Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA MAHASISWA YANG AKTIF DAN TIDAK AKTIF DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk ikut dalam organisasi kemahasiswaan demi pengembangan potensi jati diri mahasiswa sebagai insan akademis yang berguna di masa depan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, etika, moral dan akademis. Mahasiswa berinteraksi dengan teman sebaya yang bervariasi melalui organisasi kemahasiswaan sehingga dapat membentuk kecerdasan emosionalnya. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.
Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional pada mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hipotesis penelitian yaitu terdapat perbedaan kecerdasan emosional antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Unsyiah. Sampel penelitian adalah mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah yang berjumlah 392 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Kecerdasan Emosional yang disusun berdasarkan teori Goleman (2000).
Hasil analisis data menggunakan teknik komparasi Mann Whitney menunjukkan signifikansi P=0,000 (p<0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kecerdasan emosional yang signifikan antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Unsyiah
HPLC METHOD DEVELOPMENT AND VALIDATION FOR SIMULTANEOUS ASSAY OF METAMIZOLE, THIAMINE AND PYRIDOXINE IN TABLET
The aim of the present study was develop and validate HPLC method for the simultaneous assay of metamizole, thiamine and pyridoxine in tablet. Metamizole is a substance that is easily hydrolyzed in the presence of water and oxygen. To inhibit the hydrolysis of metamizole during sample preparation prior to HPLC analysis. Sodium sulfite is added and its optimum concentration was investigated. The chromatographic system includes a RP C8(2) column (150x4.6 mm, 5 µm particle size) in conjunction with Photo Diode Array (PDA) detector. The optimal chromatographic condition was obtained using a mobile phase consisting of phosphate buffer 35mM pH 3.0: methanol (80:20), flowrate 1.0 mL/min, and 10 µl injection volume. The metamizole, thiamine and pyridoxine were detected at 275 nm. The hydrolysis of metamizole was successfully inhibited by adding solution containing 1.5 mg/mL sodium sulfite to solvent and 0.5 mg/mL sodium sulfite to mobile phase. The validation results indicate a good specificity and a linear detector responses with r>0.999. The accuracy (% recovery) for metamizole, thiamine and piridoxine were 100.26%; 99.09%; and 100.03%, respectively. The method yields good precision with RSD of metamizole, thiamine and pyridoxine were 2.0912%; 1.4489%; and 0.8418%, respectively. The validated method was successfully applied for simultaneous assay of metamizole, thiamine and pyridoxine in tablet
Penentuan Kadar Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Buah Carica (Vasconcellea cundinamarcensis) Wonosobo
The content of vitamin C information in carica fruit is very important because it can improvethe marketability of this fruit. The potential of Carica fruit as antioxidants agent hasn’t beenstudied by the researchers. It’s made Carica fruit are interesting to be studied, so theresearchers conducted this study to determine the vitamin C contain and the antioxidant activityof Carica fruit that grows in Wonosobo.This study was started by the preparation of the Carica fruit to obatined Carica fruitsolution. So that the total content of organic acids, ascorbic acid, and antioxidant activity ofCarica fruit solution could be analyzed. The organic acid content analysis of Carica fruit solutionwas performed by alkalimetric method. The ascorbic acid content analyses were performed byUV-Vis Spectrophotometry, and analysis of antioxidant activity were performed with DPPHmethod.The organic acids total concentration of Carica fruit solution was equal to 0,4 N. Theascorbic acid concentration of Carica fruit solution was 1560 ppm and The C50 value of Caricafruit obtained from sample solution by 118x dilution or equivalent to 17 gram of Carica fruit.Informasi mengenai kandungan vitamin C dalam buah carica (Vasconcelleacundinamarcensis) sangatlah penting karena dapat meningkatkan daya jual buah tersebut.Selain itu, potensi buah carica sebagai antioksidan belum banyak diteliti oleh kalangan peneliti.Kedua hal tersebut merupakan suatu kajian yang menarik, sehingga peneliti melakukan kajianini yang bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan dari buahCarica yang tumbuh di daerah Wonosobo.Penelitian ini dimulai dengan melakukan preparasi pada buah Carica sehingga didapatkanlarutan buah Carica. Selanjutnya dilakukan analisis kandungan asam organik total, asamaskorbat, dan aktivitas antioksidan. Analisis kandungan asam organik dilakukan menggunakanmetode titrasi alkalimetri, analisis kandungan asam askorbat dilakukan dengan spektrofotometriUV-Vis, dan analisis aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH.Hasil yang diperoleh, konsentrasi asam organik total dalam sampel buah Carica adalahsetara dengan 0,4 N. Kandungan asam askorbat dalam sampel buah Carica adalah sebesar1560 ppm dan Nilai IC50 dari buah Carica didapatkan dari larutan sampel dengan pengenceran118x atau setara dengan buah Carica dengan berat 17 gram
