Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    KUALITAS HIDUP MAHASISWA DISABILITAS ANGKATAN PERTAMA DALAM MENEMPUH PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI INKLUSI

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup mahasiswa disabilitas dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi Inklusi. Pendidikan di perguruan tinggi memiliki prosedur dan tuntutan yang lebih besar dalam hal pembelajaran, adaptasi dengan lingkungan sosial kampus. Kualitas hidup meliputi fisik, psikologis, tingkat kebebasan, hubungan sosial, lingkungan, spiritual/agama atau kepercayaan seseorang. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologi, partisipan penelitian adalah mahasiswa disabilitas angkatan pertama tahun 2012 melalui convenience sampling sebanyak 2 orang mahasiswa. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara. Teknik analisis data model interaktif menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki kualitas hidup yang berbeda dalam menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Subyek M dapat menjalani kehidupan secara berkualitas karena persepsi akan dirinya cenderung positif, kesehatan fisik dan kesehatan mentalnya dapat dijalani dengan baik. hal ini terlihat dalam setiap domain kualitas hidup. Sedangkan subyek Y saat ini masih dalam proses adaptasi khususnya kondisi fisik dan mental yang masih belum seimbang, namun pandangan yang lain cenderung selaras seperti hubungan sosial, tingkat kebebasan, lingkungan dan spiritual

    COPING STRESS STRATEGY PADA GURU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

    Get PDF
    Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan termasuk anak berkebutuhan khusus. Guru merupakan salah satu komponen dalam proses pendidikan tersebut. Karakteristik anak berkebutuhan khusus yang berbeda dengan anak normal tentunya memberikan dinamika stress tersendiri bagi para pengajarnya. Tuntutan dari lingkungan terdekat anak atau keluarga agar perkembangan anak cepat membaik atau bahkan menjadi normal tanpa diimbangi dengan kerjasama yang baik, karakteristik anak berkebutuhan khusus yang berbeda sehingga menuntut kreativitas lebih dalam pembelajaran bagi mereka, padahal tidak semua guru memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup baik dalam hal tersebut dan faktor lainnya seringkali membuat guru menjadi stres. Hal-hal diatas tentunya akan membuat stres guru yang menangani anak berkebutuhan khusus lebih besar daripada guru yang menangani anak normal. Apabila stres tersebut berkelanjutan tanpa sebuah penyelesaian, guru berpotensi untuk melakukan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Hal ini apabila terjadi terus menerus akan berakibat kurang baik dalam proses pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dalam mengatasi stres tersebut agar tidak berkelanjutan, guru melakukan cara atau strategi tertentu yang dinamakan dengan coping stress. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang menimbulkan stres (stressor) pada informan serta bentuk-bentuk coping stress strategy yang digunakan untuk menghadapinya. Informan yang dipakai adalah guru anak berkebutuhan khusus yang sesuai karakteristiknya yaitu guru anak berkebutuhan khusus dan sedang menangani anak berkebutuhan khusus yang lambat perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Jumlah subyek penelitian adalah 3 orang. Alat pengumpul data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan koding sedangkan uji kredibilitas data dilakukan dengan proses pemeriksaan sejawat melalui diskusi dan pengamatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa stressor dari informan dipengaruhi oleh faktor diluar diri informan yang kemudian mempengaruhi faktor internalnya.  Coping stress strategy yang dilakukan oleh informan berdasarkan aspek problem focused coping menggunakan Confrontive Coping, Planful Problem-Solving. Sedangkan strategi berdasarkan aspek emotion focused coping yang digunakan adalah Distancing, Self control, Positive Reappraisal dan Seeking Social Support

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-heksana, Etil Asetat, dan Air dari Daun Turi (Sesbania grandiflora Pers) terhadap Bakteri Shigella dysenteriae ATCC 9361

    Get PDF
    Daun turi (Sesbania grandiflora Pers) merupakan tanaman suku Fabaceae yang dapat ditanam di perkarangan sebagai pagar hidup atau tanaman obat. Kandungan kimia daun turi adalah flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol, fraksi n-heksana, etil asetat dan air dari daun turi (Sesbania grandiflora Pers) sebagai antibakteri terhadap Shigella dysenteriae ATCC 9361.Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air terhadap Shigella dysenteriae ATCC 9361 menggunakan metode dilusi dan difusi. Konsentrasi fraksi yang digunakan untuk metode dilusi adalah 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,12%; 1,56%; 0,78%; 0,39%; 0,19%; 0,09%. Konsentrasi fraksi yang digunakan untuk metode difusi adalah 6,25%; 4,68% dan 3,12%. Fraksi paling aktif diuji kandungan kimia secara Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air terhadap Shigella dysenteriae ATCC 9361 berturut-turut adalah 0,78%, 12,5%, 6,25% dan 50%. Diameter zona hambat fraksi teraktif etil asetat terhadap Shigella dysenteriae ATCC 9361 adalah 18,17 mm pada konsentrasi 6,25%. Hasil identifikasi KLT menunjukkan fraksi etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid

