Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L) terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Pada Penggunaan Berulang Minyak Goreng Kelapa Sawit

    Get PDF
    Minyak merupakan salah satu sumber energi penting dalam tubuh manusia. Minyak memberikan energi kedalam tubuh manusia 9 kalori tiap gram lemak. Asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA) merupakan hasil hidrolisis trigliserida yang mudah teroksidasi sehingga menyebabkan ketengikan (rancidity) pada minyak. Berbagai macam reaksi yang terjadi selama proses penggorengan seperti reaksi oksidasi, hidrolisis, polimerisasi, dan reaksi dengan logam dapat mengakibatkan minyak menjadi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nyata penambahan ekstrak bawang merah terhadap minyak goreng kelapa sawit yang digunakan penggorengan berulang-ulang dengan materi tergoreng tempe. Minyak goreng kelapa sawit sebelum digunakan untuk penggorengan ditetapkan sebagai kontrol tanpa penyimpanan 24 jam dan penyimpanan 24 jam. Minyak goreng kelapa sawit digunakan untuk menggoreng tempe dengan pengulangan penggorengan pertama, kedua, dan ketiga. Perlakuan yang diberikan dengan penambahan ekstrak bawang merah dan tanpa ekstrak bawang merah dan ditetapkan kadar asam lemak bebasnya. Metode yang digunakan untuk penetapan kadar asam lemak bebas adalah Alkalimetri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Anova satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak bebas pada minyak goreng pada kontrol tanpa penyimpanan 24 jam dan penyimpanan 24 jam adalah 0,13%. Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng setelah dilakukan penggorengan pertama, kedua, ketiga, tanpa pemberian ekstrak bawang merah adalah 0,44%, 0,60%, 0,74%, sedangkan minyak goreng dengan pemberian ekstrak bawang merah adalah 0,28%, 0,44%, 0,57%. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap peningkatan kadar asam lemak bebas dengan pemberian ekstrak bawang merah

    Identifikasi Telur dan Larva Nematode Usus Golongan Soil Transmitted Helmint pada Feces Anak Kelompok Bermain Al Kautsar Mojosongo Kecamatan Jebres Surakarta

    Get PDF
    Infeksi kecacingan di Indonesia masih menjadi permasalahan terutama di beberapa daerah di pedesaan. Faktor penting untuk penyebaran penyakit adalah kontaminasi tanah dengan tinja. Telur bisa tumbuh di tanah liat, lembab dan teduh, pemakaian tinja sebagai pupuk kebun merupakan sumber infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah anak – anak kelompok Bermain Al Kautsar di Mojosongo Jebres Surakarta terinfeksi telur, larva nematoda usus golongan Soil Transmitted Helmint dan berapa porsentase yang positip telur, larva nematoda usus golongan Soil Transmitted helmint. Metode yang dipakai dalam pemeriksaan ini adalah menggunakan metode langsung yaitu menggunakan reagen lugol atau eosin. Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukkan bahwa semua sampel tidak menunjukkan tanda-tanda abnormal dan hasil mikroskopis semua sampel menunjukkan bahwa 13 feces anak – anak Kelompok Bermain Al Kautsar semuanya tidak ada yang ditemukan telur, larva nematoda usus golongan Soil Transmitted Helmint

    Identifikasi Staphylococcus aureus dan Uji Sensitivitas terhadap Antibiotik dari Sampel Darah Pasien Sepsis di RSUD Dr. Moewardi

