Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Perancangan Tempat Sampah Yang Ergonomis Sebagai Media Ajar Anak Usia Dini Dengan Menggunakan Metode REBA
Pendidikan usia dini sangat penting sebagai pondasi perkembangan kualitas manusia. Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pendidikan usia dini dilakukan dengan memberikan rangsangan perkembangan jasmani dan rohani. Untuk mendukung peningkatan kualitas manusia, potensi kecerdasan, emosional (karakter) anak usia dini diperlukan suatu media ajar yang menarik, salah satunya adalah tempat sampah. Media ini digunakan sebagai media ajar jaga lingkungan. Tempat sampah yang selama ini digunakan di sekolah tidak sesuai standar ergonomi sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses belajar. Survei yang telah dilakukan dengan mengambil sampel antropometri secara purpose sampling terhadap 23 siswa TK di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode REBA. Nilai aktivitas skor anak usia dini dalam membuang sampah berada pada level 4 yang menunjukkan level resiko sedang dan perlu adanya tindakan dengan merancang tempat sampah yang ergonomis sesuai dengan antropometri anak. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran tempat sampah sebagai media ajar yang ergonomis dengan ukuran tinggi: 85 cm, lebar : 49 Cm, lebar lubang pembuangan: 20 cm, dan panjang ayunan 14 cm
Aktivitas Antihipertensi dari Ekstrak Etanol Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Adrenalin
Hypertension is a condition in which an individual develops above normal blood pressure, when systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and diastolic exceeds 90 mmHg. Hypertension becomes health problem in the world. Dewandaru leaves contained flavonoid, saponin and tannin. This research aimed to find out the antihypertensive activity of dewandaru leaves ethanol extract and to find out the most optimum dose of dewandaru ethanol extract (Eugenia uniflora L.). Dewandaru leaves ethanol extract was obtained through extraction using maceration method and using ethanol 96% solvent. This study employed 25 male white rats divided into 5 groups: groups I (control with kontrol negatif, II (control with captopril), III (ethanol extract at 0.3 mg/200 gBW dose), IV (ethanol extract at 0.6 mg/200 g BW dose), V (ethanol extracts at 1.2 mg/200 g BW dose). The tested animal was made hypertensive with adrenaline induction intraperitoneally. The blood pressure measurement was conducted on the week-3 using blood pressure analyzed. The analysis used in this research was ANOVA with Dunnet T3 advanced test. From the result of research, it could be found that all doses of dewandaru leaves ethanol extract had antihypertensive activity. Dose 1.2 mg/200 g BW had effect equivalent to captopril’s.Hipertensi adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal, bila tekanan darah sistol melebihi 140 mmHg dan diastol 90 mmHg. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Daun dewandaru mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun dewandaru dan mengetahui dosis paling optimal dari ekstrak etanol daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstrak etanol daun dewandaru diperoleh melalui ekstraksi dengan metode maserasi dan menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan terdiri dari 5 kelompok yaitu : kelompok I (kontrol negatif, kelompok II (kontrol captopril), kelompok III (ekstrak etanol 0,3 mg/200 g BB), kelompok IV (ekstrak etanol 0,6 mg/200 g BB), kelompok V (ekstrak etanol 1,2 mg/200 g BB). Hewan uji dibuat hipertensi dengan di induksi adrenalin secara intraperitonial. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada minggu ke-3 dengan menggunakan alat blood pressure analyzer. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA dengan uji lanjutan Dunnet T3. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa semua dosis ekstrak etanol daun dewandaru memiliki aktivitas antihipertensi. Dosis 1,2 mg/200 g BB memiliki efek setara dengan captopril
Perubahan Kadar Logam Berat Krom (Cr) pada Limbah Cair Industri Elektroplating Pasca Penambahan Bakteri Pseudomonas aeroginosa dan Pseudomonas fluorescens
Industri elektroplating merupakan penghasil limbah logam berat yang dihasilkan terutama dari proses pelapisannya. Logam-logam berat ini jika dibuang langsung ke perairan bebas akan menyebabkan pencemaran air. Penelitian ini bertujuan menurunkan/menghilangkan logam berat krom (Cr) pada limbah cair industri elektroplating dengan cara mengolahnya menggunakan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas fluorescens, sebelum limbah cair industri elektroplating tersebut dibuang ke perairan bebas.
Langkah pertama pada penelitian ini adalah melakukan analisis kualitatif untuk memastikan adanya logam-logam berat yang terdapat pada limbah cair industri elektroplating dengan metode reaksi kimia maupun dengan spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisa kualitatif menunjukkan bahwa pada limbah cair industri elektroplating positif mengandung logam Cr.