Pendidikan Kesehatan dan Layanan Short Message Service (SMS) sebagai Pendekatan Pemberdayaan Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Maternal
Peningkatan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs). Mortalitas dan morbiditas pada masa antenatal, intranatal dan postnatal adalah masalah besar di negara berkembang. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2010 adalah 70% atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia. Sebagian besar anemia di Indonesia selama ini dinyatakan sebagai akibat kekurangan zat besi. Perhatian yang kurang pada ibu hamil merupakan perdisposisi anemia defisiensi di Indonesia. Upaya peningkatan kesehatan ibu, yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu agar mereka mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas serta menurunkan angka kematian dan kesakitan maternal.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fenomena masalah ibu di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Sukoharjo dan mengidentifikasi model pemberdayaan komunitas apa yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dalam konteks keperawatan yang Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method berupa gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Wawancara mendalam dilakukan terhadap kepala dinas kesehatan, kepala puskesmas, bidan, perangkat desa, kader dan ibu hamil. Penelitian kuantitatif berupa penelitian menggunakan pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test design tanpa kelompok kontrol dilakukan pada ibu hamil dengan perlakuan berupa model penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan dan sikap ibu hamil serta layanan SMS.
Hasil penelitian didapatkan masukan dari beberapa key person dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dan peningkatan responden yang berpengetahuan serta sikap baik dengan uji Wilcoxon didapatkan p-value = 0,001 < 0,05
Pengaruh Ekstrak Buah Takokak (Solanum torvum S.) Terhadap Jumlah dan Motilitas Spermatozoa Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur Sprague Dawley
Takokak (Solanum torvum Swartz.) merupakan tanaman perdu yang banyak dimanfaatkan manusia untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Namun dalam pemanfaatannya tersebut belum banyak dilakukan penelitian lebih lanjut. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah takokak (Solanum torvum Swartz.) terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat pelakuan yaitu P0 sebagai kontrol, P1 (dosis 250mg/kg bb ), P2 (dosis 500mg/kg bb ) dan P3 (dosis 1000mg/kg bb). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Pengumpulan data dilakukan dengan menghitung jumlah dan motilitas sperma tikus putih setelah diberikan ekstrak buah takokak secara oral dengan dosis yang berbeda selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah takokak pada perlakuan P3 (1000mg/kg bb) paling berpengaruh terhadap jumlah spermatozoa (20,33 juta/ml) menurun 37,87% dibandingkan kontrol. Demikian juga terhadap motilitas sperma tikus (50,67kali/menit) menurun 73,78% dibandingkan kontrol. Hasil uji t' (α = 0,05) juga memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara perlakuan P0 dengan P2, P0 dengan P3. Hal ini membuktikan bahwa pemberian ekstrak buah takokak (Solanum torvum Swartz.) dapat berpengaruh terhadap penurunan jumlah dan motilitas sprematozoa tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley
Penurunan Kadar Timbal dalam Air Menggunakan Bentonit Teraktivasi
Timbal merupakan salah satu bahan pencemar yang banyak terdapat di dalam perairan. Timbal di perairan yang masuk ke dalam tubuh dapat mempengaruhi sistem syaraf, hormon dan juga jantung. Untuk mengurangi pencemaran timbal di perairan, maka diperlukan suatu adsorben yang mampu menyerap timbal. Salah satu adsorben yang banyak digunakan adalah bentonit.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar timbal dalam perairan menggunakan bentonit yang telah diaktivasi. Bentonit yang digunakan merupakan bentonit alam yang diayak lolos 170 mesh. Bentonit selanjutnya diaktivasi menggunakan H3 PO4 KCl dan NH4 OH dengan konsentrasi 0,05M. Waktu kontak dilakukan selama 1 jam.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi optimum didapat dari bentonit teraktivasi NH4 OH dengan konsentrasi teradsorpsi rata-rata sebesar 86,36 ppm
Patogenitas Kombinasi Jenis Cendawan Entomopatogen dan Kerapatan Konidia terhadap Mortalitas Larva Ulat Grayak
