Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
KADAR HEMOGLOBIN, LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PENDERITA MALARIA TROPIKA +3 DAN +4 DI RSUD KWAINGGA KABUPATEN KEEROM PAPUA
Background: Malaria is still a public health problem that can cause death, especially in high-risk groups, namely infants, toddlers and pregnant women. The purpose of this study was to determine the levels of hemoglobin, leukocytes and platelets in patients with tropical malaria +3 and +4. Research Objectives: This study aims to determine the levels of Hemoglobin, Leukocytes and Platelets. Blood tests of patients with tropical malaria are +3 and +4. Research Methods: The type of research that will be used is descriptive research method with a sample of 36 patients. To determine the levels of hemoglobin, leukocytes and platelets, blood examination of patients with tropical malaria +3 and +4 was performed using a microscope and a 5010 photometer. The results obtained from this study were tabulated and analyzed descriptively. Research Results: Based on the research, it was shown that from 21 patients with +3 tropical malaria, 11 (52%), normal hemoglobin levels were found in 10 (52%), low hemoglobin levels in 10 (48%); Normal leukocytes were 15 (71%), low leukocytes were 2 (10%) and high was 4 (19%). As for the normal platelet results as many as 9 (43%) and low as many as 12 (57%). For the results of the study, 15 patients with tropical malaria +4 obtained normal hemoglobin levels of 6 (40%) and low of 9 (60%); 10 normal leukocytes (67%), low leukocytes 3 (20%) and high leukocytes 2 (13%). As for the normal platelet results as many as 4 (27%) and 11 (73%). Conclusion: These results indicate that +3 Tropical malaria patients experienced the most decrease in platelets as much as 57% and +4 Tropical Malaria patients experienced a 60% decrease in hemoglobin and 73% low platelets
HUBUNGAN JENIS JAJANAN DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO
Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini bergantung kepada kualitas dan kuantitas dari makanan yang diberikan orang tua. Permasalahan gizi yang sering dialami anak usia dini antara lain kegemukan atau obesitas, gagal tumbuh, anemia, karies gigi dan kecacingan. Tujuan :  menganalisis hubungan jenis jajajan dengan tumbuh kembang anak usia dini (3-5 Tahun) di taman kanak-kanak Zainul Hasan Probolinggo. Metode : Desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia dini (3-5 tahun) di TK Zainul Hasan, Desa Pajarakan, Kabupaten Probolinggo berjumlah 67 orang. Teknik simple random sampling. Sampel penelitian 71 anak usia dini. Alat ukur yaitu lembar observasi dan kuesioner Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK). Analisis data univariat yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Analisis data bivariat yang digunakan adalah chi square. Hasil : Terdapat keterkaitan antara jenis jajanan dan tumbuh kembang anak usia dini memiliki hubungan yang sangat signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis statistik yang memiliki nilai P Value sebesar 0,017 < α 0,050 Kesimpulan : Ada hubungan antara jenis jajanan dengan tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di Taman Kanak-kanak Zainul Hasan Probolinggo.Â
HUBUNGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN (REWARD) DENGAN KINERJA PERAWAT DI RAWAT INAP EKSEKUTIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2020
Nurses are health professionals who provided services in 24 hours, that a decisive role in improved quality of care through result performance has given and reward system it could affected quality of hospital services. Purpose : seen the relationship between given reward and nurse performance at Jombang Distric Hospital. Method: quantitatif studied ; cross sectional studied design ; total sampling technique. Population and sample amounted 30 nurses. Scope of this research in executive inpatient care at Jombang Distric Hospital. Research results with 0,05 sig of Spearman’s rho are : salary p value 0,041; work condition p value 0.273; Interpersonal relationship p value 0.995 ; total extrinsic reward p value 0,054; achievement p value 0.018; self-recognition p value 0.017; the work itself p value 0.012; responsibility p value 0.114, potential development p value 0.054 ; total intrinsic reward p value 0.028. corelation of variables relate to nurses performance at Jombang Distric Hospital are requaire managerial review and evaluation. Conclusion : there is a relationship give rewards and nurse performance. Suggestions : increase the motivation of nurses by include training and simulations relate to nurses and pay attention to remuneration of nurses
IDENTIFIKASI Staphylococcus Spp PADA SWAB MUKOSA RONGGA MULUT PEDAGANG ANGKRINGAN YANG MEROKOK DI KOTA KEDIRI