Penurunan atau penghilangan logam berat Cr pada limbah cair industri elektroplating dilakukan di laboratorium dengan menambahkan mikroba jenis bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas fluorescens. Kadar logamlogam berat sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan penambahan mikroba ditetapkan dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Setelah penambahan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas fluorescens dengan variasi volume 0 ml, 5 ml, 10 ml, 15 ml, dan 20 ml; dan waktu pemeraman 72 jam (3 hari), maka diperoleh persentase penurunan paling baik untuk Cr dengan penambahan Pseudomonas fluorescens 20 ml, prosentase penurunannya 27,40%
Perbaikan Metode Kerja Dengan Pendekatan Metode Rappid Upper Limb Assessment Dan Biomekanika Operator Pemindah Peti Buah Di Pasar Tradisional
Pada aktivitas pengangkutan peti buah yang ada di Pasar Gede masih menggunakan tenaga manusia. Salah satu kegiatan MMH yang diduga beresiko tinggi terhadap tulang belakang adalah aktivitas pengangkutan yang terdapat dilokasi Pasar Gede. Aktivitas pengangkutan ini terdiri dari tiga fase gerakan yaitu mengangkat, membawa, dan meletakan dilakukan secara manual. Aktivitas yang dilakukan ini dikenal dengan nama Manual Material Handling (MMH). Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi aktivitas kerja yang dilakukan pekerja, tubuh pekerja beresiko terjadi keluhan musculoskeletal. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan segmen punggung, pinggul, lengan atas, dan paha pekerja mengalami persentase keluhan yang tinggi.
Berdasarkan analisis biomekanika dengan mendasarkan ketentuan batas angkat NIOSH, pinggul pekerja rawan terjadi keluhan musculoskeletal karena mendapatkan gaya tekan lebih besar dari 3500 N. Berdasarkan assessment posisi postur kerja dengan menggunakan metode RULA didapatkan skor level resiko yang tinggi. Berdasarkan masalah keluhan musculoskeletal yang dialami pekerja, maka dilakukan rekomendasi perbaikan metode kerja. Menurut hasil analisis dengan biomekanik masih berada dalam kondisi tidak aman karena berat peti 50 kg merupakan berat yang berada ambang batas ijin untuk diangkat secara manual. Oleh karena itu perlu dilakukan penurunan berat peti dari 50 kg menjadi 30 kg, dimana resiko terjadinya gangguan musculoskeletal kerja menjadi lebih rendah. Hasil analisis dengan biomekanika dan metode RULA setelah dilakukan perbaikan metode kerja didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa segmen pinggul, dan punggung, berada dalam kondisi yang aman
Efek Perasan Kering Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap Waktu Perdarahan dan Pembekuan Darah pada Tikus Putih Jantan
Pineapple has a peel that contains bromelain enzyme which is useful as platelet antiagregation. This study was aimed to determine the effect of pineapple peel dried juice on bleeding and clotting time extention, and to know the most effective dose in prolonging bleeding time and blood clotting. This study includes the determination of plants, drying of pineapple peel, the identification of the chemical contents, and test of bleeding and clotting time. This study used 5 treatment groups. The group was divided into treatment groups with pineapple peel dried juice variation dose of 28 mg/200 g BW, 56 mg/200 g BW, and 112 mg/200 g BW, positive control group (acetosal 3.7 mg/200 g BW), and negative control group (distilled water). The identification results showed chemical constituents of bromelain enzyme compounds, flavonoids, and saponins. The test results showed that platelets antiagregation freeze drying product from pineapple peel dried juice which was administered orally could prolong the bleeding time and blood clotting on white male rats. Pineapple peel dried juice with a dose of 112 mg/200 g BW gave the best effect to the extension of bleeding and clotting time with an average increase in bleeding time of 150seconds and an increase in clotting time of 105 seconds.Nanas memiliki kulit yang mengandung enzim bromelin yang bermanfaat sebagai antiagregasi platelet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perasan kering kulit nanas terhadap perpanjangan waktu perdarahan dan pembekuan darah, serta mengetahui dosis yang paling efektifdalam memperpanjang waktu perdarahan dan pembekuan darah. Penelitian ini meliputi determinasi tanaman, pengeringan perasan kulit nanas, identifikasi kandungan kimia, dan uji waktu perdarahan dan pembekuan darah. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan. Kelompok dibagi atas kelompok perlakuan dengan variasi dosis perasan kering kulit nanas 28 mg/200 g BB, 56 mg/200 g BB, dan 112 mg/200 g BB, kelompok kontrol positif (asetosal 3,7 mg/200 g BB), dan kelompok kontrol negatif (aquades). Hasil identifikasi kandungan kimia menunjukkan adanya senyawa enzim bromelin, flavonoid, dan saponin. Hasil uji antiagregasi platelet menujukkan bahwa hasil freeze dry kulit nanas yang diberikan secara oral mampu memperpanjang waktu perdarahan dan pembekuan darah pada tikus putih jantan. Perasan kering kulit nanas dengan dosis 112 mg/200 g BB memberikan efek yang paling efektif terhadap perpanjangan waktu perdarahandan pembekuan darah dengan peningkatan waktu perdarahan 150,2 detik dan peningkatan waktu pembekuan 105 detik