Ulat grayak bersifat polifag atau dapat menyerang berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh insektisida sintetik dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, penggunaan cendawan entomopatogen dapat digunakan sebagai agen hayati untuk pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan jenis cendawan entomo patogen serta kerapatan konidia terhadap mortalitas larva ulat grayak.Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Terdapat 12 perlakuan dengan 3 jenis cendawan meliputi Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Lecanicillium lecanii menggunakan 4 macam kerapatan konidia yakni 106, 107, 108 dan 109 konidia/ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data berupa persentase mortalitas larva pada 7 hari setelah aplikasi dianalisis menggunakan analisis varian dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cendawan Metarhizium anisopliae dengan kerapatan konidia 108 efektif dalam mengendalikan mortalitas larva ulat grayak hingga 61,85%
Penetapan Kadar Etanol pada Minuman Beralkohol Berbagai Merk Melalui Pengukuran Berat Jenis
Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.86/1977, minuman beralkohol dibedakan menjadi 3 golongan yaitu Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, Golongan B dengan kadar alkohol 5-20%, dan Golongan C dengan kadar alkohol 20-55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol di dalam minuman beralkohol berbagai merk. Penentuan kadar etanol dalam minuman beralkohol diawali dengan proses destilasi untuk memisahkan etanol dari air dan komponen lainnya. Sebelum proses destilasi campuran ditambahkan dengan serbuk MgO atau CaO yang berfungsi sebagai zat pengering karena dapat menghilangkan 5% air dari etanol dan dapat bereaksi dengan air membentuk etanol-kalsium hidroksida yang sukar larut. Berat jenis etanol diukur dengan menggunakan piknometer. Berat jenis etanol hasil pengukuran kemudian dikonversi menjadi kadar etanol menggunakan tabel farmakope. Hasil menunjukkan bahwa kadar etanol dalam minuman beralkohol merk A sebesar 9,61%, merk B 7,01%, merk C 6,56%, merk D 5,59%, dan merk E 9,09%. Kelima merk minuman tersebut dikategorikan ke dalam minuman beralkohol golongan B
Optimasi Sediaan Floating Tablet Kaptopril Sistem Effervescent dengan Metode D-Optimal Design
Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efektif pada penanganan gagal jantung, memiliki waktu paruh yang pendek dan indeks terapi yang sempit. Formulasi tablet floating kaptopril diharapkan mengurangi frekuensi pemberian obat dan mengurangi fluktuasi konsentrasi obat dalam darah. Formulasi tablet floating kaptopril dibuat menggunakan matriks hidroksipropil metilselulosa K15M dan komponen effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh matriks hidroksipropil metilselulosa K15M dan komponen effervescent terhadap sifat fisik tablet serta mengetahui proporsi formula optimum tablet floating kaptopril.
Penelitian ini dilakukan dengan metode d-optimal design dengan lima formula. Respon yang diukur dari formulaformula tersebut meliputi waktu alir, sudut diam, keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, floating time tablet dan disolusi tablet yang digunakan sebagai parameter untuk menentukan formula optimum.
Penggunaan hidroksipropil metilselulosa K15M sebagai matriks dan komponen effervescent pada berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap sifat fisik granul dan sifat fisik tablet dan profil disolusinya. Kombinasi hidroksipropil metilselulosa K15M sebagai matriks dan komponen effervescent dengan perbandingan 105 mg : 110 mg dapat membentuk tablet floating kaptopril dengan sifat fisik tablet yang optimum sesuai dengan metode d-optimal design
Metode Gravity Location Models Dalam Penentuan Lokasi Cabang Yang Optimal Di PT. ABC
Implementation of Supply Chain strategy can only take place effectively if the Supply Chain has a network with the appropriate configuration. This means that the structure or network configuration can determine wheter a Supply Chain can be responsive or efficient. If want a responsive Supply Chain, the network configuration must be supported by production and warehouse facilities are more numerous and scattered in various locations marketing. Likewise, if the Supply Chain wants to efficiently then there is a relatively centralized network with fewer amenities. The purpose of this study is to obtain an optimal local warehouse position that minimizes transportation costs. Gravity location models used to determine the location or position of a facility (such as a warehouse or factory) which became a liaison between sources of supply and markets several locations. The steps in this research is to calculate the distance ji to all i (that is the location of the facility and the location of candidate sources of supply or market i), determine the coordinates of the location and when two successive iterations produce nearly the same coordinates, the iteration stops and select it as the location coordinates facilities. If not, repeat the iteration start step 1. Local warehouse optimal position that minimizes transportation costs are (0,04;0,07)