    Get PDF
    Sepsis adalah sindroma klinis yang disebabkan oleh infeksi dan ditandai dengan beberapa gejala klinis meliputi hipotermia, leukositosis atau lekopenia, takikardi dan takipnea. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri Gram negatif, bakteri Gram positif, jamur, virus dan parasit. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab sepsis. Terapi utama penderita sepsis yaitu dengan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Staphylococcus aureus pada sampel darah pasien sepsis di RSUD Dr. Moewardi dan uji sensitivitas terhadap antibiotik. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan Cross-Sectional yaitu pengujian sensitivitas bakteri terhadap antibiotik dengan metode difusi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi bakteri Staphylococcus aureus dalam sampel darah pasien sepsis di RSUD Dr. Moewardi yang kemudian diuji sensitivitasnya terhadap antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 sampel darah pasien sepsis di RSUD Dr. Moewardi didapatkan 16 sampel teridentifikasi positif Staphylococcus aureus (53%). Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus 100% sensitif terhadap antibiotik vankomisin dan kloramfenikol; 50% sensitif, 31% intermediate dan 19% resisten terhadap antibiotik tetrasiklin; 6% sensitif, 44% intermediate dan 50% resisten terhadap antibiotik eritromisin; 100% resisten terhadap antibiotik amoksisilin dan linezolid

    HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN BURNOUT PADA WANITA KARIR YANG SUDAH MENIKAH DI YAYASAN IGASAR PADANG

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan pada wanita karir yang berprofesi sebagai guru dan sudah menikah di Yayasan Igasar, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara stres kerja dengan burnout pada wanita karir yang sudah menikah. Hipotesis yang diajukan adalah terdapatnya hubungan yang positif antara stres kerja dengan burnout yang artinya semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi pula burnout, begitu juga sebaliknya, semakin rendah stres kerja semakin rendah pula burnout pada wanita karir yang sudah menikah di Yayasan Igasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru yang sudah menikah di Yayasan Igasar yang berjumlah 131 orang. Adapun teknik sampling yang digunaan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah 94 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Stres Kerja dan Skala Burnout. Metode analisis data yang digunaan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan korelasi product moment person yang menunjukkan bahwa (r) = 0, 679 dengan nilai (p) = 0,000 (p<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara stres kerja dengan burnout. Berarti hipotesis diterima

    Pengendalian Kualitas Produk dengan Metode Six Sigma, Seven Tools, dan Kaizen untuk Mengurangi Produk Cacat di PT. Mitra Rekatama Mandiri

    No full text
    PT. Mitra Rekatama Mandiri is one of the manufacturing industries engaged in metal casting and machining which manages and produces metal castings, with output in the form of components of agricultural equipment and mining, which is the pulley. The work carried out by machine and manually. The production process is still a lot of damage to products that are not suitable quality standards set by the industry. Therefore, to identify, analyze and repair the damage factor products used in the production process quality control methods, by Six Sigma and seven tools and Kaizen. Based on the research results in the form of data processing and analysis with DMAI cycle in the concept of Six Sigma DMAIC define phase characterizing the quality (CTQ) attribute data in the form of as many as 10 different types of damage. The results of the identification process to map control measure p on stage. The results of the baseline measurements of corporate performance in the production process of finishing obtained DPMO value of 88.716 which may mean that a million chance there will be 88.716. Producted possibility of the product damage. Finishing the production process is at 3:57 sigma level. The result of identification with Pareto diagram and with CTQ most dominant cause damage that is kind rantap of 98% followed by the kind of broken mengsle 94%, 78% kropos kind of broken, damaged type of lump 46% of the total to be damaged by 265. identify problems damage with fish bone diagram to determine the factors that cause the damage. In the improve phase seek corrective action plan with Kaizen Kaizen implementation of two instruments, namely Five M Check List and Five Step Plan. From the analysis, it can be concluded that the main cause of damage is the human factor and the environment, and as well as Kaizen implementation tools’, the main policy that must be executed by the management company that surveillance or tighter control every stage of the process. Improvement by analyzing the factors that cause defective products made to reduce the most dominant types of damaged, so that product quality is maintained according to customer demand. Keywords: defect, Kaizen, quality control, seven tools, six sigm