    Deteksi Bakteri Salmonella sp. pada Mie Basah Yang Dijual di Pasar Gede Surakarta

    Get PDF
    Mie basah merupakan makanan yang populer di Indonesia. Makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganisme seperti halnya bakteri Salmonella sp, dapat menyebabkan terjadinya keracunan dan penyakit-penyakit bawaan makanan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan metode isolasi yang menggunakan media buffer pepton, selenith borth, KIA, SIM, LIA dan Citrat. Sampel yang digunakan adalah mie basah sebanyak 6 jenis yang diambil dari beberapa pedagang mie basah di Pasar Gede Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdeteksi adanya bakteri Salmonella pada mie basah yang dijual di Pasar Gede Surakarta

    Pengembangan dan Evaluasi Formulasi dari Tablet Kunyah Nanopartikel Mebendazol

    Get PDF
    Mebendazole is a benzimidazole derivative with broad spectrum anthelminthic activity and excellent tolerability. Orally it is rapidly absorbed and metabolized to sulfoxide and sulfone, which may be responsible for its anthelminthic action. This research aimed to formulate mebendazole nanoparticle chewable tablet to increase its dissolution velocity and impact saturation solubility. Mebendazole nanoparticle chewable tablets (300 mg) were prepared by direct compression. The tablets prepared by this method were evaluated by different parameters such as average weight, hardness, friability, disintegration, drug content and in vitro dissolution etc. All the parameters were found within the specifications. The study on the dissolution profile revealed that F1 had better dissolution rate while compared to F2, F3 and mebendazole microparticle, respectively. Assay values were within the limits of 90% to 110%.Mebendazol merupakan turunan benzimidazol karbamat, sebagai antelmintik berspektrum luas. Efektif untuk pengobatan penyakit hydatid dan cysticercosis.Absorbsi peroral sangat cepat dan dimetabolisme menjadi sulfoksid dan sulfon. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkantablet kunyah mebendazol nanopartikel untuk meningkatkan kecepatan disolusi dan kelarutannya. Tablet mebendazol nanopartikel dosis 300 mg dibuat dengan kempa langsung. Evaluasi tablet meliputi bobot tablet, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, kandungan obat dan uji disolusi in vitro. Semua tablet baik F1 , F2 dan F3 memenuhi persyaratan. Uji disolusi in vitro F1 lebih baik dibandingkan dengan F2, F3 dan tablet mebendazol mikropartikel. Kandungan obat berada pada batas yang dipersyaratkan yaitu 90-110 %

    Optimasi Proporsi Polisorbat 80 dan Sorbitan 80 dalam Formulasi Krim Ekstrak Etil Asetat Daun Jengkol (Pithecollobium lobatum Benth) Sebagai Antibakteri dengan Metode Desain Faktorial