RESPON RASA CAMPURAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) DAN EKSTRAK ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DALAM SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT
The research aimed to determine effervescent powder formula with concentration variation of Celery extract and Tamarind extracts to the taste aspects of the best. The research was a quasi-experimental design with one shot case study. The evaluation was done to three formula with combination of celery extract and tamarind extract 50%:50% (formula A), 75%:25% (formula B), and 25%:75% (formula C). Physical test was conducted on the organoleptic, moisture content, flow rate, angle of repose and time dispersion of formula. Hedonic test performed to assess the response of the resulting flavor. Respondents of hedonic test was 54 students of Jamu Department, Health Polytechnic Surakarta. The results showed that the different combinations of extract affected to color, aroma and taste parameter of organoleptic results and time dispersion. 61% of respondents liked the flavor of formula C. The flavor of formula A and B was favored by 45% of respondents for each formula. The conclusion was there were no differences of taste respons in the hedonic test results because of differences in theconcentration of combination of celery extract and tamarind extract in effervescent powder formula with p = 0.423 (p> 0.05)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak seledri dan ekstrak asam jawa terhadap respon rasa yang dihasilkan. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain One Shot Case Study. Uji dilakukan terhadap tiga formula dengan kombinasi ekstrak seledri dan ekstrak asam jawa 50%:50% (formula A), 75%:25% (formula B), and 25%:75% (formula C). Uji fisik yang dilakukan meliputi organoleptik, pengujian kadar air, uji kecepatan alir, sudut diam dan uji waktu dispersi. Uji hedonik dilakukan untuk menilai respon rasa yang dihasilkan. Responden dalam uji hedonik adalah 54 orang mahasiswa Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi ekstrak pada tiap formula berpengaruh pada parameter warna, aroma dan rasa hasil organoleptis serta waktu dispersi formula. 61% responden menyukai formula C. Formula A dan B masing-masing disukai 45% responden. Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan respon rasa pada hasil uji hedonic karena perbedaan konsentrasi ekstrak seledri dan ekstrak asam jawa dalam formula serbuk effervescent dengan p= 0,423 (p>0,05)
Sistem Informasi Pemetaan Lokasi Distribusi Guna Menentukan Jalur Terpendek Dengan Menggunakan Arc View
Penggunaan komputer dalam berbagai bidang dan telah dilengkapi dengan berbagai software-software yang kemampuannya semakin bertambah dan lebih dipermudah dengan kualitas grafis yang mengagumkan telah sangat membantu. Salah satunya adalah aplikasi untuk mendapatkan rute terpendek, sehingga dapat meminimumkan biaya distribusi.
Dalam arc view suatu jalur atau rute distribusi, id agent atau outlet, jarak distribusi dapat diaplikasikan dalam bentuk grafis, sehingga memudahkan perusahaan dalam membuat suatu keputusan untuk menentukan jalur distribusi. Sedangkan program dinamis digunakan sebagai pendukung untuk mendapatkan rute terpendek yang telah diketahui dari hasil dalam arc view.
Setelah dilakukan perancangan sistem dengan arc view maka dilakukan perhitungan jarak terpendek dengan menggunakan network analysis pada arcview dari CV. ke masing-masing outlet dan programa dinamis didapat hasil untuk biaya transportasi terpendek armada 2 adalah 7-8-9-10 dengan jarak 20,37 km dan biaya transportasi Rp 1.698.607,5 dan biaya transportasi terpanjang armada 5 adalah 1-2-20-21 dengan jarak 50,02 km dan biaya transportasi Rp 1.987.695,0
Pemodelan Tarif Rumah Sakit Berdasarkan Intangible Factors
Tarif rumah sakit merupakan suatu elemen yang amat esensial bagi rumah sakit yang tidak dibiayai penuh oleh pemerintah atau pihak ketiga. Pada prinsipnya, tarif yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya baik biaya materiil dan non materiil, serta memberikan keuntungan yang wajar bagi rumah sakit. Dalam penentuan tarif, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan tarif rumah sakit adalah biaya-biaya serta nilai intangible rumah sakit. Ruangan rawat Inap yang digunakan untuk penelian adalah VIP dan VVIP.