    Pemanfaatan QR-Code sebagai virtual guide di Museum

    Get PDF
    Keberadaan guide yang dapat memberikan informasi secara kompherensif sangatlah diperlukan oleh wisatawan yang berkunjung ke Museum Keraton Solo. Terlebih, informasi tertulis yang ada pada setiap objek yang ada di Keraton sangatlah minim. Teknologi virtual guide dapat membantu kebutuhan wisatawan Museum Keraton Solo tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibangun sebuah model/ prototype Sistem Audio Guide dengan teknik pengembangan modified waterfall. Model/prototype Sistem Audio Guide Museum Keraton Surakarta yang dibangun dan telah diujicoba memperlihatkan bahwa prototipe, secara fungsional telah running seperti yang diharapkan. Prototipe telah berfungsi menjadi audioguide yang memberikan informasi kepada pengunjung. Kata kunci: Prototipe Virtual Audioguide, Museum Keraton Sol

    ANALISIS PERILAKU “SEXUAL INTERCOURSE” PADA LANSIA (Studi Kasus Pada Lansia Yang Mengalami Penurunan Gerak Dan Fungsi)

    Get PDF
    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Sedangkan responden dalam penelitian ini adalah 6 orang lansia yang berada di wilayah Surakarta. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden dapat disimpulkan bahwa seksual intercourse masih menjadi kebutuhan lansia, munculnya dorongan atau hasrat seksual pada lansia dipengaruhi kondisi fisik yang sehat, tidak dalam kondisi lelah, tidak stres, melihat adegan romantis dan ada nuansa pornografi, melihat pasangan yang tidak mengenakan pakaian, dan mendapatkan rangsangan dari pasangan berupa sentuhan-sentuhan diarea sensitif. Untuk mendapatkan kepuasan seksual, lansia melakukan dua hal, jika: Pasangan menolak melakukan seksual intercourse; lansia melakukan masturbasi, onani, sublimasi seperti: membaca buku, bercengkerama dengan cucu, dll. Pasangan menerima melakukan seksual intercourse. Lansia melakukan aktivitas seksual berupa: mencium kening, mencium pipi, mencium bibir, mencium leher, mencium dan meraba buah dada, mencium dan meraba kemaluan. Gaya Seksual Intercourse yang dilakukan oleh lansia: CAT (Coital Alignment Technique), misionaris, WOT (women on top), Side by side, doggy style, anjing kencing

    Induksi Sintesa Kurkuminoid Dalam Kalus Temulawak (Curcuma Xanthorriza, Roxb) Akibat Pengaruh Hormon 2,4-D Dan Fenilalanin Pada Media Kultur

    Get PDF
    The addition of precursor into in vitro Murashige Skoog (MS) media culture expected to be able improve curcuminoid synthesis within the callus. Phenylalanine is precursor in curcuminoid synthesis. 2,4-D hormone is also added into media culture to induce callus formation. The concentration of 2,4-D hormone and phenylalanine is 0, 2 and 4 ppm, respectively. The qualitative analysis was done with color reaction and Thin Layer Chromatography (TLC) with gel silicon GF254 as stationary phase and chloroform : ethanol 96%: glacial acetic acid (94:5:1) as movement phase and detected by the visible ligh. The quantitative analysis was done by measuring the spot area in the TLC chromatogram with TLC scanner, and then was calculated using standart curcumin curve. Base on the experiment indicates 2,4-D Hormone with 4 ppm result the fastest time callus induction. Curcuminoid content is higher in rhizome compared in callus. The combination of 2,4-D hormone and phenylalanine yield the higher curcumin content than desmetoxi-curcumin for each treatment combination. The highest curcumin content is produced by 2,4-D hormone and phenylalanine combination with 4 ppm concentration that is 0,39 %. Meanwhile the highest desmetoxi-curcumin is produced by 2,4-D hormone and phenylalanine combination with 4 and 2 ppm concentration, respectively, that is 0,18 %. 2,4-D hormone and phenylalanine affects more significantly in curcumin synthesis rather than desmetoxi-curcumin. Penambahan prekursor ke dalam media Murashige Skoog (MS) secara in vitro diharapkan dapat meningkatkan sintesa kurkuminoid dalam kalus. Fenilalanin merupakan prekursor dalam sintesa kurkuminoid. Hormon 2,4-D juga ditambahkan kedalam media tumbuh untuk menginduksi pembentukan kalus. Konsentrasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin masing-masing sebanyak 0 ppm, 2 ppm dan 4 ppm. Uji kualitatif kurkuminoid dilakukan dengan reaksi warna dan KLT (khromatografi lapis tipis), dilanjutkan uji kuantitatif menggunakan silika GF254 sebagai fase diam, dan kloroform : etanil 965 : asam acetat glasial (94:5:1) sebagai fase gerak. Bercak dianalisa dengan KLT densitometer dan luas area bercak dimasukkan dalam persamaan kurva baku kurkuminoid. Hasil pengamatan menunjukkan waktu induksi kalus tercepat dihasilkan oleh pemberian hormon 2,4-D sebanyak 4 ppm. Kadar kurkuminoid rimpang lebih besar dari pada kadar kurkuminoid dalam kalus. Kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin menghasilkan kadar kurkumin lebih banyak dibanding kadar desmetoksi-kurkumin untuk setiap kombinasi perlakuan yang sama. Kadar kurkumin terbanyak dihasilkan oleh kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin dengan konsentrasi masing-masing 4 ppm sebesar 0,39%. Sedangkan kadar desmetoksi-kurkumin terbanyak dihasilkan oleh kombinasi hormon 2,4-D dan Fenilalanin berturut-turut dengan konsentrasi 4 ppm dan 2 ppm sebesar 0,1865 %. Pemberian hormon 2,4-D bersama-sama dengan fenilalanin kedalam media tumbuh lebih banyak berpengaruh terhadap sintesa kurkumin dibanding desmetoksi-kurkumin