    Get PDF
    Jengkol leaves ethyl acetate extract shows to have antibacterial activity because it contains saponins, flavonoids and tannins. The use of jengkol leaves ethyl acetateextract directly assessed less well, so that it made cream preparations to make it more convenient to use. This study aimed to obtain the optimum formula of cream of jengkol leavesethyl acetate extract using additional materials polysorbate 80 and sorbitan 80 by Factorial Design method. The Jengkol leaves extract obtained by soxhletation using n-hexane solvent followed by ethyl acetate was then evaporated to obtain a viscous extract. Jengkol leaves extract ethyl asetat cream was made four made in four formulas based on factorial design method. The resulting cream conducted stability tests including organoleptic test, viscosity, adhesiveness, and dispersive power. Optimum formulation parameters based on physical properties, namely: viscosity, viscosity shift, and dispersive power, using Design Ease® Software version 7.1.6. Optimum formula was determined the physical properties and the data were analyzed using t-test. Antibacterial activity was tested by diffusion method. Optimum formula cream of jengkol leaves ethyl acetate extract obtained from proportion polysorbate 80 of 0.44 g and sorbitan 80 of 1.15 g with the physical properties of the response of the optimum formula predictions and experimental result showed no significant difference. Optimum cream showed antibacterial activity presented as inhibition diameter of 14 mm after one day incubation, more potential than formulation 1 (12.8 mm), formulation A (13,8 mm), formulation B (13,2 mm), and formulation AB (13 mm) against Staphylococcus aureus bacteria.Ekstrak etil asetat daun jengkol telah terbukti mempunyai aktivitas antibakteri karena mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Penggunaan ekstraketil asetat daun jengkol secara langsung dinilai kurang nyaman, sehingga dibuat suatu sediaan krim agar lebih nyaman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum krim ekstrak etil asetat daun jengkol dengan menggunakan bahan tambahan polisorbat 80 dan sorbitan 80 berdasarkan metode Desain Faktorial. Ekstraksi daun jengkol diperoleh dengan cara soxhletasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dilanjutkan dengan etil asetat kemudian diuapkan untuk memperoleh ekstrak kental. Krim ekstrak etil asetat daun jengkol dibuat empat formula berdasarkan metode desain faktorial. Krim yang dihasilkan dilakukan pengujian stabilitas meliputi uji organoleptis, viskositas, daya sebar, daya lekat. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat diperoleh menggunakan software Design Ease® versi 7.1.6. Formula optimum yang diperoleh dibuat dan diuji sifat fisik krim dianalisis menggunakan uji-t. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi. Formula optimum krim ekstrak etil asetat daun jengkol diperoleh dari proporsi polisorbat 800,44 g dan sorbitan 80 1,15 g dengan respon sifat fisik formula optimum dari hasil prediksi dan percobaan menunjukkan tidak ada beda signifikan. Aktivitas antibakteri krim optimum setelah 1hari inkubasi 14 mm lebih berpotensi dibandingkan dengan formula 1 12,8 mm, formula A 13,8 mm, formula B 13,2 mm, formula AB 13 mmterhadap bakteri Staphylococcus aureus

    Tingkat Kebisingan Akibat Aktivitas Bandara Temindung Samarinda dan Pengaruhnya Terhadap Pemukiman Masyarakat di Kelurahan Bandara

    No full text
    Bandara Temindung merupakan bandara yang terletak di ibukota provinsi Kalimantan Timur yaitu Samarinda. Bandara ini berada di pusat kota yang dekat dengan pemukiman masyarakat, sehingga dalam aktivitasnya dapat memberikan pengaruh kebisingan terhadap pemukiman sekitarnya. Kelurahan Bandara merupakan salah satu area pemukiman yang berada di dekat Bandara Temindung. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji tingkat kebisingan yang berada di Kelurahan Bandara dan pengaruhnya terhadap masyarakat yang terkena dampak. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran langsung di lokasi pengukuran, dimana terdapat tiga lokasi pengukuran (H1, H2, H3) dan masing-masing di lokasi pengukuran tersebut memiliki empat titik pengukuran berdasarkan jarak terhadap sumber bising, yaitu 0, 10, 15, dan 20 meter. Pengukuran dilakukan melalui 3 waktu yang berbeda, yaitu L1 (08:00-10:00), L2 (10:00-12:00), dan L3 (12:00-14:00). Selain itu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap masyarakat dilakukan survei dengan memberikan kuesioner kepada masyarakat yang terkena dampak. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kebisingan pada level siang (Ls) adalah 72,65±3,3 dB(A). Nilai tersebut berada di atas baku mutu atau Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996, yaitu sebesar 55 dB(A) untuk kawasan perumahan dan pemukiman. Jika dilihat jarak pengukuran terhadap sumber kebisingan, jarak 15 meter memiliki nilai kebisingan yang relatif lebih tinggi dibandingkan pada jarak lain. Dari hasil kuesioner, meskipun nilai kebisingan berada di atas baku mutu, masyarakat merasa tidak terganggu dengan kebisingan aktivitas bandara

    Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Pemasok Nata De Coco Dengan Metode Weighted Product (WP)

    No full text
    Dunia industri saat ini berkembang dengan pesat, sehingga memerlukan suatu kerjasama dengan bebagai pihak untuk tetap menjalan suatu sitem produski di suatu perusahaan. Salah satu contoh kerjasama perusahaan dengan pihak lain adalah dengan pemasok bahan baku. Sebagai contoh pemasok nata de coco lembaran bagi CV. Agrindo Suprafood Yogyakarta merupakan suatu bagian yang penting bagi perusahaan. Saat ini, di perusahaan dalam melakukan pemilihan pemasok tidak kontrak menjadi pemasok kontrak terkadang mengalami kesulitan. Kesulitan terebut terjadi karena belum adanya kriteria yang secara rinci dapat dipergunakan untuk pemilihan pemasok. Sehingga pada penelitian ini akan berusahaan menemukan kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan pemasok. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode Weighted Product (WP). Selain itu, model yang telah dibuat akan diimplementasikan menjadi suatu sistem pendukung keputusan. Kriteria yang dapat mempengaruhi pemilihan pemasok adalah jumlah total, jumlah total kualitas satu, jumlah total kualitas dua, jumlah total nata rusak, jumlah pengiriman maksimal, jumlah maksimal kualitas satu, jumlah maksimal kualitas dua,jumlah maksimal rusak, jumlah pengiriman minimal, jumlah minimal kualitas satu, jumlah minimal kualitas dua, jumlah minimal rusak, kerutinan, harga kualitas satu dan harga kualitas dua. Di samping itu, berdasarkan hasil pengujian sistem pendukung keputusan yang telah dibuat diperoleh kesimpulan bahwa sistem yang telah dibuat dapat dipergunakan oleh CV. Agrindo Suprafood Yogyakarta

