Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2015

    Get PDF
    Drug management is an important process in public health service. Inappropriate drugmanagement may exert negative effect on the quality of healthcare service in a District/City. Thepurpose of this study was to provide an overview and evaluation of drug supply managementthat includes: selection, procurement, distribution, and use in Pharmacy Installatio of SurakartaHealth Department.Data was collected retrospectively by tracing the documenst from previous years. Allprocess of selection, procurement, distribution, and usage were included. The obtained datawere evaluated and compared with the standard according to WHO and Ministry of Health(2010).Drug supply management in Pharmacy Department of Surakarta according to thestandards as follows : The availability of the drug as needed (102.84%), procurement ofessential drug (86.87%), procurement of generic drug (100%), drug availability compared toDOEN (60.22%) and planning accuracy (88.94%). Drug availability level (100%), drugdistribution appropriateness (29,41%), the number of drug distributed inappropriately (9,84%),and the avarage time of drug emptiness (0%). The accuracy level of drugs item with Fornas I(60,77%). Our study concluded that drug management in Pharmacy Installation of SurakartaHealth Office still need improvement especially on distribution and utilization process accordingto WHO and Ministry of Health (2010) standards.Manajemen obat merupakan proses penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.Manajemen obat yang tidak tepat dapat memberikan efek negatif pada kualitas layanankesehatan di Kabupaten / Kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaranumum dan melakukan evaluasi manajemen persediaan obat yang meliputi pemilihan,pengadaan, distribusi, dan penggunaan di Instalasi Farmasi Departemen Kesehatan Surakarta.Data dikumpulkan secara retrospektif dengan menelusuri dokumen tahun-tahunsebelumnya. Semua dokumen selama proses seleksi, pengadaan, distribusi, dan penggunaanobat dimasukkan sebagai bahan penelitian. Data yang diperoleh kemudian dievaluasi dandibandingkan dengan standar menurut WHO dan Kementerian Kesehatan (2010).Manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi Kota Surakarta sesuai standar WHOdan Kementerian Kesehatan (2010) adalah sebagai berikut: Ketersediaan obat sesuaikebutuhan (102,84%), pengadaan obat esensial (86,87%), pengadaan obat generik (100%),obat tersedia dibandingkan to DOEN (60.22%) dan ketepatan perencanaan (88.94%). Tingkatketersediaan obat (100%), kelayakan distribusi obat (29,41%), jumlah obat yang didistribusikansecara tidak tepat (9,84%), dan waktu rata-rata kekosongan obat (0%). Tingkat akurasi itemobat dengan Fornas I (60,77%). Penelitian kami menyimpulkan bahwa manajemen obat diDepartemen Farmasi Surakarta masih memerlukan peningkatan terutama pada prosesdistribusi dan penggunaan sesuai standar WHO dan Kementerian Kesehatan (2010)

    Evaluasi Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Tahun 2017

    Get PDF
    IFRS is responsible for drug management, namely selection, planning and procurement, distribution and use. Preliminary observations indicate of drug management problems in IFRSUD Province NTB. The aim of the study was to evaluate of drug management in IFRSUD Province NTB.  Descriptive research were taken retrospectively and concurrently. Data in the form of quantitative and qualitative, accompanied by interviews of related parties. All stages of drug management measured using the MOH RI indicator, Pudjaningsih, Permenkes  and WHO then compared with the results of other studies. The results showed that the stage that did not meet the standards were: the stage of selection: conformity with the national formulary; procurement: percentage of available fund allocation, namely the frequency of incomplete SP / Invoice,  percentage of available capital funds with the total needed, frequency of delay in payment by the hospital against the agreed time, the percentage of suitability between drug planning and the reality of each drug; distribution, the accuracy of the amount of drug data on the automatic stock card, Turn Over Ratio, percentage and value of drugs that were damaged / expired, percentage of dead stock; usage: number of drug items per recipe, percentage of antibiotic, and percentage of prescription injection drugs. The results are in accordance with the standards, the stage of selection suitability with hospital formulary; procurement: frequency of procurement of each drug item per year; distribution: namely drug availability level; use, percentage of prescription with a generic name, percentage of drugs that can submitted, percentage of drug that label, and the average time spent serving recipe