Angkringan merupakan ruang publik yang menawarkan makanan dan minuman dengan harga cukup murah dan menjadikan interaksi sosial bagi masyarakat. Tidak sedikit juga dari pedagang angkringan mengobrol dengan pembeli sambil merokok dengan tujuan untuk mengusir rasa bosan, mengusir rasa lelah dan kantuk saat berjualan. Merokok merupakan kegiatan yang dapat membahayakan kesehatan dan dapat menimbulkan penyakit misalnya, kanker paru-paru, kanker saluran pernapasan, dan penyakit jantung sistemik. Merokok juga dapat menurunkan bakteri flora normal didalam rongga mulut dan meningkatkan jumlah bakteri potensial patogen, misalnya Staphylococcus aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Staphylococcus spp pada swab mukosa rongga mulut pedagang angkringan yang merokok. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan teknik sampling total dengan jumlah sampel sebanyak 12 responden. Hasil penelitian bakteri Staphylococcus spp pada swab mukosa rongga mulut perokok terinfeksi Staphylococcus aureus sebanyak 12 responden (100%). Bakteri ini dapat ditemukan didalam rongga mulut perokok dikarenakan paparan asap rokok yang terus-menerus sehingga mendukung kolonisasi dan melekatnya Staphylococcus aureus pada inang serta dapat menyebabkan pertumbuhan mikoorganisme. Paparan asap rokok yang terus-menerus akan menyebabkan Staphylococcus aureus akan lebih invasif dan terus-menerus menetap didalam inang. Kesimpulan pada ini ditemukan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 100% pada swab mukosa rongga mulut perokok
Optimalisasi Gerak dan Fungsi Fisioterapi pada Masyarakat
Corona Virus Disease (COVID-19) yang menyerang seluruh dunia, menimbulkan dampak dalam berbagai sektor. Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan fisik, mental, pendidikan, sosial, serta gizi pada anak dan remaja karena risiko penyakit, isolasi sosial, penutupan sekolah, dan menurunnya pendapatan keluarga. Masa pandemi COVID-19 dan pemberlakuan protokol kesehatan pada era new normal diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Fisioterapis selaku tenaga kesehatan dalam kesehariannya di tempat praktek melakukan kontak langsung dengan pasien, maka perlu adanya perlindungan, terhadap fisioterapis maupun terhadap pasien. Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Pelayanan Fisioterapi Selama Pandemi COVID-19. Pedoman tersebut dibuat untuk menghadapi dan mencegah penyebaran COVID-19 bagi fisioterapis di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan kegiatan pelayanan fisioterapi “Optimalisasi Gerak dan Fungsi Fisioterapi pada Masyarakat di Lingkungan Banjarmlati Kota Kediri†ini dilaksanakan sebagai upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif, serta memudahkan warga dalam mengakses layanan fisioterapi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan pelayanan fisioterapi kepada masyarakat sesuai dengan keluhan yang disampaikan. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 warga, dengan rentang umur 30-79 tahun. Keluhan yang banyak disampaikan oleh warga adalah keluhan musculoskeletal dan neuromuscular. Hasil assesmen dan pemeriksaan menunjukkan bahwa warga banyak mengalami keluhan pada punggung. Hal ini dikarenakan warga bekerja sebagai penjahit, di mana membutuhkan posisi duduk dalam waktu yang lama
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN KADAR TANIN TOTAL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN WIJAYA KUSUMA (Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI
Abstrak Latar belakang: Indonesia memiliki berbagai macam tanaman hias, salah satunya merupakan spesies kaktus. Spesies kaktus yang paling banyak dibudidayakan adalah Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw. atau dikenal dengan nama Wijaya Kusuma. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak etanol daun Wijaya Kusuma dilaporkan mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin dan saponin.  Tujuan: Ekstrak etanol 96% daun wijaya kusuma akan ditentukan kadar fenolik total dan kadar tannin total menggunakan metode spektrofotometri. Metode: Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan asam galat sebagai pembanding. Penentuan kadar tannin total dengan metode Vanilin-HCl dan katekin sebagai pembanding. Hasil: Hasil penapisan fitokimia dan identifikasi KLT mengandung senyawa fenol dan tannin. Kadar fenolik total ekstrak etanol daun E. oxypetalum sebesar 369,7 ± 57,675mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar tannin total sebesar 31,56 ± 1,285 %b/b EK. Simpulan: Ekstrak etanol 96% daun Wijaya Kusuma menunjukkan hasil positif mengandung fenolik dan tannin yang ditunjukkan dengan kadar total senyawa tersebut.Kata Kunci : Fenolik, Tanin, Spektrofotometri, Epiphyllum oxypetalum     Â
ANTIHYPERGLYCHEMIC ACTIVITY TEST OF EXTRACT, METHANOL FRACTION AND N-HEKSAN FRACTION OF KETAPANG LEAF (Terminalia catappa) IN ALLOXAN-INDUCED WHITE RATS