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA ORANG TUA DARI ANAK YANG MEMILIKI PENYAKIT KANKER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI

    Get PDF
    Depresi  merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan munculnya pandangan negatif terhadap peristiwa yang terjadi. Orangtua anak penderita kanker sangat rawan mengalami depresi mengingat dampak dari penyakit kanker yang dialami oleh anaknya. Orangtua yang memiliki dukungan keluarga rendah akan lebih rentan mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap depresi pada orangtua anak penderita kanker. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan 2 variabel, yaitu dukungan keluarga dan depresi. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala dukungan keluarga dan skalaBeck Depression Inventory(BDI). Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 50 orang. Teknik analisis menggunakan analisis Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 17.0. Berdasarkan dari hasil penelitian, diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar -599 dengan p = 0,000 (p ˂ 0,01) antara variabel dukungan keluarga dan variabel depresi. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Artinya, ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan depresi pada orangtua anak penderita kanker

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanolik Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Kadar Enzim Alp Pada Tikus Putih Yang Diinduksi Isoniazid Dan Rifampisin

    Get PDF
    Pandan leaves are medicinal plants that contain alkaloids, saponins, flavonoids, tanins and poliphenols compounds that have high antioxidant activity and potential as hepatoprotective. This research was conducted to determine the effect of ethanol extract pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) on the rate of ALP in to determine potency extract ethanol pandan leave inhibit necrosis cell of liver in white rats isoniazid and rifampisin induced. This research was used thirty rats were divided in 6 groups. Group I as a normal group. Group II as a hepatotoxic group. Group III as a drug group was given Curcuma 3,6 mg/200 g BW. Group IV, V, and VI as the treatment group given test solution ethanol extract pandan leaves 8,64 mg/200 g BW, 17,28 mg/200 g BW and 25,92 mg/200 g BW for 28 days. All groups except group I were induced by isoniazid and rifampisin 10,8 mg/200 g BW. All groups on day 0, 14th and 28th set ALP rate. Results obtained were analyzed by One Way ANOVA test. The results showed that ethanol extract pandan leaves at a dose of 8,64 mg/200 g BW, 17,18 mg/200 g BW, and 25,92 mg/200 g BW can inhibit ALP in to determine potency ethanol extract pandan leave inhibit necrosis cell of liver in white rats isoniazid and rifampisin induced. Dose of the ethanol extract pandan leaves was the most effective is 25,92 mg/200 g BW.Daun pandan wangi merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin dan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun pandan wangi terhadap kadar enzim ALP serta untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun pandan wangi dalam menghambat nekrosis sel hati pada tikus putih yang diinduksi isoniazid dan rifampisin. Penelitian ini menggunakan tiga puluh tikus dibagi dalam 6 kelompok. Kelompok I sebagai kelompok normal. Kelompok II sebagai kelompok hepatotoksik. Kelompok III sebagai kelompok obat diberikan curcuma 3,6 mg/200 g BB. Kelompok IV, V, dan VI sebagai kelompok perlakuan diberikan larutan uji ekstrak etanol daun pandan wangi 8,64 mg/200 g BB, 17,28 mg/200 g BB, dan 25,92 mg/200 g BB selama 28 hari. Semua kelompok kecuali kelompok I diinduksi isoniazid dan rifampisin 10,8 mg/200 g BB. Semua kelompok pada hari ke-0, ke-14 dan ke-28 ditetapkan kadar ALP. Hasil yang diperoleh dianalisa dengan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pandan wangi dengan dosis 8,64 mg/200 g BB, 17,28 mg/200 g BB, dan 25,92 mg/200 g BB dapat menghambat kenaikan kadar ALP serta mampu dalam menghambat nekrosis sel hati pada tikus putih yang diinduksi isoniazid dan rifampisin. Dosis ekstrak etanol daun pandan wangi yang paling efektif adalah 25,92 mg/200 g BB

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