, so that it is hoped that the target group will know and want to apply the principle of balanced nutrition so that it can increase immunity and prevent infection with the Covid-19 virus. The method of implementing community service is the method of providing education with counseling to community leaders and media posters about balanced nutrition in communities in isolation areas in Kelurahan Centong and Singonegaran Kota Kediri. The success of the activity is marked by an indicator of increasing knowledge as measured by the results of the pre-test and post-test. The results of the data analysis showed an increase in the knowledge of the target community to 82%, and the analysis with the Paired Sample T-Test with α = 0.05 showed p = 0.000, which is a significant difference between the level of knowledge of mothers under five before and after receiving education. The conclusion of the Community Service activities shows that activities can effectively increase the knowledge of the target community regarding the principle of balanced nutrition to increase body immunity during the Covid-19 pandemic. It is hoped that the follow-up of this activity is an increase in community behavior to implement the principle of balanced nutrition and an increase in the provision of information and assistance to the community by utilizing digital media so that it can reach the wider community
PENGETAHUAN PASIEN GASTRITIS DI PUSKESMAS KARANGKEMBANG TERHADAP PENGGUNAAN ANTASIDA
Latar belakang: Antasida merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan gastritis. Tujuan utama dalam pengobatan gastritis adalah menghilangkan nyeri, menghilangkan inflamasi dan mencegah terjadinya ulkus lambung dan komplikasi. Kurangnya pengetahuan pasien tentang penggunaan antasida dengan baik dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Tujuan: mengetahui gambaran pengetahuan pasien gastritis yang menerima terapi antasida. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode pengambilan data secara propektif yang diperoleh dengan lembar kusioner yang dibagikan kepada pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gastritis di Puskesmas Karangkembang Babat pada bulan Mei tahun 2021. Teknik penentuan sampel dengan cara consecutive sampling. Hasil: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasien terhadap indikasi, interaksi, cara penggunaan, lama penggunaan, penyimpanan, efek samping dan aturan pakai antasida masuk dalam kategori kurang. Simpulan: Kurangnya pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, pengalaman, kondisi pasien dll. Pemberian edukasi kepada pasien sangat diperlukan agar pengetahuan pasien menjadi lebih baik sehingga terapi yang diharapkan dapat dicapai
EVALUASI KEBERMANFAATAN APLIKASI SALVE MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)
Latar belakang: Salve merupakan media penyalur bagi seseorang yang ingin relaksasi, berbincang dengan mahasiswa psikologi (konselor sebaya) atau memiliki masalah kejiwaan yang tidak ingin untuk diketahui oleh orang lain ataupun malu melakukan konsultasi secara langsung kepada psikolog. Tujuan: Prototype aplikasi Salve akan dilakukan pengujian kualitas aplikasi. Metode: Pengukuran kualitas suatu aplikasi dapat dilakukan dengan mengukur nilai usability. Evaluasi atau pengukuran kualitas aplikasi dilakukan dengan menggunakan teknik usability testing yaitu pengujian kebermanfaatan menggunakan metode kuesioner System Usability Scale (SUS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitafif dengan melakukan survei dan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuesioner terhadap pengguna sistem informasi sebagai responden. Hasil: rata-rata skor SUS untuk prototype aplikasi Salve adalah 70,13. Sehingga dapat dikatakan prototype aplikasi Salve termasuk dalam kategori acceptable. Menurut responden tampilan dan desain prototype aplikasi Salve sudah cukup baik, cukup update dan informatif. Pada skala adjective, prototype aplikasi Salve termasuk dalam kategori Good. Simpulan: Untuk mencapai nilai Excellent prototype aplikasi Salve akan didesain dengan lebih menarik lagi, dilakukan penambahan fitur dan perubahan informasi biaya layanan
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN
Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menular yang disebabkan oleh virus. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko tertularnya virus ini antara lain dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan hand sanitizer dan masker. Pondok Pesantren merupakan salah satu tempat yang rentan dalam penularan virus Covid-19. Hal ini dikarenakan pondok pesantren merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dalam jumlah besar. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan dan menyalurkan pengetahuan tentang pentingnya penerapana PHBS sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan system pre test dan post test untuk mengetahuai apakah ada pengaruh pengetahuan sebelum dan sesudah pengabdian. Desain pengabdian menggunakan pendekatan cross sectional dengan analisis data menggunakan analisis statistic uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan PHBS antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan kata lain terdapat pengaruh pengetahuan setelah dilakukan edukasi penerapan PHBS sebagai salah satu upaya dalam mencegah penularan Covid-19 pada anggota pondok pesantren X. Kesimpulan pengabdian ini adalah bahwa peran edukasi sangat dibutuhkan sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.Â
ANALISIS PROFIL LIPID SEBAGAI PREDIKTOR KEPARAHAN STENOSIS CORONARY ARTERY DISEASE YANG DINILAI MENGGUNAKAN GENSINI SCORE
Latar belakang:Peningkatan kadar kolesterol mempengaruhi penyempitan dan arteriosklerosis pembuluh darah jantung, dan berperan dalam keparahan penyakit Coronary Artery Disease (CAD). Belum ada penelitian yang melaporkan hubungan profil lipid dengan keparahan stenosis pada CAD yang dinilai dengan Gensini score pada populasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Tujuan: Menganalisis profil lipid sebagai prediktor keparahan Stenosis pada CAD yang dinilai dengan Gensini Score pada populasi CAD di Jawa Tengah, Indonesia. Metode: Pendekatan cross sectional dilakukan pada data sekunder pasien CAD di RSI Sultan Agung Semarang tahun 2016–2021. Faktor risiko CAD lainnya yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, DM, hipertensi, dan status merokok. Derajat stenosis dikelompokkan dengan skor gensini menjadi stenosis berat jika penyempitan pembuluh darah >40% dan ringan-sedang jika £40%. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.Hasil:Kadar LDL berhubungan secara signifikan dengan keparahan stenosis berdasarkan gensini score (p = 0,003). Pada analisis multivariat Status Merokok merupakan faktor risiko paling dominan terhadap keparahan stenosis CAD (p=0.001). Simpulan:Profil lipid LDL menjadi prediktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan dari Coronary Artery Disease yang dinilai dengan Gensini score dibandingkan profil lipid lainnya