    PENYULUHAN DAN PELATIHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI TK ROUDHOTUL ATHFAL AL-KAUTSAR NUSUKAN

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat mengenai Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan Gigi dan mulut di TK Roudhotul Athfal Al-Kautsar Nusukan Kota Surakarta dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak. Sasaran pada pengabdian ini adalah perbaikan cara merawat kesehatan gigi dan mulut dengan cara penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta pelatihan cara membersihkan gigi dan mulut yang baik, karena kesehatan gigi dan mulut akan sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita pada anak anak adalah karies gigi (gigi hitam pada anak-anak) dan penyakit periodontal (gigi terkikis). Faktor penyebab utama penyakit gigi dan mulut adalah bakteri plak.Bakteri plak ini akan mengeluarkan toksinnya untuk merusak gigi dan jaringan periodontal sehingga dapat menyebabkan karies gigi dan penyakit periodontal. Untuk mencegahnya maka dilakukan kontrol plak yaitu melakukan menyikat gigi dengan benar. Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan dua kegiatan yaitu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan pelatihan menyikat gigi dengan benar. Kegiatan penyuluhan pemeliharaan kesehatan mulut dan gigi serta pelatihan menyikat gigi di TK Roudhotul Athfal Al-Kautsar Nusukan Kota Surakarta telah dilaksanakan dengan sukses kepada 96 anak yang mengikuti kegiatan ini. Kegitan ini memberikan manfaat dengan memberikan kesadaran kepada anak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi sejak din

    Uji Aktivitas Anti-Hiperglikemik, dan Penghambatan Stres Oksidatif Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Aloksan

    Get PDF
    Pada keadaan patologik seperti diabetes, peningkatan stress oksidatif dalam tubuh akan menyebabkan penurunan aktivitas antioksidan endogen dalam tubuh sehingga tubuh tidak mampu mendetoksifikasi radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan alami sebagai antidiabetes adalah daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti hiperglikemia ekstrak etanol daun jeruk nipis dan aktivitas enzim antioksidan SOD dan GPX. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan rancangan post test only group design. Subyek penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dikondisikan DM tipe 2 dengan induksi aloksan. Tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok : kelompok I netral, kelompok II tanpa perlakuan, kelompok III kontrol positif glibenklamid 80 mg/Kg BB, Kelompok IV, V dan VI adalah kelompok perlakuan dengan dosis berturut- turut 62,5 mg/Kg BB, 125 mg/Kg BB dan 250 mg/Kg BB. Kemudian dilakukan uji aktivitas SOD dan GPX

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