    PELATIHAN IDENTIFIKASI BORAKS DALAM MAKANAN

    Get PDF
    Ibu rumah tangga mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam membangun keluarga sehat. Oleh sebab itu diperlukan keterampilan dalam identifikasi bahan kimia berbahaya pada makanan, khususnya boraks. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu ibu-ibu PKK Perumahan Tiara Ardi RT 4 RW 35 Mojosongo, Jebres, Surakarta dalam melakukan identifikasi boraks dalam makanan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas metode yang digunakan adalah pelatihan terhadap ibu-ibu PKK untuk identifikasi borak dalam makanan dengan metode tetesan air kunyit, metode tusuk gigi dan metode reaksi nyalaIbu rumah tangga mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam membangun keluarga sehat. Oleh sebab itu diperlukan keterampilan dalam identifikasi bahan kimia berbahaya pada makanan, khususnya boraks. Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu ibu-ibu PKK Perumahan Tiara Ardi RT 4 RW 35 Mojosongo, Jebres, Surakarta dalam melakukan identifikasi boraks dalam makanan. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas metode yang digunakan adalah pelatihan terhadap ibu-ibu PKK untuk identifikasi borak dalam makanan dengan metode tetesan air kunyit, metode tusuk gigi dan metode reaksi nyal

    Uji Kadar Anti-HBs pada Balita Penerima Imunisasi Dasar

    Get PDF
    Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global, diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terpapar virus Hepatitis B (HBV). Angka prevalensi infeksi HBV di Asia Pasifik cukup tinggi, yaitu melebihi 8% dan penularannya umumnya terjadi secara vertikal (pada periode perinatal) dan horizontal (pada masa anak-anak) sehingga risiko menjadi infeksi yang kronis menjadi cukup besar. Pencegahan dengan vaksinasi merupakan strategi terpenting untukmenurunkan risiko infeksi virus hepatitis B kronis dan komplikasinya. Antibodi anti-HBs berdasarkan pengukuran antibodi Anti HBs secara in vitro dengan menggunakan test diagnostik laboratorium secara imunologis. Titer antibodi hepatitis B ini dikatakan protektif bila titernya lebih dari 10mIU/ml. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan kadar anti-HBs secara semi kuantitatif pada anak balita penerima imunisasi dasar yang lengkap, menggunakan rapid test dan dilakukan pengenceran pada serum dengan serokonversi positif. Diperoleh serum dari 23 balita yang memenuhi syarat dan dari hasil pemeriksaan anti-HBs didapatkan 20 anak (87%) dengan serokonversi positif dan 3 anak (13%) dengan serokonversi negatif. Untuk serum dengan serokonversi positif, maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan serum dengan pengenceran, hasilnya 4 sampel (20%) negatif pada pengenceran 1:2, 3 sampel (15%) positif sampai pengenceran 1:2 saja, 5 sampel (25%) positif sampai pada pengenceran 1:4, 4 sampel (20%) positif pada pengenceran 1:6, 2 sampel(10%) positif pada pengenceran 1:8 dan 2 sampel (10%) tetap positif pada pengenceran 1:10

    Uji Aktivitas Antibakteri Salep Ekstrak Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa Merr) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang Diinfeksikan pada Kelinci

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri salep ekstrak etanolik kulit batang kesambi (Scheichera oleosa Merr.) dan konsentrasi yang efektif dari salep ekstraknya pada kulit punggung kelinci yang terinfeksi Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula salep ekstrak kulit batang kesambi dibuat dengan basis hidrokarbon dengan tiga konsentrasi yaitu 6,25%, 12,5% dan 25% dengan salep Gentamicin sebagai kontrol positif. Pengamatan waktu penyembuhan dilakukan dengan cara mengamati lamanya penyembuhan infeksi pada kulit punggung kelinci setelah pemberian salep ekstrak kulit batang kesambi yang ditandai dengan hilangnya eritema dan nanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA satu jalan (signifikansi p<0,05). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa salep ekstrak kulit batang kesambi memiliki efektivitas pada penyembuhan infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan terdapat perbedaan efektivitas pada setiap konsentrasi. Konsentrasi salep ekstrak kulit batang kesambi 25% memberikan efek penyembuhan yang lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 12,5% dan 6,25%

    ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

    Get PDF
    His study aims to examine the causes of job stress that is influenced by work-family conflict and work load that impact on job satisfaction on health workers of RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data were collected through questionnaires distributed to 120 health workers at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten who is married. The sampling technique used is purposive sampling with the entire population of health workers in RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. The results showed that work-family conflict had positive effect on job stress, work load had positive effect to job stress, and job stress had no effect on job satisfaction. These results provide meaning that the cause of job stress on health workers at dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten is a work-family conflict and a high workload

    Penerapan Ergonomi Partisipatori pada Proses Pengecoran Logam di Industri Cor Logam Mariman Pajang Solo

    No full text
    PT. Cor Logam Mariman merupakan industri rumah tangga yang berdiri sejak 1980 sampai sekarang. Produk yang dihasilkan adalah berbagai macam produk yang terbuat dari logam kuningan, aluminium dan tembaga seperti baut, kipas, bodi motor, berbagai macam rangka, acesoris, dan lain-lain. Untuk mencapai target produksi dibutuhkan tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi. Pada saat bekerja terkadang pekerja berada dibawah tekanan disertai dengan sistem kerja yang tidak ergonomis sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat, nyaman, aman sehingga dapat mengurangi beban kerja, keluhan musculoskeletal, kelelahan dan meningkatkan efisiensi waktu serta produktifitas kerja. Evaluasi ergonomi pada sistem kerja meliputi gizi kerja, beban kerja, sikap kerja, interaksi manusia mesin, keluhan muskuluskeletal, kelelahan kerja, lingkungan kerja fisik, dan produktivitas. Metode untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) untuk perbaikan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah beban kerja semakin menurun, keluhan muskuluskeletal secara keseluruhan menurun 42,92%, keluhan umum pekerja secara keseluruhan menurun 41,59%, dengan penyekatan SK1 pada jam 09.00-12.00 dan jam 15.00 tidak terjadi penurunan temperature sedangkan SK3 pada jam 11.00 setelah adanya intervensi temperatur lebih besar dari temperature sebelum intervensi. Kapasitas produksi setelah intervensi secara keseluruhan terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 26,51%. Kata kunci : ergonomi, partisipatori, logamPT. Cor Logam Mariman merupakan industri rumah tangga yang berdiri sejak 1980 sampai sekarang. Produk yang dihasilkan adalah berbagai macam produk yang terbuat dari logam kuningan, aluminium dan tembaga seperti baut, kipas, bodi motor, berbagai macam rangka, acesoris, dan lain-lain. Untuk mencapai target produksi dibutuhkan tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi. Pada saat bekerja terkadang pekerja berada dibawah tekanan disertai dengan sistem kerja yang tidak ergonomis sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat, nyaman, aman sehingga dapat mengurangi beban kerja, keluhan musculoskeletal, kelelahan dan meningkatkan efisiensi waktu serta produktifitas kerja. Evaluasi ergonomi pada sistem kerja meliputi gizi kerja, beban kerja, sikap kerja, interaksi manusia mesin, keluhan muskuluskeletal, kelelahan kerja, lingkungan kerja fisik, dan produktivitas. Metode untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) untuk perbaikan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah beban kerja semakin menurun, keluhan muskuluskeletal secara keseluruhan menurun 42,92%, keluhan umum pekerja secara keseluruhan menurun 41,59%, dengan penyekatan SK1 pada jam 09.00-12.00 dan jam 15.00 tidak terjadi penurunan temperature sedangkan SK3 pada jam 11.00 setelah adanya intervensi temperatur lebih besar dari temperature sebelum intervensi. Kapasitas produksi setelah intervensi secara keseluruhan terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 26,51%. Kata kunci : ergonomi, partisipatori, loga