Pemodelan tarif rumah sakit ini menggunakan beberapa bentuk umum yang diurutkan sesuai dengan intangible yang ada. Metode pembangunan model yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Bentuk umum model yang paling sederhana melibatkan dua parameter, sedangkan yang paling kompleks melibatkan lima parameter. Penentuan parameter dilakukan dengan metode minimasi total kuadrat jarak. Kebaikan model ditentukan berdasarkan kriteria total kuadrat jarak (SSres), koefisien determinasi (Adjusted R2), dan jumlah paramater yang terlibat.
Penelitian ini menghasilkan beberapa model, dari beberapa intangible rumah sakit yang digunakan, yaitu jumlah dokter spesialis yang ada, jumlah ruangan VIP/VVIP, tahun swadana, dan BOR, yang menghasilkan model terbaik Y = -5,598 + 1,300X1 + 1,123X2 – 1,528X3 – 3,017X4 + 0,004 X5, dengan adjusted R2sebanyak 0,81 dan SSres sebanyak 0,0228
Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Pada Proses Pembuatan Kawat Perak Menggunakan Metode Heuristik
Perusahaan perak PT. XYZ Yogyakarta merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan berbagai macam produk assesori perak. Pada bagian sub unit peleburan butiran perak murni dengan tembaga menjadi kawat perak sering terjadi ketidak seimbangan lintasan produksi. Hal ini sering terjadi adanya pengangguran pada stasiun tertentu dan kerja lembur untuk stasiun yang lainnya. Permasalahan yang ada adalah bagaimanakah menentukan lintasan produksi yang seimbang dan berapakah jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Untuk menentukan lintasan produksi yang seimbang dan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan digunakan metode Heuristik. Metode ini pada dasarnya adalah membagi atau mengelompokan elemen kerja menjadi beberapa region dan menghitung beban kerja pada setiap stasiun kerja serta menentukan jumlah tenaga kerja yang diperlukan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa lintasan produksi dibagi menjadi 4 stasiun kerja dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 7 orang
Optimasi Formula Tablet Lepas Lambat Mucoadhesive Nifedipin dengan Carbopol 940 dan HPMC K15M Sebagai Matriks secara Simplex Lattice Design
Nifedipin is a calcium chanel blocker has been used for hypertension treatment. Nifedipin has a short half-life (2-4 hours), and perfectly absorb in stomach. These characteristics indicate a good candidate for mucoadhesive formulation. This research aimed to optimize and determine the influence of the Carbopol 940 and HPMC K15M proportion on the physical properties of the tablet and the drug release. Tablets preparation using dry granulation method was carried out using difference proportion of HPMC K15M (A) and Carbopol 940 (B) for each formula i.e. 0% A: 100% B 940, 25% A: 75% B, 50% A: 50% B, 75% A: 25% B and 100% A: 0% B. The weighting of each tablet 250 mg with nifedipin 20 mg per tablet. Mucoadhesive strength was determined using rabbit gastric and the drug release using buffer chloride addition by 0.5% sodium lauryl sulfate pH 1.2 for 6 hours. Optimum formula was analyzed using simplex lattice design method. The results showed that increasing proportion of Carbopol 940 increased the tablet hardness and mucoadhesive strength and increasing the proportion of HPMC K15M reduced the drug release. Optimum formula was obtained at proportion of HPMC K15M 30,610 mg and Carbopol 940 mg 19,390 mgKeywords : Nifedipin, mucoadhesive, HPMC K15M, Carbopol 940.Nifedipin merupakan golongan calcium channel blocker digunakan untuk terapi hipertensi. Nifedipin memiliki waktu paruh yang pendek (2-4 jam) dan diabsorbsi baik di lambung, sehingga nifedipin menjadi kandidat yang baik untuk dibuat sediaan mucoadhesive. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengetahui pengaruh proporsi Carbopol 940 dan HPMC K15M terhadap sifat fisik tablet dan pola pelepasan zat aktif. Pembuatan tablet dilakukan secara metode granulasi kering dengan menggunakan konsentrasi HPMC K15M (A) dan Carbopol 940 (B) yang berbeda untuk tiap formula yaitu 0% A : 100% B, 25% A : 75% B, 50% A: 50% B, 75% A : 25% B, dan 100% A : 0% B. Bobot tiap tablet 250 mg dengan kandungan nifedipin 20 mg untuk setiap tablet. Kekuatan melekat tablet ditentukan dengan menggunakan lambung kelinci dan uji pelepasan obat menggunakan media dapar NaCl ditambah 0,5% natrium lauril sulfat pH 1,2 selama 6 jam. Formula optimum dianalisa dengan menggunakan simplex lattice design. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi Carbopol 940 meningkatkan kekerasan tablet mucoadhesive dan daya mucoadhesive sedangkan peningkatan proporsi HPMC K15M akan memperlambat pelepasan zat aktif. Formula optimum diperoleh pada proporsi HPMC K15M 30,610 mg dan Carbopol 940 19,390 mg