Background: Ketapang leaf (Terminalia catappa) can be used as a traditional medicine that has the potential activity to reduce blood glucose levels in the body. Objective: To determine the activity of extracts and fractions of ketapang leaves in reducing blood glucose levels of rats induced by alloxan. Methods: This study was an experimental study using 30 male wistar rats as test animals divided into 6 groups. Group I was healthy control, group II was negative control (K-) that given 0.5% Na CMC solution, group III was positive control (k+) that given metformin suspension, groups IV, V, and VI were given ketapang leaf extract, methanol fraction and n-hexane fraction, respectively. Results: The ethanol extract and methanol fraction of ketapang leaves can reduce blood glucose levels in white rats because they contain flavonoid compounds which are thought to have antihyperglycemic activity. Conclusions: The methanol fraction of ketapang leaves (Terminalia catappa) was most effective in reducing blood glucose levels in alloxan-induced white rats
Efektivitas Vaksin Cacar Monyet
Latar Belakang: Dunia kesehatan prihatin dengan timbulnya wabah Cacar Monyet, begitu juga dengan Indonesia. Pada tengah Tahun 2022 Kementrian Kesehatan Indonesia mengumumkan seorang pria terjangkit penyakit ini sehingga pemerintah mulai menggalakkan upaya penanggulangan wabah Cacar Monyet  melalui penggunaan vaksin. Tujuan: Menganalisa efektifitas vaksin Cacar Monyet sebagai usaha pencegahan penyebaran penyakit Cacar Monyet. Metode: Literature review dengan metode naratif yang mengkaji dan menganalisis hasil penelitian yang terkait dengan pemberian vaksin kaitannya dengan penyakit Cacar Monyet melalui pencarian literatur baik nasional atau international dengan menggunakan database PubMed dan Google Cendekia. Hasil: Penggunaan vaksin mampu memberikan manfaat positif pada kekebalan individu, masyarakat dan komunitas. Simpulan: Vaksin efektif sebagai salah satu cara pencegahan Cacar Monyet
Effectiveness of Avocado Seed Extract (Persea Americana Mill) in Maintaining Fibroblast Cell Viability of Avulsed Teeth in Male Wistar Rats
Background: Avulsion is a complex trauma characterized by the loss of a tooth from its socket. An avulsion condition requires immediate replantation to return the tooth to its socket. The success of this action is influenced by the viability of the fibroblast cells. One of the measures to maintain viability is to store avulsed teeth in storage media. Avocado seed (Persea Americana Mill) is a plant that is easily available and contains flavonoids and saponins which have anti-inflammatory, antioxidant and antibacterial activities. Avocado seed extract is known to play a role in wound healing by increasing the number of fibroblast cells. Objective: to determine the effectiveness of avocado seed extract (Persea Americana Mill) in maintaining the viability of avulsed tooth fibroblast cells in male Wistar rats. Methods: The sample used was 24 Wistar rat teeth extracted and divided into 2 groups, 1 control group and 1 treatment group, where each group was divided into 2 subgroups based on soaking time, namely 30 and 60 minutes. Furthermore, fibroblast cells in the periodontal ligament are trypsinated and then counted with a hemocytometer on a light microscope. The data were then tested using SPSS 24 software. Results: There was a significant difference in the amount of fibroblast cell viability in immersion using avocado seed extract and HBSS. Conclusion: Soaking using HBSS for 30 minutes produced the best fibroblast cell viability
PENGARUH HIDROTERAPI RENDAM AIR HANGAT PADA KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Abstract
Hypertension is a condition of increased blood pressure. Some studies suggest that patients with hypertension is increasing and becoming one cause of death in the world. A decrease in blood pressure can be done one of them with hydrotherapy soak in warm water. The purpose of this study was to determine the blood pressure before and after warm water hydrotherapy soak in patients with hypertension at UPT of Elderly Social Services in Tulungagung, This research using pre-experimental design with the design of one group pretest-posttest, the elderly population are 30 with data collection techniques using purposive sampling counted 25 respondent patients with hypertension and data retrieval tool using spigmomanometer and stethoscope with intervention warm water hydrotherapy soak to feet in a tub of warm water in 15 minutes during a one-week test analysis using Paired T test.The results showed before the warm water hydrotherapy soak systolic blood pressure an average of 152.0 mmHg and 94.0 mmHg diastolic. The results after doing the warm water hydrotherapy soak Average systolic blood pressure 137,2 mmHg and 84.4 mmHg diastolic. The test results obtained p-value 0:0