    Usulan Tata Letak Area Parkir Tepi Jalan Umum Menggunakan Simulasi

    Get PDF
    Parkir merupakan aktifitas berhentinya kendaraan pada waktu dan lokasi tertentu. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan ketersediaan area parkir menyebabkan banyak kendaraan yang parkir di badan jalan atau sering disebut parkir Tepi Jalan Umum (TJU). TJU yang seringkali digunakan dengan posisi kendaraan yang sembarangan menyebabkan kemacetan di beberapa jalan terutama area perbelanjaan. Salah satu jalan yang mengalami permasalahan tersebut adalah jalan C. Simanjuntak yang terletak di Yogyakarta. Jl. C. Simanjuntak merupakan jalan yang cukup ramai dilalui masyarakat kota Yogyakarta. Jalan tersebut strategis karena banyaknya pusat perbelanjaan, tempat pendidikan formal dan non formal, serta berbagai jenis usaha di sepanjang jalan. Namun, keramaian yang terjadi justru mendatangkan masalah bagi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan kendaraan yang akan menuju beberapa lokasi pada jalan tersebut terhalang oleh kendaraan yang posisi parkirnya kurang tertata rapi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan pemilihan pola parkir kendaraan yang paling tepat untuk empat lokasi teramai di Jalan C. Simanjuntak. Berdasarkan hasil simulasi tersebut dapat dilihat jumlah kendaraan yang seharusnya dapat masuk dan keluar dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa skenario posisi parkir dengan sudut 60° merupakan skenario terbaik karena jumlah kendaraan yang dapat ditampung lebih banyak dibandingkan skenario lainnya. Kata kunci: manajemen parkir, perancangan tata letak, simulasiParkir merupakan aktifitas berhentinya kendaraan pada waktu dan lokasi tertentu. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diikuti dengan ketersediaan area parkir menyebabkan banyak kendaraan yang parkir di badan jalan atau sering disebut parkir Tepi Jalan Umum (TJU). TJU yang seringkali digunakan dengan posisi kendaraan yang sembarangan menyebabkan kemacetan di beberapa jalan terutama area perbelanjaan. Salah satu jalan yang mengalami permasalahan tersebut adalah jalan C. Simanjuntak yang terletak di Yogyakarta. Jl. C. Simanjuntak merupakan jalan yang cukup ramai dilalui masyarakat kota Yogyakarta. Jalan tersebut strategis karena banyaknya pusat perbelanjaan, tempat pendidikan formal dan non formal, serta berbagai jenis usaha di sepanjang jalan. Namun, keramaian yang terjadi justru mendatangkan masalah bagi jalan tersebut. Hal ini dikarenakan kendaraan yang akan menuju beberapa lokasi pada jalan tersebut terhalang oleh kendaraan yang posisi parkirnya kurang tertata rapi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan pemilihan pola parkir kendaraan yang paling tepat untuk empat lokasi teramai di Jalan C. Simanjuntak. Berdasarkan hasil simulasi tersebut dapat dilihat jumlah kendaraan yang seharusnya dapat masuk dan keluar dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil simulasi diketahui bahwa skenario posisi parkir dengan sudut 60° merupakan skenario terbaik karena jumlah kendaraan yang dapat ditampung lebih banyak dibandingkan skenario lainnya. Kata kunci: manajemen parkir, perancangan tata letak, simulas

    PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA UNTUK MENSTIMULASI LIMA ASPEK PERKEMBANGAN ANAK (BAHASA, MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, SOSIAL, DAN EMOSI)

    Get PDF
    Pada anak usia dini setidaknya terdapat lima aspek perkembangan yang harus dikembangkan untuk menunjang tumbuh kembang anak menjadi optimal, antara lain Perkembangan Fisik Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa, Sosial, dan Emosi. Untuk menstimulasi lima aspek perkembangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah bermain dengan menggunakan alat permainan edukatif.  Subyek penelitian adalah guru TK dan orangtua serta pihak-pihak yang berkompetensi di bidang terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D), yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektivitas produk tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa data kualitatif, dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tahap pendahuluan, masukan dari validator, dan masukan dari subjek uji coba terhadap instrumen pengembangan. Data ini diperoleh dari evaluasi model APE Ular Tangga faktual, validasi model, uji coba terbatas, dan uji coba yang diperluas. Sementara data kuantitatif berupa hasil evaluasi dan keefektifan model APE Ular Tangga pengembangan. Analisa data menggunakan beberapa cara berbeda karena masing-masing digunakan untuk kepentingan yang berbeda. Data kualitatif menggunakan analisis isi sedangkan analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif yaitu analisis persentase. Hasil dari FGD dan professional judgement menunjukkan bahwa dari segi materi permainan ular tangga  ini dapat digunakan sebagai salah satu upaya menstimulasi lima aspek perkembangan anak dengan setiap aspek dapat distimulasi sebesar 100% namun di aspek motorik halus hanya mampu distimulasi sebesar 97%

    Aktivitas Ekstrak Daun Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) sebagai Hepatoprotektor pada Tikus yang Terpapar Asap Rokok

    Get PDF
    Cigarettes is a source of free radicals that can cause oxidative stress. It can causefunctional failure of vital organs in the body including the liver that indicated by SGPT andSGOT increment. This research was aimed to observe the activity of 70% ethanol extract ofkemuning leaves (Murraya paniculata (L.) Jack) on SGPT and SGOT digression of male whiterats exposed by cigarette smoke.This research was performed using 25 rats that were divided into 5 groups: normalcontrol (Ko), negative control (Kn), and 3 treatment groups that were given 70% ethanol extractof kemuning leaves with 100 mg / KgBW (K1), 200 mg / KgBW (K2), and 400 mg / KgBW(K3).The SGPT and SGOT levels were analyzed by one-way ANOVA and Tukey test.One-way ANOVA results showed there was a treatment effect on controls (p <0.05).The results of the Tukey showed that the SGPT levels in doses II and III were significantlydifferent from the negative controls but did not differ significantly from the normal controls withlevel value of 34.6 U / L (dose II) and 14.4 U / L (dose III) . At SGOT levels all treatment groupsshowed significantly different comparing to negative controls and not significantly different tonormal controls with level value of 193.6 U / L (dose I), 191.4 U / L (dose II), 156.6 U / L L (doseIII). It can be concluded that 70% ethanol extract of kemuning leaves has activity as ahepatoprotectorRokok merupakan sumber radikal bebas yang dapat menyebabkan stress oksidatif dandapat merusak fungsi organ-organ penting dalam tubuh diantaranya organ hati yang ditandaidengan peningkatan kadar SGPT dan SGOT. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas ekstraketanol 70% daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) terhadap penurunan kadar SGPTdan SGOT pada tikus yang dipapar asap rokok.Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan 25 tikus yang dibagi menjadi 5kelompok yaitu kontrol normal(Ko), kontrol negative(Kn), dan 3 kelompok perlakuan yang diberiekstrak etanol 70% daun kemuning dengan dosis 100 mg/KgBB (K1), 200 mg/KgBB (K2), dan400 mg/KgBB (K3). Data kadar SGPT dan SGOT dianalisis dengan ANOVA satu arah dan ujiTukey.Hasil ANOVA satu arah menunjukkan terdapat pengaruh perlakuan terhadap kontrol (p< 0,05). Hasil uji Tukey dapat dilihat bahwa kadar SGPT pada dosis II dan III berbedabermakna dengan kontrol negatif dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol normal denganhasil kadar sebesar 34,6 U/L (dosis II) dan 14,4 U/L (dosis III). Pada kadar SGOT semuakelompok perlakuan menunjukkan hasil berbeda bermakna dengan kontrol negatif dan tidakberbeda bermakna dengan kontrol normal dengan nilai sebesar 193,6 U/L (dosis I), 191,4 U/L(dosis II), 156,6 U/L (dosis III). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol70% daun kemuning memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